• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Karakteristik Pegawai

Sebelum masuk pada analisis mengenai perbedaan faktor demografi dalam strategi penanggulangan stres kerja dan mengetahui bagaimana tingkat Constructive Thinking pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Bogor, perlu diketahui uraian karakteristik pegawai dalam penelitian ini yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia dan pendidikan. Tiga karakteristik tersebut diambil dari sekian banyak karakteristik berdasarkan faktor demografi pegawai karena didasarkan pada penelitian sebelumnya mengenai Constructive Thinking (CT) yang dilakukan Kephart (2003). Kephart mencoba melakukan investigasi dampak dari jenis kelamin dan perbedaan karakteristik lainnya dalam menanggulangi stres di tempat kerja. Karakteristik atau faktor demografi yang

51

digunakan dalam penelitian tersebut adalah jenis kelamin, pendapatan, ras, pendidikan dan usia.

Berdasarkan hasil penelitian Kephart (2003) maka faktor demografi yang cocok untuk diterapkan pada penelitian ini hanya jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan. Masing-masing faktor atau karakteristik tersebut memiliki jumlah yang bervariasi di Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 273 pegawai. Jumlah tersebut adalah jumlah total kuesioner yang kembali dan diisi secara lengkap. Jumlah ini dianggap telah mewakili total keseluruhan populasi yang diuji, karena melebihi jumlah pegawai minimal yang ditetapkan berdasarkan rumus Slovin dengan margin error 5% sebanyak 244 pegawai.

5.2.1 Jenis Kelamin

Berdasarkan perhitungan melalui software SPSS, maka diperoleh gambaran jumlah pegawai berdasarkan jenis kelamin. Sampel didominasi oleh pegawai berjenis kelamin wanita, yaitu sebesar 68,9% atau 188 orang, sesuai dengan aturan pada rumus Slovin yang digunakan, yaitu minimal total pegawai wanita yang mewakili jumlah populasi adalah 186 orang, sementara pegawai pria sebesar 31,1% atau lebih banyak 27 orang dari target minimal jumlah pegawai sebesar 58 orang. Jumlah yang melebihi target berdasarkan rumus Slovin lebih baik karena semakin mendekati jumlah populasi.

Tabel 14 Jumlah pegawai berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Populasi Jumlah Sampel Persentase Populasi (%) Persentase Sampel (%) Pria 150 85 23,92 31,1 Wanita 477 188 76,08 68,9 Total 627 273 100 100

Jika diamati dari jumlah populasi berdasarkan jenis kelamin di Dinas Kesehatan Kota Bogor, maka mayoritas pegawai adalah wanita yaitu sebesar 76,08%. Hal ini cukup beralasan karena Dinas Kesehatan Kota Bogor bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karakter wanita yang dianggap lebih sabar dan luwes dalam bekerja sangat sesuai untuk memberikan

52

pelayanan terutama di bidang kesehatan. Terbukti dengan mayoritas pekerja kesehatan seperti perawat dan bidan didominasi oleh kaum wanita.

Hal ini menjadi menarik jika dikaitkan dengan penelitian ini. Peran ganda yang dimiliki oleh wanita memiliki kecenderungan sebagai faktor penyebab stres. Jika di Dinas Kesehatan Kota Bogor mayoritas pegawainya adalah wanita maka menarik untuk diketahui apakah terdapat perbedaan dalam menanggulangi stres antara pegawai pria dan wanita.

5.2.2 Usia

Tingkat usia didasarkan pada kriteria penelitian Kephart (2003) yang membagi ke dalam empat kelompok usia, yaitu rentang usia 21-32 tahun; 33-44 tahun; 45-56 tahun dan >56 dimana kelompok tersebut menunjukkan kematangan cara berpikir dan emosi. Berdasarkan kriteria penelitian Kephart tersebut, maka pegawai dalam penelitian ini terdiri atas kelompok usia 21 – 32 tahun sebesar 22,3% atau 61 orang, kelompok usia 33 – 44 tahun sebesar 42,5% atau sebanyak 116 orang, kelompok usia 45 – 56 tahun yaitu sebesar 34,8% atau sebanyak 95 orang sedangkan kelompok usia diatas 56 tahun hanya sebesar 0,4% atau hanya berjumlah 1 orang.

Mayoritas pegawai didominasi oleh kelompok usia 33 – 44 tahun yaitu sejumlah 116 pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai Dinas Kesehatan Kota Bogor sebagian besar berusia matang dan hanya sedikit yang memasuki masa pensiun. Jika dipisahkan berdasarkan jenis kelamin maka secara keseluruhan kelompok usia didominasi oleh wanita.

Tabel 15 Jumlah pegawai berdasarkan Kelompok Usia

Kelompok Usia Jumlah Presentase

(%) Pria Wanita 21 – 32 tahun 61 22,3 18 43 33 – 44 tahun 116 42,5 29 87 45 – 56 tahun 95 34,8 36 57 >56 tahun 1 0,4 - 1 Total 273 100

Banyak faktor yang menentukan tingkat kematangan berpikir manusia dan usia adalah salah satu faktor penentunya. Semakin dewasa manusia maka diharapkan semakin matang dalam mengambil keputusan atau menghadapi

53

permasalahan hidup. Sampel pegawai yang diambil di Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan bahwa 77,7% (100% - 22,3%) pegawai berusia diatas 32 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa seharusnya mayoritas pegawai memiliki kemampuan dalam menghadapi stres di tempat kerja karena faktor kematangan dalam berpikir. Maka penelitian ini menjadi menarik untuk melihat adakah perbedaan cara penanggulangan stres berdasarkan tingkatan usia.

Pada kelompok usia 21 – 32 tahun, usia pegawai yang termuda adalah 24 tahun, sehingga kelompok responden tersebut dapat dipisahkan berdasarkan kriteria tingkat pendidikan sarjana dan non sarjana. Seperti diketahui bahwa kelompok lulusan sarjana biasanya berusia paling rendah 23 tahun.

5.2.3 Tingkat Pendidikan

Selain jenis kelamin dan usia, pegawai juga dibagi menurut tingkat pendidikan yaitu sarjana dan non-sarjana. Sarjana mencakup pendidikan S1 dan S2, sementara non-sarjana adalah lulusan D2, D3 dan SLTA. Dari total 273 pegawai, sebanyak 66,3% adalah non-sarjana sisanya sebesar 33,7% adalah sarjana, keadaan ini antara lain disebabkan oleh pada awal perekrutan pegawai masih menerima lulusan SLTA, khusus di bidang kesehatan, seperti farmasi dan administrasi rumah sakit minimal lulusan D3. Namun demikian saat ini, perekrutan pegawai lebih diutamakan lulusan S1. Jika dibedakan berdasarkan jenis kelamin maka pegawai wanita tetap mendominasi, hal ini berkaitan dengan karakter wanita yang lebih luwes dan sabar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dibandingkan dengan pria sehingga sangat tepat tugas pegawai wanita dalam pelayanan kesehatan kepada publik.

Tabel 16 Jumlah pegawai berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Jumlah Presentase

(%) Pria Wanita

Sarjana 92 33,7 22 70

Non-sarjana 181 66,3 63 118

Total 273 100

Berdasarkan tingkat pendidikan maka mayoritas sampel adalah pegawai bergelar non-sarjana. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena sebagian besar pegawai bertugas di unit-unit Puskesmas dengan populasi sebesar 516 orang

54

(Tabel 5) dari total 627 pegawai. Maka wajar jika sebagian besar pegawai bergelar non-sarjana karena keterampilan yang dibutuhkan di Puskesmas mayoritas hanyalah keterampilan administrasi dan pelayanan kesehatan setingkat perawat atau bidan. Lulusan sarjana hanya dibutuhkan untuk dokter dan kepala Puskesmas dengan jumlah yang lebih sedikit daripada pegawai administrasi dan perawat. Baik dokter maupun perawat setiap hari harus berhadapan dengan bermacam- macam tipe pasien. Hal ini dapat menjadi pemicu timbulnya stres kerja. Oleh sebab itu sangat menarik untuk mengamati apakah terdapat perbedaan cara penanggulangan stres kerja pada pegawai bergelar sarjana maupun non-sarjana.