• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

METODE PENELITIAN

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN

Setelah mengetahui karakteristik dari konsumen Restoran Ayam KQ5, selanjutnya akan dibahas mengenai proses keputusan pembelian konsumen Ayam KQ5. Menurut Engel (1995), dalam memutuskan untuk melakukan pembelian, konsumen akan mengalami proses-proses berikut yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evauasi alternatif, pembelian, dan pasca pembelian. Peneliti melakukan analisis dari setiap proses tersebut guna mengetahui perilaku dari konsumen restoran yang selanjutnya berguna untuk dipertimbangkan dalam bauran pemasaran. Berikut akan dibahas mengenai setiap proses keputusan pembelian dari konsumen Restoran Ayam KQ5.

Pengenalan Kebutuhan

Tahap pertama dalam proses pengambilan keputusan pembelian adalah pengenalan kebutuhan dari konsumen. Menurut Sumarwan (2011), pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu masalah, yaitu suatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Untuk mengetahui pengenalan kebutuhan konsumen dilakukan analisis terhadap motivasi konsumen untuk membeli makanan di luar rumah dan manfaat yang dicari oleh konsumen ketika makan di luar rumah. Dari hal-hal tersebut akan diketahui apa yang menjadi kebutuhan konsumen untuk berkunjung ke restoran. Berikut akan dijabarkan dari masing-masing variabel pengenalan kebutuhan.

Motivasi Makan di Luar Rumah

Menurut Sumarwan (2011), motivasi adalah rangsangan umum yang menetapkan konsumen dan mengarahkan perilaku untuk memenuhi kebutuhan ini. motivasi memiliki hubungan yang erat dengan pengenalan kebutuhan, misal pada saat seorang merasa haus (pengenalan kebutuhan), ia memiliki motivasi untuk minum. Pengenalan kebutuhan timbul pada saat individu mendeteksi adanya ketidaksesuaian antara keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkan.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden melakukan kegiatan makan di luar rumah dengan motivasi karena tidak memiliki waktu untuk makan di rumah. Makan di rumah disini adalah konsumen membuat sendiri makanan yang akan dikonsumsinya. Terdapat 39 orang (39 persen) responden yang memiliki motivasi karena tidak ada waktu makan di rumah. Selanjutnya ada 33 orang (33 persen) yang memilliki motivasi karena ingin berkumpul dengan teman atau kolega, ada 21 orang (21 persen) yang memiliki motivasi karena sedang merasa lapar, dan ada tujuh orang (7 persen) yang memiliki motivasi karena mencari tempat yang nyaman.

Motivasi karena tidak ada waktu makan di rumah memiliki korelasi dengan karakteristik konsumen yang bekerja sebagai pegawai dan memiliki waktu lebih banyak di luar rumah. Sehingga lebih memilih untuk membeli daripada harus membuat makanan sendiri karena praktis dan menghemat waktu. Berikut adalah sebaran responden berdasarkan motivasi makan di luar rumah.

Table 10 Sebaran konsumen berdasarkan motivasi makan di luar rumah No Alasan/motivasi makan di luar

rumah Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Merasa lapar 21 21

2 Memilih tempat yang nyaman 7 7

3 Tidak ada waktu makan di

rumah 39 39

4 Ingin berkumpul dengan

teman/kolega 33 33

Jumlah 100 100

Manfaat Makan di Luar Rumah

Setelah mengetahui motivasi dari konsumen makan di luar rumah, selanjutnya peneliti ingin mengetahui manfaat yang konsumen cari ketika makan di luar rumah. Sebagian besar responden menginginkan manfaat yang diberikan yaitu makanan yang cepat saji. Sebanyak 32 orang (32 persen) menginginkan manfaat makan di luar rumah untuk mendapatkan makanan yang cepat saji. Selanjutnya, manfaat dari kebutuhan untuk berkumpul atau bersosialisasi sebanyak 31 orang (31 persen). Jumlah ini berbeda tipis dengan makanan yang cepat saji. Hal ini berkaitan dengan konsumen Restoran Ayam KQ5 yang bekerja sebagai pegawai dengan umur antara 19-24. Konsumen Ayam KQ5 memiliki tingkat sosialisai yang tinggi karena berada pada umur produktif dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Selanjutnya ada 23 orang (23 persen) mencari manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan utama dan 14 orang (14 persen) untuk memperoleh suasana nyaman. Berikut adalah sebaran responden berdasarkan manfaat yang dicari dari makan di luar rumah disajikan pada Tabel 11.

Table 11 Sebaran responden berdasarkan manfaat makan di luar rumah No Manfaat makan di luar rumah Jumlah

(orang)

Persentase (%)

1 Kebutuhan pangan utama 23 23

2 Kebutuhan bersosialisasi/berkumpul 31 31

3 Memperoleh suasana yang santai 14 14

4 Makanan yang cepat saji 32 32

Jumlah 100 100

Pencarian Informasi

Pencarian informasi adalah tahap kedua dari proses pengambilan keputusan pembelian setelah pengenalan kebutuhan. Setelah konsumen mengetahui kebutuhannya, kemudian konsumen mencari informasi mengenai hal-hal yang dapat memenuhi kebutuhannya tersebut. Pencarian informasi ada dua cara, pertama pencarian informasi internal yaitu menggali ingatan-ingatan dari konsumen sendiri untuk mencari hal-hal yang dapat memnuhi kebutuhannya.

Namun, jika konsumen belum mendapatkan hasil dari pencarian internal maka dilanjutkan dengan cara kedua yaitu dengan pencarian eksternal. Pencarian eksternal dilakukan dengan mencari informasi dari luar ingatannya sendiri, seperti melalui orang lain, keluarga, teman, media promosi, dan lainnya. Pada tahap ini

49 pihak restoran dapat masuk ke dalam pencarian informasi eksternal konsumen. Seperti yang telah dikatakan bahwa salah satu pencarian eksternal konsumen dapat melalui media promosi. Restoran dapat melakukan promosi melalui media elektronik, media cetak, brosur, dan lainnya. Tujuannya, agar konsumen dapat mengetahui mengenai keberadaan restoran dan juga dapat membuat konsumen tertarik untuk berkunjung. Untuk dapat mengetahui pencarian informasi dari konsumen dilakukan analisis terhadap sumber informasi pemilihan tempat makan atau restoran dan informasi yang dibutuhkan konsumen dalam pemilihan restoran. Berikut akan dijabarkan mengenai variabel-variabel tersebut.

Sumber Informasi

Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber yaitu (1) sumber pribadi seperti keluarga, teman, tetangga, kenalan; (2) sumber komersial seperti wiraniaga, dealer, kemasan dan pajangan; (3) sumber publik seperti media massa, organisasi penilai pelanggan; (4) sumber pengalaman seperti mengenali, memeriksa, dan menggunakan (Engel et al. 1994). Sumber komersial biasanya lebih bersifat memberitahu sedangkan sumber pribadi bersifat melegitimasi/mengevaluasi produk atau jasa untuk pembeli (Kotler dan Armstrong 2008). Selain itu, informasi akan lebih cepat diterima sebagai referensi karena pelanggan jasa biasanya sulit mengevaluasi jasa yang belum dibelinya atau belum dirasakan sendiri (Tjiptono 2008).

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapatkan data bahwa mayoritas responden dalam penggunaan sumber informasi untuk pemilihan alternatif tempat makan adalah teman sebanyak 57 orang (57 persen). Selanjutnya ada 26 orang menggunakan ingatan sendiri sebagai sumber informasi, 11 orang (11 persen) memilih papan nama sebagai sumber informasi, empat orang (4 persen) memilih keluarga atau saudara sebagai informasi, dan sebanyak 2 orang (2 persen) menggunakan semua pilihan sebagai sumber informasi.

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa teman sangat memengaruhi pemilihan tempat makan di luar rumah. Hal ini berkorelasi dengan konsumen Ayam KQ5 yang merupakan konsumen yang memiliki sosialisai di luar rumah tinggi dan memiliki aktivitas di luar rumah yang lebih banyak. Dari data tersebut juga dapat membantu pihak restoran dalam menentukan strategi bauran pemasaran, khususnya bidang promosi agar promosi yang dilakukan oleh restoran sesuai dengan target pasarnya. Sebaran dari sumber informasi konsumen dijabarkan pada Tabel 12 berikut.

Table 12 Sebaran responden berdasarkan pemilihan sumber informasi rumah makan

No Sumber informasi Jumlah (orang) Persentase (%) 1 Ingatan dan pengetahuan

sendiri 26 26 2 Keluarga/saudara 4 4 3 Teman 57 57 4 Papan nama 11 11 5 Semua pilihan 2 2 Jumlah 100 100

Informasi yang Dibutuhkan

Setelah mengetahui pemilihan sumber informasi konsumen dalam pemilihan tempat makan di luar rumah, selanjutnya dilakukan analisis terhadap informasi yang dibutuhkan dari sumber informasi tersebut. Konsumen akan mencari informasi mengenai restoran yang akan dipilih dari sumber informasinya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen untuk memilih rumah makan. Pertimbangan tersebut antara lain lokasi tempat makan yang strategis, harga yang ditawarkan, cita rasa makanan, pelayanan, dan kenyamanan tempat.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen memilih cita rasa makanan sebagai pertimbangan untuk menentukan tempat makan yang akan dipilihnya. Sebanyak 67 orang (67 persen) memilih cita rasa makanan, 18 orang (18 persen) memilih kenyamanan tempat sebagai pertimbangannya, 9 orang (9 persen) memilih harga yang ditawarkan, dan masing-masing 3 orang (3 persen) untuk lokasi tempat makan yang strategis dan pelayanan.

Dari data tersebut memberikan informasi bahwa pertimbangan konsumen dalam pemilihan tempat makan adalah cita rasanya yang khas. Restoran sebagai penyedia makanan dapat menggunakan informasi ini untuk menciptakan cita rasa yang sesuai dengan lidah atau selera konsumennya dan mempertahankan kualitas cita rasa itu sendiri. Berikut adalah sebaran responden dari informasi yang dibutuhkan untuk pemilihan tempat makan.

Table 13 Sebaran responden berdasarkan informasi yang dibutuhkan

No Informasi yang dibutuhkan Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Lokasi tempat makan yang strategis 3 3

2 Harga yang ditawarkan 9 9

3 Cita rasa makanan 67 67

4 Pelayanan 3 3

5 Kenyamanan tempat 18 18

Jumlah 100 100

Evaluasi Alternatif

Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan konsumen untuk memenuhi kebutuhannya, dilakukan evaluasi alternatif dari informasi-informasi tersebut sebelum menentukan produk yang akan dibelinya. Pada proses evaluasi alternatif konsumen membandingkan informasi-informasi yang ada dan menentukan pilihan yang dapat memenuhi kebutuhannya. Pada penelitian ini evaluasi alternatif akan dijelaskan oleh data mengenai jenis rumah makan yang paling diminati konsumen, pertimbangan dalam pemilihan lokasi tempat makan, dan yang menjadi pertimbangan konsumen untuk berkunjung ke Restoran Ayam KQ5. Berikut akan dijabarkan dari masing-masing data yang menunjukkan evaluasi alternatif konsumen.

Jenis Rumah Makan yang Paling Diminati Konsumen

Evaluasi alternatif timbul karena adanya beberapa pilihan yang harus dipilih menjadi pilihan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Di Kota Bogor terdapat berbagai macam jenis rumah makan selain rumah makan tradisional. Kemajuan teknologi yang berdampak pada globalisasi, juga berdampak pada selera konsumen. Berbagai jenis restoran yang berasal dari luar negeri seperti Chinese food, Japanese

51 food, dan restoran cepat saji seperti Mc. Donalds, KFC, dan A&W. Jenis-jenis rumah makan tersebut menambah pilihan konsumen dalam menentukan jenis rumah makan yang akan dipilihnya. Untuk itu peneliti melakukan analisis untuk mengetahui pilihan konsumen.

Berdasarkan hasil data yang diperoleh menunjukkan mayoritas konsumen memilih jenis rumah makan tradisional untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumen yang memilih rumah makan tradisional sebanyak 79 orang (79 persen). Dilanjutkan dengan jenis rumah makan cepat saji (fastfood) sebanyak 14 orang (14 persen), dan tujuh orang (7 persen) memilih jenis rumah makan internasional.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa konsumen masih sangat memilih rumah makan tradisional sebagai jenis rumah makan yang diminatinya. Walaupun perkembangan dari jenis rumah makan lainnya begitu banyak. Hal ini memberikan informasi positif untuk Restoran Ayam KQ5 sebagai restoran yang menyediakan makanan khas tradisional atau Indonesia. Berikut sebaran responden mengenai jenis rumah makan yang paling diminati.

Table 14 Sebaran jenis rumah makan yang paling diminati

No Jenis rumah makan Jumlah

(orang)

Persentase (%)

1 Rumah Makan Tradisional 79 77

2 Rumah Makan Internasional 7 6

3 Rumah Makan Cepat saji 14 13

Jumlah 100 100

Pertimbangan Memilih Lokasi

Setelah mengetahui jenis rumah makan yang paling diminati konsumen, selanjutnya dilakukan analisis terhadap pertimbangan konsumen dalam memilih lokasi. Pertimbangan terhadap lokasi tempat makan juga merupakan kriteria evaluasi yang dilakukan konsumen, karena lokasi yang strategis menurut konsumen lah yang akan dipilihnnya. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam menentukan lokasi tempat makannya yaitu lokasi yang dekat dengan tempat tinggal konsumen, lokasi yang dekat dengan tempat kerja konsumen, lokasi yang jauh dari keramaian, lokasi yang memiliki akses transportasi yang mudah dan lancar, dan lokasi yang berdekatan atau berada di dalam pusat perbelanjaan. Berikut disajikan data mengenai pertimbangan pemilihan lokasi tempat makan oleh konsumen.

Berdasarkan data hasil analisis menunjukkan bahwa konsumen memilih lokasi yang memiliki akses transportasi yang mudah dan lancar. Responden yang memillih untuk lokasi yang memiliki akses transportasi yang mudah dan lancar sebanyak 54 orang (54 persen), 22 orang (22 persen) memilih lokasi yang dekat dengan tempat tinggal, 13 orang (13 persen) memiih lokasi yang dekat dengan tempat kerja, 9 orang (9 persen) memilih lokasi yang jauh dari pusat keramaian, dan 2 orang (2 persen) memilih lokasi yang berada di dekat atau di dalam pusat perbelanjaan.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa lokasi yang strategis menurut konsumen adalah yang memiliki akses transportasi yang mudah dan lancar. Dengan kata lain, lokasi tersebut mudah dicapai oleh konsumen dari berbagai daerah dengan menggunakan alat trasnportasi publik maupun pribadi.

Table 15 Sebaran responden berdasarkan pertimbangan dalam menentukan lokasi

No Jenis lokasi Jumlah

(orang)

Persentase (%)

1 Dekat dengan tempat tinggal 22 22

2 Dekat dengan tempat kerja 13 13

3 Tenang dan nyaman 9 9

4 Akses transportasi mudah dan lancar 54 54

5 Berada di pusat perbelanjaan 2 2

Jumlah 100 100

Pertimbangan Mengunjungi Restoran Ayam KQ5

Menurut Sumarwan (2011), kriteria evaluasi adalah atribut atau karakteristik dari produk dan jasa yang digunakan untuk mengevaluasi dan menilai alternatif pilihan. Kriteria evaluasi bisa bermacam-macam tergantung kepada produk atau jasa yang dievaluasi. Berdasarkan data hasil analisis mayoritas konsumen mengunjungi Restoran Ayam KQ5 karena cita rasa makanannya dengan jumlah responden 43 orang (43 responden). Kriteria evaluasi lainnya yang menjadi pertimbangan konsumen mengunjungi Ayam KQ5 adalah lokasi restoran yang strategis dengan jumlah responden 33 orang (33 persen). Kemudian dengan petimbangan karena tempat makan yang nyaman ada 9 orang (9 persen). Selanjutnya pertimbangan karena sedang melewati Restoran Ayam KQ5 ada 8 orang (8 persen). Sisanya adalah konsumen datang dengan pertimbangan harga yang ditawarkan sebanyak 5 orang (5 persen) dan datang karena pertimbangan pelayanan yang cepat dan ramah sebanyak 2 orang (2 persen).

Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa restoran berhasil dalam mempromosikan bisnisnya sebagai restoran yang menyediakan makanan dengan mengedepankan cita rasa makanan yang khas. Di sisi lain, pertimbangan konsumen karena pelayanan sangat sedikit. Ini menjadi informasi yang sangat berguna bagi pihak restoran untuk memperbaiki kinerja dari karyawannya. Berikut sebaran responden berdasarkan pertimbangan mengunjungi Restoran Ayam KQ5.

Table 16 Sebaran responden berdasarkan pertimbangan mengunjungi Restoran Ayam KQ5

No Pertimbangan ke Restoran Ayam KQ5 Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Lokasi yang strategis 33 33

2 Cita rasa makanan 43 43

3 Tempat makan yang nyaman 9 9

4 Pelayanan yang cepat dan ramah 2 2

5 Harga yang ditawarkan 5 5

6 Sedang melewati 8 8

Jumlah 100 100

Keputusan Pembelian

Tahap keempat dalam proses pengambilan keputusan pembelian adalah keputusan pembelian. Setelah mempertimbangkan alternatif-alternatif yang ada,

53 selanjutnya konsumen memutuskan untuk membeli satu produk dengan kriteria evaluasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Pembelian meliputi keputusan konsumen mengenai apa yang dibeli, seberapa sering membeli, kapan membeli, di mana membeli, bagaimana cara membeli (Sumarwan 2011). Tahapan keputusan pembelian pada penelitian ini, konsumen diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan sifat memutuskan dalam mengunjungi Restoran Ayam KQ5, sumber yang memengaruhi untuk melakukan kunjungan ke Restoran Ayam KQ5, hari biasanya melakukan kunjungan ke Restoran Ayam KQ5, dan waktu biasanya melakukan kunjungan ke RestoranAyam KQ5.

Frekuensi Makan di Luar Rumah

Frekuensi makan juga merupakan salah satu pembahasan dalam studi perilaku konsumen (Sumarwan 2011). Dengan mengetahui frekuensi konsumen dalam melakukan kegiatan makan di luar rumah, pihak restoran dapat mengetahui seberapa besar kebutuhan konsumen akan penyedia makanan di luar rumah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden melakukan kegiatan makan di luar rumah dalam seminggu yaitu setiap hari. Ada 26 orang (26 persen) yang melakukan kegiatan makan di luar rumah setiap hari. Selanjutnya, 24 orang (24 persen) melakukan kegiatan makan di luar rumah dua kali dalam seminggu, 18 orang (18 persen) tiga kali seminggu, 14 orang (14 persen) enam kali seminggu, 10 orang (10 persen) lima kali seminggu, dan 8 orang (8 persen) empat kali seminggu.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa tingkat aktivitas konsumen di luar rumah sangat padat seperti bekerja. Oleh karena itu, mereka harus memenuhi kebutuhan pangannya di luar rumah setiap hari. Dengan kata lain, konsumen tidak dapat memenuhi kebutuhan pangannya di rumah. Sehingga membutuhkan jasa penyedia makanan untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Hal ini yang ditangkap oleh restoran khususnya Ayam KQ5. Berikut adalah sebaran responden berdasarkan frekuensi makan di luar rumah yang disajikan pada Tabel 17.

Table 17 Sebaran responden berdasarkan frekuensi makan di luar rumah No Frekuensi makan di luar rumah (per

minggu) Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Setiap hari 26 26 2 2 kali 24 24 3 3 kali 18 18 4 4 kali 8 8 5 5 kali 10 10 6 6 kali 14 14 Jumlah 100 100

Sifat Kunjungan ke Restoran Ayam KQ5

Pembelian merupakan fungsi dari dua determinan yaitu niat dimana pembelian yang terjadi bisa karena individu merencanakannya terlebih dahulu (pembelian yang terencana) atau tidak direncanakan sebelumnya (Sumarwan 2011). Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa mayoritas konsumen melakukan kunjungan dengan tidak terencana dengan banyak responden 76 orang (76 persen) dan sisanya sebanyak 24 orang (24 persen) melakukan kunjungan dengan terencana.

Sifat tidak terencana konsumen adalah ketika konsumen memutuskan untuk berkunjung ke Restoran Ayam KQ5 karena ajakan teman, sedang melewati restoran, sedang membicarakan, atau setelah mendengar dari orang lain mengenai Restoran Ayam KQ5. Dari hasil analisis dapat diketahui konsumen Ayam KQ5 berkunjung dengan tidak terencana. Hal ini dikarenakan konsumen dari Ayam KQ5 merupakan pekerja kantoran atau pelajar yang melakukan kunjungan lebih banyak pada siang hari ketika waktu istirahat. Sedangkan sifat kunjungan yang terencana adalah konsumen memutuskan untuk berkunjung ke Restoran Ayam KQ5 telah direncanakan dari awal dengan niat untuk merasakan cita rasa makanannya yang khas. Berikut Tabel 18 menyajikan sifat kunjungan konsumen ke Restoran Ayam KQ5.

Tabel 18 Sebaran responden berdasarkan sifat kunjungan

No Sifat kunjungan Jumlah

(orang)

Persentase (%) 1 Tidak terencana (mendadak/minat berkunjung

dirasakan saat melewati/ membicarakan/ mendengar)

76 76

2 Terencana (sudah direncanakan dari awal) 24 24

Jumlah 100 100

Sumber yang Memengaruhi

Dalam menentukan pembelian, seorang konsumen akan mencari informasi mengenai produk atau merek dari berbagai sumber (Sumarwan 2011). Pada tahap selanjutnya informasi tersebut dapat menentukan konsumen menjadi terpengaruh atau tidak. Dari hasil analisis yang dilakukan sebagian besar responden dipengaruhi oleh inisiatif sendiri dengan 48 orang (48 persen). Kemudian ada 45 orang (45 persen) yang dipengaruhi oleh teman dan tujuh orang (7 persen) dipengaruhi oleh keluarga.

Sumber dari inisiatif sendiri dengan sumber dari teman tidak begitu berbeda jauh karena konsumen Restoran Ayam KQ5 adalah konsumen dengan umur produktif yang memiliki tingkat sosialisai tinggi. Berikut sebaran responden berdasarkan sumber yang memengaruhi untuk berkunjung ke Restoran Ayam KQ5. Tabel 19 Sebaran responden berdasarkan sumber yang memengaruhi

No Sumber yang memengaruhi Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Inisiatif sendiri 48 48

2 Keluarga 7 7

3 Teman 45 45

Jumlah 100 100

Hari Melakukan Kunjungan

Hari berkunjung konsumen dapat dibagi menjadi dua yaitu hari kerja (Senin-Jumat) dan hari libur (Sabtu dan hari libur nasional). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan mayoritas konsumen melakukan kunjungan ke Restoran Ayam KQ5 pada hari kerja yaitu sebanyak 58 orang (58 persen). Sisanya sebanyak 42 orang (42 persen) melakukan kunjungan pada hari libur. Hal yang menjadikan hari kerja sebagai hari tersebut karena mayoritas konsumen Restoran Ayam KQ5 adalah pekerja kantoran dan pelajar yang berkunjung pada waktu jam makan.

55 Sedangkan konsumen yang berkunjung pada hari libur adalah konsumen yang datang bersama keluarga untuk sekedar berkumpul bersama keluarga. Sebaran responden berdasarkan hari berkunjung dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20 Sebaran responden berdasarkan hari melakukan kunjungan

No Hari berkunjung Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Hari kerja 58 58

2 Hari libur 42 42

Jumlah 100 100

Waktu Melakukan Kunjungan

Setelah mengetahui hari yang banyak dikunjungi oleh konsumen, selanjutnya dilakukan analisis terhadap waktu kunjungannya. Waktu kunjungan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pagi hari (10.00-12.00), siang hari (12.00-15.00), sore hari (15.00-18.00), dan malam hari (18.00-22.00). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan mayoritas konsumen yaitu 53 orang (53 persen) berkunjung pada siang hari. Dilanjutkan dengan konsumen yang berkunjung pada malam hari yaitu 26 orang (26 persen), konsumen yang berkunjung pada sore hari 16 orang (16 persen), dan konsumen yang berkunjung pagi hari 5 orang (5 persen). Hal ini dikarenakan mayoritas konsumen restoran berprofesi sebagai pekerja kantoran dan pelajar atau mahasiswa. Mereka melakukan kunjungan pada saat istirahat jam makan siang dan mayoritas konsumen melakukan kunjungan bersama rekannya. Sebaran responden berdasarkan waktu berkunjung dapat dilihat pada Tabel 21. Tabel 21 Sebaran konsumen berdasarkan waktu melakukan kunjungan

No Waktu berkunjung Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Pagi hari (10.00-12.00) 5 5

2 Siang hari (12.00-15.00) 53 53

3 Sore hari (15.00-18.00) 16 16

4 Malam hari (18.00-22.00) 26 26

Jumlah 100 100

Evaluasi Pasca Pembelian

Tahap kelima dalam proses keputusan adalah evaluasi pasca pembelian. Konsumen akan melakukan proses evaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya. Hasil dari evaluasi adalah konsumen merasa puas atau tidak puas terhadap konsumsi produk atau merek yang telah dilakukannya. Sebaliknya konsumen yang merasa tidak puas akan menyebabkan konsumen kecewa dan menghentikan pembelian dan konsumsi produk tersebut (Sumarwan 2011).

Hasil yang Dirasakan Setelah Mengonsumsi

Pada suatu proses keputusan, konsumen tidak berhenti sampai proses konsumsi. Konsumen akan melakukan proses evaluasi terhadap konsumsi yang telah dilakukannya. Apabila produk berfungsi lebih baik dari yang diharapkan maka konsumen akan merasa puas, jika produk berfungsi seperti yang diharapkan akan memiliki perasaan netral dimana produk tersebut tidak memberikan rasa puas, dan produk tersebut pun tidak mengecewakan konsumen. Selanjutnya apabila produk

berfungsi lebih buruk dari yang diharapkan maka akan menyebabkan kekecewaan sehingga konsumen merasa tidak puas (Sumarwan 2011).

Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil yang dirasakan konsumen setelah mengonsumsi produk Ayam KQ5, mayoritas konsumen yaitu 97 orang (97 persen) merasa puas dan hanya 3 orang (3 persen) merasa tidak puas. Hasil tersebut menunjukkan jumlah konsumen yang meras puas sangat besar yaitu 97 persen. Hasil merupakan positif bagi Restoran Ayam KQ5. Di sisi lain, pihak manajemen restoran harus dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas dari restorannya agar setiap konsumen yang berkunjung merasa puas dengan produk dan jasa yang diberikan.

Tabel 22 Sebaran responden berdasarkan hasil yang dirasakan setelah mengonsumsi

No Perasaan setelah datang Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Puas 97 97

2 Tidak puas 3 3

Jumlah 100 100

Minat Untuk Datang Kembali

Berdasarkan hasil analisis terhadap minat konsumen untuk datang lagi menunjukkan mayoritas konsumen yaitu 93 orang (93 persen) berminat untuk berkunjung kembali. Hal ini berkorelasi dengan jumlah konsumen yang merasa

Dokumen terkait