BAB II KAJIAN PUSTAKA
C. Kerangka Berpikir
Dalam kerangka berpikir, peneliti akan menjelaskan secara runtut langkah-langkah yang dilakukan peneliti saat melaksanakan penelitian ini. Penelitian
dilatarbelakangi masalah ketidakcocokan strategi pengajaran yang digunakan guru dan gaya belajar serta strategi belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem dalam belajar bahasa Indonesia di kelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti melakukan langkah-langkah penelitian untuk mengetahui gaya belajar, karakteristik belajar dan strategi belajar secara khusus siswa bergaya read/write.
Pertama peneliti akan menganalisis gaya belajar seluruh siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem, dengan menggunakan kuesioner VARK untuk menemukan siswa-siswa yang bergaya belajar read/write. Tahap kedua, peneliti menganalisis karakteristik belajar siswa yang bergaya read/write dalam belajar bahasa Indonesia. Ketiga, secara mendalam peneliti menganalisis strategi belajar yang digunakan siswa bergaya read/write dengan kuesioner dari Oxford. Keempat peneliti mendeskripsikan data gaya belajar, karakteristik belajar, dan strategi belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang bergaya belajar read/write.
Gambar 2. Kerangka Berpikir
Teori gaya belajar VARK dari Flemming dalam Widharyanto (2017) dan Teori strategi belajar
bahasa dari Oxford (dalam Suwarsih 2013:181)
Gaya belajar siswa kelas XII
OTKP SMK Sanjaya Pakem
Karakteristik belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang bergaya belajar read/write
Strategi belajar siswa bergaya belajar read/write dalam belajar
bahasa Indonesia
Deskripsi gaya belajar, karakteristik belajar, dan strategi belajar siswa
kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang bergaya belajar
read/write
28 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Menurut Gunawan (2013:80), penelitian kualitatif dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui proses statistik atau bentuk hitungan lainnya. Moleong (2014: 6), menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, presepsi, perilaku, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
B. Sumber Data dan Data Penelitan 1. Sumber Data
Menurut Lofland dan Lofland (dalam Moleong, 2006:122), sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data utama dari penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Sumber data dari penelitian ini adalah 5 siswa kelas XII OTKP SMK Sanajaya Pakem, Yogyakarta.
2. Data Penelitian
Data penelitian yang peneliti kumpulkan berupa kata-kata yang merupakan jawaban partisipan atas pertanyaan dalam kuesioner gaya belajar
model VARK, kuesioner strategi belajar model Oxford, dan wawancara mengenai strategi dan gaya belajar.
Menurut Esti (2011: 112), terdapat dua jenis data dalam penelitian deskriptif kualitatif bersifat eksploratif, menurut sifat dan analisis datanya yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang digambarkan kata-kata atau kalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Data merupakan kuantitatif yang berwujud angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran.
Data penelitian yang pertama, yaitu data kuantitatif. Data kuantitatif yang dihasilkan adalah persentase jawaban siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem dalam menjawab kuesioner gaya belajar model VARK dan kuesioner strategi belajar model Oxford. Data penelitian yang kedua adalah data kualitatif.
Data kualitatif yang dihasilkan peneliti adalah deskripsi dari jawaban siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem dalam menjawab kuesioner gaya belajar model VARK, kuesioner strategi belajar model Oxford.
C. Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang memadai, dalam penelitian ini diterapkan satu metode pengumpulan data, yakni metode kuesioner. Kuesioner adalah salah satu prosedur pengumpulan data yang berbentuk cetakan (Tarigan, 2009:167).
Metode survei adalah metode penyediaan data yang dilakukan melalui penyebaran kuisioner atau daftar pertanyaan yang terstruktur dan rinci untuk memperoleh informasi dari sejumlah besar informan yang dipandang
representatif mewakili populasi penelitian Wiseman dan Aron (dalam Mahsun, 2005: 222).
D. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2011: 292), dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti sendiri atau anggota tim peneliti. Sedangkan berdasarkan pendapat Mardalis (1990: 60), instrumen dalam penelitian adalah alat ukur, yaitu dengan instrumen penelitian ini, dapat dikumpulkan data sebagai alat untuk menyatakan besaran atau presentasi serta lebih kurangnya dalam bentuk kualitatif atau kuantitatif.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner.
Instrumen tersebut telah divalidasi ahli dan diujicobakan pada hari Jumat, 15 November 2019 pada siswa kelas X AKL. Tujuan dari ujicoba instrumen adalah untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari kuesioner, melalui unsur kebahasaan dan unsur kemampuan kuesioner dalam mengukur gaya dan strategi yang dimiliki siswa-siswi.
Langkah kedua, peneliti melaksanakan pengambilan data pada seluruh siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem. Kuesioner dibagikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 15 orang, yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.
1. Kuesioner
Menurut Tarigan (2009:167), kuesioner adalah salah satu prosedur pengumpulan data yang berbentuk cetakan. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan kuesioner “VARK” dan kuesioner Inventarisasi Strategi Belajar Bahasa modifikasi “SILL”. Penggunaan kuesioner “VARK” merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk pengambilan data dengan tujuan untuk mengetahui gaya belajar yang dimiliki masing-masing siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem, secara khusus siswa dengan gaya belajar read/write.
Ketika peneliti sudah mendapatkan data gaya belajar yang dimiliki setiap siswa, data tersebut akan dikelompokkan masing-masing berdasarkan gaya belajar, yang kemudian akan dibuat menjadi bentuk persentase.
Tabel 3.Kuesioner Gaya Belajar dari Oxford
1 Saya perlu menemukan jalan ke toko yang direkomendasikan teman.
Saya akan:
A cari tahu di mana toko itu terkait dengan tempat yang saya tahu.
B gunakan peta.
C tuliskan petunjuk jalan yang perlu saya ingat.
D minta teman saya untuk memberi tahu saya arahnya.
2 Saya ingin menabung lebih banyak uang dan memutuskan di antara berbagai opsi. Saya akan:
A baca brosur cetak yang menjelaskan opsi secara terperinci.
B berbicara dengan seorang ahli tentang opsi.
C gunakan grafik yang menunjukkan opsi berbeda untuk periode waktu berbeda.
D pertimbangkan contoh setiap opsi menggunakan informasi keuangan saya.
3
Ketika saya belajar, saya....
A melihat pola dalam berbagai hal.
B baca buku, artikel, dan handout.
C suka membicarakan semuanya.
D menggunakan contoh dan aplikasinya.
4 Saya memiliki masalah dengan jantung saya. Saya lebih suka dokter itu ….
A menunjukkan kepada saya diagram tentang apa yang salah.
B menggambarkan apa yang salah.
C menggunakan model plastik untuk menunjukkan kepada saya apa yang salah.
D memberi saya sesuatu untuk dibaca untuk menjelaskan apa yang salah.
5 Saya ingin belajar cara menggunakan kamera foto yang lebih baik.
Saya akan …
A gunakan contoh kamera foto baik dan buruk yang menunjukkan cara memperbaikinya.
B gunakan diagram yang menunjukkan kamera dan apa yang dilakukan masing-masing bagian.
C gunakan instruksi tertulis tentang apa yang harus dilakukan.
D ajukan pertanyaan dan bicarakan tentang kamera dan fitur-fiturnya.
Kuesioner kedua yakni kuesioner Inventarisasi Strategi Belajar Bahasa modifikasi “SILL” yang telah dimodifikasi dan diujicoba digunakan dengan tujuan menemukan strategi belajar yang digunakan siswa bergaya belajar read/write pada saat pembelajaran bahasa Indonesia, dalam konteks pembelajaran keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Hasil dari instrumen tersebut kemudian akan dideskripsikan kedalam bentuk kata-kata.
Tabel 4. Kuesioner Strategi Belajar dari SILL
No Pernyataan Pilihan
1 2 3 4 5 1
Saya memikirkan hubungan antara hal-hal baru dan hal yang sudah saya ketahui/pelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
2
Saya mengucapkan atau menulis kata-kata bahasa Indonesia yang baru saya ketahui beberapa kali.
3
Ketika saya tidak bisa memikirkan kata saat percakapan dalam bahasa Indonesia, saya menggunakan gerakan yang membantu saya mendeskripsikan kata tersebut.
4
Saya melihat kesalahan bahasa Indonesia saya dan menggunakan informasi itu untuk membantu saya menjadi lebih baik dalam berbahasa
Indonesia.
5
Saya mencoba untuk tenang/menarik nafas setiap kali merasa takut menggunakan bahasa
Indonesia.
6
Jika saya tidak mengerti sesuatu dalam bahasa Indonesia, misal kata tertentu, saya meminta lawan bicara untuk memperlambat atau mengatakan lagi kata tersebut.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data penelitian kualitatif dilakukan sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan (Sugiyono, 2012:245).
Moleong (dalam Prastowo, 2014: 238), menjabarkan mengenai pengertian analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditentukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja. Seiddel (dalam Moleong, 2014: 248), menjelaskan proses analisis data kualitatif sebagai berikut:
1. Tahap Klasifikasi
Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri.
2. Tahap Identifikasi
Mengumpulkan data, memilah-milah, dan mengklasifikasikan. Dalam tahap ini peneliti melakukan proses pengambilan data, yakni jawaban dari responden melalui kuesioner gaya belajar dan strategi belajar. Selanjutnya
data tersebut dipilih dan dikelompokkan menjadi tiga, yakni data gaya belajar, karaketristik belajar, dan strategi belajar.
3. Tahap interpretasi
Berpikir dengan membuat kategori data itu mempunyai makna, dan menemukan pola hubungan-hubungan, dan menemukan temuan-temuan umum. Dalam tahap ini peneliti menentukan kriteria dominan dalam penggunaan gaya belajar, karakteristik belajar, dan strategi belajar. Data tersebut kemudian diinterpretasikan dengan teori dan penelitian terdahulu sehingga menghasilkan makna.
a. Kriteria Dominan Gaya Belajar
Kriteria dominan dari gaya belajar adalah angka minimal yang menjadi acuan dari data gaya belajar, yang digunakan sebagai penentu atau pengklasifikasian gaya belajar seseorang. Dalam penelitian ini, kriteria dominan yang digunakan peneliti untuk menentukan gaya belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Tabel Kriteria Dominan Gaya Belajar No. Jumlah yang digunakan Kriteria
1 5 Dominan
2 4 Minor
3 3 Neglibel
Berdasarkan tabel diatas, kriteria yang digunakan dalam penelitian ini ialah dominan dan minor, neglibel tidak digunakan karena jumlahnya terlalu kecil dan tidak relevan.
b. Kriteria Dominan Strategi Belajar
Kriteria dominan strategi belajar adalah angka minimal yang digunakan sebagai penentu jumlah data strategi belajar yang digunakan siswa bergaya belajar read/write. Kriteria dominan strategi belajar yang digunakan siswa adalah 40%, jika data strategi belajar siswa kurang dari 40% maka dikatakan tidak memenuhi kriteria dominan strategi belajar.
4. Tahap Deskripsi
Dalam tahap deskripsi ini, peneliti sudah menemukan makna dan temuan-temuan terkait dengan data yang telah diinterpretasi sebelumnya. Tahap deskripsi mengacu pada rumusan masalah dari penelitian ini sendiri, sehingga data dipaparkan sistematis dan menjawab pertanyaan dari rumusan masalah itu sendiri.
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Berdasarkan hasil pengumpulan data penelitian berjudul “Strategi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta yang bergaya Belajar Read/Write” yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 November 2019 di kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem, Yogyakarta didapatkan enam data penelitian, yang dideskripsikan sebagai berikut:
1. Gaya Belajar Seluruh Siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem Hasil perhitungan data kuesioner gaya belajar model VARK dilakukan dengan menjabarkan jawaban 15 siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem, Yogyakarta melalui tabel Microsoft Excel dan melakukan penjumlahan masing-masing aspek (Visual, Aural, Read/write, Kinestetik), didapatkan data sebagai berikut:
Tabel 6. Hasil Gaya Belajar dan Varian Gaya Belajar
No Nama Gaya Belajar Dominan Varian Gaya Belajar
1 AESP Aural -
2 ACK Kinestetik Visual-aural
3 AAN Kinestetik -
4 AYC Read/write Visual
5 FK Aural Kinestetik
6 IDR Read/write Aural
7 LCP Kinestetik Aural
8 LRP Read/write Aural
Berdasarkan tabel di atas, didapatkan data kuesioner gaya belajar seluruh siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta yang berjumlah 15 orang. Seluruh siswa ini memiliki dominasi dan variasi gaya belajar yang berbeda. Hasil ini didapatkan dari pemilihan jawaban masing-masing siswa.
Jawaban-jawaban tersebut mencerminkan unsur gaya belajar Visual, Aural, Read/write, dan Kinestetik.
Gaya belajar dominan yang dimaksud adalah pemilihan unsur gaya belajar yang paling dominan digunakan seseorang. Varian gaya belajar merupakan gaya belajar yang digunakan seseorang dengan intesitas penggunaan yang tidak lebih dominan dari gaya belajar dominan seseorang. Untuk mengetahui intensitas gaya belajar siswa adalah dengan mengelompokkan dan menjumlahkan masing-masing pilihan jawaban dari kuesioner “VARK” ,yang mana masing-masing-masing-masing jawaban tersebut mempunyai unsur visual, aural, read/write, dan kinestetik.
Hasil penjumlahan tersebut akan diseleksi berdasarkan kriteria dominan gaya belajar. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut didapatkan data gaya belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta ,yakni gaya belajar
9 LAAS Read/write Visual
10 NP Read/write Aural
11 RIY Kinestetik Read/write
12 RF Aural -
13 VI Aural -
14 VA Visual, Aural, Kinestetik
15 VN Aural Kinestetik
dominan aural sebanyak 5 siswa, visual sebanyak 1 siswa, read/write sejumlah 5 siswa, dan kinestetik 5 siswa.
2. Karakteristik Belajar Siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang Bergaya Belajar Read/write
Berdasarkan hasil perhitungan kuesioner kelima siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya belajar read/write, didapati bahwa siswa bergaya belajar read/write memiliki karakteristik belajar yang berbeda dengan siswa bergaya belajar kinestetik, aural, dan visual. Karakteristik belajar pada siswa-siswa tersebut adalah cenderung akan lebih sering atau lebih menyukai kegiatan membaca, seperti membaca petunjuk membuat sesuatu, membaca detail-detail sesuatu untuk mendapatkan gambaran secara jelas, membaca untuk mengidentifikasi sesuatu, atau membaca pada saat kegiatan belajar.
Data-data tersebut dihitung dengan cara menjabarkan jawaban-jawaban kuesioner “VARK” milik siswa, yang mana pada jawaban kuesioner tersebut terdapat pernyataan-pernyataan yang menggambarkan aktivitas belajar siswa tersebut secara terperinci. Jawaban kelima siswa tersebut kemudian dijumlahkan secara keseluruhan untuk mendapatkan pernyataan-pernyataan yang menggambarkan aktivitas belajar yang paling banyak digunakan siswa. Dapat diartikan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut adalah gambaran karakteristik belajar siswa-siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya belajar read/write. Jawaban tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan karakteristik belajar kelima siswa bergaya belajar read/write (tabel 22).
3. Strategi Belajar Siswa yang Bergaya Belajar Read/write Pada saat Belajar Bahasa Indonesia
Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner strategi belajar bahasa model Oxford, didapatkan data strategi belajar bahasa siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang bergaya belajar read/write. Saat pembelajaran bahasa Indonesia, secara khusus dalam keterampilan membaca, siswa bergaya belajar read/write dominan menggunakan strategi memori dengan sub strategi ciptakan hubungan mental, strategi kognitif analisis dan bernalar (2C4), dan kompensasi atasi keterbatasan dalam wicara dan tulisan (3B7). Dalam keterampilan menulis, siswa bergaya belajar read/write dominan menggunakan strategi kognitif dengan sub strategi analisis dan bernalar (2C2), sub strategi kedua yakni membuat stuktur untuk masukan dan luaran (2D2). Kemudian pada keterampilan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa bergaya belajar read/write dominan menggunakan strategi kognitif dengan sub strategi praktik bahasa (2A5) dan metakognitif memusatkan belajar (4A2). Yang terakhir, pada keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa bergaya belajar read/write menggunakan strategi sosial dengan sub strategi tanyakan (6A1) dan afektif pada sub strategi kerjasama (6B2).
Tabel 7. Tabel Strategi Belajar Siswa bergaya Belajar Read/Write Kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem
No. Nama Siswa Strategi Belajar
1 AYC Memori-Kognitif-kompensasi-Metakognitif-Afektif
2 IDR Kognititf-Sosial
3 LRP Memori-Kognitif-Kompensasi-Metakognitif 4 LAAS Kognitif-Metakognitif-Afektif-Sosial
5 NP Memori-Kognitif-Kompensasi-Metakognitif
Untuk mendapatkan data strategi belajar siswa seperti pada tabel diatas, dilakukan beberapa cara perhitungan, yakni dengan cara menjabarkan jawaban siswa kedalam bentuk tabel Microsoft Excel. Data tersebut kemudian diklasifikasikan dan dijumlah berdasarkan strategi masing-masing, kemudian data-data tersebut diubah kedalam bentuk persentase, dengan tujuan mempermudah perhitungan. Hasil persentase tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria dominan. Dari hasil persentase tersebut didapatkan data seluruh strategi belajar siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem secara individu.
B. Analisis Data
Berdasarkan pengolahan data dari kuesioner, ditemukan bahwa dari siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem yang berjumlah 15 siswa, terdapat 5 siswa yang memiliki gaya belajar read/write dengan varian yang berbeda, dengan rincian dua siswa bergaya read/write-visual dan tiga siswa bergaya belajar read/write-audiovisual yang tampak pada (tabel 7). Hal ini terjadi karena berdasarkan rata-rata hasil kuesoner yang berjumlah 16 pertanyaan, kelima siswa ini cenderung memilih pilihan jawaban yang memiliki unsur strategi read/write, sehingga menggambarkan bahwa dalam memperoleh informasi, siswa-siswa ini akan lebih nyaman dalam aktivitas belajar dengan input dan output dalam bentuk teks. Data lain yang menggambarkan bahwa siswa-siswa
ini memiliki gaya yang lain, lebih rendah hasilnya dibandingkan dengan rata-rata hasil jawaban dari gaya read/write. Hal ini juga didukung dengan wawancara langsung yang dilakukan peneliti untuk mengonfirmasi jawaban dari kelima siswa tersebut.
Berdasarkan hasil analisis kuesioner kelima siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya belajar read/write, didapati pula bahwa siswa bergaya belajar read/write memiliki karakteristik belajar yang berbeda dengan siswa bergaya belajar kinestetik, aural, atau visual. Siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya belajar read/write dalam keseharian cenderung akan lebih sering atau lebih menyukai kegiatan membaca, seperti membaca petunjuk membuat sesuatu, membaca detail-detail sesuatu untuk mendapatkan gambaran
secara jelas, membaca untuk mengidentifikasi sesuatu, atau membaca pada saat kegiatan belajar.
Selanjutnya, data strategi belajar kelima siswa bergaya read/write yang diperoleh dari pengolahan kuesioner serta perhitungan yang dilakukan dengan Microsoft Excel dan analisis kriteria yang dibuat peneliti. Dari pengolahan kuesioner dengan Microsoft Excel tersebut, strategi belajar yang digunakan kelima siswa bergaya belajar read/write dalam mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia dalam konteks menyimak, membaca, berbicara, menulis dijabarkan seperti dibawah ini:
Tabel 8. Tabel Strategi Siswa bergaya Read/Write dalam Belajar Empat Keterampilan Berbahasa
Nama Empat keterampilan berbahasa
Menyimak Membaca Menulis Berbicara
AYC Kognitif,
Kognitif Kognitif Afektif, sosial
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada saat pembelajaran bahasa Indonesia, secara khusus dalam keterampilan membaca, siswa bergaya
belajar read/write dominan menggunakan strategi strategi memori dengan sub strategi ciptakan hubungan mental, strategi kognitif analisis dan bernalar (2C4), dan kompensasi atasi keterbatasan dalam wicara dan tulisan (3B7).
Dalam keterampilan menulis, siswa bergaya belajar read/write dominan menggunakan strategi kognitif dengan sub strategi analisis dan bernalar (2C2), sub strategi kedua yakni membuat stuktur untuk masukan dan luaran (2D2).
Kemudian pada keterampilan menyimak dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa bergaya belajar read/write dominan menggunakan strategi kognitif dengan sub strategi praktik bahasa (2A5) dan metakognitif memusatkan belajar (4A2).
Yang terakhir, pada keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia, siswa bergaya belajar read/write menggunakan strategi sosial dengan sub strategi tanyakan (6A1) dan afektif pada sub strategi kerjasama (6B2).
Tabel 9. Rata-rata strategi belajar yang digunakan seluruh siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya belajar read/write serta variasinya
Strategi Keterampilan Sub Jenis
Rata-rata Memori Berbicara/menulis Menciptakan hubungan mental 40%
Membaca,menulis, berbicara,menyima k
Review dengan baik 40%
Membaca Ciptakan hubungan mental 80%
Kognitif Berbicara/menulis Berlatih bahasa 40%
Menyimak Berlatih bahasa 100%
Membaca Analisis dan bernalar 60%
Menulis Analisis dan bernalar 100%
Menulis Membuat struktur untuk masukan dan luaran
80%
Kompens asi
Berbicara/menulis Atasi keterbatasan dalam wicara dan tulisan
40%
Membaca Atasi keterbatasan dalam wicara dan tulisan
40%
Mendengarkan Tebak 40%
Metakogn
Menyimak Memusatkan belajar 60%
Membaca,menulis,
Membaca Atur dan rencanakan kegiatan belajar
Berbicara Dorong diri 40%
Membaca,menulis,
<40% = tidak masuk kedalam kriteria strategi belajar
>40% = masuk kedalam kriteria strategi belajar
Untuk mendapatkan hasil perhitungan seperti pada tabel diatas, data strategi belajar tersebut diklasifikasikan dan dijumlah berdasarkan strategi masing-masing, kemudian data-data tersebut diubah kedalam bentuk persentase, dengan tujuan mempermudah perhitungan. Hasil persentase tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria dominan, sehingga menghasilkan rata-rata penggunaan strategi belajar seluruh siswa bergaya read/write dan variasinya.
Dapat disimpulkan bahwa siswa yang bergaya belajar read/write memiliki strategi belajar yang dominan digunakan dalam belajar Bahasa Indonesia, yaitu enam strategi belajar, diantaranya strategi memori, kognitif, kompensasi, metakognitif, afektif, dan sosial.
1. Strategi belajar dan keterampilan siswa bergaya belajar read/write Agar lebih mendalami mengenai strategi belajar dan keterampilan berbahasa yang digunakan siswa kelas XII OTKP SMK Sanjaya Pakem bergaya read/write dan variannya, berikut penjabaran gaya belajar, strategi belajar, dan keterampilan berbahasa yang dirincikan secara individu:
a. AYC
Berdasarkan hasil pengolahan data, siswa tersebut memiliki gaya belajar read/write dengan variasi gaya visual, untuk mengetahui strategi yang ia gunakan dalam belajar bahasa Indonesia, maka dijabarkan data sebagai berikut:
Tabel 10. Gaya dan Strategi Belajar Siswa AYC Gaya belajar dan
varian
Strategi belajar
Strategi belajar