BAB XVI
SVARGA LOKA, BILVA SVARGA DAN
PITRA LOKA
Bab ini merupakan bab yang sangat penting yang harus dipahami oleh umat Hindu dharma. Karena swarga loka (surga) dan naraka
loka (neraka) merupakan tempat yang akan dicapai sang roh sesuai
karmanya setelah meninggal dunia. Svarga loka adalah tempat yang akan dicapai jika mempunyai karma baik, bersifat satvam, berperilaku saleh, sedangkan Naraka loka merupakan tempat sang roh mengalami pembersihan atau penyucian akibat karma buruk (tindakan yang dilarang oleh kitab suci).
Setelah karma baik dan atau karma buruknya selesai dinikmati, maka sang roh akan kembali lagi lahir di bumi ini, sesuai hukum karma. Apakah ia lahir mendapatkan badan manusia atau yang lain. Atau dia akan lahir di Indonesia atau di negara lain, tergantung karmanya.
Di salah satu pojok alam rohani, terdapat alam material. Di dalam alam material terdiri dari alam semesta–alam semesta. Dewa Brahma menciptakan empatbelas susunan alam semesta, yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : bagian atas, bagian menengah, bagian bawah. Semua mahluk di 14 alam semesta ini dipengaruhi oleh tri guna (satvam,
rajas, tamas). Tri guna inilah yang mempengaruhi sifat aktivitas para mahluk hidup di planet masing-masing, dan ketika meninggal planet yang mana akan dituju, sastra menyatakan, Bg 14.18,
ardhvam gachanti sattva-stha madhye tisthanti rajasah jaghanya-guna-vrtti-stha adho gachanti tamasah
“Orang yang berada dalam sifat kebaikan (satvam) berangsur-angsur naik sampai planet-planet yang lebih tinggi, orang yang berada dalam sifat nafsu (rajas) hidup di planet-planet seperti bumi, orang yang berada dalam sifat kebodohan yang menjijikkan (tamas), turun
memasuki dunia-dunia neraka”. Sifat kegiatan mahluk hiduplah yang menetukan daerah mana yang akan dituju. Daerah tujuan ditentukan oleh sifat-kesadaran kita di dunia ini.
1. Planet di Bagian Atas
Planet bagian atas terdiri dari :
(1). Satya loka : Tempat tinggal Dewa Brahma dan Dewi Saraswati (istri Brahma) dan mahluk abadi lainnya, yaitu para Siddha. Bangunannya tersusun dari permata-permata. Penduduk disini sudah bebas dari 8.400.000 jenis badan (lahir mati) dalam berbagai ras.
(2). Tapa loka : Letaknya dibawah Satya loka. Penduduknya adalah mahluk yang immortal, mahluk yang sempurna ahli yoga yaitu Catur (4) kumara anak Dewa Brahma: Sanata, Sanaka, Sananda, dan Sanatana.
(3). Jana loka : Letaknya dibawah Tapa loka. Penduduknya adalah Sapta Rsi anaknya Brahma. Atri, Angira, Pulaha, Pulastya, Brigu, Marici, Vasista, dan Kratu. Ber-sama para istrinya. Rsi-rsi ini sudah insaf diri, tidak terikat lagi dengan hal-hal ma-terial. Dia dapat pergi keberbagai tempat dengan kecepatan pikiran. Di tempat ini juga berdomisili : Catur kumara, Rsi Narada, Prajapathi Daksa, Kardama Muni.
(4). Maha loka : Tempat ini berada dibawah Jana loka. Para penduduknya adalah mereka yang telah berhasil melakukan pertapaan dalam jangka waktu yang lama. Mereka lebih tinggi dari para Dewa. Rsi Kanva, Richika, Markandeya, Vyasa. Markandeya umurnya sangat panjang berkalpa-kalpa (14 siklus manvantara). Dia telah menyaksikan beberapa situasi penghancuran (pralaya). Rsi Vyasa lahir di Bumi tahun 3309 b c e (sebelum masehi). (5). Svarga loka,disebut juga Svah loka : Letaknya dibawah Maha
loka. Svarga loka terdiri dari 7 graha (planet). Penduduknya utamanya adalah para dewa (12 anak Aditi, 11 Rudra, 8 Vasu dan 2 Asvini kumara=33 dewa), 7 Apsara (Urvasi, Ram-bha, Menaka, Chitraleka, Alam Usha, Manjusha, Tilotatma), Gandarva
(Chitra-ratha dan Malayketu), Rishi. Chitraratha adalah raja para Gandarva. Juga ada Sid-dha, Sadya, Marut dll. Graha di surga adalah :
a.Shanni, b. Brihaspathi, c. Manggala, d. Shukra, e. Buddha, f. Soma, g. Surya. Varuna, Aruna, Rahu (di bawah Surya) , dan Kettu. Yama. Letak garaha ini dalam ruang yang mempunyai kiblat arah mata angin. Varuna di arah Barat, Yama di Selatan (penguasa Neraka), Agni di Tenggara, Indra di Timur, Ishan/ Visnu di Timur laut. Di Utara Kubera, Barat Laut Vayu. Dewa Nirrti di Barat daya. Dewa Indra merupakan pemimpin dari para dewa, dengan Ibu kota pemerintahannya Amarawati.
(6). Bhuvar loka : Letaknya di bawah Surga, ditempati oleh mahluk seperti manusia tetapi mempunyai mistik power yang lebih kuat. Disebut juga dengan nama mahluk setengah dewa. Seperti Yaksa, Kinara, Kimpurusa, mahluk setegah manusia setengah binatang, dan mahluk lebih rendah lainnya. Yaksa dipimpin oleh Kubera (bendahara para dewa/surga).
2. Planet Pertengahan
Bhumi (bhur loka) kita ini adalah planet pertengahan. Bumi juga disebut Mrityu Loka (tempat kematian). Dewanya adalah Prtivi. Penduduknya manusia dan binatang, mengalami kematian setelah beberapa hari. Bhur Bhuvar Svah disebutkan dalam Gayatri mantra bait pertama.
3. Planet Bagian Bawah
Disebut juga sebagai Bilwa Svarga. Penduduknya para naga, ular, danava, dan raksasa. Ada tujuh planet patala, yang disebut Sapta Patala, yaitu :
(1). Atala : Berada di bawah bumi. Penduduknya para Danava yang dipimpin oleh Bala (anak dari Raksasa Mayadanava). Disini wanitanya sangat cantik, bangunan rumahnya sangat mewah (lux). Danava adalah anak Kasyapa dengan Dewi Danu.
(2). Vitala : terletah dibawah Atala, berjarak kurang lebih 70 ribu yojana. Pekerjaan penduduknya melakukan penambangan emas. Sangat terikat dengan hal-hal material. Penduduknya bernama Bhutagana yang dipimpin oleh Bhava.
(3). Sutala: terletak dibawah Vitala: Tempat Raksasa Bali, ditempatkan oleh Vamana dewa, avatara Visnu. Penduduk Sutala adalah para Asura.
(4). Tala tala : Terletak di bawah Sutala, ditempati oleh Mayadanava, Maya adalah arsitek yang mempunyai Kota Tri Purari yang dihancurkan oleh Siwaji. Maya mempunyai anak perempuna bernama Mandodari yang menjadi istri Rahvana. Siwa memerintahkan Maya untuk hidup di sini.
(5). Maha tala :penduduknya para naga, ular, naga taksaka. Hidupnya diancam oleh garuda. Garuda adalah kendaraan Sri Visnu, yang merupakan anak dari Kasyapa dengan Vinata. Garuda suka makan ular.
(6). Rasa tala : penduduknya para Danava dan Daitya, mereka ini musuh para Dewa.
(7). Patala : tempat hidup para Naga yang mempunyai permata dikepalanya (mustika ular). Permata inilah yang menerangi Patala loka. Para Naga ini dipimpin oleh Naga Vasuki. Naga Vasuki adalah naga yang paling sakti, dan merupakan salah satu Vibhuti Krishna.
4. Pitra loka (Tempat Laluhur)
Pitra loka ditempati oleh manusia setengah dewa, para leluhur manusia yang saleh. Loka ini letaknya di atas neraka, di sebelah selatan Bumi. Pitra loka termasuk dalam lingkup Svarga loka. Tempat ini dicapai oleh roh orang yang baik tapi masih bersifat rajas. Penguasa di sini adalah Aryama (anak Rsi Kasyapa dengan Adity). Para leluhur di Pitra loka berdoa kepada Tuhan, untuk kesejahteraan anggota keluarganya yang ditinggalkan. Setelah manusia meninggal, rohnya dibawa oleh Yama duta ke tempat ini. Lama perjalan dari Bumi ke Pitra loka seratus hari dalam kecepatan sang roh. Para leluhur ini diberikan pesembahan
oleh keluarganya yang ditinggalkan (di bumi). Rentang waktu di Pitra loka satu hari (24 Jam pitra) sama dengan satu bulan di bumi. Di sini ada sebuah gedung yang luas dan fleksibel untuk tempat istirahat sang roh yang bernama Sudharma (Yama sabha). Pada jaman kali yuga tidak diperkenankan mempersembahkan darah dan daging, ikan dan telor kepada para leluhur (Sb.1.-15.7 dan Brahmavaivarta Purana, 185.180).
Menurut tradisi Veda, persembahan kepada para leluhur dilakukan dengan upacara Sradhakrya (upacara pesembahan kepada leluhur agar leluhur berbahagia). Jika para keluarganya tidak mempersembahkan Tarpana kepada leluhur, leluhurnya akan menderita. Agar supaya leluhur dapat sejahtera di Pitra loka, dapat dilakukan cara sederhana yaitu dengan mempersembahkan maha pradam Sri Visnu kepada leluhur.
Umat Hindu percaya bahwa, jika leluhurnya menderita, dia akan mengganggu keluarganya di bumi. Oleh karena itulah umat Hindu melakukan Pitra puja berupa Pitra yadnya. Dalam Manu smrti persembahan kepada leluhur diwajibkan, jika kelurganya tidak melakukan pitra puja, keluarga itu akan dihukum di neraka.
Maha prasadam merupakan unsur yang sangat penting dalam pemujaan kepada leluhur. Kitab suci mengatakan jika dalam duabelas hari setelah kematian, roh leluhur belum mendapat tarpana, maka ia tidak diijinkan untuk masuk ke Pitra loka, dia akan masih berwujud Pretha atau Antha Pretha (hanya berbadan halus). Setelah hukuman diputuskan oleh Yamaraja, apakah akan di neraka lebih dahulu atau di surga, tergantung dari kualitas dosanya. Akibat dosa yang lebih sedikit hukuman akan lebih dahulu dialami. Kalau dia sedikit melakukan kesalahan, dosa hukumanya juga lebih ringan dan lebih singkat. Misalnya Yudistira, kesalahannya hanya dalam mengatakan Asvatama mati (dalam perang Bharatayuda), hukumannya lebih dahulu ke neraka, dan tidak lama di neraka.