• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN DIVIDEN

Dalam dokumen Annual Report 2012 PT Matahari 5142013b (Halaman 149-153)

and Two Years Between Two and Five Years Total

KEBIJAKAN DIVIDEN

Pengaruh posisi ekuitas negaif pada kemampuan Perseroan untuk membayar dividen

TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012

ability to pay dividends, in paricular interim dividends. As at 31 December 2012, the amount of the Company’s negaive equity was Rp1,931.5 billion. However, the Company has booked posiive proit balances in its 2011 and 2012 audited inancial statements.

The Company has been advised by its Indonesian counsel that its negaive equity situaion does not prohibit it from distribuing a inal dividend to its Shareholders so long as it has

pada kemampuan Perseroan dalam membayar dividen, terutama dividen interim. Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah ekuitas negaif Perseroan mencapai Rp1.931,5 miliar. Namun, Perseroan membukukan saldo laba posiif dalam laporan keuangan 2011 dan 2012 yang telah diaudit. Perusahaan telah mendapat saran dari konsultan bahwa kondisi ekuitas negaif idak melarang Perseroan untuk mendistribusikan dividen inal kepada pemegang saham selama

PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012

booked a posiive proit balance at the close of the relevant inancial year and it has set aside part of its posiive proit balance for its mandatory reserves unil the amount of its mandatory reserves reaches at least 20% of its total issued and paid up capital.

As at 31 December 2012, the amount of the Company’s prescribed mandatory reserves was only 1.9% of its total issued and paid up capital. In order for the Company to meet the 20% requirement, it will need to appropriate an addiional Rp105.4 billion from its unappropriated retained earnings. As at 31 December 2012, the Company’s unappropriated retained earnings was Rp1,242.6 billion. The Company intends to seek approval at its next annual general meeing of Shareholders (to be held at the latest in June 2013) to appropriate suicient retained earnings such that its mandatory reserves are increased to be at least 20% of its total issued and paid up capital. Upon such appropriaion, it will be legally permissible for a inal dividend to be declared and paid (subject to shareholder approval) in respect of the 2013 inancial year and subsequent inancial years assuming proits are available. The Company does not intend to declare a dividend in respect of the 2012 inancial year.

Any distribuion of inal dividends will reduce accumulated proits of the Company and prolong its situaion of negaive equity. In exercising their duty to act in the Company’s best interests, the Board of Directors will need to conirm that in its best judgment, ater making due enquiries, the payment of a inal dividend will not result in any material adverse efect to the Company’s inancial posiion.

The Company has been advised by its Indonesian counsel that it will not be able to distribute interim dividends so long as it remains in a situaion of negaive equity, as to do so would be contrary to the requirements of Aricle 72 of the Company Law as the Company’s net assets are less than the total amount of the Company’s issued and paid up capital plus mandatory reserves. The imeframe within which the negaive equity situaion may be reversed is dependent upon various factors

Perseroan membukukan saldo laba posiif di akhir tahun buku berjalan dan telah menyisihkan sebagian saldo laba posiif untuk cadangan wajib sampai jumlah cadangan wajib mencapai sekurang-kurangnya 20% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, jumlah cadangan wajib yang ditentukan Perseroan hanya 1,9% dari total modal ditempatkan dan disetor. Agar Perseroan memenuhi persyaratan 20%, maka akan dibutuhkan tambahan Rp105,4 miliar dari laba yang belum ditentukan penggunaannya. Pada tanggal 31 Desember 2012, jumlah laba bersih yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp1.242,6 miliar. Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan berikutnya (yang akan diselenggarakan paling lambat pada bulan Juni 2013) untuk menyisihkan saldo laba ditahan yang memadai sehingga cadangan wajib meningkat menjadi seidaknya 20% dari total modal ditempatkan dan disetor. Setelah penyesuaian tersebut, maka secara hukum Perseroan diperbolehkan mengumumkan dan membayar dividen inal (tergantung persetujuan pemegang saham) sehubungan dengan tahun buku 2013 dan tahun buku berikutnya dengan asumsi Perseroan memperoleh laba. Perseroan idak bermaksud untuk membagikan dividen pada tahun buku 2012.

Seiap pembagian dividen inal akan mengurangi laba Perseroan yang telah terakumulasi dan memperpanjang kondisi ekuitas negaif. Sejalan dengan tugas untuk berindak bagi kepeningan terbaik Perseroan, Direksi perlu mengkonirmasikan bahwa, dalam penilaian terbaiknya setelah melakukan pengkajian yang memadai, pembayaran dividen inal idak akan menghasilkan efek negaif yang material terhadap posisi keuangan Perseroan. Perseroan telah mendapat saran dari konsultan bahwa Perseroan idak akan mampu membagikan dividen interim selama Perseroan tetap dalam situasi ekuitas negaif, karena jika dilakukan akan bertentangan dengan ketentuan Pasal 72 Undang-Undang Perseroan Terbatas karena aset bersih Perseroan akan kurang dari jumlah total modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib. Kondisi di mana situasi ekuitas negaif dapat dibatalkan tergantung pada berbagai

PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012

Management do not believe the negaive equity posiion has any other material impact on its business or operaions.

Dividend payments

The Company did not make any dividend payments in 2010 and 2012.

In 2011, based on the net proits achieved in 2010 and a dividend pay-out raio of 21.6%, the Company paid dividends in the aggregate total amount of Rp135.0 billion at an equivalent of Rp46.25 per Share. Payment of these dividends was made in two stages – on 30 June 2011 and 15 September 2011. On 30 June 2011, the Company paid dividends amouning to Rp94.1 billion at Rp32.25 per Share. On 15 September 2011, the Company paid dividends amouning to Rp40.9 billion at Rp14.00 per Share.

Within the constraints of legal and regulatory requirements, the Company intends to establish a dividend rate that will provide its shareholders with a regular income stream, while allowing it to retain a substanial porion of its earnings for reinvestment into its business principally by way of capital expenditure and repayment of indebtedness.

The Company intends to declare a inal dividend of between 40% and 50% of net proits in respect of its 2013 inancial year, subject to approval at a general meeing of Shareholders based on a recommendaion from the Board of Directors. If approved, this dividend will be paid in 2014. The annual general meeing of Shareholders is expected to be held at the latest in June of each year. The Company expects the dividends in respect of its 2014 inancial year and subsequent years to be in a similar range. The Company does not intend to declare a dividend in respect of the 2012 inancial year.

Notwithstanding the Company’s intenions, there can be no assurance that the Company will pay dividends in respect of any inancial year. The decision of the Board of Directors to recommend a dividend payment is subject to a number of factors which include, among others, the Company’s net proits,

Manajemen meyakini bahwa posisi ekuitas negaif idak memiliki dampak material lain pada bisnis atau operasional Perseroan.

Pembayaran dividen

Perseroan idak melakukan pembayaran dividen pada tahun 2010 dan 2012.

Pada tahun 2011, berdasarkan laba bersih yang diperoleh pada tahun 2010 dan dividend pay-out raio sebesar 21,6%, Perseroan membayar dividen dalam jumlah total agregat sebesar Rp135,0 miliar atau Rp46,25 per saham. Pembayaran dividen dilakukan dalam dua tahap - pada tanggal 30 Juni 2011 dan 15 September 2011. Pada tanggal 30 Juni 2011, Perseroan membayar dividen sebesar Rp94,1 miliar atau Rp32,25 per saham. Pada tanggal 15 September 2011, Perseroan membayar dividen sebesar Rp40,9 miliar atau Rp14,00 per saham. Dalam batasan persyaratan hukum dan peraturan, Perseroan bermaksud untuk membuat batasan pembayaran dividen yang akan memberikan aliran penghasilan berkala bagi pemegang saham sekaligus memungkinkan Perseroan memperoleh sebagian besar labanya untuk berinvestasi kembali dalam usahanya terutama untuk keperluan belanja modal dan pembayaran hutang.

Perseroan bermaksud untuk menetapkan dividen inal dalam kisaran 40% hingga 50% dari laba bersih pada tahun buku 2013, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan rekomendasi dari Direksi. Jika disetujui, dividen ini akan dibayarkan pada tahun 2014. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan diharapkan terselenggara paling lambat pada bulan Juni seiap tahunnya. Perusahaan berharap dividen tahun buku 2014 dan tahun-tahun berikutnya berada di kisaran yang sama. Perusahaan idak berniat untuk membagikan dividen sehubungan dengan berakhirnya tahun buku 2012. Meskipun merupakan keinginan dari Perseroan, idak ada jaminan bahwa Perseroan akan membayarkan dividen sehubungan dengan tahun keuangan. Keputusan Direksi untuk merekomendasikan pembayaran dividen disebabkan oleh sejumlah faktor yang melipui, antara lain, laba bersih

PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012 STRENGTHS

Matahari is the largest and fastest growing department store operator in Indonesia. Based on Euromonitor esimates, Matahari had the highest retail value sales per square metre of retail space among department store operators in Indonesia in 2011. Matahari’s compeiive business model uniquely posiions it to take advantage of the growth opportuniies in the signiicantly under-penetrated Indonesian department store segment. Based on Euromonitor esimates, Indonesia’s

KEKUATAN

Matahari adalah operator department store yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Berdasarkan perkiraan Euromonitor, Matahari memiliki nilai penjualan ritel per meter persegi ruang ritel teringgi diantara operator

department store di Indonesia pada tahun 2011. Model bisnis Matahari yang kompeiif secara unik memposisikan Matahari untuk mengambil manfaat dari peluang pertumbuhan segmen

department store Indonesia yang signiikan namun belum

Dalam dokumen Annual Report 2012 PT Matahari 5142013b (Halaman 149-153)