TINJAUAN KASUS
IV. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA 1. Pemberian antikonvulsan MgSO4
2. Infus/ resusitasi cairan
3. Kolaborasi dengan dr SpOG V. INTERVENSI
Tanggal : 14 Mei 2014 Jam : 09.45 WIB
DX : G1 P00000 UK 39 minggu Inpartu Kala 1 Aktif dengan Pre
Eklampsia Berat. Janin : Tunggal / Hidup / Intra Uterin / Presentasi Kepala / Letak Membujur / Keadaan Umum Janin baik
Tujuan : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan diharapkan Pre eklampsia dapat ditangani, persalinan berjalan dengan cepat sehingga kondisi ibu baik dan bayi lahir sehat.
73
Kriteria Hasil :
9. Keadaan umum : baik 10. TTV :
e. Tekanan darah menurun minimal sampai dengan 130/ 80 mmHg.
f. Nadi dalam batas normal (60-90 x/menit)
g. Pernapasan dalam batas normal (16-22 x/menit) h. Suhu 36,5-37,5
11. Edema pada kaki berkurang. 12. Proteinuria (-)
13. Lama kala 2 ≤ 1 jam
14. Lama kala 3 ≤ 30 menit
15. DJJ dalam batas normal (140-160 x/menit) 16. Persalinan berjalan lancar dengan tindakan Intervensi
13. Berikan informasi kepada pasien tentang hasil pemeriksaan. R/ Pasien mengerti kondisi kesehatannya.
14. Beri pasien makan dan minum sesuai dengan kebutuhan.
R/ Asupan nutrisi dan cairan yang cukup dapat membantu ibu dalam proses persalinan yaitu menambah kekuatan ibu dalam proses meneran.
15. Lakukan aff dower cateter yang terpasang pada ibu
R/ adanya dower cateter pada fase aktif dapat mengganggu proses persalinan
74
16. Anjurkan ibu untuk tidak menahan rasa ingin buang air kecil.
R/ kandung kemih yang penuh dapat mengganggu penurunan kepala bayi dan menambah rasa nyeri pada perut bawah.
17. Observasi tekanan darah setiap 2 jam R/ Deteksi dini komplikasi ibu
18. Observasi suhu setiap 2 jam, nadi, DJJ dan kontraksi setiap 30 menit R/ Memantau keadaan umum ibu dan kemajuan persalinan
19. Lakukan pemeriksaan dalam setiap 4 jam
R/ memantau perkembangan kemajuan persalinan
20. Anjurkan ibu untuk tidak meneran sebelum pembukaan lengkap dan kepala janin terlihat didepan jalan lahir
R/ mengejan involunter tidak boleh dianjurkan sampai bagian presentasi muncul di perineum. Mengejan aktif dikontraindikasikan, sebab tindakan ini mencakup menahan nafas yang lama dan terarah serta mendorong yang akan mengubah frekuensi denyut jantung.
21. Anjurkan ibu untuk tidur miring kiri dan tidak tidur dengan posisi terlentang R/ posisi terlentang dapat menekan aorta disertai mengurangi aliran darah menuju uterus dan ekstremitas bawah. Posisi ini juga memperpanjang kala 2, menyebabkan penurunan kadar oksitosin di dalam sirkulasi, menurunkan frekuensi dan kekuatan kontraksi, serta dapat menyebabkan abnormalitas JJ. 22. Lanjutkan hasil kolaborasi dengan dokter SpOG yaitu :
a. Berikan MgSO4 dan observasi tanda-tanda intoksikasi
R/ Upaya pencegahan komplikasi preeclampsia berat dan deteksi dini intoksikasi pemberian MgSO4
75
b. Lakukan induksi persalinan dan observasi kemajuan persalinan
R/ Salah satu efek pemberian MgSO4 yaitu menurunkan iritabilitas neuromuskular sehingga resiko terjadi perdarahan. Selanjutnya diberikan oksitosin supaya merangsang uterus berkontraksi. Dan dilakukan pemantauan atas pemberian oksitosin sebagai upaya deteksi dini komplikasi.
23. Observasi intake dan output
R/ dengan memonitor intake dan output diharapkan dapat diketahui adanya keseimbangan cairan
24. Anjurkan ibu untuk diit tinggi protein dan rendah garam
R/ protein membantu pertumbuhan jaringan tubuh. Pembatasan konsumsi garam dapat mencegah bertambahnya retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah.
25. Atur posisi ibu head up
R/ posisi head up dapat melancarkan pembuluh darah ke seluruh tubuh sehingga tekanan intrakranial menurun
26. Ajarkan ibu tehnik distraksi dan relaksasi R/ Upaya mengurangi rasa nyeri
76
VI. IMPLEMENTASI
Tangaal : 14 Mei 2014 Jam : 10.00 WIB
Jam Implementasi Hasil
10.00 WIB
Memberikan informasi kepada pasien tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu saat ini mengalami pre-eklampsia berat atau keracunan kehamilan, setelah dilakukan pemeriksaan dalam pembukaan masih 8 cm dan ibu tidak boleh mengejan terlebih dahulu.
Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
10.03 Mengatur posisi ibu head up dengan mengatur tempat tidur ibu sehingga ibu dalam posisi 30°.
Ibu bersedia, posisi ibu head up 30°.
10.05 WIB
Melakukan aff dower cateter yang terpasang pada ibu. DC sudah dilepas, produksi urine ± 300 cc, dibuang. 10.06 WIB
Membantu ibu minum Ibu minum ± ½ botol
sedang air mineral 10.07
WIB
Menganjurkan ibu untuk tidak menahan rasa ingin buang air kecil karena kandung kemih yang penuh dapat mengganggu penurunan kepala bayi dan menambah rasa nyeri pada perut bawah.
Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan.
77
10.11 WIB
Membantu ibu buang air kecil dengan menggunakan pispot
Ibu mampu BAK, produksi urine ± 100 cc 10.12 WIB 10.13 WIB 10.15 WIB
Melakukan hasil kolaborasi dengan dr SpOG yaitu :
1. Melanjutkan observasi tetesan drip oksitosin 28 TPM maintenance
2. Memantau tanda-tanda intoksikasi pemberian MgSO4 yaitu pernapasan, produksi urin, dan reflek patela
3. Melanjutkan pemberian MgSO4 40% 10 cc di bokong kanan Infus lancar RR : 22 x/menit, produksi Urine : 400 cc, reflek patella +/+ Injeksi masuk 10.30 WIB
Mengobservasi nadi, DJJ dan kontraksi. Nadi : 88 x/menit DJJ :134 x/menit
Kontraksi 4x10’.30”,
selanjutnya terlampir pada partograf
10.40 Mengobservasi intake dan output cairan ibu. Intake :
RL + oxy : 500,5 cc MgSO4 : 50 cc Cefo 2 gr : 10 cc Minum : ± 1050 cc TOTAL intake 1610,5
78
Output :
Urine : 1600 cc 10.49
WIB
Menganjurkan ibu untuk tidak meneran sebelum pembukaan lengkap dan kepala janin terlihat didepan jalan lahir karena apabila ibu mengejan, hal tersebut akan meningkatkan tekanan darah ibu dan bisa berakibat kejang.
Ibu mengangguk
tanda mengerti.
10.50 WIB
Menganjurkan ibu untuk miring kiri dan tidak tidur dengan posisi terlentang karena dengan posisi terlentang peredaran oksigen ke janin dapat berkurang sehingga janin mengalami gangguan pernapasan.
Ibu bersedia tidak terlentang dan miring kiri.
10.52 WIB
Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, telur 1 butir setiap hari, dan menghindari makanan yang tinggi garam.
Serta mengurangi makanan yang tinggi lemak seperti sarden,dan goreng-gorengan. Lebih memperbanyak makan sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, pepaya, dan lain sebagainya untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
79
10.55 WIB
Menganjurkan ibu untuk menarik nafas panjang dari hidung dan mengeluarkan lewat mulut setiap ada kontraksi untuk mengurangi rasa nyeri.
Ibu menarik nafas panjang saat ada kontraksi.
11.00 WIB
Melakukan injeksi cefotaxime 1 gram/IV Injeksi masuk.
11.30 WIB
Mengobservasi suhu. Suhu 36,5 ,
selanjutnya terlampir pada partograf.
11.35 WIB
Mengobservasi tekanan darah. TD 170/100 mmHg,
hasil selanjutnya
terlampir pada
80
VII. EVALUASI
Tanggal : 14 Mei 2014 Jam : 12.15 WIB
S : Ibu mengatakan ingin meneran
O :
1. Pemeriksaan umum a. Keadaan umum : cukup
b. Kesadaran : compos mentis
c. TTV : TD : 150/80 mmHg N : 84 x/menit S : 36,4 °C Rr : 22 x/menit 2. Pemeriksaan fisik a. Abdomen :
Auskultasi : DJJ 140 x/menit di sebelah kiri perut ibu bawah pusat.
His : 4x10’.40”
Tidak ada tanda bandle b. Genetalia
Inspeksi : Vulva tidak edema, blood slym semakin banyak. c. Ekstrimitas
Atas : Inspeksi : terpasang infus RL drip oxytocin ½ ampul 28 TPM maintenance di tangan kanan
81
3. Pemeriksaan Dalam
v/v : blood slym semakin banyak
porsio : lunak
effacement : 100%
Ø : 10 cm
Ketuban : negatif Bagian terdahulu : kepala janin
Denominator : UUK arah jam 12
Hodge : III
Moulage : tidak ada
Bagian kecil disekitar bagian terdahulu : tidak ada
A : G1 P00000 UK 39 minggu Inpartu Kala II dengan Pre-eklampsia Berat. Janin : Tunggal / Hidup / Intra Uterin / Presentasi Kepala / Letak Membujur / Keadaan Umum Janin baik
P :
1. Berikan informasi kepada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap 2. Ajarkan ibu tehnik meneran yang benar
3. Atur posisi ibu dengan nyaman 4. Siapkan alat, obat dan diri 5. Lakukan pertolongan persalinan
82
Pertolongan persalinan dengan vakum ekstraksi
Tanggal/ Jam Mekanisme persalinan 14 Mei 2014/ 12.05 WIB 12.06 12.07 12.07 12.08 12.09 12.10
1. Melihat tanda gejala kala II
a. Ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran b. Ibu merasa adanya tekanan pada anus
c. Perineum menonjol
d. Vulva dan anus membuka
2. Memastikan kelengkapan alat, bahan dan obat-obatan esensial pertolongan persalinan dan penatalaksanaan komplikasi ibu dan BBL.
3. Memakai celemek plastik.
4. Memastikan lengan/tangan tidak memakai perhiasan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue/ handuk pribadi yang bersih dan kering. 5. Memakai sarung tangan DTT pada tangan kanan yang akan
dipergunakan untuk pemeriksaan dalam.
6. Memasukkan oksitosin ke dalam tabung suntik (gunakan tangan yang memakai sarung tangan DTT dan steril (pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat suntik).
7. Membersihkan vulva dan perineum menyekanya dengan hati-hati dari depan ke belakang dengan menggunakan kapas/kasa yang
83 12.11 12.12 12.13 12.14 12.15 12.17 12.18 12.20 12.45 12.45
dibasahi air DTT ganti sarung tangan jika terkontaminasi.
8. Melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan dan selaput ketuban sudah pecah.
9. Mendekontaminasi sarung tangan dengan mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan kedalam larutan kloriln 0,5%, membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam nlarutan klorin 0,5% selama 10 menit. Cuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.
10. Memeriksa DJJ setelah kontraksi atau saat relaksasi uterus selesai pastikan DJJ dalam batas normal 120-160x/menit.
11. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik,dan bantu ibu untuk dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuai keinginannya.
12. Melakukan bimbingan meneran saat ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran.
13. Meletakkan handuk bersih untuk mengeringkan bayi pada perut ibu jika kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5-6 cm 14. Membuka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan
alat
15. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan
Setelah dipimpin ± 30 menit tidak ada kemajuan. Kolaborasi dengan dr SpOG a/p siapkan vakum ekstraksi atas indikasi PEB.
84 12.46 12.47 12.47 12.47 12.48 12.48 12.50 12.51 12.52 1) Vakum 2) Mangkuk (Cup)
3) Karet penghubung antara mangkuk dan suction vakum
17. Membantu melakukan persetujuan tindakan medis (informed consent) pada ibu
18. Membantu dr SpOG melakukan tindakan vakum ekstraksi
r. Mangkok vakum dimasukkan melalui introitus vagina secara miring dan pasang pada kepala bayi dengan titik tengah mangkok pada sutura sagitalis ± 1 cm anterior dari ubun-ubun kecil.
s. Dilakukan episiotomi.
t. Dipastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepitt. u. Pompa hingga tekanan skala 10 (silastik) atau negatif – 0,2
kg/cm² (Malmstrom), dan periksa aplikasi mangkok (asisten menurunkan tekanan secara bertahap setelah diinstruksikan oleh dokter).
v. Setelah 2 menit tekanan dinaikkan hingga skala 60 (silastik) atau negatif – 0,6 kg/cm² (Malmstrom), mangkok diperiksa kembali, tunggu 2 menit lagi.
w. Diperiksa adakah jaringan vagina yang terjepit, jika ada turunkan tekanan dan lepaskan jaringan yang terjepit tersebut. (tidak ada jaringan yang terjepit, tekanan tidak diturunkan) x. Setelah mencapai tekanan negatif yang maksimal, dilakukan
85 12.52 12.55 12.58 12.58 12.59 12.59 mangkok.
y. Tarikan dilakukan pada puncak his (dengan mengikuti sumbu jalan lahir. Pada saat penarikan (pada puncak his) minta pasien meneran. Posisi tangan : tangan luar menarik pengait, ibu jari tangan dalam pada mangkok, telunjuk dan jari tengah pada kulit kepala bayi.
z. Tarikan diulangi sampai 3 kali
aa. Setelah kepala bayi lahir diperiksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi
bb. Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan
cc. Setelah kepala janin menghadap paha ibu tempatkan kedua telapak tangan biparietal kepala janin. Anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi dengan lembut gerakan kepala ke arah bawah dan distal hingga bahu depan muncul di bawah arcus
pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk
melahirkan bahu belakang.
dd. Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah kearah
Perineum ibu untuk menyangga kepala, lengan dan siku
sebelah bawah gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.
86
13.00
13.00
13.00
13.05
ee. Setelah tubuh dan lengan lahir penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung, bokong, tungkai dan kaki. Pegang kedua mata kaki (masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki dengan ibu jari dan jari-jari lainnya). ff. Setelah seluruh badan bayi lahir pegang bayi bertumpuh pada
lengan kanan sedemikian rupa hingga bayi mengahadap kearah penolong. Nilai bayi sepintas.
Catatan Perkembangan kala III
S : Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas O : 1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : compos mentis
3) Bayi lahir tanggal 14 Mei 2014 pukul 13.00 WIB, jenis kelamin perempuan, BB 3640 gram, PB 52 cm, A-S 6-7
4) Abdomen : TFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik 5) Genetalia : Terdapat pengeluaran darah secara tiba-tiba,
tampak tali pusat menjulur di depan Vulva dan bertambah panjang, terdapat luka episiotomi derajat IV
A : Ny “S” P10001 dengan inpartu kala III
P :
Melakukan MAK III yaitu memberikan suntikan oksitosin setelah bayi lahir, melakukan penegangan tali pusat terkendali dan massase uterus
87 13.15 13.17 13.20 13.42 13.44
H/ Plasenta lahir spontan pukul 13.15 WIB
Mengecek kelengkapan plasenta (plasenta lengkap)
H/ plasenta lengkap jumlah kotiledon 20, panjang tali pusat ±50 cm, selaput ketuban utuh
Mengecek laserasi jalan lahir
H/ terdapat luka episiotomi derajat IV Menjahit perineum
H/ luka episiotomi dijahit jelujur
Mengestimasi jumlah darah yang keluar H/ perdarahan±250 cc
Mendekontaminasi alat dan tempat
H/ Alat dan tempat sudah didekontaminasi
Catatan Perkembangan kala IV
S : Ibu mengatakan lega ari-arinya sudah keluar
O : 1) Plasenta lahir lengkap / inctact spontan pukul 13.15 WIB, jumlah kotiledon 20, panjang tali pusat ±50 cm, selaput ketuban utuh
2) Abdomen
TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus bulat dan keras, kandung kemih kosong
3)Genetalia
Terdapat luka bekas jahitan perineum
88 13.45 13.50 14.00 15.30 P :
Mengobservasi 2 jam PP sesuai partograf. H/ hasil terlampir di partograf
Memberikan ibu makan dan minum yang disediakan rumah sakit H/ Ibu menghabiskan 1 porsi menu yang disediakan rumah sakit Mengajarkan ibu massase fundus uteri
H/ Ibu dapat melakukan massase sendiri
Catatan perkembangan pasca 2 jam post partum
S : Ibu mengatakan merasa lebih tenang dan senang dengan kelahiran bayinya O : 1) TTV : TD : 180/90 mmHg N : 78 x/menit S : 36,5 RR: 20 x/menit 2) Payudara : kolostrum +/+
3) Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong
3) Genetalia : Lochearubra ± 50 cc
A : Ny “S” P10001 dengan post partum hari ke-0 P :
Memberikan motivasi pada ibu bahwa bayi dirawat di ruang perinatologi.
89
15.40
16.00
Menganjurkan ibu untuk meneteki bayinya di ruang perinatologi apabila ibu sudah di pindah ke ruang nifas dan ibu sudah bisa melakukan aktifitas sendiri seperti berjalan,duduk, dan lain sebagainya.
H/ Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan Memindahkan pasien ke ruang nifas.
H/ Ibu sudah dipindahkan ke ruang nifas pukul 16.00 WIB
Catatan Perkembangan Post partum Hari ke-1
Tanggal : 15 Mei 2014 Jam : 07.00 WIB
S : Ibu mengatakan nyeri bekas luka jahitan, pusing sudah berkurang dan
masih mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari jalan lahir
O : 1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : compos mentis
c. TTV : TD : 120/80 mmHg
90
S : 36,5
RR : 20 x/menit
2. Pemeriksaan fisik
a. Payudara : ASI lancar +/+
b. Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, uterus teraba keras,
kandung kemih kosong, diatesis rekti 1 cm c. Genetalia : Lochearubra ± 10 cc, terdapat luka jahitan pada
Perineum
d. Ekstremitas : terpasang infus RL 250 cc 20 TPM di tangan kanan, edema kaki kanan dan kiri berkurang, homan sign (-)
A : P10001 post partum hari ke1
P : 07.40 Memberikan makan yang disediakan rumah sakit pada ibu H/ Ibu memakan makanan yang disediakan rumah sakit
07.50 Memberikan ibu obat oral amoxicillin 500 mg (1 tablet) dan asam mefenamat 500 mg (1 tablet)
H/ Ibu meminum obat yang diberikan 08.00 Mengajarkan ibu senam nifas
H/ Ibu mengikuti gerakan yang diajarkan
08.30 Memberikan KIE kepada ibu tentang cara menjaga kebersihan diri yaitu dengan menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan kering selalu mengganti celana dalam setiap kali basah atau setelah BAK/BAB, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang daerah kewanitaan.
91
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
09.15 Menganjurkan ibu untuk meneteki bayinya ke ruang perinatologi H/ Ibu bersedia ke ruang perinatologi
10.00 Memberikan KIE kepada ibu tentang makanan yang bergizi bagi ibu menyusui dengan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi sayur-sayuran, lauk pauk, terutama yang tinggi protein seperti telur rebus 2-3 butir dalam sehari supaya ASI lancar dan luka jahitan cepat sembuh.
H/ Ibu dapat mengulangi penjelasan yang diberikan
10.15 Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 3 hari di puskesmas terdekat
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan a. Melepas infus pada ibu
H/ Infus terlepas
14.05 Mengingatkan ibu untuk rutin meminum obat yang diberikan H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
14.15 Menjelaskan pada ibu bahwa akan dikunjungi ulang ke rumah untuk pemeriksaan masa nifas selanjutnya
H/ Ibu bersedia
14.30 Membantu ibu persiapan untuk pulang H/ Ibu KRS pukul 14.45 WIB
92
Catatan Perkembangan Post partum Hari ke-2
Tanggal : 16 Mei 2014 Jam : 10.00 WIB
S : Ibu mengatakan nyeri bekas luka jahitan sudah berkurang, tidak pusing
dan masih mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari jalan lahir
O : 1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : compos mentis
c. TTV : TD : 120/80 mmHg
N : 82 x/menit
S : 36,5
RR : 20 x/menit
3. Pemeriksaan fisik
a. Payudara : ASI lancar +/+
b. Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, uterus teraba keras,
kandung kemih kosong, diatesis rekti 1 cm c. Genetalia : Lochearubra ± 25 cc, terdapat luka jahitan pada
93
d. Ekstremitas : edema pada kaki kanan dan kiri berkurang, homan sign (-)
A : P10001 post partum hari ke2
P : 10.00 Memberikan KIE pada ibu tentang ASI ekslusif selama 6 bulan pada bayinya tanpa diberikan makanan atau minuman pendamping ASI apapun
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan 10.15 Memberikan KIE pada ibu tentang perawatan payudara
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
10.45 Mengingatkan ibu untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan kering selalu mengganti celana dalam setiap kali basah atau setelah BAK/BAB, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang daerah kewanitaan
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
10.50 Mengingatkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi
dan tinggi protein seperti telur rebus 2-3 butir dalam sehari supaya ASI lancar dan luka jahitan cepat sembuh.
H/ Ibu dapat mengulangi penjelasan yang diberikan
11.00 Memberikan KIE tentang tanda bahaya masa nifas pada ibu yaitu antara lain pada luka jahitan terdapat bengkak, nanah, perubahan warna, darah yang keluar dari jalan lahir berbau dan bercampur
94
nanah, tidak bisa beraktivitas karena nyeri, suhu badan panas, ibu gelisah sampai koma.
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
11.15 Mengingatkan ibu untuk kontrol ulang 3 hari di puskesmas terdekat
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
11.20 Mengingatkan ibu untuk rutin meminum obat yang diberikan H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
95
Catatan Perkembangan Post partum Hari ke-3
Tanggal : 17 Mei 2014 Jam : 10.00 WIB
S : Ibu mengatakan nyeri bekas luka jahitan sudah berkurang, tidak pusing
dan masih mengeluarkan darah sedikit-sedikit dari jalan lahir
O : 1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : compos mentis
c. TTV : TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/menit
S : 36,5
RR : 20 x/menit
e. Pemeriksaan fisik
a. Payudara : ASI lancar +/+
b. Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, uterus teraba keras,
kandung kemih kosong, diatesis rekti 1 cm c. Genetalia : Lochearubra ± 25 cc, terdapat luka jahitan pada
96
d. Ekstremitas : tidak edema, homan sign (-) A : P10001 post partum hari ke3
P : 10.00 Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pada bayinya tanpa diberikan makanan atau minuman pendamping ASI apapun
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
10.15 Mengingatkan ibu untuk rajin melakukan perawatan payudara H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
10.45 Mengingatkan ibu untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan menjaga daerah kewanitaan tetap bersih dan kering selalu mengganti celana dalam setiap kali basah atau setelah BAK/BAB, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memegang daerah kewanitaan
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
10.50 Mengingatkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi
dan tinggi protein seperti telur rebus 2-3 butir dalam sehari supaya ASI lancar dan luka jahitan cepat sembuh.
H/ Ibu dapat mengulangi penjelasan yang diberikan
11.15 Mengingatkan ibu untuk kontrol ulang hari ini di puskesmas terdekat
H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
11.20 Mengingatkan ibu untuk rutin meminum obat yang diberikan H/ Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
98
BAB 4
PEMBAHASAN
Pembahasan merupakan bagian yang berisi tentang kesenjangan antara
teori dengan asuhan yang diterapkan pada Ny “S” G1P0000 UK 39 minggu Inpartu
kala 1 Fase Aktif dengan Pre-eklampsia Berat. Janin : Tunggal/ Hidup/ Intra Uteri/ Presentasi Kepala/ Letak Membujur / Keadaan Umum Janin Baik. Penulis menggunakan manajemen kebidanan dengan tujuh langkah dari Varney. Kesenjangan yang ditemukan oleh penulis terdapat dalam pengkajian, diagnosa dan masalah potensial, serta implementasi asuhan kebidanan.
A. Pengkajian
Ny “S” merupakan ibu hamil yang menderita pre-eklampsia berat dan berusia 25 tahun. Menurut studi ATE (2008) dalam Chapman dan Charles (2013) usia ibu >35 tahun memperparah risiko pre-eklampsia. Meskipun kehamilan terjadi pada usia reproduktif tidak menutup kemungkinan ibu hamil tersebut mengalami komplikasi kehamilan seperti pre-eklampsia berat jika memiliki faktor risiko lainnya seperti kehamilan pada pasangan baru menikah dan primigravida. Seperti yang diungkapkan oleh Mc Cowan, dkk (2004) dalam Chaman dan Charles (2013) pasangan baru akan mengembalikan risiko pre-eklampsia sama seperti primigravida yang berisiko 2 kali lipat dibandingkan dengan multigravida.
99
Keluhan yang dirasakan pasien adalah pasien merasa pusing dan kakinya bengkak. Data yang ditemukan adalah tekanan darah 150/80 mmHg, terdapat edema di kaki kanan dan kiri, protein urin yang ditemukan (+++) atau 150 mg/dL.
Pre-eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya pertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. (Nugroho, 2011). Pada ibu bersalin dengan preeklamsia berat umumnya mengeluh adanya nyeri
epigastrium, penambahan berat badan yang berlebihan, kenaikan tekanan darah
serta gejala subjektif seperti pusing, dan gangguan penglihatan (Chapman dan Charles; 2013. h. 312).
Menurut analisa penulis keluhan yang tidak diderita pasien adalah nyeri epigastrium, tengkuk sakit dan gangguan penglihatan. Pasien tidak mengalami