VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.2. Karakteristik Konsumen Rumah Makan Nasi Timbel M11
Identifikasi karakteristik konsumen dilakukan terhadap 100 konsumen di rumah makan Nasi Timbel M11 berdasarkan kriteria jenis kelamin, umur, tempat tinggal/domisili, suku bangsa, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, serta waktu dan hari kunjungan. Berikut uraian masing-masing kriteria tersebut.
39 1. Jenis Kelamin
Sebesar 52 persen konsumen yang berkunjung di rumah makan Nasi Timbel M11 berjenis kelamin perempuan (Gambar 6). Selisih yang tidak terlalu besar antara konsumen laki-laki dan perempuan menunjukkan bahwa menu nasi timbel ini disukai baik oleh laki-laki maupun perempuan.
Gambar 6. Persentase Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin 2. Pekerjaan Konsumen
Lokasi rumah makan Nasi Timbel M11 yang berada di tengah Kota Bogor menyebabkan rumah makan ini berdekatan dengan dengan berbagai pusat aktifitas seperti perkantoran, kampus, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan dan pemukiman penduduk. Oleh karena itu pengunjung di rumah makan ini didominasi oleh orang-orang yang bekerja atau beraktifitas di tempat-tempat tersebut. Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 7 bahwa sebesar 47 persen pengunjung berprofesi sebagai pegawai swasta, 19 persen adalah PNS dan BUMN, 16 persen adalah mahasiswa, sisanya adalah ibu rumah tangga, dosen, dan wiraswasta.
Gambar 7. Persentase Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
40
3. Usia Konsumen
Pada Gambar 8 terlihat bahwa berdasarkan kelompok umur, konsumen yang berkunjung ke rumah makan Nasi Timbel M11 paling banyak berumur antara 26 – 40 tahun yaitu sebesar 55 persen responden. Tertinggi kedua adalah konsumen berumur 17 – 25 tahun sebanyak 30 persen. Sisanya berumur di atas 40 tahun. Hal ini mendukung penjelasan sebelumnya bahwa pengunjung di rumah makan ini didominasi oleh pegawai swasta, PNS/pegawai BUMN, dan pelajar/mahasiswa di mana konsumen dengan jenis pekerjaan tersebut sebagian besar memiliki rentang usia antara 17 – 40 tahun. Sisanya sebesar 15 persen berusia di atas 40 tahun adalah dosen, pensiunan PNS dan swasta.
Gambar 8. Persentase Jumlah Responden Berdasarkan Kelompok Umur 4. Status Pernikahan
Pada Gambar 9 dapat dilihat bahwa sebesar 57 persen konsumen yang berkunjung di rumah makan Nasi Timbel M11 berstatus sudah menikah. Hal ini berkaitan dengan pengunjung rumah makan yang merupakan orang-orang telah bekerja dan berusia 26 – 40 tahun, dimana sebagian besar konsumen dengan karakteristik tersebut pada umumnya telah menikah. Tingginya persentase konsumen yang telah menikah atau berkeluarga yang melakukan kunjungan di Nasi Timbel M11 sesuai dengan konsep suasana rumah makan yang ditawarkan yaitu homey atau bersantap layaknya di rumah sendiri sehingga suasana kekeluargaan dan kebersamaan dapat lebih dinikmati konsumen.
41 Gambar 9. Persentase Jumlah Responden Berdasarkan Status Pernikahan
5. Tingkat Pendidikan
Mayoritas konsumen yang berkunjung di rumah makan Nasi Timbel M11 berpendidikan terakhir sarjana yaitu sebesar 61 persen, sisanya adalah konsumen dengan pendidikan terakhir diploma, SMA/sederajat, dan pascasarjana (Gambar 10). Hal ini terkait dengan jenis pekerjaan konsumen yang sebagian besar mensyaratkan pekerjanya berpendidikan terakhir minimal sarjana. Selain itu, karena lokasinya yang berdekatan dengan kampus sehingga terdapat pula mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan baik untuk jenjang diploma, sarjana, maupun pascasarjana.
Gambar 10. Persentase Jumlah Konsumen Berdasarkan Tingkat Pendidikan 6. Tingkat Pendapatan
Gambar 11 di bawah ini menunjukkan bahwa konsumen yang berkunjung di rumah makan Nasi Timbel M11 sebanyak 55 persen memiliki pendapatan antara Rp2.000.000-Rp4.000.000. Sebagian besar konsumen ini berprofesi
42
sebagai pegawai swasta dan pegawai negeri/BUMN. Tertinggi kedua sebesar 15 persen adalah konsumen dengan penghasilan Rp1.000.000-Rp2.000.000 yang sebagian besar adalah pegawai swasta serta responden berpenghasilan lebih besar dari Rp5.000.000 yang pada umumnya adalah dosen, pegawai swasta/BUMN, dan wiraswasta.
Gambar 11. Persentase Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan 7. Tempat Tinggal / Domisili
Rumah makan nasi timbel M11 yang berlokasi di Kota Bogor menyebabkan sebagian besar pengunjungnya (82 persen) adalah konsumen yang berdomisili di Bogor, sedangkan 18 persen konsumen lainnya berdomisili di luar Bogor, seperti Jakarta dan Bandung (Gambar 12). Konsumen yang berasal dari luar Bogor sebagian besar bertujuan untuk liburan bersama keluarganya.
Gambar 12. Persentase Jumlah Konsumen Berdasarkan Tempat Tinggal 8. Suku Bangsa
Nasi Timbel M11 adalah rumah makan tradisional yang menawarkan menu masakan Sunda sebagai menu utamanya. Selain itu, rumah makan ini berlokasi di daerah Bogor yang sebagian besar didominasi oleh penduduk bersuku
43 bangsa Sunda. Oleh karena itu, pada Gambar 13 di bawah ini dapat dilihat bahwa sebagian besar konsumen yang berkunjung di Nasi Timbel M11 bersuku bangsa Sunda yaitu sebesar 45 persen. Tertinggi kedua yaitu konsumen bersuku bangsa Jawa sebesar 33 persen. Sisanya terdiri dari konsumen bersuku bangsa Lampung (6 persen), Tiong Hoa (5 persen), Betawi (4 persen), Minang (3 persen), Batak (2 persen), Bugis dan Melayu masing-masing 1 persen. Konsumen yang tidak bersuku Sunda tersebut melakukan pembelian di Nasi Timbel M11 sebab mereka sudah lama menetap di daerah Bogor dan sekitarnya sehingga sudah terbiasa dan menyukai masakan khas Sunda.
Gambar 13. Persentase Jumlah Konsumen Berdasarkan Suku Bangsa 9. Waktu dan Hari Kunjungan
Sebagian besar pengunjung di rumah makan nasi timbel M11 adalah pegawai swasta dan PNS/pegawai BUMN. Oleh karena itu, pada Gambar 14a terlihat bahwa pengunjung tersebut lebih banyak melakukan kunjungan pada hari-hari kerja (53 persen). Dari wawancara dengan beberapa konsumen, sebagian besar mereka mencari tempat makan siang yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kantor atau tempat mereka bekerja, sehingga masih cukup waktu untuk beristirahat, mengingat lokasi rumah makan yang berdekatan dengan perkantoran, kampus, rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu pada Gambar 14b tampak bahwa kunjungan konsumen sebesar 77 persen dilakukan pada siang hari.
Selain itu, pada Gambar 14a juga tampak bahwa persentase konsumen yang melakukan kunjungan pada pagi hari libur juga cukup tinggi yaitu sebesar 47 persen. Kunjungan pada hari libur sebagian besar dilakukan oleh keluarga yang sedang menikmati hari liburnya. Kunjungan ini ada yang dilakukan pada pagi
44
maupun siang hari. Kunjungan pada pagi hari biasanya dilakukan oleh keluarga yang pada siang harinya akan melanjutkan liburan ke tempat lain dan keluarga yang telah melakukan ibadah pada hari Minggu.
(a) (b)
Gambar 14. Persentase Jumlah Konsumen Berdasarkan Waktu dan Hari Kunjungan
6.3. Analisis Tingkat Harapan dan Kinerja Aktual Atribut Rumah Makan