1. Maksud Bhagavad-gita Disabdakan
Para acarya mengatakan bahwa Bhagavad-gita yang juga disebut Gitopani-sada adalah intisari dari semua veda. Bhagavadgita adalah saint tentang Tuhan. Maksud Bhagavad-gita (Bg) adalah untuk menyelamatkan manusia dari kebodohan kehidupan material (maya) untuk dapat berbakti kepada Tuhan. Setiap orang mengalami kesulitan dalam banyak hal, seperti halnya Arjuna berada dalam kesulitan karena harus bertempur dalam Perang Kuruksetra. Arjuna berserah diri
kepada Sri Krsna karena itulah Bhagavad-gita disabdakan. Kenapa Bg. disabdakan kepada Arjuna?, karena Arjuna mempunyai kualifikasi untuk bisa menerima Bhagavadgita. Bhagavadgita juga disebut gita saja (sabda Tuhan).
Bukan saja Arjuna, tetapi kita semua penuh dengan kecemasan disebabkan oleh keberadaan di dunia material ini. Keberadaan kita sendiri sesungguhnya ada dalam suasana ketiadaan. Tidak dimaksudkan bahwa kita diancam ketiadaan. Eksistensi kita adalah kekal. Tetapi bagaimanapun juga, kita ditempatkan dalam asat –berada pada sesuatu yang tidak kekal, sehingga sangat keras dipengaruhi oleh sifat alam yang tidak kekal.
Bhagavad-gita adalah bacaan yang sangat penting, yang bersifat spiritual, yang merupakan sabda Tuhan yang disampaikan secara ilmiah, terlepas dari doktrin-doktrin keagamaan yang terkadang tidak mampu memuaskan hasrat keingintahuan tentang fenomena ciptaan. Bhagavadgita menjawab segala pertanyaan yang mungkin muncul didalam benak kita sehubungan dengan identitas sejati kita, fenomena
alam semesta ini, dan yang terpenting adalah kedudukan dan identias sejati Tuhan Yang Maha Esa (TYM).
0
Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada, seorang sarjana dan guru pengajar dibidang sastra Veda, dan wakil dari rangkaian perguruan guru-guru spiritual yang tanpa terputus (dalam garis Brahma
sampradaya), yang berawal dari Sri Krshna, telah mengajarkan buku suci ini ke seluruh dunia. Krshna sendiri mengatakan : Bhagavadgita adalah kesusastraan rohani yang harus dibaca dengan teliti sekali.
Gita sastram idam punyam yah phatet prayatah puman
Kalau seseorang mengikuti ajaran Bhagavad-gita (Bg), sebagaimana mestinya, ia dapat dibebaskan dari segala reaksi karma dan kecemasan dalam hidup ini. Bhagavad-gita mengajarkan bagaimana umat manusia dapat lepas dari jeratan tali ikatan karma.
Visnoh padam avapnoti bhaya-sokadi-virarjitah
Ia akan dibebaskan dari rasa takut dalam hidup ini dan dalam penjelmaan yang akan datang akan bersifat rohani.
2. Keuntungan Membaca Bhagavad-gita:
Manfaat material dan spiritual dari membaca Bhagavad-gita, antara lain :
1. Dia yang dikuasai oleh prarabdha-karma dapat menjadi mukta
(bebas) dan ia bahagia di muka bumi ini, bila ia mengabdikan diri pada pelaksanaan Gita secara terus menerus. Tidak ada karma baru yang akan menodainya.
2. Dosa-dosa betapapun berat dan menjijikkan, tidak akan pernah
menodai dia yang senantiasa bermeditasi dan memusatkan pikiran kepada Gita.
3. Dimanapun kitab suci Bhagavad-gita disimpan atau dimanapun
Gita dipelajari, semua tempat perjiarahan suci seperti Prayag akanada disana. Semua Dewa, Rsi, Yogi, Naga Surgawi,para Gopa, para Gopi, Narada, Uddhava dan segenap rekan mereka pastilah akan datang untuk menetap disitu.
4. Di manapun Gita dibacakan, ditanyajawabkan, didengarkan, diajarkan, atau dinarasikan, disanalah Aku (Sri Krsna) bertahta. Pertolongan apapun yang dibutuhkan di tempat itu akan segera diberikan.
5. Di antara semua tempat yang KU hadiri, Gita adalah kediaman
terbaikKU. Itu adalah tempat persemayaman tertinggiKU dan AKU melindungi ke tiga dunia (bhur, bhuah, swah) ini dengan pengetahuan Gita.
6. Sipapun yang mengucapkan sepertiga dari Gita akan memperoleh
jasa kebaikan yang diperoleh dari mandi di sungai Gangga. Dia yang mengucapkan seperenamnya akan mendapatkan pahala satu
soma yadnya.
7. Dia yang membaca satu bab setiap hari dengan penuh rasa bhakti
akan mencapai Rudraloka dan hidup disana selama masa yang sangat panjang, menjadi rekan Dewa Siva.
8. Siapapun yang membaca seperempat bab atau hanya seperempat
sloka setiap hari, dipastikan akan lahir sebagai manusia selama
satu manvantara (masa pemerintahan satu Manu)
9. Orang yang mengucapkan sepuluh, tujuh, lima, empat, tiga atau
dua sloka atau bahkan setengah sloka Gita pastilah akan mencapai Candraloka selama sepuluh ribu tahun.
10. Dia yang meninggalkan badannya saat pembacaan Gita pasti akan mencapai kelahiran sebagai manusia.
11. Ia yang melaksanakan/mengamalkan Gita dalam hidupnya akan mencapai pembebasan. Orang yang menjelang ajal mengucapkan hanya kata Gita saja akan mencapai pembebasan.
12. Dia yang mengembangkan minat untuk mendengar Gita, walaupun telah berbuat banyak dosa, akan pergi ke Vaikuntha dan hidup bersama Sri Visnhu.
13. Dia dianggap jiva mukta, yang senatiasa bermeditasi pada makna Gita sembari melaksanakan pekerjaannya sehari-hari. Pada saat kematian, dia pasti mencapai dunia rohani (Vaikunthaloka) 14. Dengan berlindung kepada Gita orang menjadi suci sepenuhnya
dan mencapai tujuan tertinggi. Seperti yang dilakukan Raja Janaka (ayah dari Dewi Sitha, istri Rama Chandra)
15. Pembacaannya tidak berguna dan segala usahanya sia-sia, bila seseorang tidak mengucapkan mahatmyam ini setelah menyelesaikan pembacaan Gita.
16. Dia yang mempelajari Gita, berikut uraiannya tetang keagungannya ini akan mendapatkan manfaat-manfaat sebagaimana disebutkan didalamnya, dan mencapai tujuan yang paling tinggi dan paling langka.
17. Dia yang mengucapkan mahatmyam yang Aku (Suta Gosvani) kumandang-kan ini setelah mempelajari Gita, akan mendapatkan phahala yang telah disebutkan di sini. (diambil dari Visnhu Purana).
3. Keagungan Bhagavad-gita (Gita-mahatmya).
Bhagavad-gita adalah kesusastraan rohani yang harus dibaca dengan teliti sekali. Gita sastram idam punyam yah phatet prayatah puman. Kalau seseorang mengikuti ajaran bhagavadgita sebagaimana mestinya, ia dapat dibebaskan dari segala kesengsaraan dan kecemasan dalam kehidupan ini.
Visnoh padam avapnoti bhaya-sokadi-virarjitah.
Ia akan dibebaskan dari rasa takut dalam hidup ini dan dalam penjelmaan yang akan datang akan bersifat rohani. (Gita-mahatmya 1)
gitadhyayana- silasya pranayama-parasya ca naiva santi hi papani purva-janma- krtani ca
“Kalau seseorang membaca bhagavad-gita dengan tulus dan serius, maka atas karunia Tuhan segala reaksi perbuatannya yang salah dari dahulu tidak akan berreaksi lagi terhadap dirinya.” (Gita-mahatmya 2).
Tuhan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap orang yang berserah diri kepada-Nya, dan Tuhan meluputkan mereka dari segala reaksi dosa.
mala-nirmocanam pumsam jala-snanam dine dine sakrd gitamrta-snanam samsara-mala-nasanam
“Orang dapat membersihkan badannya setiap hari dengan cara mandi di dalam air, tetapi kalau seseorang mandi sekali saja dalam air suci Gangga Bhagavad-gita, maka hal hal yang kotor dari kehidupan materialnya dimusnahkan seluruhnya”. (Gita-mahatmya 3).
gita su-sugita kartavya kim anyaih sastra-vistaraih ya svayam padmanabhasya mukta-padmad vinihsrta
“Oleh karena Bhagavad –gita adalah sabda Tuhan Yang Mahaesa - Krsna, orang tidak harus membaca kesusastraan Veda lainnya. Orang hanya perlu membaca dan mendengar Bhagavad-gita dengan penuh perhatian secara teratur. Pada jaman ini manusia begitu sibuk dengan kegiatan duniawi sehingga tidak mungkin membaca semua kesusastraan Veda. Tetapi ini tidak diharuskan. Buku yang satu ini, yakni Bhagavad-gita sudah cukup, sebab Bhagavad-Bhagavad-gita adalah sabda Perso-nalitas Tuhan Yang Mahaesa - Krsna.(Gita-mahatmya 4.)
bharatamrta-sarvasvam visnu-vaktrad vinihsrtam gita-ganggodakam pitva punar janma na vidyate
“Orang yang minum air Gangga pasti akan mencapai pembebasan, apalagi orang yang meminum air Bhagavad-gita. Bhagavad gita adalah intisari Mahabharata dan sabda Sri Krsna sendiri, Visnu yang asli. (Gita-mahatmya 5).
Bhagavad-gita adalah sabda dari bibir Personalitas Tuhan Yang Mahaesa, dan dikatakan bahwa sungai Gangga berasal dari kaki padma Tuhan Yang Mahaesa. Tentu saja tidak ada perbedaan antara bibir dan kaki Tuhan, tetapi setelah mempelajari hal ini tanpa berat sebelah, kita akan menghargai bahwa Bhagvad-gita lebih penting lagi dari pada air suci sungai Gangga.
sarvopanisado gavo, dogdha gopala-nandanah partho vatsah du-dehir bhokta, dugdham gitamrtam mahat
“Gitopanisad ini, Bhagavad-gita, hahekat segala Upanisad, adalah seperti seekor sapi, dan Sri Krsna yang terkenal sebagai seorang anak gembala sapi, sedang memerah susu dari sapi ini. Arjuna bagaikan anak sapi. Orang bijaksana, rsi-rsi yang mulya dan para penyembah murni Tuhan harus meminum susu abadi Bahagavad-gita. (Gita mahatmya 6).
Bhagavad-gita adalah esensi pengetahuan Veda karena disabdakan oleh Personalitas Tuhan Ynag Maha Esa. Bhagvad-gita (Bg) ditujukan untuk semua orang yang sedikit mempunyai waktu, dalam mendalami literature Veda yang sangat luas itu, seperti Upanisad-upanisad, Purana-purana,dan Vedantasutra. Tuhan yang penuh karunia telah mewariskan ajaran suci Bahagavad-gita, sehingga orang biasa mendapatkan instruksi dari Tuhan, sekalipun Tuhan tidak nampak bagi pandangan mata material. Indria indria material tidak dapat membuat perkiraan-perkiraan tentang Tuhan, tetapi dengan kekuatanNYa yang tidak bisa dipahami, Tuhan dapat menginkarnasikan diriNya sesuai dengan persepsi indria roh terikat dalam cara yang cocok melalui agen materi, yang juga merupakan bentuk lain dari energi Tuhan yang termanifestasikan.
Bagavad-gita adalah kitab suci otentik representasi suara Tuhan sendiri (song of god) adalah juga inkarnasi Tuhan.Tidak ada perbedaan antara representasi sabda Tuhan dengan Tuhan sendiri. Ada lima faktor penting yang dibahas di dalam Bahagavad-gita, yaitu : TYM (isvara), mahluk hidup, alam, waktu dan ruang, aktivitas. Di dalam Bahagavad-gita Tuhan dan mahluk hidup, kedua-duanya diuraikan sebagai sanatana atau kekal, dan tempat tinggal Tuhan jauh berada di luar angkasa material yang juga diuraikan sebagai sanatana (kekal). Mahluk hidup diajak hidup dalam eksistensi sanatana melalui proses sanatana-dharma. Bahagavad-gita memberikan cara kepada kita untuk mencapai tingkat kesempurnaan melalui proses pelayanan bhakti. Karena itu Bahagavad-gita dimaksudkan untuk menghapus segala jenis penderitaan (dosa).
4. Tujuan Belajar Bhagavadgita
Kitab suci Veda yang terdiri dari : empat Veda (Catur Veda), Bhagavadgita, Purana, Itiasa, Upanisad, dan bahagian Veda lainnya, terdiri dari ratusan ribu sloka. Semua sloka itu tidak mungkin bisa habis dipelajari dalam hidup ini. Misalnya saja 18 Purana tersusun dari 400.000 lebih sloka. Jika kita bisa membaca 1 sloka setiap hari, dalam kurun waktu 100 tahunpun tidak akan bisa habis terbaca. Ada bagian bagian penting dari Veda yang bisa dibaca tanpa memerlukan waktu lama.
Dari sekian Veda yang memuat sabdha Tuhan Yang Mahaesa adalah Bhagavad-gita, yang teridiri dari 700 sloka. Kitab suci ini relative mudah diperoleh, dan terjangkau. Bhagavad-gita adalah ilmu pengetahuan kesadaran Krshna (Penjelasan Bhaktivedanta Swami Prabhupada terhadap Bhagavad-gita 6.8). Jika belajar Bhagavad-gita orang akan mengerti, mengetahui Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu Yayasan Darma Duta Indonesia, dan Yayasan Hindu lainnya telah mencetak Bg secara besar-besaran. Dan Yayasan-yayasan ini telah menyebar luaskan dan mengajarkan Bahagavad-gita kepada generasi muda Hindu dan masyarakat umum lainnya, agar menyadari eksistensi Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan tekun dan serius mempelajari Bhagavad-gita kita akan dapat memahami 6 pengetahuan penting, yaitu pengetahuan tentang :
1. Ishan (Isavara = Personalitas Tuhan Yang Maha Esa)
2. Atma (roh = diri kita yang sebenarnya)
3. Karma (hukum perbuatan)
4. Indrya (pengendalian indrya)
5. Prakrti (alam semesta)
6. Kala (waktu yang kekal)
5. Syarat Belajar Bhagavad-gita
Agar memperoleh hasil yang maksimal, hendaknya belajar Bhagavadgita dilakukan dengan cara, berikut :
1. Belajar dengan tekun,serius, dan tunduk hati
3. Mulai dengan membaca 1-3 sloka setiap hari bahasa Sansekrtanya,
kemudian diikuti terjemahannya.
4. Kembangkan penghormatan kepada Bhagavadgita atau Sri
Krisnha.
5. Rekamlah Bhagavadgita lalu taruh di HP sehingga setiap saat dapat bersama Krishna.