• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Belanja Tidak Langsung a.Belanja Pegawai

BAB III KEBIJAKAN UMUM

TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAN ORGANISASI KABUPATEN BANGGAI TAHUN ANGGARAN 2012

1. Kebijakan Belanja Tidak Langsung a.Belanja Pegawai

1) Besarnya penganggaran gaji pokok dan tunjangan Pegawai Negeri

Sipil Daerah (PNSD) agar disesuaikan dengan hasil rekonsiliasi jumlah pegawai dan belanja pegawai yang sudah dilakukan dimasing-masing daerah dalam rangka perhitungan DAU Tahun Anggaran 2012 dan memperhitungkan rencana kenaikan gaji pokok dan tunjangan PNSD yang ditetapkan pemerintah dan pemberian gaji ketiga belas.

2) Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan kenaikan gaji

berkala, kenaikan pangkat, tunjangan keluarga dan mutasi pegawai agar diperhitungkan acress yang dibatasi maksimum 2,5 persen dari jumlah belanja pegawai untuk gaji pokok dan tunjangan.

3) Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan pengangkatan Calon

PNSD, disesuaikan dengan formasi kebutuhan pegawai tahun 2012.

4) Penyediaan dana penyelenggaraan asuransi kesehatan yang

dibebankan pada APBD berpedoman pada PP Nomor 28 tahun 2003 tentang Subsidi dan Iuran Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Peneriman Pensiun, serta Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 138/Menkes/PB/II/2009 dan Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Tarif Pelayanan Kesehatan bagi Peserta Askes dan Anggota Keluarganya di Puskesmas, Balai Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit Daerah. Penyediaan anggaran untuk pengembangan cakupan tunjangan kesehatan diluar cakupan pelayanan kesehatan yang disediakan asuransi kesehatan sebagaimana tersebut di atas

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai T.A.2012 | Bab 3 III - 25 tidak diperkenankan dianggarkan dalam APBD, kecuali ditentukan lain berdasarkan peraturan perundang-undangan.

5) Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Banggai di masing-masing

SKPD diperkenankan menerima tunjangan kinerja daerah sesuai ketentuan Peraturan Bupati Banggai.

6) Kredit belanja gaji yang mengalami perubahan karena adanya

ketentuan peraturan perundang-undangan agar segera dicatat dan disesuaikan menurut peruntukkannya.

b. Belanja Bunga

Bagi daerah yang belum memenuhi kewajiban pembayaran bunga pinjaman, baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang supaya dianggarkan pembayarannya dalam APBD tahun 2012.

c. Belanja Subsidi

Belanja Subsidi hanya diberikan kepada perusahaan/lembaga tertentu agar harga jual dari hasil produksinya terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya terbatas. Produk yang diberi subsidi merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hayat hidup orang banyak serta terlebih dahulu dilakukan pengkajian agar tepat sasaran dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

d. Belanja Hibah

1) Belanja Hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah

kepada pemerintah atau pemerintah daerah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukkannya dan diberikan secara selektif

dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,

rasionalitas serta ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.

2) Penganggaran Belanja Hibah harus dibatasi jumlahnya, mengingat

belanja bersifat bantuan yang tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus menerus. Penggunaan hibah harus sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam naskah perjanjian hibah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai T.A.2012 | Bab 3 III - 26

3) Hibah yang diberikan secara tidak mengikat/tidak secara terus

menerus diartikan bahwa pemberian hibah tersebut ada batas akhirnya tergantung pada kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan atas kegiatan tersebut dalam menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah.

4) Mekanisme penganggaran Belanja Hibah dari pemerintah daerah

kepada pemerintah, mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah dan bagi instansi penerima dana dalam pelaksanaan.

5) Belanja Hibah dari Pemerintah Daerah kepada Instansi Vertikal,

mekanisme penganggaran dan pemberiannya mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah, dan bagi instansi penerima

dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban memperhatikan

Peraturan Menteri Keuangan terkait hibah daerah.

6) Hibah dari pemerintah daerah dapat diberikan kepada pemerintah

daerah lainnya sepanjang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

7) Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran

daerah, penganggaran untuk hibah harus memperhatikan asas manfaat, keadilan dan kepatutan, mulai dari landasan pertimbangan

pemberian, penggunaan sampai pengawasannya. Penyediaan

anggaran untuk hibah harus dijabarkan dalam rincian obyek belanja sehingga jelas penerimanya serta tujuan dan sasaran penggunaannya.

8) Ketentuan lebih lanjut tentang hibah agar berpedoman pada

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2011 tentang Belanja Hibah dan Bantuan Sosial.

e. Belanja Bantuan Sosial

1) Dalam rangka menjalankan dan memelihara fungsi pemerintahan

daerah dibidang kemasyarakatan dan kesejahteraan pemerintah daerah dapat menganggarkan pemberian Bantuan Sosial kepada kelompok/anggota masyarakat.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai T.A.2012 | Bab 3 III - 27

2) Penganggaran untuk belanja Bantuan Sosial dimaksud harus dibatasi

jumlahnya dan diberikan secara selektif, tidak terus menerus, tidak mengikat serta memiliki kejelasan peruntukkan penggunaannya

dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Pemberian bantuan tersebut tidak wajib dan tidak harus diberikan setiap tahun anggaran.

3) Kebijakan anggaran untuk Bantuan Sosial harus mempertimbangkan

rasionalitas dan kriteria yang jelas dengan memperhatikan asas

manfaat, keadilan, kepatutan, transparan, akuntabilitas dan

kepentingan masyarakat luas.

4) Sistem dan prosedur penganggaran, pelaksanaan dan

pertanggungjawaban belanja Bantuan Sosial harus ditetapkan dalam peraturan kepala daerah.

f. Belanja Bagi Hasil

Penganggaran Dana Bagi Hasil yang bersumber dari pendapatan Provinsi Sulawesi Tengah kepada Kabupaten Banggai atau pendapatan Kabupaten Banggai kepada pemerintah desa atau pendapatan pemerintah daerah tertentu kepada pemerintah daerah lainnya pada APBD memperhitungkan rencana pendapatan pada tahun anggaran 2012, sedang pelampuan target tahun 2011 yang belum direalisasikan kepada pemerintah daerah dan menjadi hak Pemerintah Kabupaten Banggai atau pemerintah desa ditampung dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2012.

g. Belanja Bantuan Keuangan

1) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atau Pemerintah Kabupaten

Banggai dapat menganggarkan Bantuan keuangan kepada pemerintah daerah lainnya dan kepada desa yang didasarkan pada pertimbangan untuk mengatasi kesenjangan fiskal, membantu pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang tidak tersedia alokasi dananya. Pemberian Bantuan Keuangan dapat bersifat umum dan khusus.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai T.A.2012 | Bab 3 III - 28

2) Bantuan Keuangan kepada partai politik dianggarakan pada jenis

belanja bantuan keuangan, objek belanja nama partai politik penerima bantuan keuangan. Besaran penganggaran, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Bantuan Keuangan kepada partai politik berpedoman pada peraturan perundang-undangan dibidang bantuan keuangan kepada partai politik.

3) Pemerintah Kabupaten Banggai menganggarkan Bantuan Keuangan

kepada pemerintah desa paling sedikit 10% dari dana perimbangan yang diterimanya. Pembagian untuk setiap desa ditetapkan secara proporsional dengan keputusan kepala daerah. Bantuan keuangan ini merupakan Alokasi Dana Desa sesuai pasal 68 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa. Selain itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banggai dapat memberikan bantuan keuangan lainnya kepada pemerintah desa dalam rangka percepatan pembangunan desa sesuai kemampuan keuangan daerah.

4) Sistem dan prosedur penganggaran, pelaksanaan dan

pertanggungjawaban Belanja Bantuan Keuangan ditetapkan dalam peraturan kepala daerah.

h. Belanja Tidak Terduga

Penetapan anggaran Belanja Tidak Terduga agar dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan realisasi Tahun Anggaran 2010 dan kemungkinan adanya kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak dapat diprediksi sebelumnya, diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah. Belanja Tidak Terduga merupakan belanja untuk mendanai kegiatan yang sifatnya tidak bisa atau tidak diharapkan terjadi berulang seperti kebutuhan tanggap darurat bencana, penanggulangan bencana alam dan bencana sosial, yang tidak tertampung dalam bentuk program dan kegiatan pada Tahun Anggaran 2012, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Banggai T.A.2012 | Bab 3 III - 29 Penggunaan Belanja Tidak Terduga untuk kepentingan tanggap darurat agar mempedomani Peraturan Bupati Banggai Nomor 06 Tahun 2011 tentang Tatacara Pemberian dan Pertanggungjawaban Belanja Tidak Terduga untuk tanggap Darurat.