• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN

C. Keadaan Penduduk

Keadaan social masyarakat Desa Gentungan Kab.Gowa sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian penrajin batu merah dan bertani.Masyarakat Desa Gentungan menggunakan bahasa sehari-hari mereka dalam berinteraksi menggunakan bahasa Makassar.

Pada umumnya kebiasan masyarakat Desa Gentungan masih mengedepankan sikap saling tolong menolong dan saling bergotong royong, seperti masyarakat desa lainnya kehidupan masyarakat Desa Gentungan masih terbilang jauh dari kata sejahtera itu dikarenakan kondisi ekonominya yang kurang.

Jumah penduduk Desa Gentungang sebanyak 5603 jiwa, dan sebanyak 1445 rumah tangga dengan 2709 jiwa penduduk laki-laki dan 2917 jiwa penduduk perempuan. (Data Badan Pusat Statistik Bajeng Barat dalam angka 2020)

D. Jenis potensi umum Desa Gentungan

Tabel 4.2 Jenis Potensi umum Desa Gentungang

NO

Jenis Potensi Umum Volume Material

2

 SD/MIS

 SMA

 SLTP/MTS

 SPAS

 TK

 PAUD

4 Unit 1 Unit 0 Unit 2 Unit 4 Unit 4 Unit

7

Prasarana Olahraga

 Lapangan sepak bola

 Lapangan Volly

 Lapangan Takraw

 Tennis Meja

 Lapangan Badminton

1 Unit 1 Unit 1 Unit 0 Unit 1 Unit

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Bajeng Barat dalam angka 2020

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Implementasi Program Keluarga Harapan dalam Kesejahteraan Masyarakat.

Implementasi merupakan tahap penting dalam sebuah kebijakan, tanpa implementasi suatu kebijakan tidak dapat berjalan baik.Kebijakan merupakan suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan dan bukan merupakan keputusan tunggal atau sepihak, tetapi berdiri dari beberapa pilihan untuk mencapai tujuan tertentu demi kepentingan rakyat banyak.Kebijakan publik dibuat untuk merespon masalah suatu kelompok atau kebutuhna kongkret yang berkembang di masyarakat.Tindakan yang dibuat terangkum dalam keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang ataupun peraturan-peraturan pemerintah yang terkait.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bentuk kebijakan public subtantif, kebijakan subtantif merupakan kebijakan yang memberikan tekanan pada subject metter dari apa yang dibutuhkan warga.

Jadi, PKH dikatakan sebagai kebijakan subtantif karena Program Keluarga Harapan merespon masalah kemiskinan dikalangan masyarakat serta berupaya untuk mensejaterakan masyarakat miskin suatu daerah melalui bidang pendidikan dan kesehatan.

a. Tahapan Pelaksanaan PKH

Pelaksanaan PKH di Desa Gentungang dibantu oleh pendamping yang tinggal di Desa Gentungang sehingga mampu memantau keberlangsungan PKH supaya lebih terjaga dan berhasil. Pendamping PKH lebih menghabiskan waktunya berada dilapangan dibandingkan di kantor.

Pendamping PKH sebagian besar melakukan kegiatan dilapangan seperti mengadakan pertemuan dengan Ketua Kelompok PKH di Desa Gentungang, berkunjung serta berdiskusi. Pertemuan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan motivasi dan dorongan untuk memiliki kemandirian setelah keluar dari anggota penerima PKH agar anggota PKH berkurang.

Adapun tahapan dalam pelaksanaan bantuan PKH, sesuai hasil wawancara terhadap pendamping PKH mengatakan:

“..Iya sudah berjalan dengan baik, itu tahapan-tahapannya, pertama melakukan observasi lapangan dan mendata orang yang tidak mampu kemudian berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memverifikasi apakah layak mendapatkan PKH atau tidak..” (Zulkifli/24/12/2020) 1. Melakukan Observasi Lapangan

Pendamping PKH melakukan observasi ke rumah - rumah masyarakat yang nantinya menerima bantuan PKH ini, 6 dusun di desa gentungang untuk memastikan atau mencocokkan apakah memang pantas untuk menerima ini bantuan atau tidak.

2. Mendata Orang Tidak Mampu

Setelah Melakukan Observasi pendamping PKH akan mendata masyarakat miskin yang nantinya menerima bantuan PKH, bantuan

PKH ini memiliki skema bantuan yang terbagi ke beberapa jenis bantuan yang berfokus pada ibu hamil, keluarga yang memiliki anak balita, dan anak yang masih sekolah baik SD, SMP dan SMA, selanjutnya bantuan kepada lanjut usia yang diatas 70 tahun serta disabilitas berat.

3. Berkordinasi dengan Pemerintah Desa

Setelah melakukan observasi dan mendata masyarakat miskin penerima bantuan PKH, tahapan selanjutnya yakni pendamping PKH akan berkordinasi dengan pemerintah desa tentang data yang sudah didapat mencocokkan apakah memang pantas menerima bantuan dan melihat lagi apakah memang masuk dalam skema bantuan PKH. Bantuan ini merupakan bantuan bersyarat memiliki beberapa persyaratan yang harus terpenuhi sehingga bisa mendapatkan bantuan ini.

4. Memperivikasi Layak Tidaknya Menerima Bantuan

Tahapan terakhir dalam pelaksanaan PKH ini setalah berkordinasi kepada pemerintah desa data yang didapat pendamping PKH akan disetor ke desa untuk di verifikasi kelayakannya kemudian disetor ke pusat untuk divalidasi datanya jadi penentu penemima bantuan PKH ini dari pusat karena nanti nama-nama penerima bantuan akan dikeluarkan oleh pusat atau KEMENSOS.

Kemudian setelah nama-nama penerima bantuan PKH keluar desa akan mengadakan pertemuan kepada masyarakat penerima bantuan dan sosialisasi tentang mekanisme nantinya dalam menerima bantuan PKH ini.

“..waktu itu saya dikasih surat undangan dan pemberitahuan dari kepala Dusun kalau keluarga saya berhak mendapatkan bantuan PKH. Terus saya sama ibu-ibu lain dikumpulkan di kantor Desa dan diberi arahan dari pendamping tentang PKH ..’”(Jumasiah/25/12/2020)

Penerima bantuan PKH membenarkan adanya sosialisasi yang dilakukan desa kepada masyarakat penrima bantuan PKH sebelum menerima bantuan agar masyarakat tidak bingung dalam menerima bantuan PKH nantinya.

b. Kriteria Keluarga Penerima Manfaat PKH

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Kriteria keluarga penerima manfaat PKH adalah keluarga miskin yang memenuhi minimal salah satu syarat, seperti

1) ibu hamil/menyusui,

2) memiki anak berusia 0 sampai dengan 5 tahun 11 bulan.

3) Memiliki anak SD/MI atau sederajat, memiliki anak SMP/MTs atau sederajat. Memiliki anak anak SMA/MA atau sederajat.

4) PKH juga diberikan kepada keluarga dengan anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

5) Selain itu PKH juga diberikan untuk keluarga lanjut usia diutamakan mulai dari 70 tahun dan

6) penyandang disabilitas diutamakan penyandang disabilitas berat.

Penerima bantuan PKH, masyarakat yang pantas mendapat bantuan sesuai dengan persyaratan penerima bantuan PKH ini. Sesuai dengan wawancara terhadap informan:

“..Yang dapat ini yang benar-benar orang miskin yang pantas dapat.

Kalau masalah tepat sasarannya, tugas kita ini sebagai pendamping PKH cuman pergi mendata orang-orang miskin baru nanti di validasi datanya kemudian di kirim ke kemensos, kalau masalah yang dapatnya, dari pihak kemensos yang menetukan siapa yang dapat setelah divalidasi ulang itu data-data..”(Zulkifli/2412/2020)

Adapun hasil wawancara terhadap masyarakat penerima bantuan PKH di desa Gentungang

“..Kalau masalah tepat sasarannya kurasa tepat sasaranmi karna orang tidak mampuji yang dapat tapi masih banya yang kurang mampu yang tidak dapat karna tidak memenuhi syarat karna PKH ini bantuan nia syaratna contona saya nia’ anakku sekolah dan tidak mampuka jadi dapatka.”(Jumasiah/25/12/2020)

Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa yang menerima bantuan PKH ini adalah orang-orang yang memang pantas mendapat bantuan ini karena sebelum menentukan penerima bantuan ada pendataan yang dilakukan pendamping PKH yang nantinya akan divalidasi datanya apakah memang pantas menerima, dalam pelaksanaan bantuan PKH ini sudah bisa dikatakan berjalan sesuai dengan aturan dilihat data penerima bantuan PKH ini.

c. Besar Bantuan yang Diterima Peserta PKH

Besar bantuan PKH sesuai dengan skema bantuan kriteria besar bantuan yang didapat dari hasil wawancara terhadap pendamping PKH mengatakan:

“..Iya sesuaimi, karena memang sudah ada ketentuannya ada skemanya, kaya kategori Ibu hamil dan Anak Usia Dini atau memiliki balita yang na dapat itu 3.000.000/tahun. Tapi na dapat pertiga bulan jadi 750.000 nadapat. Kategori Anak Sekolah SD,SMP,SMA berbeda-beda na dapat kaya SD 900.000/tahun jadi yang na dapat pertiga bulan 225.000, SMP 1.500.000/tahun pertiga bulan 375.000, SMA 2.000.000/tahun jadi pertiga bulan 500.000 itu kalau anak sekolah, kalau lanjut usia sama disabilitas berat yang na dapat pertahun 2.400.000/tahun pertiga bulan 600.000..” (Zulkifli/24/12/2020)

Adapun data table besar bantuan yang diterima peserta PKH beserta status penerima.

Table 5.1 skema bantuan PKH

No Kategori Indeks/Tahun (Rp) Indeks/Per 3 Bulan (Rp)

1. Ibu Hamil 3.000.000 750.000

2. Anak Usia Dini 3.000.000 750.000

3. Anak Sekolah SD 900.000 225.000

4. Anak Sekolah SMP 1.500.000 375.000

5. Anak Sekolah SMA 2.000.000 500.000

6. Lanjut Usia 70+ 2.400.000 600.000

7. Disabilitas Berat 2.400.000 600.000

Sumber:kementrian sosial republik Indonesia

Adapun tentang besar bantuan PKH ini menurut masyarakat penerima bantuan mengatakan:

“..Kalau masalah besarnya, ya begitumi setidaknya sudah memenuhi kebutuhan lah cuman kaya berkurangmi sekarang beda sebelumnya, karena kan 2 anak ku yang masih sekolah kemarin dapat semuai tapi sekarang satumami dapat karena ada pengurang bede..”(Nursina/26/12/2020)

Dari hasil wawancara diatas besar bantuan PKH ini sudah memenuhi kebutuhan penerima bantuan baik digunakan untuk keperluan sehari-hari serta digunakan untuk membelikan keperluan sekolah anaknya. Sesuai dengan tujuan bantuan PKH ini untuk keperluan pendidikan, kesehatan, keperluan sahari-hari

d. Efektifitas Pelaksanaan PKH

Adapun dari hasil wawancara tentang efektivitas pelaksanaan PKH ini menurut informan antara lain:

“..Iya sudah efektif tapi tetap ada saja masalah yang dihadapi misalnya ada beberapa masyarakat yang sudah didata tapi tidak dapat bantuan namun yang terlibat dalam pelaksanaan PKH dari pihak pemerintahan setempat sampai dengan pendamping PKH, saya rasa semua sudah menjalankan tugasnya dengan baik kami turun lansung ke lapangan untuk mendata dan melihat secara langsung masyarakat yang kurang mampu..” (Zulkifli/24/12/2020)

Dari wawancara orang terlibat dalam bantuan ini sudah melaksanakan tugasnya masing-masing.Dengan adanya program PKH tersebut dapat membantu para masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan biaya pendidikan untuk anak-anaknya.Dari implementasi dari PKH tersebut bisa tersalurkan tepat sasaran sesuai dengan kondisi masyarakat dilapangan.

2. Faktor yang mempengaruhi Implementasi Program Keluarga Harapan Melihat implementasi PKH dilapangan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.faktor-faktor ini yang menunjang berjalannya program tersebut apakah dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya. Diharapkan implementasi program PKH ini bisa tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dalam segi ekonomi dan pendidikan.

Masyarakat Desa Gentungang pada umumnya menggantungkan hidup dari hasil penrajin batu bata merah dan dari hasil pertanian, namun dengan kondisi sekarang masyarakat sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dimana penghasilan keluarga jadi menurun akibat gagal panen atau kurangnya permintaan batu bata merah.Menjadi persoalan pemerintah setempat untuk senantiasa melihat kondisi masyarakatnya, agar bisa meminimalisir ketimpangan social yang terjadi dalam masyarakat.

Adapun hasil penelitian peneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi PKH di Desa Gentungang antara lain :

a. Pendorong dalam Pelaksanaan bantuan PKH.

1) Kebutuhan Masyarakat Terhadap Bantuan PKH

Faktor pendorong yang pertama dalam pelaksanaan bantuan ini yakni kebutuhan masyarakat terhadap bantuan PKH ini, adapun hasil wawancara dari informan masyarakat penerima bantuan PKH:

“..Sangat bermanfaat, karena di pake untuk pembeli ikan sama beras, sama juga dipake belikan baju sekolah untuk anak jadi sangat membantu ini bantuanga..” (nursina 26/12/2020)

”..Banyak sekali manfaatnya karena terbantuka masalah ekonomi sama ku pembelikan juga baju sekolah untuk anakku napake ke sekolah..”(Suriani/28/12/2020)

“..Dampak positifna ke saya bisaka buat usaha kecil-kecilan, kalau dampak negatifna najadikan ketergantunganki.”(Jumasiah/25/12/2020) Adapun penerima bantuan PKH ini dipermuda dalam penerimaan bantuannya, bantuan ini langsung masuk ke rekening masih-masing para penerima bantuan PKH sesuai hasil wawancara :

“..Ya berjalanmi dengan baik karena kalau cairmi dana PKH langsung masuk ke rekening itu bagusnya tidak pergi maki antri kaya bantuan lain..”(Jumasia/25/12/2020)

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa bantuan PKH ini sudah membantu masyarakat yang kurang mampu untuk setidaknya memenuhi kebutuhan masyarakat baik dari kebutuhannya dalam pendidikan, kesehatan dan sebagai kebutuhan sehari-hari dan adapula bantuan ini digunakan masyarakat sebagai modal untuk membuka usaha kecil-kecilan.

2) Andanya Sosialisasi dalam Pelaksanaan Program bantuan PKH Dalam bantuan ini juga baik dari aparatur desa hingga pelaksana bantuan PKH ini akan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat penerima bantuan tentang pelaksanaan program PKH ini, dari wawancara kepada informan baik pendamping PKH hingga masyarakat penerima bantuan, adapun wawancara kepada masyarakat penerima bantuan antara lain:

”Sosialisasai dilakukan dengan mengadakan pertemuan ,saat melakukan pertemuan rutin kita memberikan motivasi kepada anggota penerima PKH agar bisa menggunakan dana bantuan PKH dengan sebaik-baiknya dan bisa secara mandiri meneruskan hidupnya ketika sudah tidak lagi menjadi anggota penerimaPKH.”(Zulkifli/24/12/2020)

Ini sesuai dengan wawancara salah satu penerima PKH Ibu Nursina 41 tahun mengatakan bahwa :

“sosialisasi PKH sangat membantu untuk memberikan pemahaman dan memberikan motivasi agar kami para penerima PKH bisa mendiri dalam mengelolah dana yang diberikan” (Nursina/25/12/2020)

Pelaksanaan sosialisai tentang bantuan PKH ini khususnya di Desa Gentungang Kabupaten Gowa mengadakan pertemuan sosialisasi sesuai dengan wawancara yang dilakukan membenarkan adanya sosialisasi ini.

b. Penghambat dalam Pelaksanaan Bantuan PKH.

1) Penetapan sasaran PKH yang kurang maksimal

Dalam hal ini sasaran dari para penerima PKH biasa tidak sesuai dengan kondisi masyarakat dilapangan, mulai dari pengumpulan data sampai verifikasi data yang kadang kala tidak tepat sasaran. Ini menjadi persoalan yang serius karena bias saja hak orang lain diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tetapi dari pihak pendamping para PKH sudah mendata sesuai prosedur yang ditentukan tinggal dari pihak kemensos yang menentukan. Seperti hasil wawancara yang dilakukan dengan pendamping PKH Bapak Zulkifli 36 tahun menyatakan bahwa :

”Yang dapat ini yang benar-benar orang miskin yang pantas dapat.

Kalau masalah tepat sasarannya, tugas kita ini sebagai pendamping PKH cuman pergi mendata orang-orang miskin baru nanti di validasi datanya kemudian di kirim ke kemensos, kalau masalah yang dapatnya, dari pihak kemensos yang menetukan siapa yang dapat setelah divalidasi ulang itu data-data.”(24/12/2020)

Sebenarnya ada pemberian informasi ke para penerima PKH yang tidak maksimal mengenai pendataan karena banyak masyarakat menganggap bahwa yang didata maka akan dapat, namun kenyataannya tidak. Seperti

hasil wawancara dengan salah satu penerima PKH Ibu Nursina 41 tahun mengatakan bahwa :

“..kurangi informasi dimasyarakat kaya penyampainya siapa-siapa yang dapat karena pergi ma data belum tentu yang na data dapat i juga.

Karena tidak semua na data dapat. Sama tidak jelas juga kaya waktunya kapan masuk biasa dikira masuk mi padahal belum karena bulannya ji di tau kalau tanggalnya tidak..”(Nurlela/26/12/2020)

Ini menjadi persoalan ketika ada informasi yang tidak disampaikan dengan jelas, namun perlu diketahui bahwa baik pendamping dan penerima sudah menjalankan prosedur dan para penerima harus disampaikan informasi yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman.Disamping itu, semua pihak yang terlibat sudah melakukan dengan maksimal untuk program PKH ini.

2) Penyaluran PKH yang sering terlambat

Menjadi persoalan selanjutnya keterlambatan penyaluran bantuan PKH kepada penerima.Keterlambatan menjadi faktor implementasi program PKH ini sehingga penyalurannya tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Seperti hasil wawancara yang dilakukan bersama Ibu Nurlela 54 tahun menyatakan bahwa :

“kurangi informasi dimasyarakat kaya penyampainya siapa-siapa yang dapat karena pergi ma data belum tentu yang na data dapat i juga.

Karena tidak semua na data dapat. Sama tidak jelas juga kaya waktunya kapan masuk biasa dikira masuk mi padahal belum karena bulannya ji di tau kalau tanggalnya tidak.” (Nurlela/26/12/2020)

Ini juga menjadi hambatan tersendiri jika ada keterlambatan saat penyaluran bantuan, sama seperti yang disampaikan oleh salah satu pendamping Bapak Zulkifli umur 36 tahun menyatakan bahwa :

“Biasanya hambatan yang sering terjadi penyaluran dana yang terlambat yang membuat sebagian masyarakat sering mengeluh.”(24/12/2020)

Keterlambatan ini bukan kesalah penuh para pendamping PKH, akan tetapi bantuan dari pemerintahlah yang sering terlambat yang kadang membuat masyarakat sering mengeluh. Dari harapan pendamping dan penerima PKH untuk bisa bersadar dalam kondisi ini.

Dalam hal ini faktor keterlambatan ini menjadi penunjang berhasilnya implementasi program PKH ini. Melihat faktor-faktor tersebut bahwasanya dalam hal apapun kendala dalam penerapan suatu program tidak terlepas dari berbagi faktor baik dari pendataan sampai ke implementasinya dalam masyarakat guna untuk melancarkan program tersebut, diharapkan semua stakeholder yang terlibat harus teransparan dan menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya supaya terjalin integrasi dan kerjasama yang baik untuk membangun masyarakat yang sejahtera.

B. Pembahasan

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program penanggulangan kemiskinan dan kedudukan PKH merupakan bagian dari program-program penanggulangan kemiskinan lainnya.Program Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup dalam bidang pendidikan dan kesehatan.Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok

masyarakat miskin.Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target.Dalam pelaksanaannya PKH memiliki tujuan umum dan tujuan khusus.Adapun tujuan umum adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta merubah prilaku RTSM yang relative kurang peningkatan kesejahteraan.

Berkaitan dengan pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Gentungan yaitu dengan membuat strategi dan melakukan sosialisasi. Adapun strategi pelaksanaan yang dilakukan oleh pelaksana program yaitu dengan melakukan kunjungan rutin pada setiap RTSM dan memantau kebutuhan sekolah maupun kondisi Ibu hamil peserta PKH, pemantauan penggunaan dana setiap kali pencairan agar sesuai dengan fungsinya, membuat sebuah inovasi berupa pengadaan baju PKH bagi para ibu ibu PKH, memantau penggunaan kartu PKH agar sesuai dengan penggunaannya, dan sering mengadakan rapat koordinasi. Dengan sikap pendamping yang demikian, strategi dalam mesukseskan pelaksanaan PKH di Desa Gentungan dapat berjalan dengan baik. Sedangkan proses sosialisasi yaitu dengan melakukan sosialisasi secara rutin di rumah ketua kelompok atau pada salah satu rumah peserta dengan seorang pendamping sebagai pemberi arahan. Dengan melakukan musyawarah bersama keikutsertaan atau partisipasi setiap peserta PKH maupun pendamping dan aktor tekait dapat membantu melancarkan pelaksanaanya.

Dalam setiap pelaksanaan suatu program yang menjadi salah satu unsur terpenting adalah pencapaian sebuah target. Dalam penelitian ini

bardasarkan pernyataan dari pendamping berkaitan dengan hal tersebut target yang harus dicapai dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) ini yaitu terbantunya masyarakat tidak mampu khususnya RTSM dalam memenuhi kebutuhan hidup berkaitan dengan pendidikan anaknya dan kesehatan ibu hamil dan balita. Sampai saat ini pelaksanaan PKH di Desa Gentungan mulai dari pertama pelaksanaan program telah terdapat peningkatan mulai dari status pendidikan dan status peningkatan gizi ibu hamil dan balita.

Peningkatan partisipasi masyarakat juga menjadi salah satu target dalam pelaksanaan PKH ini. Untuk meningkatkan partisipasi para peserta program yaitu dengan meningkatkan angka partisipasi wajib belajar bagi peserta didik dan meningkatkan partisipasi kesehatan bagi para ibu hamil dan balita dengan memeriksakan keadaan kesehatannya di posyandu maupun bidan desa. Jika partisipasi masyarakat tinggi maka secara tidak langsung akan berpengaruh pula pada peningkatan kualitas hidupnya. Oleh karena itu dengan adanya partisipasi atau peran serta masyarakat dalam pelaksanaan PKH ini akan dapat meningkatkan pembangunan yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakan miskin.

Hasil dari evaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) bertujuan untuk memberikan bukti nyata dalam pelaksanaan program terkait dengan pembiayaan maupun pencapaian tujuan. Dengan mengetahui hasil dari pelaksanaan PKH dalam beberapa tahun ini maka pendamping akan dapat mengetahui apakah pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik atau belum.

Seperti yang dijelaskan oleh pendamping PKH di Desa Gentungan bahwa dalam melakukan evaluasi, sebelumnya dilakukan monitoring terhadap pelaksanaanya di wilayah PKH berlakukan,dari situ didapatkan beberapa beberapa hal yaitu perubahan kondisi jika dilihat dari sebelum menerima dan sesudah menerima program, adanya anggapan bahwa penerima PKH mau melakukan dan memenuhi komitmennya karena takut dengan adanya sanksi yang diberikan. Dan juga kurang pahamnya masyarakat terhadap sanksi yang disosialisasikan menyebabkan munculnya masalah yaitu penggunaan kartu yang ditidak sesuai atau melanggar kesepakatan.Jika kesepakatan dilanggar oleh peserta PKH maka sanksi yang diberikan yaitu pemotongan uang pada saat pencairan.Inilah memang seharusnya yang dilakukan bagi peserta yang melanggar komitmen karena PKH merupakan bantuan bersyarat yang menyaratkan bagi RTSM untuk mematuhi peraturan yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

1. Teori Sistem Sosial

Teori sistem sosial menjelaskan tentang dinamika organisasi dalam istilah-istilah dari jaringan sosial- hubungan dan interaksi orang didalam dan diuar organisasi.Blau dan Scott (1962) mengenalkan dua prinsip dasar yang membantu mendefinisikan sistem sosial. Salah satunya adalah susunan hubungan-hubungan sosial, atau pola-pola dari interaksi-interaksi sosial didalam sistem sosial.. Yang lain adalah budaya, atau nilai-nilai kebersamaan dari orang-orang di dalam sistem sosial.

Teori sistem sosial segala hubungan-hubungan pola-pola yang ada didalam suatu sistem merupakan bagian dari teori sistem sosial serta interaksi didalamnya sesuai yang dikatakan Blau dan Scott (1962). Didalam penelitian

Teori sistem sosial segala hubungan-hubungan pola-pola yang ada didalam suatu sistem merupakan bagian dari teori sistem sosial serta interaksi didalamnya sesuai yang dikatakan Blau dan Scott (1962). Didalam penelitian

Dokumen terkait