METODE PENELITIAN
KARAKTERISTIK UMUM KONSUMEN RESTORAN AYAM KQ
Setiap konsumen memilki karakterisitk sendiri-sendiri. Khususnya dalam pembelian produk, karakterisitk konsumen akan memengaruhi proses pengambilan keputusan pembelian. Bagi penelitian ini akan berguna dalam memberikan informasi untuk merumuskan strategi bauran pemasaran. Pada penelitian ini, analisis karakteristik konsumen berdasarkan karakteristik demografi dan ekonomi. Melalui analisis karakteristik demografi dan ekonomi konsumen, pihak restoran dapat mengetahui karakteristik variabel kelas sosial sehingga dapat mengoptimalkan pemasaran sesuai dengan karakateristik konsumennya. Konsumen yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang dan sedang melakukan pembelian di restoran Ayam KQ5. Berikut adalah hasil analisis karakteristik konsumen restoran Ayam KQ5.
Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penelitian kepada 100 responden, diperoleh data bahwa konsumen Ayam KQ5 terdapat 39 orang (39 persen) konsumen berjenis kelamin laki-laki dan 61 orang (61 persen ) berjenis kelamin perempuan. Dari data tersebut terlihat bahwa konsumen Ayam KQ5 lebih banyak berjenis kelamin perempuan. Hal ini sesuai dengan pengamatan langsung peneliti selama melakukan penelitian. Dari pengamatan peneliti terlihat bahwa perempuan cenderung lebih suka berkumpul baik bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja. Perempuan juga cenderung lebih suka berbincang-bincang dibandingkan dengan laki-laki. Dari pengamatan tersebut, perempuan lebih memungkinkan untuk memberikan informasi melalui mulut ke mulut mengenai apa yang telah dirasakannya dari Ayam KQ5 kepada keluarga, teman, dan orang lain. Hal ini juga didukung dengan hasil penelitian ini bahwa banyak dari konsumen yang mendapatkan informasi tempat makan dari teman. Dalam penelitian Girad (2010) dalam Sherly (2012) juga menjelaskan bahwa laki-laki tidak ingin terlihat bahwa mereka membutuhkan informasi atau bantuan dari orang lain sehingga laki-laki lebih jarang menginformasikan mengenai produk atau jasa yang dikonsumsinya ke orang lain. Selain itu, dalam penelitian Suprapti (2010) dalam Sherly (2012) mengatakan bahwa perempuan juga memperhatikan makanan yang mereka konsumsi.
Usia
Hasil penelitian mengenai usia dari konsumen Ayam KQ5 menunjukkan bahwa konsumen yang paling banyak berkunjung yaitu dengan umur antar 19-24 tahun sebanyak 63 orang (63 persen), umur 25-35 sebanyak 20 orang (20 persen), umur 16-18 sebanyak 10 orang (10 persen), dan umur 36-50 sebanyak 7 orang (7 persen). Usia antara 19-24 tahun merupakan tahap dewasa awal yang merupakan usia produktif dan dinamis yang memiliki aktivitas di luar rumah lebih banyak. Usia tersebut juga cenderung ingin mencoba hal-hal baru khususnya mengenai cita rasa
makanan. Selain itu, usia tersebut juga cenderung lebih sering bersosialisasi dengan rekannya. Berdasarkan penelitian ini, juga didapatkan bahwa banyak dari konsumen datang karena dipengaruhi teman. Banyak dari konsumen Ayam KQ5 adalah mahasiswa dan pegawai swasta. Untuk itu, tempat yang nyaman untuk bersosialisai setelah lepas dari rutinitas atau pun untuk istirahat sejenak adalah tempat yang dibutuhkan.
Domisili
Dari 100 reponden yang merupakan konsumen restoran, mayoritas dari konsumen berdomisili di Bogor sebanyak 87 orang (87 persen). Konsumen yang berdomisili di luar Bogor sebanyak 13 orang (13 persen). Hal ini sejalan dengan letak restoran Ayam KQ5 yang berada di Kota Bogor. Domisili mayoritas dari konsumen restoran dapat membantu restoran dalam menentukan lokasi yang strategis dan mudah dicapai oleh konsumen. Dari hasil wawancara dengan responden banyak dari reponden yang memiliki tempat tinggal dan tempat kerja yang dekat dengan restoran. Selain itu juga banyak konsumen yang berkunjung karena lokasi restoran yang mudah untuk dicapai dengan kendaraan oleh konsumen. Untuk itu, strategisnya lokasi restoran merupakan pertimbangan konsumen untuk berkunjung ke restoran. Konsumen mengatakan lebih senang dengan letak restoran yang mudah dicapai, strategis, dan mudah terlihat (Sumarwan 2011).
Tingkat Pendidikan
Berdasarkan data penelitian bahwa tingkat pendidikan dari konsumen restoran didominasi oleh konsumen yang berpendidikan sarjana sebanyak 60 orang (60 persen). Kemudian tingkat pendidikan diploma sebanyak 10 orang (10 persen) dan pendidikan SLTA sebanyak 30 orang (30 persen). Tingkat pendidikan erat kaitannya dengan pekerjaan dari konsumen. Dari penelitian ini juga didapat mayoritas konsumen merupakan pekerja kantor dengan jenis pekerjaan pegawai swasta. Dari hasil tersebut terlihat bahwa konsumen restoran merupakan konsumen dengan tingkat pendidikan yang terpelajar. Konsumen yang terpelajar lebih memperhatikan kesehatannya yang berhubungan dengan makanan yang akan dikonsumsinya dan mempertimbangkan informasi yang ada. Untuk itu, konsumen dengan tingkat pendidikan yang tinggi yang dimilikinya akan memengaruhinya dalam proses keputusan pembelian (Sumarwan 2011). Dari informasi tersebut dapat membantu pihak restoran dalam menjaga kualitas restorannya karena konsumennya merupakan konsumen yang terpelajar.
Status Pernikahan
Dari 100 responden didapatkan data ada sebanyak 78 orang (78 persen) responden belum menikah dan 22 orang (22 persen) sudah menikah. Hal ini juga didukung dengan data usia responden yang lebih banyak pada usia antara 19-24 tahun. Status pernikahan memiliki implikasi terhadap aktivitas diluar rumah dan mengonsumsi makanan. Bagi konsumen yang belum menikah cenderung memiliki
45 aktivitas diluar rumah yang lebih banyak dan memiliki peluang lebih banyak untuk makan di luar rumah dibandingkan yang telah menikah. Hal ini karena konsumen yang telah menikah lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah.
Banyak dari responden merupakan pegawai yang memiliki aktivitas di luar rumah yang padat. Mereka mengonsumsi Ayam KQ5 karena menginginkan kepraktisan dan menghemat waktu. Dari analisis di lapangan bahwa konsumen yang berumur antara 19-24 tahun yang bekerja sebagai pekerja kantoran datang ke restoran pada hari kerja. Sedangkan konsumen yang berkeluarga datang pada hari libur. Hal ini karena konsumen yang sudah berkeluarga menggunakan waktu libur untuk bersama keluarga dengan mencari hal-hal baru di luar rumah sekaligus juga untuk rekreasi keluarga.
Pekerjaan
Konsumen Restoran Ayam KQ5 sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 43 orang (43 persen) diikuti dengan pelajar sebanyak 39 orang (39 persen). Selanjutnya konsumen sebagai ibu rumah tangga sebanyak delapan orang (8 persen) dan pegawai negeri sebanyak lima orang (5 persen). Lainnya sebanyak tiga orang (3 persen) sebagai wiraswasta dan dua orang (2 persen) belum memiliki pekerjaan. Dari hasil tersebut menunjukkan konsumen yang berprofesi sebagai pegawai swasta tidak berbeda jauh jumlahnya dengan konsumen yang berprofesi sebagai pelajar.
Data di atas berkorelasi dengan letak Restoran Ayam KQ5 yang terletak berdekatan dengan daerah perkantoran dan universitas. Letak restoran juga berada di arah arus pulang bagi orang-orang yang bekerja di pusat Kota Bogor. Beberapa keadaan tersebut yang membuat konsumen Ayam KQ5 berprofesi sebagai pegawai swasta dan pelajar. Profesi sebagai pegawai dan pelajar memiliki aktivitas di luar rumah yang padat. Untuk itu, konsumen memilih Restoran Ayam KQ5 untuk memenuhi kebutuhhan pangannya karena menginginkan kepraktisan dan menghemat waktu.
Pendapatan Konsumen
Pendapatan konsumen berpengaruh kepada daya beli konsumen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pendapatan responden terbanyak berkisar antara Rp2 000 000-Rp5 000 000 yaitu sebanyak 48 orang (48 persen) dan dilanjutkan dengan reponden dengan pendapatan antara Rp1 000 000-Rp1 999 000 sebanyak 33 orang (33 persen). Selanjutnya dengan pendapatan antara Rp500 000-Rp999 000 sebanyak 11 orang (11 persen) dan dengan pendapatan lebih dari Rp5 000 000 sebanyak 7 orang (7 persen). Sisanya yaitu dengan pendapatan kurang dari Rp500 000 sebanyak 1 orang (1 persen).
Data tersebut menunjukkan banyak dari responden yang memiliki pendapatan Rp2 000 000-Rp5 000 000 berkorelasi dengan konsumen restoran yang berusia terbanyak antara 19-24 tahun dengan pekerjaan sebagai pegawai swasta dan belum menikah karena dalam kategori dewasa awal. Hal ini menunjukkan bahwa kelas
sosial dari konsumen Ayam KQ5 dari kalangan ekonomi menengah. Susanti (2009) dalam Sherly (2012) mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan konsumen maka semakin kuat keinginan mereka untuk membelanjakan uangnya. Konsumen dengan kalangan menengah ke atas lebih memperhatikan kesehatan dan juga cita rasa makanan. Hal ini akan membantu pihak restoran untuk menentukan strategi pemasarannya. Dari hasil analisis karakteristik yang telah dilakukan dapat dilihat secara lebih jelas dengan melihat Tabel 9 berikut ini.
Tabel 9 Sebaran karakteristik Restoran Ayam KQ5
Karakteristik Jumlah responden Persentase (%)
Jenis Kelamin Laki-laki 39 39
Perempuan 61 61 Usia 16-18 10 10 19-24 63 63 25-35 20 20 36-50 7 7 Domisili Bogor 87 87 Luar Bogor 13 13
Status pernikahan Menikah 22 22
Belum menikah 78 78 Tingkat pendidikan SMA 30 30 Diploma 10 10 Sarjana 56 56 Pascasarjana 4 4 Jenis Pekerjaan Pelajar/mahasiswa 39 39 Wiraswasta 3 3 Pegawai Negeri 5 5 Pegawai swasta 43 43 Ibu Rumah Tangga 8 8 Lainnya 2 2 Pendapatan/uang saku rata-rata per bulan
<Rp500 000 1 1 Rp500 000-Rp999 000 11 11 Rp1 000 000-Rp1 999 000 33 33 Rp2 000 000-Rp5 000 000 48 48 >Rp5 000 000 7 7
47