• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kendala Integrasi Kurikulum Madrasah dan Pesantren

Mencetak kader ulama besar yang dapat memimpin umat hidup sesuai syariat Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur‘an Bait Qur‘any At Tafkir

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

D. Kendala Integrasi Kurikulum Madrasah dan Pesantren

MTs Bait Qur‘any sangat menunjang keberhasilan kurikulum integrasi dan proses mengajar. Berdasarkan ibu Nunung kepala Madrasah menyatakan ―Tidak ada kendala dalam implementasi kurikulum.‖ Pernyataan ini dapat diartikan kendala yang sangat krusial atau penting sekali tidak ada karena program-program dapat dilaksanakan. Sedangkan menurut guru ada dua kendala dalam implementasi yaitu waktu dan sarana prasarana. Temuan dari guru juga sama halnya yang disampaikan oleh orang tua santri mengenai apa yang perlu dikembangkan atau diperbaiki di MTs Bait Qur‘any yaitu Sarana dan Prasarana, namun ada beberapa orang tua santri juga menyatakan teknologi perlu dikembangkan.

Guru memberikan pendapatnya mengenai kendala-kendala implementasi juga memberikan pendapat mengenai integrasi kurikulum madrasah dan pesantren sebagai berikut:

1. Kelebihan integrasi kurikulum madrasah dan pesantren adalah materi dekat dengan kehidupan santri dan mengakomidir jenis kecerdasan santri.

2. Solusi dari kendala implementasi dapat dilakukan melalui program-program peningkatan kualitas seperti pelatihan, workshop, dan peningkatan kesejahteraan guru.

Orang tua santri juga memberikan pendapatnya mengenai kendala-kendala implementasi juga memberikan pendapat mengenai integrasi kurikulum madrasah dan pesantren sebagai berikut:

1. Alasan orang tua santri memilih MTs Bait Qur‘any dikarenakan visi dan misinya sesuai dengan orang tua santri dan menggunakan integrasi kurikulum madrasah dan pesantren.

2. Program unggulan MTs Bait Qur‘any terletak dikurikulum integrasinya dan program kesiswaannya.

3. Orang tua santri menyatakan implementasi kurikulum integrasi madrasah dan pesantren memberikan dapak positif terhadap perkembangan santri baik akademik, sikap dan perilaku.

4. Orang tua santri memberikan masukan mengenai hal yang perlu ditingkatkan yaitu Sarana dan prasarana serta teknologi.

Jadi dapat disimpulkan kendala implementasi kurikulum integrasi madrasah dan pesantern MTs Bait Qur‘any di sarana prasarana, keterbatasan waktu dan juga teknologi. Kendala-kendala ini bukanlah faktor utama penghambat keberhasilan implementasi kurikulum karena keberhasilan sekolah mencapai target tetap tercapai, guru merasakan kelebihan kurikulum terhadap santri, serta orang tua santri merasakan sesuai visi dan misi sekolah dengan mereka serta dampak positif para santri dirasakan oleh orang tua santri.

97 BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Hasil analisis temuan dan pembahasan penelitian tentang Implementasi Manajemen Integrasi Kurikulum Madrasah dan Pesantren MTs Bait Qur‘any At Tafkir adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan kurikulum integrasi madrasah dan pesantren dibuat oleh konsultan pendidikan serta tim bidang kurikulum MTs Bait Qur‘any dengan cara: a) mengintegrasikan tujuan kurikulum yaitu menggunakan visi dan misi yang sama, b) mengintegrasikan pengorganisasian isi kurikulum dengan penyandingan materi pesantren dan materi dimadrasah dalam pengetahuan umum, organisasi kurikulum ini dimasukkan pada bentuk integrasi dalam satu mata pelajaran (within singe diciplines) khususnya fragmented model atau penggalan.

2. Pelaksanaan kurikulum integrasi Madrasah dan Pesantren MTs Bait Qur‘any At Tafkir untuk Madrasah dilakukan dengan cara: a) mengintegrasi program pelaksanaan kurikulum yaitu kalendar akademik dan rencana kegiatan akademik madrasah dan pesantren secara bersama, kegiatan akademik seperti jadwal harian santri, matsada, wama, konvergensi MTs dan keluarga, program bahasa (dauroh laghoh), capaian santri, ijazah kelulusan, b) mengintegrasikan supervisi pelaksanaan kurikulum dengan kerja sama pesantren dan madrasah

3. Evaluasi kurikulum integrasi Madrasah dan Pesantren MTs Bait Qur‘any At Tafkir dilakukan dengan cara: a) melakukan evaluasi konteks kurikulum bersama, yang meliputi: perkembangan sosial-budaya, perkembangan IPTEK, b) melakukan evaluasi input bersama, yang meliputi: kompetensi tenaga pendidik, kesiapan peserta didik dan ketersediaan media/sarana belajar, c) melakukan evaluasi proses bersama, meliputi: evaluasi mingguan dan evaluasi insidentil, dan d) melakukan evaluasi produk bersama, yang meliputi: evaluasi tengah tahun dan evaluasi akhir tahun

4. Kendala kurikulum integrasi Madrasah dan Pesantren MTs Bait Qur‘any At Tafkir yaitu di sarana prasarana, keterbatasan waktu dan juga teknologi. Kendala ini bukanlah faktor utama penghambat keberhasilan implementasi kurikulum karena keberhasilan sekolah mencapai target tetap tercapai, guru merasakan kelebihan kurikulum terhadap santri, serta orang tua santri merasakan sesuai visi dan misi sekolah dengan mereka serta dampak positif para santri dirasakan oleh orang tua santri.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, peneliti akan memberikan akan beberapa saran tentang manajemen integrasi kurikulum pesantren dan madrasah MTs Bait Qur‘any Ciputat sebagai berikut:

1. Bagi MTs Bait Qur‘any At Tafkir

98

a. Pengelola pesantren yang mendirikan madrasah di dalamnya hendaknya segera merumuskan bentuk/desain integrasi pengorganisasian kurikulum madrasah dan kurikulum pesantren seperti apa yang sesuai untuk madrasahnya masing-masing.

b. Dari bentuk integrasi yang telah diputuskan kemudian dikembangkan kedalam struktur kurikulum yang integral antara ilmu Sains dan ilmu agama dengan tetap pada dalam koridor nasional.

c. Pengelola madrasah hendaknya selalu mengawasi dengan seksama proses pelaksanaan kurikulum di lapangan yang menjadi ujung tombak dari perencanaan dan evaluasi kurikulum yang telah dilakukan. Karena perencanaan maupun evaluasi yang dilakukan akan menjadi sia-sia belaka jika tidak dilaksanakan dengan baik.

2. Peneliti selanjutnya

a. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan mendalam tentang manajemen kurikulum, khususnya dalam mengintegrasikan kurikulum pesantren ke dalam kurikulum madrasah dan antara materi ilmu pengetahuan umum dengan ilmu- ilmu agama.

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan acuan bagi semua pihak yang akan mengadakan pengembangan penelitian lebih lanjut pada lembaga pendidikan (sekolah umum, sekolah Islam atau madrasah) yang mendirikan pesantren atau ma‘had di dalamnya dalam bentuk integrasi yang lainnya

99