• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL INSTRUMENTS BY CATEGORY (continued)

KEUANGAN AND POLICIES

47. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL INSTRUMENTS BY CATEGORY (continued)

2014 2013

Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Nilai tercatat/ Nilai wajar/ Carrying value Fair value Carrying value Fair value

Utang pihak berelasi 104.223.439.915 104.223.439.915 19.614.553.028 19.614.553.028 Due to related parties

Utang obligasi 2.514.291.417.520 2.514.291.417.520 2.072.130.000.000 2.072.130.000.000 Convertible bonds

Jumlah liabilitas

keuangan 6.290.537.358.113 6.290.537.358.113 4.564.638.207.404 4.564.638.207.404 Total financial liabilities

Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi. Nilai wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar dan model arus kas diskonto.

Fair value is defined as the amount at which the instrument could be exchanged in a current transaction between knowledgeable willing parties in an arm's- length transaction, other than in a forced or liquidation sale. Fair values are obtained from quoted market prices and discounted cash flow models.

PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapkan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:

PSAK No. 60, “Financial Instruments: Disclosures” requires disclosure of fair value measurements by level of the following fair value measurement hierarchy: a. Tingkat 1 : Nilai wajar diukur berdasarkan pada

harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas sejenis.

a. Level 1 : Fair values measured based on quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities.

b. Tingkat 2 : Nilai wajar diukur berdasarkan teknik- teknik valuasi, di mana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Level 2 : Fair values measured based on valuation techniques for which all inputs which have a significant effect on the recorded fair values are observable, either directly or indirectly.

c. Tingkat 3 : Nilai wajar diukur berdasarkan teknik- teknik valuasi, di mana seluruh input yang mempunyai efek yang signifikan atas nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung .

c. Level 3 : Fair value measured based on valuation techniques for which inputs which have a significant effect on the recorded fair value are not based on observable market data.

Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of financial instruments for which it is practicable to estimate such value:

1. Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan dana dalam pembatasan disajikan sebagai aset lancar.

1. Cash and cash equivalents, trade receivable, other receivable, restricted fund are presented as current assets.

Seluruh aset keuangan tersebut merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.

All these financial assets are short-term financial assets which is due within 12 months, thus the carrying value of the financial assets approximate their fair value.

2. Investasi jangka pendek 2. Short-term investments

Investasi jangka pendek dicatat sebesar nilai wajar mengacu pada harga kuotasi yang dipublikasikan pada pasar aktif.

Short-term investments are carried at fair value using the quoted prices published in the active market.

(continued)

3. Penyertaan saham pada perusahaan Asosiasi 3. Investment in shares of stock in Associated companies

Penyertaan dalam saham biasa yang tidak memiliki kuotasi pasar dengan kepemilikan saham di bawah 20% dicatat pada biaya perolehan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Sedangkan, penyertaan saham pada saham biasa yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar.

Investments in other unquoted ordinary shares representing equity ownership interest of below 20% are carried at cost as their fair values cannot be reliably measured. Wherein, the fair value of investment in quoted ordinary shares traded in active markets is based on their quoted market price.

4. Utang bank dan lembaga keuangan jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan uang muka pelanggan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek

4. Short-term bank and financial institution loans, trade payables, other payables, accrued expenses and advances from customers are presented as current liabilities

Seluruh liabilitas keuangan tersebut merupakan liabilitas keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan nilai wajarnya.

All these financial liabilities are short-term financial liabilities which is due within 12 months, thus the carrying value of the financial liabilities approximate their fair value.

5. Utang bank jangka panjang dan utang pembelian aset tetap

5. Long-term bank loans and liability for purchase of fixed asset

Nilai wajar utang bank jangka panjang mendekati nilai tercatat karena tingkat suku bunganya dinilai ulang secara berkala. Sedangkan, nilai wajar utang pembelian aset tetap ditentukan menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.

The fair value of long-term bank loans

approximately their carrying values largely due to their interest rate are frequently repriced. Wherein, the fair value of liability for purchase of fixed assets is determined by discounting cash flow using effective interest rate.

6. Utang obligasi konversi 6. Convertible bonds

Nilai wajar utang obligasi konversi ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang yang disesuaikan untuk mencerminkan risiko kredit Entitas Induk menggunakan suku bunga pasar terkini untuk instrumen serupa.

Fair value of convertible bonds are determined based on discounted future cash flows adjusted to reflect the Company’s credit risk using current market rates for similar instruments.

48. KELANGSUNGAN USAHA GRUP 48. THE GROUP GOING CONCERN

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, beberapa entitas Anak mengalami akumulasi kerugian bersih dan defisiensi modal. Jumlah akumulasi rugi entitas Anak tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp 2,03 triliun dan Rp 1,67 triliun dan defisiensi modal pada tanggal tersebut masing-masing sebesar Rp 1,45 triliun dan Rp 1,03 triliun, terdiri dari:

As of December 31, 2014 and 2013, certain subsidiaries were in deficit which resulted in accumulated losses and capital deficiency. Total deficit from the Subsidiaries as of December 31, 2014 and 2013 amounted to Rp 2.03 trillion and Rp 1.67 trillion and capital deficiency on that date are amounted to Rp 1.45 trillion and Rp 1.03 trillion, respectively, comprising of:

2014 2013

Akumulasi rugi Accumulated losses

BLD Investment Pte. Ltd. (1.069.921.745.728 ) (706.337.341.650 ) BLD Investment Pte. Ltd. PT Bakrie Swasakti Utama (640.717.137.979 ) (650.926.461.554 ) PT Bakrie Swasakti Utama

PT Bahana Sukmasejahtera (189.178.950.624 ) (179.455.863.864 ) PT Bahana Sukmasejahtera

PT Bakrie Infrastructure (61.982.832.721 ) (62.266.921.554 ) PT Bakrie Infrastructure

PT Krakatau Lampung PT Krakatau Lampung

Tourism Development (35.643.999.424 ) (32.545.679.792 ) Tourism Development PT Bakrie Sentra Investama (23.084.214.132 ) (22.991.194.091 ) PT Bakrie Sentra Investama