BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI VALUTA ASING, MONEY
2.1 Kajian Tentang Valuta Asing
2.1.2 Karakteristik Valuta Asing
Pada umumnya jenis uang yang beredar di seluruh dunia dilihat dari segi pembuatannya hanya ada 2 (dua) macam yaitu uang logam dan uang kertas. Demikian pula dengan Indonesia uang Rupiah terdiri atas Rupiah logam dan Rupiah kertas (Pasal 2 ayat (2) UU Perbankan).
Ada tiga macam nilai yang dimiliki logam, yaitu :
a. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang;
b. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang;
c. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang atau jasa (daya beli uang).
Uang Kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan
uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).9
Valuta asing memiliki karakteristik yang mencakup : a. Fisik uang;
b. Nilai dalam suatu fisik uang; dan
c. Kewajiban yang berkenaan dengan mata uang asing
Fisik uang yang berhubungan dengan bahan logam atau kertas. Bahan uang biasanya memiliki kaitan dengan nilai uang. Uang logam dapat terbuat dari aluminium, kopronikel, bronze, emas, perak, perunggu. Uang kertas terbuat dari kertas dan biasanya kertas khusus yang berkualitas tinggi, yang tahan air, tidak mudah robek, dan tidak mudah luntur. Fisik uang dengan tahun terbitan lebih lama dan dengan tampilan kotor dan terlipat biasanya dihargai lebih rendah dibandingkan dengan uang asing terbitan lebih baru dan dengan tampilan lebih bersih dan kencang.10
Di samping tampilan atau kualitas fisik, nilai mata uang juga berpengaruh terhadap harga suatu mata uang asing. Mata uang asing dengan nilai lebih besar biasanya mempunyai harga jual atau beli lebih tinggi dibanding mata uang dengan nilai pecahan. Perlakuan ekonomi demikian itu terhadap valuta asing merupakan ciri khusus dari setiap pasar valuta asing dan hanya terdapat di Indonesia.
Mata uang dapat dikelompokkan atas dua jenis, yaitu : Hard Currencies, yaitu mata uang yang bebas dipertukarkan (freely exchangable), karena diterima di banyak atau bahkan di seluruh negara di dunia dan Soft Currecies, yaitu mata
9
URL : http://id.wikipedia.org/wiki/Uang. Diakses Pada Tanggal 10 Maret 2015.
10
uang yang agak sulit dipertukarkan (which are not freely exchangable), karena tidak diterima atau ditolak kapasitasnya sebagai alat tukar suatu negara. Kandungan sifat politik dari uang asing dan lembaga penukaran uang asing layak dipertimbangkan utama dalam pengaturan lembaga penukaran uang bukan bank mengingat fungsi preventif hukum, yaitu fungsi hukum sebagai pencegah masalah sosial, politik, dan ekonomi, dan fungsi hukum sebagai pengendali potensi buruk dari sifat politik uang. Kedua fungsi ini berhubungan erat dengan posisi dan fungsi uang sebagai media penimbun kekayaan dan alat spekulasi untuk mengakumulasikan modal dan kekayaan.11
Valuta asing merupakan uang asing yang berfungsi sebagai alat tukar sah yang diterbitkan secara resmi oleh suatu negara. Untuk dapat dikatagorikan sebagai alat tukar yang sah, suatu mata uang asing harus memenuhi sekurang-kurangnya 3 (tiga) persyaratan :
a. Diterbitkan oleh suatu negara;
b. Memenuhi persyaratan fisik dan nilai tertentu; dan c. Berfungsi sebagai alat tukar resmi di negara bersangkutan.
Sebagai obyek perdagangan, valuta asing tunduk pada berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang :
a. Persyaratan valuta asing sebagai alat tukar resmi yang diterbitkan oleh suatu negara tertentu;
b. Persyaratan badan usaha dan penyelenggaraan usaha perdagangan valuta asing oleh pedagang valuta asing;
11
Bank Indonesia, 2011, Buletin Hukum Perbankan dan Kesentralan, Volume 9, Nomor 1, Januari-April 2011, h. 13.
c. Persyaratan dan prosedur transaksi;
d. Hak-hak pengguna jasa pertukaran uang (buyer), termasuk perlindungan hak dan penegakan hak mereka.
Terdapat beberapa pelaku pasar yang berinteraksi dengan beragam kepentingan, adapun siapa saja yang melakukan transaksi jual beli valuta asing di pasar atau peserta pasar dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Dealer disebut juga pembentuk pasar (market maker) yang berfungsi membuat pasar valuta asing lebih ramai. Dealer umumnya mengkhususkan pada mata uang tertentu dan menetapkan tingkat persediaan tertentu pada mata uang tersebut. Mereka mendapat keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli valuta asing. Istilah Pedagang (Dealer) dalam hal ini berbeda dengan pedagang valuta asing (money changer) yang hanya berfungsi menjual dan membeli valuta asing secara fisik dan tunai.
2. Perusahaan atau Perorangan, merupakan individu dapat melakukan transaksi perdagangan valuta asing. Yang termasuk kelompok ini adalah eksportir, importir, investor domestik, investor internasional, perusahaan multinasional, dan lain-lain.
3. Spekulan dan Arbitator, bertindak atas kehendak mereka sendiri dan mereka tidak memiliki kewajiban untuk melayani konsumen serta tidak menjamin kelangsungan pasar, hal ini berbeda dengan dealer. Spekulan juga pelaku pasar yang akan meramaikan transaksi di pasar uang atau pasar valas. Para spekulan mendapat keuntungan dari fluktuasi harga valas (capital gain). Sedangkan arbitrator memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan harga di berbagai pasar.
4. Bank Sentral, fungsi Bank Sentral (misalnya Bank Indonesia) dalam pasar valuta asing umumnya adalah sebagai stabilitator nilai tukar mata uang lokal. Bank Sentral memanfaatkan pasar valuta asing untuk mendapatkan atau membelanjakan cadangan valuta asingnya agar dapat mempengaruhi stabilitas nilai tukar mata uang sehingga berdampak positif bagi perekonomia negara yang bersangkutan.
5. Piang (broker) bertindak sebagai perantara yang mempertemukan penawaran dan permintaan terhadap mata uang tertentu. Agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, perusahaan pialang harus punya akses langsung dengan para dealer dan bank melakukan perdagangan valuta di seluruh dunia.12
12