TINJAUAN KASUS
SATUAN ACARA PENYULUHAN
VI. Lampiran Materi
PERSONAL HYGIENE (PERAWATAN DIRI) PADA IBU NIFAS
A. Pengertian
Personal hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
B. Tujuan
1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
2. Memelihara kebersihan diri seseorang
3. Memperbaiki personal hygiene yang kurang
4. Mencegah penyakit
5. Menciptakan keindahan
6. Meningkatkan rasa percaya diri C. Kebutuhan Personal hygiene pada Ibu
Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman pada ibu.
113
Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal. Ibu harus tetap bersih, segar dan wangi. Merawat perineum dengan baik dengan menggunakan antiseptik (PK / Dethol) dan selalu diingat bahwa membersihkan perineum dari arah depan kebelakang. Jaga kebersihan diri secara keseluruhan untuk menghindari infeksi, baik pada luka jahitan maupun kulit.
1. Pakaian
Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringat menjadi banyak. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume saat hamil. Sebaiknya, pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering. Demikian juga dengan pakaian dalam, agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya akibat lochea.
2. Kebersihan Rambut
Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormone sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lain. Meskipun demikian, kebanyakan akan pulih setelah beberapa bulan.
Cuci rambut dengan conditioner yang cukup, lalu menggunakan sisir yang lembut. Hindari penggunaan pengering rambut.
114
3. Kebersihan Kulit
Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. Oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering.
4. Kebersihan Vulva dan Sekitarnya
Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air kecil atau besar.
Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. Jika ibu mempunyai luka episiotomy atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuhl uka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan sabun. Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan.
Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan baru kemudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjurkan untuk mencuci tangan.
115
Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur di bawah sinar matahari dan di setrika.
5. Akibat Kurangnya atau tidak Menjaga Personal hygiene a. Ibu mudah sakit
b. Ibu terlihat kotor/ kurang bersih c. Bayi ibu sakit
d. Ibu kurang percaya diri e. Ibu mengalami infeksi
6. Cara Menjaga Personal hygiene a. Mandi minimal 2 kali sehari. b. Ganti pakaian dan alas tidur. c. Ibu tetap bersih dan wangi.
d. Merawat perineum dengan antiseptik. Dibersihkan dari arah depan kebelakang.
116
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Eni Retna. 2009. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta : Mitra Cendika Ofset
Hidayat, A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp dan Musrifatul Uliyah, S.Kp.2004.Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC
Saleha, Siti. 2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas Makasar. Jakarta :Salemba Medika
117
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Perspektif Keilmuan : Kebidanan
Pokok Bahasan : Gizi pada ibu menyusui
Sub Pokok Bahasan : Pentingnya Gizi pada ibu menyusui
Sasaran : Ibu menyusui dan ibu nifas
Waktu : 10.00 WIB
Tanggal : 15-05-2015
Tempat : Ruang Nifas RSD dr. Soebandi Jember
I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapat pendidikan kesehatan mengenai gizi pada ibu menyusui, diharapakan pasien mampu memahami kebutuhan gizi bagi ibu selama menyusui.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapat pendidikan kesehatan tentang gizi pada ibu menyusui maka diharapkan pasien mengerti tentang :
118
1. Pengertian gizi ibu menyusui 2. Manfaat gizi ibu menyusui
3. Karakteristik makanan bagi ibu menyusui. 4. Kebutuhan gizi ibu menyusui
5. Takaran menu nutrisi ibu menyusui dalam sehari 6. Makanan yang harus dihindari bagi ibu menyusui 7. Penyebab apabila ibu menyusui kurang gizi III. Pokok Materi
Terlampir
IV. Kegiatan Penyuluhan
a. Metode : penyuluhan b. Langkah-Langkah Kegiatan NO WAKTU KEGIATAN KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN SASARAN MEDIA /ALAT METODE 1 Pembuka-an (5 menit) 4. Mengucapkan salam. 5. Memperkenalkan diri 6. Menjelaskan maksud dan tujuan.
4. Menjawab salam 5. Mendengarkan 6. Mendengarkan Ceramah 2 Penyulu-han (15 menit)
2. Materi 2. Mendengarkan Leaflet Ceramah
3 Diskusi (10 menit)
3. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk bertanya 3. Memberikan pertanyaan secara bergantian Ceramah
119 4. Menjawab pertanyaan kepada penyuluh. 4. Mendengarkan penjelasan penyuluh 4 Penutup (5 menit) 4. Memberikan pertanyaan kepada ibu 5. Menyimpulkan hasil penyuluhan 6. Mengucapkan terimakasih dan salam 4. Menjawab pertanyaan 5. Mendengarkan 6. Menjawab salam Ceramah V. Evaluasi 1. Prosedur : Ceramah 2. Jenis test Pertanyaan
VI. Lampiran Materi
1. Pengertian
Gizi ibu menyusui adalah makanan yang mengandung zat – zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh selama masa menyusui dalam meningkatkan produksi ASI sebagai makanan bayi.
2. Manfaat gizi bagi ibu menyusui
a. Pembentukan ASI yang diperlukan sebagai makanan bagi bayi. b. Untuk pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan.
c. Mempertahankan sirkulasi yang adekuat bagi ibu selama proses pemulihan.
120
d. Meningkatkan pertahanan tubuh selama proses pemulihan.
e. Menyeimbangkan kebutuhan energi dalam aktivitas ibu dengan peningkatan metabolism (pembakaran) dalam tubuh.
3. Karakteristik makanan bagi ibu menyusui
a. Makanan seimbang: kalori, protein dan karbohidrat. b. Jumlahnya lebih banyak dari makanan ibu hamil.
c. Kebutuhan air lebih banyak setiap hari lebih dari 6 gelas. d. Makanan tidak mengandung bumbu yang merangsang : cabe.
e. Makanan mengandung banyak sayuran hijau untuk meningkatkan produksi ASI dan proses BAB.
4. Kebutuhan gizi ibu menyusui
a. Kebutuhan kalori, 825 kkal diperoleh dari : 1) Beras, singong, kentang, gandum, jagung 2) Mie, minyak, minyak hewani
b. Kebutuhan protein 25 gram diperoleh dari : Kacang-kacangan, tahu, tempe
c. Kebutuhan vitamin C 30 mg diperoleh dari : Buah-buahan : jeruk, jambu biji
d. Kebutuhan vitamin A 2500 IU diperoleh dari : Kuning telur, susu, sayuran hijau, minyak ikan, buah-buahan kuning, hati.
e. Kebutuhan zat besi diperoleh dari :
Hati, daging, sayuran hijau, kuning telur, kacang-kacang 5. Takaran menu nutrisi ibu menyusui dalam sehari
121 a. Nasi : 4-5 piring b. Ikan : 2-3 potong c. Tempe : 4-5 potong d. Sayuran : 3 mangkok e. Buah : 2 potong f. Gula : 2-5 sendok teh g. Air : 8 gelas
6. Makanan yang harus dihindari
a. Ikan sebaiknya dikurangi karena mengandung polutan yang dapat memebahayakan bayi
b. Kacang dapat menyebabkan alergi 7. Penyebab apabila ibu menyusui kurang gizi
a. Produksi ASI menurun
b. Gizi yang didapat bayi tidak optimal
c. Kadar lemak dan vitamin dalam ASI cenderung kurang d. Keadaan umum dan kesehatan BBL kurang.
122
DAFTAR PUSTAKA
Arisman, MB.2010. Buku Ajar Ilmu Gizi: Gizi dalam Daur Kehidupan. Palembang :EGC
Francin, P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC
Widjaja, dr. M.C. 2010. Gizi Tepat Untuk Perkembangan Otak Dan Kesehatan.
123
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Perspektif Keilmuan : Kebidanan
Pokok Bahasan : Air Susu Ibu (ASI)
Sub Pokok Bahasan : Pentingnya ASI bagi bayi
Sasaran : Ny. “R” dan keluarga
Waktu : 10.00 WIB
Tanggal : 23 Mei 2014
Tempat : Ruang Nifas RSD dr. Soebandi
VII. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan Ibu-ibu dapat mengerti tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif.
VIII. Tujuan Khusus
1. Menyebutkan kembali pengertian ASI eksklusif. 2. Menyebutkan kembali keunggulan ASI.
3. Menyebutkan kembali hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI. 4. Menyebutkan kembali komposisi ASI
5. Menyebutkan kembali cara merawat payudara. 6. Melakukan cara menyusui yang benar.
124
8. Mengetahui macam – macam ASI. IX. Pokok Materi
1. Pengertian ASI eksklusif 2. Keunggulan ASI
3. Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI 4. Komposisi ASI
5. Cara merawat payudara 6. Cara menyusui yang benar 7. Manfaat ASI
8. Macam – macam ASI X. Kegiatan Penyuluhan NO WAKTU KEGIATAN KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN SASARAN MEDIA /ALAT METODE 1 Pembuka-an (5 menit) 7. Mengucapkan salam. 8. Memperkenalkan diri 9. Menjelaskan maksud dan tujuan.
7. Menjawab salam 8. Mendengarkan 9. Mendengarkan Ceramah 2 Penyulu-han (15 menit)
3. Materi 3. Mendengarkan Leaflet Ceramah
3 Diskusi (10 menit)
5. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk bertanya 6. Menjawab pertanyaan 5. Memberikan pertanyaan secara bergantian kepada penyuluh. 6. Mendengarkan penjelasan penyuluh Ceramah
125 4 Penutup (5 menit) 7. Memberikan pertanyaan kepada ibu 8. Menyimpulkan hasil penyuluhan 9. Mengucapkan terimakasih dan salam 7. Menjawab pertanyaan 8. Mendengarkan 9. Menjawab salam Ceramah XI. Evaluasi 3. Prosedur : Ceramah 4. Jenis test Pertanyaan XII. Lampiran Materi