• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. ARAHAN PENGHAYATAN SPIRITUALITAS

B. Visi dan Misi KSFL dalam Gerak Pelayanan Rasuli

Setiap lembaga tentu saja mempunyai visi dan misi yang mendasari kegiatan yang hendak dilakukan dan dicapai oleh lembaga tersebut. Visi merupakan penglihatan ke depan yang memberi arah pada sikap dan tindakan kita selama ini (Banawiratma, 1990: 58). Visi merupakan keadaan yang belum tercapai yang menjadi tujuan dan sedang dijalani dengan segala perjuangan dan pengorbanan. Visi selalu menumbuhkan pengharapan, maka visi bisa menjadi motivasi dan daya dorong dalam sikap pelayanan. Visi yang jelas mengikatkan diri kita pada suatu masa depan yang jelas, dan dengan adanya visi yang jelas semua energi dan sumber daya yang ada diarahkan secara efisien untuk mencapainya (Anthony Martin, 2006: 95).

1. Visi KSFL dalam Gerak Pelayanan

Dalam setiap gerak pelayanan haruslah mempunyai visi yang jelas. Dengan adanya visi yang jelas dalam suatu lembaga, maka akan lebih mudah untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dari suatu lembaga. Sama halnya dengan Kongregasi KSFL yang mempunyai visi yang jelas. Pendiri kongregasi menghendaki agar KSFL tetap mengosongkan diri dalam semangat kerendahan

hati, kesederhanaan dan persaudaraan untuk mewujudkan Kerajaan Allah (Konst KSFL, 1999: 5).

Kehadiran para suster KSFL di tengah umat hendaknya berusaha untuk membawa kabar gembira, saksi setia dan sukacita bagi semua orang. Membawa kabar gembira dan sukacita bagi semua orang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi penuh dengan pengorbanan dan perjuangan. Pelayanan para suster KSFL adalah “semuanya untuk semua”. Maksudnya adalah dalam gerak pelayanan hendaknya memberikan pelayanan dengan semaksimal mungkin bagi semua orang tanpa terkecuali, secara khusus mereka yang tersingkir, miskin, dan menderita. Apapun yang dimiliki hendaknya rela memberikan dan membagikannya demi kepentingan sesama dan keselamatan banyak orang.

Sebagai pengikut Kristus, haruslah belajar dari teladan hidup-Nya rela memberikan seluruh yang paling berharga dalam hidupnya yakni diri-Nya sendiri sampai wafat di kayu salib. Pelayanan menuntut pemberian diri yang sepenuhnya, sehingga banyak orang akan mengalami keselamatan, kegembiraan, dan sukacita. Hal ini akan terwujud apabila setiap anggota rela dan berani untuk memberikan diri demi pelayanan dengan mengosongkan dirinya sendiri, yakni mau dan rela keluar dari dirinya dengan meninggalkan semua keinginan-keinginan maupun kesenangan pribadi yang dapat menghalangi pelayanan yang akan dilakukannya. Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) terus berusaha menghayati bahwa gerak pelayanan menjadi ungkapan cinta kepada Kristus melalui kerelaan dan dengan kerendahan hati untuk melayani semua orang. Kongregasi KSFL memberi perhatian besar pada karya pelayanan di bidang pendidikan/pembinaan

kaum muda, pemeliharaan dan perawatan orang sakit , lanjut usia, serta orang lemah dan menderita. Demikian juga dengan karya sosial dan pastoral lainnya sesuai dengan tuntutan zaman tidak luput dari perhatian KSFL. Dalam pelaksanaan hal ini, pergaulan serta pengabdian kita hendaknya selalu terarah untuk menciptakan damai dan persatuan di antara manusia dan Kristus (Konst KSFL, 1999: 7). orang-orang lemah, miskin, dan yang tersingkir. Pelayanan yang dilakukan harus mampu pada pengenalan dan dapat mengalami kasih dan Kerajaan Allah dalam hidup mereka setiap harinya. Para suster KSFL harus tetap juga menghidupi warisan dan teladan hidup Santo Fransiskus Assisi yakni pelayanan yang didasarkan dengan semangat kerendahan hati. Menurut teladan Santo Fransiskus Assisi kita mengerjakan Tugas dengan rendah hati dalam semangat doa dan bakti. Kita setia kepada panggilan hidup kita sebagai pelayan (Konst KSFL, 1999: 92). Maka dengan demikian semakin jelas bahwa Visi KSFL adalah demi keselamatan manusia melalui pelayanan kasih dengan pengosongan diri, persaudaraan, dan kesederhanaan.

2. Misi KSFL dalam Gerak Pelayanan

Setiap lembaga juga haruslah mempunyai misi yang jelas seperti halnya dengan visi. Karena untuk mewujudkan dan mencapai visi tersebut maka misi sangat dibutuhkan. Adapun misi KSFL adalah menjadi saudara bagi semua orang yang kita jumpai (Konst KSFL, 1999: xvii). Kalimat ini mau menegaskan bahwa untuk mencapai Visi KSFL yakni untuk mewartakan Kerajaan Allah demi keselamatan manusia, tidak terlepas dari Misi yakni supaya menyadari kehadiran

KSFL itu menjadi saudara bagi semua yang dijumpai tanpa terkecuali. Menjadi saudara bagi semua orang, berarti haruslah menyadari bahwa kehadiran setiap para suster dalam gerak pelayanan menjadi sumber kegembiraan bagi semua orang.

Pengutusan para suster KSFL dalam setiap karya hendaknya menjadi saudara bagi semua orang, secara khusus bagi mereka yang tersingkir, miskin dan menderita. Setiap suster haruslah berusaha dalam setiap karya pelayanan untuk hidup sederhana baik dalam perkataan dan perbuatan, sehingga menjadi saudara bagi semua orang, mau memperbaharui diri, dan rendah hati dalam segala hal. Hidup sederhana dan rendah hati akan mengundang dan menjadikan orang semangat, mengalami kegembiraan, bersukacita dalam hidup ini. Dengan kata lain para suster KSFL dalam gerak pelayanan haruslah berusaha untuk menghayati dan menghidupi semangat pendiri Kongregasi yakni:

“Menghayati dan mewujudkan dalam hidupnya cara dan gaya hidup Kristus yang mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diriNya dan yang taat sampai mati di kayu salib (Filipi 2: 6-8). Suster Lusia Dierckx menghayati semangat pertobatan dan mewujudkan karya pelayanan kepada setiap orang yang membutuhkan tanpa pandang bulu. Kepercayaannya kepada Allah tak tergoyahkan. Hal ini membawa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan doa yang khusuk dan yang dalam, dalam pelayanan” (Konst KSFL, 1999: 4).

Hal utama yang diperlukan dalam setiap gerak pelayanan bukanlah melakukan hal-hal besar maupun luar biasa. Dalam gerak pelayanan kita diharapkan untuk memulainya dari hal-hal kecil seperti: memelihara damai dalam hati, menyapa, memperhatikan, mengerti, melayani dengan tulus dan dengan sepenuh hati.

Setiap Suster hendaknya berusaha memelihara damai dalam hati demi cinta kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab dengan damai itu kita memupuk di dalam diri kita kelembutan hati yang mampu menyembuhkan yang terluka, menyatukan yang remuk, memanggil yang tersesat (Konst KSFL, 1999: 91).

3. Fokus KSFL dalam Gerak Pelayanan

Visi dan Misi KSFL adalah “siap sedia mewartakan Kerajaan Allah demi keselamatan manusia, dan saudara bagi semua orang yang kita jumpai” (Konst KSFL. 1999: xvii). Dari kalimat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang menjadi visi dan misi dasar KSFL adalah Kerajaan Allah dan persaudaraan yang universal.

Tujuan utama dalam pewartaan adalah mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan dengan setia mengikuti jejak Tuhan kita Yesus Kristus (AD Ordo Ketiga Regular, Psl 8 art 25). Cita-cita ini mendorong dan meneguhkan bahwa seorang religius haruslah berusaha untuk saling melayani dan saling mentaati dengan sukarela. Cita-cita ini akan membawa fokus hidup yakni untuk saling mencintai dan melayani dan akan semakin menumbuhkan pelayanan yang berjiwa. Adanya saling melayani dengan cinta kasih dan saling mentaati dengan sukarela maka dalam pewartaan dan tugas pelayanan, serta semangat doa akan semakin terwujud dan juga semakin menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini.