• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4 Penyajian Data

4.4.8 Kenyamanan Dalam Memperoleh Pelayanan

Dalam rangka meningkatkan pelayanan prima yang efektif, efisien dan akuntabel kepada masyarakat luas maka perlu dilakukan sosialisasi media cetak dan elektronik mengenai pelayanan perizinan di BPTPM Kota Cilegon melalui booklet, brosur, internet, iklan media cetak yang secara instan dapat diketahui oleh publik dalam suatu pemberitaan media cetak dan elektronik untuk menyampaikan pesan/informasi kepada pihak yang memerlukan.

Informasi sosialisasi media cetak dan elektronik, diharapkan agar publik dapat lebih mudah untuk mengetahui informasi Kota Cilegon khususnya pelayanan perizinan penanaman modal. Industri sebagai tujuan investasi yang di dukung berbagai sarana dan prasarana Kota Cilegon akan semakin diminati oleh investor baik lokal maupun mancanegara bila dilaksanakan dengan promosi yang berkesinambungan. Informasi Kota Cilegon akan semakin berkembang dan menjadi daerah tujuan investasi.

a. Maksud dan Tujuan

1) Sebagai sarana/media informasi dan investasi Kota Cilegon kepada investor/pelaku usaha yang melintas Bandara Soekarno Hatta terutama Investor Asing maupun domestik.

2) Memberikan gambaran umum sarana dan prasarana Kota Cilegon kepada investor

3) Menginformasikan kepada para investor baik PMA dan PMDN yang datang ke Indonesia untuk menanam investasi di Kota Cilegon.

4) Menarik para investor PMA dan PMDN untuk berinvestasi di Kota Cilegon

5) Meningkatkan nilai jual potensi investasi Kota Cilegon b. Lokasi Kegiatan

Lokasi kegiatan ini adalah dalam lingkungan BPTPM Kota Cilegon. c. Sumber Pendanaan

Output dari kegiatan ini adalah merupakan upaya yang efektif dan efisien untuk meningkatkan tersedianya kebutuhan informasi terhadap masyarakat dunia usaha dan terpenuhinya informasi kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik, sekaligus memberikan informasi tentang potensi dan peluang investasi kepada masyarakat luas maupun calon investor sehingga terciptanya iklim investasi yang sangat kondusif.

1 Menjadi petunjuk investasi bagi calon-calon investor baik dalam negeri maupun di luar negeri

2 Terpromosikanya potensi investasi Kota Cilegon.

Anggaran biaya yang di gunakan untuk kegiatan promosi potensi investasi melalui media cetak dan elektronik Kota Cilegon sebesar Rp. 222.900.000 (Dua ratus dua puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah).Kegiatan Sosialisasi media cetak dan elektronik ini dilaksanakan pada triwulan Maret 2015.Realisasi sosialisasi media eletronik yang dilakukan BPTPM Kota Cilegon diungkapan oleh Nina Karlina selaku Kepala Bidang Informasi dan Pengaduan (I3) sebagai berikut:

“Sosialisasi yang dilakukan BPTPM kita sudah berupaya melalui media cetak, media elektronik ya televisi dan radio. Tiap hari kalau di media cetak di koran Baraya (Banten raya) Pos kan ini termasuk pelayanan publik. Senin sampai kamis sambil menginformasi produk-produknya nih produk perizinan apa aja, kan banyak. Semua informasi disampaikan yang masyarakat ingin tahu diinformasikan. Terus ditulis di koran kan kalau ada pengaduan hubungi sekian yang nomor telepon kita jadi kita udah terbuka. Masalah ada yang mau ngadu ada yang engga ya berharap jangan ada yang ngadu gitu lho.Yang penting kita udah menyampaikan aja. Majalah Teras juga pernah kita tapi cuma satu kali tayang edisi april 2015. Koran Banten juga satu kali tayang tanggal 16 Mei 2015.Media elektronik kita di televisi selama 1 bulan tayang kita kontraknya dari 12 Mei sampai 11 Juni 2015.Satu hari empat kali tayang. Tayang di radio

kita kerjasama dengan Radio TOP FM Cilegon lah ya, di tanggal 7 Maret 2015 sampai tanggal 22 September 2015, sehari dua kali siaran dari jam Sembilan sampai jam sepuluh pagi dan sore dari jam empat sampai jam lima sore. Pemberitaan media online itu ada tiga ya kita di News media satu bulan tayang dari tanggal 4 Mei 2015 sampai dengan 3 Juni 2015, 11 news.com dari tanggal 18 Mei 2015 sampai dengan 17 Juni 2015 dan Radarbanten.com dari tanggal 1 Juli sampai dengan 31 Juli

2015”.(Wawancara dengan Nina Karlina, 12 Agustus 2015, pukul 14.45 di BPTPM Kota Cilegon).

Dari pernyataan ibu Nina di atas menjelaskan bahwa BPTPM Kota Cilegon menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan sosialisasi media cetak dan elektronik kota Cilegon tahun 2015 mengharapkan agar kegiatan tersebut berjalan dengan efektif dan efisien untuk meningkatkan tersedianya kebutuhan informasi terhadap masyarakat dunia usaha dan terpenuhinya informasi kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. Pernyataan diatas mengenai sosialisasi melalui media cetak dan elektronik oleh BPTPM Kota Cilegon telah di rasakan oleh masyarakat hal ini diperkuat dengan pernyataan Riza Pahlevi selaku legal and licenses PT. KIEC (I6) sebagai berikut:

“Ya yang saya tahukan, saya pernah baca dikoran, dikoran itu kan akan

diterbitkan senin sampai kamis ya, itu harian radar banten dan juga di radio untuk membicarakan terkait hal itu. Nah, kalau setahu saya sih kalau untuk kawasan industri mereka datangin, tapi itu seperti itu masih belum terlihat perbaikan. Kalau bagi kami sosialisasi dari BPTPM nya mungkin udah terwakilkan tadi itu ya, karena KIEC sudah ada komunikasi secara langsung, misalnya ketemu di hotel, pembahasan terkait izin-izin

itu kan”. (Wawancara dengan Riza Pahlevi, 4 Agustus 2015, pukul 11.45 di Wisma Krakatau Cilegon).

Tetapi upaya sosialisasi Media elektronik yang dilakukan BPTPM Kota Cilegon belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti yang

diungkapkan oleh Bambang Tridasono selaku Manajer Food Beverages and engineering (I5) sebagai berikut:

“Karena menurut saya masih banyak informasi-informasi yang belum saya sendiri mengerti.Jadi, kita yang harus aktif untuk menanyakan

informasi yang dibutuhkan”.(Wawancara dengan Bambang Tridasono, 3Juli 2015, pukul 10.55 di Cilegon City Hotel, Cilegon).

Berdasarkan pernyataan yang diungkapkan bapak Bambang mengenai ketersediaan informasi di BPTPM Kota Cilegon belumlah menjawab sepenuhnya maksud dan tujuan salah satu Kerangka Acuan Kerja (KAK) sosialisasi media cetak dan elektronik yang di jalankan oleh BPTPM kota Cilegon. Hal serupa juga diungkapkan namun dengan pernyataan yang sedikit berbeda oleh Riza Pahlevi selaku legal and licenses office PT. KIEC (I6)sebagai berikut:

“Sejauh ini PTSP yang dijalankan belum memberikan kemudahan ya. Contohnya kalau kaya kemarin urus IMB, IMB inikan yang urus masih melibatkan banyak dinas terkait, tapi hasilnya belum memuaskan buat kita. Contohnya Izin Reklame, harus ada IMB nya, harus ada rekomendasinya ke tata ruang seperti itu kan, tapi kan hasilnya belum ada informasi secara jelas progresnya harus kaya mana dan juga kaya surat penyampaian dokumen kita yang ada. Kalau sistem informasi disanakan enak, kita datang langsung diproses, padahalkan kenyataannya ga seperti itu yang ada. Kalau tidak kita monitor, tidak kita samperin ya tidak akan jalan. Jadi masih belum otomatis gitu.Tapi katanya kalau di banding proses perizinan yang dulu sudah ada perbaikanlah ya. Semua saya kumpulin informasi terkait proses perizinannya seperti apa, persyaratan-persyaratannya saya minta. Tapi masih banyak kendala juga sih kaya investor kitakan maksudnya masih membayangkan mudah pelaksanaannya kemudian mereka bertanya yang mana sih yang kehambat, membutuhkan waktu proses yang lama.Misalnya kaya kemarin, tapi sampai saat ini sih informasi yang kita dapat sih udah berjalan baik sih, tapi sebelum-sebelumnya sih seperti itu. Kita update terus terkait persyaratan, form-form yang diperlukan kita selalu download

perundang-undangannya.”.(Wawancara dengan Riza Pahlevi, 3 Agustus 2015, pukul 9.10 di Wisma Krakatau Cilegon).

Dari pernyataan-pernyataan tersebut menyatakan bahwa BPTPM Kota Cilegon sebagai penyelenggara pelayanan publik belumlah optimal dalam menyediakan informasi yang akurat terkait informasi pelayanan perizinan bagi masyarakat.Beberapa masyarakat masih belum sepenuhnya memahami prosedur-prosedur perizinan yang dijalankan BPTPM Kota Cilegon.Salah satunya PT. KIEC memperoleh informasi mengenai pelayanan perizinan, prosedur perizinan dan lainnya berupaya melihat prosedur perizinan dari perundang-undangan terkait penyelenggaraan perizinan penanaman modal.Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan informasi yang di butuhkan masyarakat, adapun ruang lingkupnya ialah berkaitan dengan lokasi, ruang dan tempat pelayanan, kemudahan menjangkau, tempat parkir kendaraan, ketersediaan informasi, petunjuk-petunjuk dan lain-lain.

Pada temuan dilapangan tanggapan kenyamanan dalammemperoleh pelayanan di BPTPM Kota Cilegon dinilai belum cukup baik oleh masyarakat sebab dalam pelaksanaannya BPTPM Kota Cilegon belum siap untuk menyelenggarakan pelayanan publik mulai dari standar pelayanan yang telah ditetapkan mengenai ketepatan waktu pelayanan hingga kondisi tempat pelayanan. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Tridasono selaku manajer food beverages and engineering (I5) sebagai berikut:

“Bangunannya sih bangunan baru ya. Secara umum bagus kan ya tetapi

Karena saya beberapa kali ke lantai 3 sebetulnya kalau capek mah iya, tapi selain capek, disana itu membingungkan. Naik tangga pas mau turun keluar dari ruangan kepala bidang misalkan saya suka salah karena tangganya ada dua setiap satu lantai ada tangga sebelah kiri dan kanan kan berjejer suka salah gitu lho. Terus ga ada petunjuk misalkan keluar atau turun.Terus ga ada keterangan ruang kepala bidang siapa. Terus sampai situ harus nanya lagi, pak ruangan pak ini sebelah mana?.Makanya terakhir-terakhir saya mau ketemu pak Luhut, Pak Anto, Pak Ando saya minta dibawah aja.Soalnya ribetkan disitu tuh lewat orang

banyak yang lagi kerja”.(Wawancara dengan Bambang Tridasono, 3 Juli 2015, pukul 10.55 di Cilegon City Hotel Kota Cilegon).

Hal serupa tetapi sedikit berbeda diutarakan oleh Riza Pahlevi selaku legal and licenses PT. KIEC (I6) sebagai berikut:

“Dilihat secara bangunannya ya, bangunannya itu kan sempit, terus lantai 2 dan 3 orangnya banyak, ngerokok, terus kelihatan bejubel kan kalau ada apa-apa kita lainnya kemana. Masa ruangannya udah sempit padahal pake AC, orangnya banyak, ngerokok lagikan ya ga asik aja.Maksudnya ga nyaman gitukan. Nah itu, kalau didepan sih enak lantai dasar kan tapi pas udah naik ke atas tuh orangnya banyak, tempatnya sempit. Musholanya juga kan ya ga nyaman aja ya sempit. Saya juga harus ke atas lagikan untuk mengurus ini itu segala macam”.(Wawancara dengan Riza Pahlevi, 4 Agustus 2015, pukul 11.30 di Wisma Krakatau, Cilegon).

BPTPM Kota Cilegon telah mengeluarkan anggaran sewa gedung kantor yang berlamatkan Ruko Cilegon Business Square Blok C Nomor 10 Kota Cilegon Provinsi Banten. Mengenai pelaksanaan anggaran sewa gedung kantor yang dilakukan oleh BPTPM Kota Cilegon dijelaskan melalui tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5 Realisasi Anggaran Kegiatan Pengadaan Sewa Gedung BPTPM Kota Cilegon No. Belanja Langsung Tahun Anggaran 2014 2015 A Belanja Pegawai - Honorarium Pejabat Pengguna Barang & Jasa - Honorarium Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Rp 300.000 Rp 300.000 - - B Belanja Barang & Jasa

- Sewa Gedung/Kantor Rp 149.400.000 Rp 302.725.000 Sumber :Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BPTPM Kota Cilegon 2014 &

2015

Saat ini BPTPM Kota Cilegon masih melakukan sewa gedung untuk pengadaan fasilitas kantor yang sumbernya berasal dari Pendapatan Asli D aerah Kota Cilegon tahun 2014 dan 2015. Hal ini disampaikan oleh Sapiudin selaku Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (I2) sebagai berikut:

“Sekarang kita aja gedung masih sewa dan rencananya akan pindah ke lingkungan Bonakarta tapi saat ini masih berupaya pembebasan lahan sih, terkait juga anggaran tadi itu bagaimana tiap-tiap SKPD pinter-pinter mempertahankan argumen buat menyusun SPJ”.(Wawancara dengan Sapiudin, 12 Agustus Pukul 03.25 WIB, di kantor BPTPM Kota Cilegon).