Business Prospects
MENTARGETKAN SEGMEN PENDAPATAN MENENGAH YANG BESAR DAN TERuS BERTuMBuH:
Posisi pasar yang dominan di segmen pendapatan menengah yang besar dan terus bertumbuh di Indonesia
Operator department store di Indonesia dapat diklasiikasikan berdasarkan segmen konsumen target mereka. Misalnya, satu pemain melayani segmen pendapatan menengah ke bawah dan bawah sementara pemain lainnya menargetkan pelanggan kaya di kota-kota besar. Menurut Manajemen, Matahari adalah
TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012
Management believe that Matahari has built a deep understanding of the middle-income segment, and that its strength to successfully serve this segment lies in its ability to adapt its merchandise mix to diferent regional tastes, and to ofer a broad selecion of fashionable and quality merchandise at afordable prices supported by strong supplier relaionships built over a long period of ime. Based on this customer focus and understanding, Management believe that the Company is strategically well-posiioned relaive to compeitors to coninue to capitalise on the anicipated strong growth from consumer spending of Indonesia’s large and growing middle income segment.
Indonesia has the world’s fourth largest populaion, and has
Manajemen percaya bahwa Matahari telah membangun persepsi yang kuat di segmen menengah, dan kekuatan untuk melayani segmen ini dengan sukses terletak pada kemampuannya untuk mengadaptasikan kombinasi
merchandise untuk selera regional yang berbeda, dan
menawarkan ragam pilihan produk fashionable dan berkualitas dengan harga terjangkau didukung oleh hubungan pemasok yang kuat yang telah dibangun selama periode waktu yang panjang. Berdasarkan fokus dan pemahaman pelanggan, Manajemen berkeyakinan bahwa secara strategis, Matahari telah berada pada posisi yang baik dibandingkan dengan kompeitor untuk terus mengambil kesempatan dalam upaya menganisipasi pertumbuhan pengeluaran konsumen dari segmen penghasilan menengah Indonesia yang besar dan terus bertumbuh.
155
PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012per capita per month, Management esimate that the
Indonesian middle-income populaion (deined by Management as people with a consumer expenditure of between Rp0.7 million – 4.5 million per capita, per month) comprised 125 million people in 2010, or 52.4% of Indonesia’s total populaion.
Management also anicipate that persons in the Indonesian lower-income populaion segment (deined by Management as those with consumer expenditure of less than Rp0.7 million per capita per month), which comprised 106 million people in 2010, will coninue to shit into the middle-income segment. According to Euromonitor, Indonesian consumer expenditure is expected to grow at a CAGR of 5.3% between 2011 and 2016, relecing coninuing growth in purchasing power due to rising disposable income, economic growth and increasing urbanisaion. As people move into the middle-income segment and their disposable income increases, they aspire to purchase more branded products at afordable prices, which Management believe increases demand for the Company’s products. The Company targets consumers in the middle-income segment, and Management believe that the Company’s range of merchandise is tailored to appeal to the tastes of all members of a typical middle-income Indonesian family in a single store.
LARGEST NATIONWIDE STORE NETWORK SuPPORTED BY EFFICIENT LOGISTICS INFRASTRuCTuRE:
Largest naionwide store footprint and eicient logisics posiions Company to beneit from growth opportuniies across Indonesia
Matahari has the most extensive department store network in Indonesia with 116 stores in over 50 ciies across Indonesia, covering a total store space of approximately 750,000 square metres as at 31 March 2013.
Matahari’s naionwide store network is supported by an eicient infrastructure which consists of extensive distribuion and logisics capabiliies, including its own leet of vehicles, contract transporters, as well as freight forwarders to transport
pengeluaran konsumen per kapita per bulan, Manajemen memperkirakan bahwa penduduk berpendapatan menengah Indonesia (dideinisikan oleh Manajemen sebagai orang dengan pengeluaran konsumif antara Rp0,7 juta - Rp4,5 juta per kapita, per bulan) terdiri 125 juta jiwa pada tahun 2010, atau 52,4% dari total penduduk Indonesia.
Manajemen juga memperkirakan bahwa masyarakat di segmen berpenghasilan rendah Indonesia (dideinisikan oleh Manajemen sebagai mereka dengan pengeluaran konsumif kurang dari Rp0,7 juta per kapita per bulan), yang terdiri dari 106 juta jiwa pada tahun 2010, akan terus bergeser arah segmen berpenghasilan menengah. Menurut Euromonitor, pengeluaran konsumen di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 5,3% antara tahun 2011 dan 2016, yang mencerminkan pertumbuhan daya beli yang terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya pendapatan disposabel, pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya urbanisasi.
Masyarakat yang karena peningkatan pendapatannya pindah ke segmen menengah, diyakini berkeinginan untuk lebih banyak berbelanja produk bermerek dengan harga terjangkau, yang akan meningkatkan permintaan untuk produk-produk Matahari. Matahari menargetkan konsumen di segmen menengah, dan Manajemen meyakini bahwa pilihan produk yang sangat beragam di gerai mampu menarik minat seiap anggota keluarga kalangan menengah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan belanja fashion-nya di dalam satu gerai.
JARINGAN GERAI TERBESAR DI INDONESIA DIDuKuNG OLEH INFRASTRuKTuR LOGISTIK YANG EFISIEN:
Jejak jaringan gerai terbesar di Indonesia dan logisik yang eisien memposisikan Perseroan untuk mendapatkan keuntungan dari peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia Matahari memiliki jaringan departmentstore terluas di Indonesia dengan 116 gerai di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia, melipui ruang gerai total sekitar 750.000 meter persegi pada tanggal 31 Maret 2013.
Jaringan gerai nasional Matahari didukung oleh infrastruktur yang eisien yang terdiri dari distribusi yang luas dan kemampuan logisik, termasuk armada kendaraan sendiri, trasnporter kontrak, serta ekspedisi kargo untuk mengangkut
PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012
As at 31 December 2012, the eiciency of its logisics operaions is recognised by approximately 180 consignment vendors who use the Company’s services to transport their own merchandise and pay the Company a service fee, thereby reducing the Company’s net distribuion cost. Management believe that the Company’s logisics operaions, which are highly complex within the expansive Indonesian archipelago, are a key compeiive advantage for the Company which would be diicult for smaller compeitors and new entrants to replicate over the medium term.
The Company’s geographically diversiied network, supported by a logisics infrastructure with short lead imes, enables it to supply its merchandise naionwide in a cost-efecive manner. This provides Matahari with the lexibility to consider a wide range of suitable sites and to capture growth in metropolitan areas, as well as through further penetraion into large middleweight ciies and mid-sized middleweight ciies across Indonesia.
HIGHLY SCALABLE BuSINESS MODEL FOR RAPID GROWTH:
Proven business model and operaing experise have led to consistent proitability across store base, and enables the Company to expand rapidly and proitably
The Company operates an eicient and compeiive business model with growing revenue from new store openings, sales growth from exising stores, and expanding margins driven by cost control iniiaives and producivity enhancements. The Company has grown its Adjusted EBITDA margins from 16.0% in 2011 to 16.7% in 2012. The Company’s proven business model and operaing experise have led to a track record of operaing proitable stores across its whole range of store sizes and geographic locaions in Indonesia.
Management believe that the Company’s strong Matahari department store brand, scale and market leading posiion make it one of the anchor tenants of choice for real estate
Pada tanggal 31 Desember 2012, eisiensi operasi logisik diakui oleh sekitar 180 pemasok konsinyasi yang menggunakan jasa Matahari untuk mengangkut produk dagangan mereka sendiri dan membayar biaya layanan, sehingga mengurangi biaya distribusi bersih Matahari. Manajemen percaya bahwa operasi logisik Matahari, yang sangat kompleks di kepulauan Indonesia yang luas, merupakan kunci keunggulan kompeiif bagi Matahari yang akan menyulitkan pesaing yang lebih kecil dan pendatang baru untuk mereplikasi dalam jangka menengah.
Jaringan diversiikasi geograis Matahari didukung oleh infrastruktur logisik dengan waktu proses yang pendek, memungkinkan untuk memasok produk dagangan secara nasional dengan cara yang hemat biaya. Hal ini akan memberikan leksibilitas bagi Matahari untuk memperimbangkan berbagai lokasi yang sesuai untuk
menangkap pertumbuhan di wilayah metropolitan, serta melalui penetrasi lebih jauh ke kota-kota besar - menengah serta kota menengah di seluruh Indonesia.
MODEL BISNIS YANG SANGAT TERuKuR uNTuK PERTuMBuHAN YANG PESAT:
Model bisnis terbuki dan keahlian operasional telah menyebabkan proitabilitas konsisten di seluruh basis gerai, dan memungkinkan Perseroan untuk berkembang pesat dan menguntungkan.
Matahari mengoperasikan model bisnis yang eisien dan kompeiif dengan pertumbuhan pendapatan dari pembukaan gerai baru, pertumbuhan penjualan dari gerai yang ada, dan memperluas marjin yang didorong oleh inisiaif pengendalian biaya dan peningkatan produkivitas. Matahari telah
meningkatkan marjin EBITDA yang Disesuaikan dari 16,0% pada tahun 2011 menjadi 16,7% pada tahun 2012. Model bisnis dan beban usaha yang sudah terbuki menunjukkan rekam jejak dari gerai yang menguntungkan di berbagai daerah di Indonesia Manajemen yakin bahwa merek Matahari Department Store yang kuat, skala dan posisi pasar terdepan menjadikan Matahari sebagai salah satu penarik minat pilihan para pengembang
PT MA TAHARI DEP AR TMENT S TORE Tbk • Lapor an T ahunan - Annual R eport • 2012
acively engages with developers to track site opportuniies. This dedicated team enables the Company to secure prime locaions with developers, usually based on long-term leases as anchor tenants on favourable terms. The Company’s “lease-only” strategy reduces investments in ixed assets, whilst the Company’s experience in rolling out the Matahari department store concept limits it-out ime and capital expenditure requirements, resuling in a high degree of speed in bringing stores to market and a fast payback on investment.
In addiion, The Company has established a management informaion system, a naionwide disaster recovery centre and sophisicated merchandise, accouning and warehouse management systems which are scalable to support signiicant further expansion of the Company’s business.
These strategies have increased the Company’s operaing leverage and have resulted in a high degree of cash conversion and return on assets, enabling the Company to coninue to expand rapidly and proitably. The Company has outgrown other department store operators in Indonesia in terms of number of store openings, opening more stores between 2009 and 2011 than any of its compeitors, according to Euromonitor.
Having opened ive stores in 2009, seven stores in 2010, nine stores in 2011 and 13 stores in 2012, Management expects to coninue its trend of store expansion by opening an addiional 15 stores in 2013.
CuSTOMER DRIVEN MERCHANDISE MIX:
Matahari tailors its merchandise mix to customer preferences on a store-by-store basis
The Company’s strategy is to provide its customers with good value, by ofering a large selecion of fashionable and quality merchandise at afordable prices. The Company tailors its
berdedikasi secara akif terlibat dengan pengembang untuk melacak peluang dari lokasi. Tim ini memungkinkan Matahari untuk mengamankan lokasi utama dengan pengembang, biasanya didasarkan pada sewa jangka panjang sebagai anchor tenant yang menguntungkan. Strategi “Hanya sewa” adalah strategi Matahari untuk mengurangi investasi dalam akiva tetap, sementara pengalaman Matahari dalam meluncurkan konsep Matahari Department Store yang membatasi waktu pembangunan dan kebutuhan belanja modal menghasilkan kecepatan ingkat inggi dalam membawa gerai ke pasar dan pengembalian investasi yang cepat.
Selain itu, Matahari telah membentuk sistem informasi manajemen, pusat pemulihan bencana berskala nasional dan sistem manajemen canggih untuk merchandise, akuntansi dan gudang yang terukur untuk mendukung perluasan usaha yang signiikan dari bisnis Matahari.
Strategi ini telah meningkatkan operaing leverage Matahari dan telah mengakibatkan ingkat konversi kas dan return on asset yang inggi, sehingga memungkinkan Matahari untuk terus berkembang pesat dan menguntungkan. Menurut Euromonitor, Matahari yang telah melampaui operator department store
lain di Indonesia dalam hal jumlah pembukaan gerai, membuka lebih banyak gerai lagi antara tahun 2009 hingga 2011 daripada pesaingnya.
Setelah membuka lima gerai pada tahun 2009, tujuh gerai pada tahun 2010, sembilan gerai pada tahun 2011 dan 13 gerai pada tahun 2012, Manajemen berharap untuk melanjutkan tren ekspansi dengan membuka gerai tambahan 15 gerai pada tahun 2013.
KOMBINASI MERCHANDISE YANG DIDORONG OLEH