BAB V PENUTUP
5.2 Saran
5.2.2 Bagi Keluarga Pendidik
Fenomena basa-basi berbahasa merupakan fenomena baru dalam kajian ilmu pragmatik. Melalui hasil penelitian yang telah diuraikan, maka diharapkan dengan adanya penelitian mengenai basa-basi berbahasa
antaranggota keluarga pendidik pada ranah keluarga pendidik mampu membuat hubungan atau relasi antaranggota keluarga pendidik menjadi semakin akrab dan dekat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran umum atau acuan tentang wujud dan maksud basa-basi berbahasa yang dapat dipergunakan untuk memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur sehingga relasi semakin akrab maupun erat.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Khaidir. 1984. Fungsi dan Peranan Bahasa Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Arikunto, Suharsimi. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Arimi, Sailal. 1998. Basa-basi dalam Masyarakat Bahasa Indonesia. (Tesis).
Yogyakarta: UGM.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chumming, Louise. 2007. Pragmatik: Sebuah Perspektif Multidisipliner. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Effendy, Ontong Uchjana. 1986. Dimensi-dimensi Komunikasi. Bandung: PT Alumni.
____________. 2007. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kridalaksana, Harimurti. 1994. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
Kushartanti, dkk. 2005. Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Lubis, A. Hamid Hasan. 2011. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa.
Mahsun. 2005. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Moleong, Lexy. 1989. Metodologi Penenlitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Mualafina, Rawina Fitrotul. 2013. Basa-basi dalam Interaksi Jual Beli di
Pasar Kertek Wonosobo (Tesis). Yogyakarta: UGM.
Nadar FX. 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Purwo, Bambang Kaswanri. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Menyibak
1984. Yogyakarta: Kanisius.
Rahardi, Kunjana. 2003. Berkenalan dengan Ilmu Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma Malang.
_______________. 2009. Sosiopragmatik. Jakarta: Erlangga.
_______________. 2010. Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Sudayanto. 2010. Peneroka Hakikat Bahasa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Susilo, Fitri Apri. 2014. Basa-basi dalam Berbahasa Antarguru di SMP N 12
Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. (Skripsi). Yogyakarta: FKIP USD.
Waridin. 2008. Ungkapan Fatis dalam Acara Temu Wicara Televisi (Tesis). Jakarta: FIB UI.
Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di
Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi. Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Di bawah ini merupakan triangulasi dari penelitian yang berjudul “Basa-basi dalam Berbahasa Antaranggota Keluarga Pendidik di
Dusun Kenteng, Kejiwan, Wonosobo.” Berilah tanda (√) pada kolom “YA” apabila Anda setuju bahwa tuturan yang dicetak tebal
merupakan tuturan basa-basi berbahasa atau berilah tanda (√) pada kolom “TIDAK” apabila Anda tidak setuju bahwa tuturan yang dicetak tebal merupakan tuturan basa-basi berbahasa, serta tuliskan alasan Anda pada kolom “KETERANGAN” bila memilih “YA atau TIDAK”.
SALAM
Tuturan berikut ini merupakan tuturan yang termasuk dalam subkategori salam (greetting). Subkategori fatis acknowledgment salam (greetting) terdapat 8 tuturan. Kode (A) digunakan untuk menunjuk tuturan subkotegori memberi salam. Contoh tuturan tersebut adalah sebagai berikut:
NO. TUTURAN PENANDA MAKSUD TRIANGULATOR KETERANGAN
P = Bu, mangkat sek
yo.
(Bu, berangkat dulu ya.) MT = Yo, ati-ati Pak. (Iya, hati-hati Pak.)
Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan kata fatis yo.
tamu pada pagi hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai.
Penutur menghampiri mitra tutur yang sedang menyapu.
Penutur
memberitahukan bahwa ia akan berangkat ke sekolah. Lalu, penutur berangkat ke sekolah. bermaksud memberikan salam kepada MT karena hendak pergi mengajar ke sekolah. 2. A2
P = Pak, mangkat sek
yo. Wes jam iki.
(Pak, berangkat dulu ya. Sudah jam ini.)
MT = Yo. (Iya.) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan kata fatis yo.
Tuturan terjadi di kamar tidur pada pagi hari.
Tuturan terjadi dalam situasi tergesa-gesa. Penutur sedang bersiap-siap hendak ke sekolah. Penutur memberitahukan bahwa ia hendak berangkat ke sekolah. Kemudian pergi dengan tergesa-gesa. Penutur bermaksud berpamitan kepada MT dengan tergesa-gesa karena sudah terlambat.
√
3. A3 Intonasi: berita. Tuturan terjadi di ruang tengah pada pagu hari.
Penutur bermakud menyapa MT
(sedang sarapan) MT = Pagi juga pak. (keluar kamar) sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: - situasi santai.
Penutur sedang sarapan dan melihat mitra tutur keluar dari kamar. Penutur menyapa mitra
tutur yang baru saja bangun.
bangun.
4. A4
P = Assalamuallaikum.
Adek pulang, Ma.
MT =
Wassalamuallaikum.
Kok sore banget, Dek? P = Iya, lukisannya harus diselesaiin dulu Ma.
MT = Yaudah, ganti baju terus mandi, Dek.
Intonasi: berita. Nada Tutur:sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis Assalamualaik um.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada sore hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Penutur baru saja
pulang sekolah dan melihat mitra tutur di ruang tengah.
Penutur memberikan salam pada mitra tutur dan mencium tangan mitra tutur. Penutur bermaksud memberi salam pada MT setelah seharian belajar di sekolah. √ 5. A5
P = Pergi dulu ya, Bu. MT = Iya, jangan kemalaman ya pulangnya. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur hendak pergi dan menghampiri mitra
Penutur bermaksud berpamitan pada MT karena hendak pergi. √
tengah sedang menonton televisi. Penutur berpamitan
pada mitra tutur, mencium tangan kemudian pergi. 6. A6 P = Ayah. Ayah. (merangkak mendekati MT)
MT = Halo adek, udah lama nunggu ya. (menggendong lalu mencium Penutur) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: tinggi. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur melihat
kepulangan mitra tutur. Penutur menghampiri
mitra tutur sambil memanggilnya. Kemudian mitra tutur menggendong dan mencium penutur.
Penutur bermaksud memanggil MT yang baru saja pulang dari kerja.
√
7. A7
P = Bapak. Ada yang nyariin. (membangunkan mitra tutur)
MT = Siapa? P = Itu, Pak Ari. MT = Oh ya, tunggu Intonasi: berita. Nada Tutur: rendah. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: - Tuturan terjadi di kamar tidur pada sore hari.
Tuturan terjadi dalam situasi mendesak. Penutur menghampiri
dan mendekati mitra tutur yang sedang tidur.
Penutur bermaksud memanggil dan membangunkan MT karena ada tamu yang mencarinya. √
membangunkan mitra tutur karena ada tamu yang mencarinya. Kemudian pergi menemui tamu yang sedang menunggu. 8. A8 MT = Pak, aku berangkat dulu. Asalamualaikum. P = Ya hati-hati Bu. Waalaikumsalam. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa Waalaikumsala m.
Tuturan terjadi di teras pada pagi hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur menemani mitra tutur menunggu teman yang biasa antar jemput.
Penutur menjawab salam mitra tutur karena teman datang dan segera berangkat sekolah. Penutur bermaksud menjawab salam yang telah diucapkan oleh mitra tutur yang hendak berangkat ke sekolah.
Tuturan berikut ini merupakan tuturan yang termasuk dalam subkategori terima kasih. Sukategori fatis acknowledgment terima kasih terdapat 12 tuturan. Kode (B) digunakan untuk menunjukkan tuturan basa-basi subkategori terima kasih. Contoh tuturan terebut sebagai berikut:
NO. TUTURAN PENANDA MAKSUD TRIANGULATOR KETERANGAN
LINGUAL NONLINGUAL YA TIDAK
1. B1
P = Matur nuwun wes
gelem ngumbahke klambi, Pak.
(Terima kasih sudah mau menyucikan baju, Pak.)
MT = Pada-pada Bu,
nuwun yo wes masake.
(Sama-sama Bu, makasih ya sudah masakin.) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis matur nuwun.
Tuturan terjadi di ruang makan pada pagi hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai.
Penutur dan mitra tutur sedang sarapan
bersama.
Penutur berterima kasih kepada mitra tutur dan mitra tutur menanggapinya. Penutur bermaksud mengucapkan terima kasih kepada MT karena sudah mau mencucikan baju. √ 2. B2 MT = Enak ra? (enak tidak?) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan:
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam
Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT
(Enak, makasih ya.) Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis
nuwun dan
menggunakan kata fatis yo.
Penutur dan mitra tutur sedang makan malam bersama di ruang tengah.
Penutur menjawab pertenyaan mitra tutur dan berteima kaish karena telah memasakkan makanan enak. dimasakkan makanan yang enak. 3. B3 MT = (membawakan nasi goreng)
P = Asyik nasi goreng.
Nuwun ya dek.
(Asyik nasi goreng. Makasih ya dek.) MT = Oke. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: tinggi. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis nuwun dan menggunakan kata fatis ya.
Tuturan terjadi di ruang makan pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur duduk di meja makan dan mitra tutur datang membawakan nasi goreng.
Penutur berterima kasih kepada mitra tutur karena telah memasakkan dan membawakan nasi goreng untuknya, lalu penutur memakannya. Penutur bermaksud mengucapkan terima kasih kepada MT yang telah membuatkan nasi goreng. √
MT = (MT membuatkan teh hangat dan
memberikan pada Penutur) P = Makasih ya Mbak. MT = Iya, sama-sama Bu. sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih dan menggunakan kata fatis ya.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang duduk santai di ruang tengah dan mitra tutur
membawakan teh hangat untuknya. Penutur berterima kasih
kepada mitra tutur karena telah
membuatkan teh hangat kemudian meminumnya. berterima kasih kepada MT karena telah dibuatkan teh hangat. 5. B5
P = Ma, bikinin telor mata sapi dong. MT = Ya sebentar. (menggoreng telor). Ini Kak.
P = Thanks ya, Ma. (Terima kasih ya, Ma.) MT = Sama-sama, Kak. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis thanks dan menggunakan kata fatis ya.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang menonton tayangan televisi dan meminta tolong untuk
dimasakkan telor oleh mitra tutur.
Penutur berterima kasih kepada mitra tutur karena mau Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT karena telah digorengkan telor. √
untuknya. Kemudian penutur memaknnya. 6. B6
MT = Ini Bu, susu buat adek.
P = Makasih ya, Pak.
Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih dan
kata fatis ya.
Tuturan terjadi di kamar tidur pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang menina bobokkan anaknnya yang agak rewel. Penutur berterima kasih
kepada mitra tutur karena begitu perhatian telah membuatkan susu, lalu penutur meminumkan susu kepada anaknya. Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT karena telah membuatkan susu untuk anaknnya. √ 7. B7
MT = Ini, ada makanan dari sekolah.
P = Ada acara apa pak di sekolah?
MT = Itu ada murid yang ulang tahun. P = Oke, makasih Pak. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada siang hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Penutur sedang
menonton televisi, mitra tutur pulang dan memberi makanan dari sekolah. Penutur mengucapkan Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT karena telah dibawakan makanan. √
mitra tutur, kemudian membuka bingkisan tersebut.
8. B8
P = Makasih Bu. MT = Iya, nanti sampai kos langsung di makan ya bekalnya. P = Siap. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih.
Tuturan terjadi di teras pada pagi hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang memanaskan mesin motor karena hendak berangkat ke Jogja. Mitra tutur
menghampiri dan menyerahkan bekal. Penutur berterima kasih
karena perhatian mitra tutur yang telah mebuatkan bekal baginya, mencium tangan mitra tutur, dan berangkat ke Jogja. Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT yang telah memasakkan makanan dan membawakan bekal baginya. √ 9. B9 P = Dek, tolong ambilkan gitar. MT = Nih. (sambil memberikan gitar) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata:
Tuturan terjadi di ruang tengah pada sore hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai.
Penutur dan mitra tutur sedang berada di ruang
Penutur bermaksud berterima kasih karena MT telah membantu mengambilkan √
yang paling ganteng. frasa fatis
makasih.
meminta tolong kepada mitra tutur untuk mengambilkan gitar karena duduknya dekat dengan gitar.
Penutur mengucapkan terima kasih kepada mitra tutur kemudian bermain gitar. 10. B10
P = Bapak, sepatu
sendale rusak lagi.
(Bapak sepatu sandalnya rusak lagi.)
MT = Ya, bawa sini,
ntar tak lem e.
(Ya, bawa sini, sebentar aku lem.)
P = Oke, makasih pak.
Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur dan mitra tutur berada di ruang tengah dan penutur meminta tolong pada mitra tutur untuk mengerekatkan sepatu sandalnya yang rusak.
Penutur mengambil sepatu sandalnya yang rusak, memberikannya pada mitra tutur kemudian ia berterima kasih pada mitra tutur.
Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT atas bantuan MT yang mau membetulkan sepatu sandalnya yang rusak. √
P = Terima kaih Pak,
sudah bantu Ibu nyuci.
MT = Iya sama-sama. Ibu juga kan sudah nyiapkan makan pagi.
Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih.
pada pagi hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Penutur sedang
memasak dan melihat mitra tutur selesai mencuci dan menjemur pakaian.
Penutur berterima kasih pada mitra tutur karena telah membantu
mencuci dan mitra tutur menanggapinya. bermaksud berterima kasih pada MT karena telah membantu mencucikan pakaian. 12. B12
MT = Bu, ini tak bawakan buku, bagus lho isinya.
P = Wah.. Makasih
banget, ini buku yang aku cari, Pak.
Intonasi: berita. Nada Tutur:sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan frasa fatis makasih.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada siang hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai.
Penutur sedang duduk santai di ruang tengah dan mitra tutur
menghampirinya dengan membawakan sebuah buku.
Penutur berterima kasih kepada mitra tutur karena telah membawakan buku Penutur bermaksud berterima kasih kepada MT karena telah membawakan buku yang selama ini dicarinya.
dicarinya, kemudian membaca buku tersebut.
MENOLAK
Tuturan di bawah ini merupakan tuturan yang termasuk dalam subkategori menolak. Subkategori fatis acknowledgment menolak terdapat 10 tuturan. Kode (C) digunakan untuk menunjuk tuturan basa-basi subkategori menolak. Contoh tuturan tersebut adalah sebagai berikut:
NO. TUTURAN PENANDA MAKSUD TRIANGULATOR KETERANGAN
LINGUAL NONLINGUAL YA TIDAK
1. C1
MT = Ayo tuku sate kambing.
(Ayo beli sate kambing.) P = Tuku sate liyane ae
Pak, dewe nduwe darah tinggi lho Pak.
(Beli sate yang lain saja Pak, kita punya darah tinggi lho Pak.)
Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan kata fatis lho.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang duduk di ruang tengah dan mitra tutur
menghampirinya. Mitra tutur mengajak
penutur untuk membeli
Penutur bermaksud menolak ajakan MT membeli sate kambing karena Penutur dan MT memiliki penyakit darah tinggi, serta menyarankan membeli selain sate kambing.
menolak dan menyarankan untuk membeli sate selain sate kambing. 2. C2
MT = Sholat sek dek,
wes maghrib.
(Sholat dulu dek, sudah maghrib.)
P = Isih asyik iki
Pak,kosek. (Penutur
masih bermain hp) (Masih asyik ini Pak, sebentar.) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang asyik main hp ketika mitra tutur mengingatkan untuk sholat maghrib dahulu.
Penutur menolak pemberitahuan mitra tutur untuk sholat maghrib. Penutur bermaksud menolak pemberitahuan Penutur yang mengingatkan untuk sholat maghrib karena Penutur masih asyik bermain handphone. √ 3. C3
MT = Ayo maem sek. (Ayo makan dulu.) P = Sek, nunggu iklan. (Sebentar menunggu iklan.) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang menonton tayangan televisi, dan mitra tutur menghampirinya untuk Penutur bermaksud menolak ajakan makam malam MT karena asyik menonton tayangan televisi. √
malam.
Penutur menolak ajakan makan malam dan melanjutkan menonton tayangan televisi.
4. C4
MT = Bu, istirahat sek,
wes wengi, lanjut sesuk meneh.
(Bu, istirahat dulu, sudah malam, lanjut besok lagi.)
P = Sitik meneh Pak,
nanggung, sedelo meneh rampung.
(Sedikit lagi Pak, tanggung, sebentar lagi selesai.) Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Penutur sedang menjahit pesanan pakaian.
Mitra tutur melihat penutur masih menjahit padahal sudah malam, dan meminta penutur untuk istirahat, namun penutur menolaknya dan melanjutkan menjahit. Penutur bermaksud menolak ajakan MT untuk beristirahat menjahit karena sudah malam. √ 5. C5 MT = Kak, tolong belikan garam. P = Adek aja Ma,
Intonasi: berita. Nada Tutur:
sedang. Tekanan:
sedang.
Tuturan terjadi di dapur dan di ruang tengah pada sore hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Penutur bermaksud menolak permintaan MT untuk membeli √
Ma. mengerjakan tugas sekolah, sedangkan mitra tutur sedang memasak di dapur. Mitra tutur meminta
tolong pada penutur, namun penutur menolaknya dan melanjutkan mengerjakan tugas. Penutur memiliki banyak tugas. 6. C6
MT = Dek, ayo makan dulu.
P = Enggak. (Penutur baru saja minum susu, jadi masih kenyang dan memeluk mitra tutur.)
Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada siang hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Mitra tutur
menghampiri penutur yang sedang menonton tayangan televisis, dan mengajak untuk makan. Penutur menolak
karena masih kenyang setelah minum susu, dan memeluk mitra tutur. Penutur bermaksud menolak ajakan MT untuk makan karena masih kenyang setelah minum susu. √ 7. C7
MT = Dek, ayo makan
Intonasi: berita. Nada Tutur:
sedang.
Tuturan terjadi di kamar pada malam hari.
Penutur bermaksud menolak ajakan
P = Sebentar lagi bu,
tanggung ngerjain PR.
MT = Oh, yaudah, ibu makan dulu ya. P = Iya. sedang. Pilihan Kata: - situasi santai. Mitra tutur menghampiri penutur yang sedang mengerjakan PR di kamarnya.
Mitra tutur mengajak untuk makan malam, namun penutur menolaknya dan melanjutkan mengerjakan PR, kemudian mitra tutur meninggalkan penutur.
karena masih menyelesaikan PR.
8. C8
MT = Udah siang ini Buk, jadi ke Rita enggak?
P = Lah, meh udan,
mengko bengi ae ning Ritane, saiki bobok sek ae. (Lah, sudah mau
hujan, nanti malam aja ke Ritanya, sekarang tidur dulu saja.)
Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada siang hari. Tuturan terjadi dalam
situasi santai. Mitra tutur bertanya
pada penutur yang saat itu sama-sama berada di ruang tengah. Penutur menjawab
seraya menolak karena langit terlihat mendung dan mau hujan.
Penutur bermaksud menolak ajakan MT untuk pergi ke Rita karena langit sudah mendung dan mau hujan, dan menyarakan untuk pergi nanti malam.
√
MT = Nanti ikut sembayangan ya jam5. P = Kesel banget buk,
lagian baru aja sampe dari Jogja, nggak ikut ya. (Capek banget buk,
lagi pula baru saja sampai dari Jogja, tidak ikut ya.) sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan kata fatis ya.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Mitra tutur
menghampiri penutur dan mengajaknya untuk pergi sembayangan. Penutur menolak
ajakan mitra tutur dan meninggalkan mitra tutur menuju kamar tidurnya. menolak ajakan MT untuk ikut sembayangan karena capek setelah perjalanan dari Jogja. 10. C10
MT = Ayo Bu, katanya mau nengok teman. P = Besok aja ya Pak,
malah enggak enak badan ini.
MT = Oh, yaudah kalau gitu, Bu. Istirahat aja sekarang. Intonasi: berita. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: menggunakan kata fatis ya.
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.
Mitra tutur
menghampiri penutur yang sedang berada di ruang tengah.
Mitra tutur mengajak penutur menengok teman, namun penutur menolaknya dan meninggalkan mitra tutur menuju kamar karena hendak Penutur bermaksud menolak ajakan MT untuk menengok temannya yang sakit karena sedang tidak enak badan.
MENERIMA
Tuturan berikut ini merupakan tuturan yang termasuk dalam sukategori menerima. Sukategori fatis acknowledgment menerima terdapat 8 tuturan. Kode (D) digunakan untuk mernunjuk tuturan basa-basi subkategori menerima. Contoh tuturan tersebut adalah sebagai berikut:
NO. TUTURAN PENANDA MAKSUD TRIANGULATOR KETERANGAN
LINGUAL NONLINGUAL YA TIDAK
1. D1
MT = Pak, tulung pijiti
sikilku, pegel tenan.
(Pak, tolong pijitin kakiku, pegal sekali.) P = Iyo Bu, sebelah ndi
sing pegel?
(Iya Bu, sebelah mana yang pegal?)
MT = Iki Pak. (sambil menunjukkan bagian Intonasi: berita dan tanya. Nada Tutur: sedang. Tekanan: sedang. Pilihan Kata: -
Tuturan terjadi di ruang tengah pada malam hari.
Tuturan terjadi dalam situasi santai.