• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. ARAHAN PENGHAYATAN SPIRITUALITAS

C. Karya-Karya KSFL

1. Karya Pendidikan

a. Visi KSFL dalam Karya Pendidikan

“Allah adalah pelaku utama dalam proses pendidikan dan pembentukan manusia sebagaimana dikatakan: “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya” (Mzm 127:1). Tuhan mendidik manusia melalui orang-orang yang Dia pilih” (Diktat Darminta, 2006: 24).

KSFL hadir untuk menanggapi kebutuhan zaman dan berkarya sesuai dengan kebutuhan Gereja dan masyarakat. Dalam karya pelayanan, KSFL berusaha untuk hadir dengan berbagai bentuk karya pelayanan yang sesuai dengan spiritualitas (Konst KSFL, 1999: 66), menunjukkan jenis-jenis karya pelayanan KSFL, di dalam menjawab kebutuhan Gereja dan dunia. Kongregasi KSFL hadir dan berkarya dalam bidang pendidikan. Semua orang pasti sangat membutuhkan pendidikan, hanya saja banyak masyarakat tidak dapat menjalaninya dengan baik karena situasi ekonomi dan banyak faktor lainnya. KSFL hadir untuk melayani mereka yang lemah, menderita, dan tersingkir. KSFL juga hadir untuk mengembangkan karya pendidikan, namun secara khusus karya pendidikan yang sangat diutamakan adalah pendidikan luar biasa. Pendidikan Luar biasa atau anak-anak cacat mental yang disebut dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Pada umumnya kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus ini tidak jarang mendapat

perlakuan yang semakin menambah kesedihan hati mereka dan khususnya pihak keluarga. Kehadiran mereka sering ditertawakan, ditolak, dan disingkirkan. Maka KSFL berusaha untuk menyapa, memperhatikan, mencintai dan merangkul mereka dengan membekali mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing (Statuta KSFL, 1999: 66).

Visi pendidikan KSFL adalah anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus (SLB-c) atau yang disebut sebagai kaum lemah akan dapat merasakan kegembiraan dan merasa bahwa mereka sungguh diterima dalam perjalanan hidup mereka. Dengan demikian akan semakin banyak juga orang yang mengalami dan merasakan kebaikan dan cinta Tuhan dalam hidup ini. Maka setiap suster diharapkan tetap berusaha untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin dengan pengosongan diri demi pelayanan dan untuk keselamatan semua orang (Kharisma KSFL, 1999: vii).

b. Misi KSFL dalam Karya Pendidikan

Karya pendidikan yang dikelola oleh para suster KSFL adalah sebagai berikut: Pendidikan Taman Kanak-kanak sampai pada tingkat Sekolah Menengah Atas. KSFL juga sangat memberi perhatian dalam pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus (SLB-c) (Statuta KSFL, 1999: 66). Pada umumnya orang-orang berkebutuhan khusus mengalami penolakan dan dengan sendirinya tersingkir di tengah-tengah masyarakat bahkan di dalam keluarga sekalipun. Para suster KSFL berusaha untuk menyapa dan memberi perhatian kepada mereka melalui pendidikan dan membekali mereka dengan keterampilan-keterampilan

yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pendidikan yang dikelola oleh KSFL semakin berkembang, maka gedung untuk TK dan SMP akan dibangun lagi di Bekasi (Hasil Kapitel Pilihan tahun 2006).

Pelayanan dalam karya pendidikan ini, setiap para suster hendaknya menyadari kehadirannya sebagai saudara dan sahabat bagi ana-anak didik. Kehadiran setiap para suster hendaknya menjadi saudara dan menjadikan banyak orang sebagai saudara. Dengan demikian anak-anak akan lebih mudah untuk merasa dekat dengan para suster yang mendidik mereka. Maka dalam kegiatan proses belajar-mengajar situasinya akan sungguh menyenangkan dan menggembirakan. Bukan lagi sebagai guru, melainkan sebagai teman dan saudara yang peduli, perhatian, dan mencintai. Karya pendidikan yang dikelola oleh Kongregasi KSFL, sangat diharapkan agar para suster selalu berusaha untuk mengarahkan dan mendampingi orang-orang muda agar semakin menghayati hidupnya dan juga semakin mengembangkan hidupnya bagi sesama. Dengan adanya ajakan untuk arahan dan pendampingan orang-orang muda, maka akan terbentuklah manusia yang seimbang dan cerdas. Dengan demikian kehadiran para suster KSFL akan semakin nyata untuk mewartakan Kerajaan Allah.

Misi para suster KSFL dalam karya pendidikan, setiap suster berusaha untuk menghadirkan iman Kristiani bagi anak-anak didik. Kehadiran para suster KSFL bukanlah semata-mata sebagai tenaga pendidik, tetapi lebih pada usaha untuk memperdalam iman akan Kristus. Sehingga anak-anak didik akan lebih mudah untuk mengatasi masalah dan juga persoalan hidup yang akan mereka hadapi nantinya. Kehadiran para suster dalam karya pendidikan hendaknya semakin

mematangkan dan mendewasakan pribadi anak-anak didik dalam ilmu pengetahuan dan penghayatan hidup. Sehingga dengan kematangan dan kedewasaan pribadi anak didik dalam pengetahuan dan penghayatan hidup akan menghadirkan langit baru dan dunia baru (Konst KSFL, 1999: 81).

c. Fokus KSFL dalam Karya Pendidikan

Kehadiran para suster KSFL melalui karya pendidikan berusaha untuk memperkenalkan dan membina iman Kristiani bagi anak didik. Maka untuk mewujudkan hal ini, para suster hendaknya hadir sebagai saudara dan menjadikan anak didik sebagai saudara. Menjadi saudara bagi anak didik bukanlah muncul sekejap mata, maka persaudaraan hendaklah dibangun dari dalam diri dan di dalam komunitas bersama dengan para suster. Persaudaraan yang sudah dibangun dan dihidupi akan terwujud juga dalam karya pelayanan. Dalam karya pendidikan, tenaga pendidik bukan hanya sekedar untuk membagikan pengetahuan, namun haruslah juga memperhatikan dan memperdalam pengetahuan iman dan agama. Dengan adanya pendalaman akan iman maka akan semakin mematangkan dan mendewasakan diri akan penghayatan hidup harian. Kongregasi KSFL hadir dan melayani mereka yang sungguh membutuhkan, orang-orang sederhana yang berada di daerah terpencil dan demi perkembangan Gereja dan masyarakat (Statuta KSFL, 1999: 66).

Dalam karya pendidikan setiap anggota KSFL, mengabdikan dirinya untuk melayani, dan membawa kabar gembira melalui kehadiran mereka di sekolah. Kehadiran para suster KSFL dalam karya pendidikan bukan semata-mata agar anak-anak menjadi pintar, tetapi lebih mengutamakan kualitas hidup mereka.

Kualitas hidup yang dimaksud adalah lebih pada perkembangan, kematangan dan kedewasaan pribadi untuk menjalani hidup ini yang penuh dengan tantangan dan tawaran yang kurang membangun masa depan.

Kongregasi KSFL sungguh memperhatikan mereka yang sungguh miskin, lemah dan juga mereka yang tidak sanggup dalam biaya pendidikan. Dalam gerak pelayanan para suster KSFL dalam pendidikan, maka ditegaskan kembali bahwa fokus KSFL adalah mengedepankan kesaksian hidup. Kesaksian hidup para suster KSFL adalah tetap berusaha menjadi saudara bagi semua orang terutama bagi orang-orang miskin, tersingkir, sederhana, dan menderita. Dengan mengikuti panggilan kefransiskanan, KSFL memberikan kesaksian nyata tentang Kristus yang hadir sekarang dan abadi; mengikuti Kristus yang miskin, hina dina, dan taat pada kehendak Bapa. (Konst KSFL, 1999: 9). Dalam gerak pelayanan ini juga para suster sangat diharapkan untuk rendah hati, berkorban demi orang lain. Kesaksian hidup ini akan semakin mengedepankan kesaksian hidup injili sebagai kekuatan untuk menjalankan misi. Sebagai pengikut Santo Fransiskus Assisi, maka hendaklah teladan hidupnya tetap dipelihara, dihidupi, dan diwujudnyatakan dalam gerak pelayanan. Pengabdian diri yang sepenuhnya dalam gerak pelayanan dan juga dengan pengosongkan diri akan mampu menyembuhkan yang terluka, menyatukan yang remuk, dan memanggil yang tersesat. (Konst KSFL, 1999: 91).

Dari tahun ke tahun karya pendidikan yang dikelola oleh para suster KSFL cukup berkembang, karena para suster berusaha utuk melayani anak-anak dengan sebaik mungkin. Para suster sungguh menyapa mereka sebagai saudara dan memberi perhatian kepada mereka. Jumlah anak didik juga yang berminat untuk

didik di Yayasan St. Lusia bertambah. Maka pada thn ajaran 2006/2007 dibangunlah gedung untuk TK di Lintongnihuta, penambahan bangunan di Bekasi. untuk SD 3 lokal dan untuk SMP 6 lokal. Membangun gedung baru untuk SMP dan SMA di Sei Rotan Medan (Hasil keputusan Kapitel Kerja 2006). Membuka karya baru TK, SD di Sei Rotan Medan ( Kapitel Kerja 29-30 Januari 2005).