• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

C. Kerangka berpikir

Di dalam model pembelajaran Missouri Mathematics Project siswa dituntut untuk menyelesaikan lembar tugas yang berisi sederet soal ataupun perintah untuk mengembangkan suatu ide atau konsep matematika.

Sehingga dengan menyelesaikan lembar tugas yang berisi sederet soal serta dituntut mampu mengembangkan suatu ide atau konsep matematika maka dengan ini keaktifan siswa dapat ditingkatkan. Karena dengan menyelesaikan sederet soal, siswa terbiasa menterjemahkan suatu kalimat soal serta diharapkan mampu menyelesaikan permasalahanya sampai mencapai keberhasilanya. Lembar tugas yang berisi sederet soal ini dapat diselesaikan secara kelompok (pada langkah latihan terkontrol), pada langkah ini memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam mengintegrasikan pengetahuan dan keterangan yang berbeda. Secara individu (pada langkah seatwork), sehingga dengan langkah ini memberi kesempatan kepada siswa untuk merumuskan pertanyaan mereka sendirian kemudian mencoba untuk menjawabnya. Selanjutnya diselesaikan secara bersama atau seluruh siswa dalam kelas (pada langkah pengembangan).

MMP mempunyai penekanan pada belajar kooperatif dan kemandirian siswa. Dengan penggunaan model pembelajaran Missouri Mathematics Project memungkinkan untuk terjadi interaksi tingkat tinggi karena dalam pembelajaranya terjadi beberapa interaksi antara guru dan siswa, siswa dan siswa, bahkan dengan media dan sumber belajar.

Dari uraian di atas maka penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-A MTs N Bener Kabupaten purworejo tahun 2013/2014.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat, Waktu, dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 sampai Maret 2014 di MTs N Bener Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan dengan pendekatan tindakan kelas dengan mengambil siswa kelas VII-A di MTs N Bener Tahun Ajaran 2013/2014. Siswa kelas VII-A digunakan sebagai subyek penelitian yang jumlahnya 36 siswa terdiri dari 14 siswa putra dan 22 siswa putri. Faktor yang diteliti adalah faktor keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project .

B. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project pada siswa kelas VII-A MTs N Bener Kabupaten Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang akan dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dan pertemuan ketiga digunakan untuk memberikan evaluasi kepada siswa yang berupa tes. Desain penelitian ini setiap siklusnya terdapat 4 langkah yaitu Planning (perencanaan), Acting

26

(tindakan), Observing (pengamatan), dan Reflecting (refleksi). Menurut Subyantoro (2009: 89), Secara skematis digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Model Penelitian Tindakan Kelas Sumber : Subyantoro (2009: 89)

Permasalahan Perencanaan siklus

I

Tindakan siklus I Observasi siklus

I

Refleksi siklus I

Permasalahan baru hasil siklus I

Perencanaan sklus II

Tindakan siklus II

Observasi siklus

II Refleksi siklus II

Apabila permasalahan belum

selesai Dilanjut ke

siklus berikutnya

Menurut Sukardi (2003: 210) mengemukakan bahwa:

penelitian tindakan kelas adalah cara suatu kelompok atau seseorang dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain.

Sedangkan menurut Suharsimi (2008: 20) ada empat tahapan penting dalam penelitian tindakan, yaitu:

merencanakan, pelaksanaan (implementasi), pengamatan (observasi), dan refleksi. Keempat tahapan dalam penelitian tindakan tersebut adalah unsur untuk membuat sebuah siklus.

Jadi satu siklus dimulai dari perencanaan sampai dengan refleksi. Banyaknya siklus tergantung pada memilih atau tidaknya tindakan itu diperlukan.

Tindakan dianggap cukup tergantung pada permasalahan pembelajaran yang akan dipecahkan. Semakin banyak permasalahan yang akan dipecahkan maka semakin banyak siklus akan lebih baik. Untuk memecahkan permasalahan pembelajaran guling depan ini menggunakan dua siklus. Berikut penjelasan dari kegiatan-kegiatan dalam siklus penelitian tindakan ini :

Siklus Pertama a. Perencanaan

1) Melakukan pengamatan dan diskusi dengan guru matematika kelas VII-A, mengumpulkan nilai ulangan harian dan nilai UTS matematika.

2) Mempersiapkan metode yang akan digunakan untuk pembelajaran, yaitu metode Missouri Mathematics Project dan menyiapkan alat evaluasi untuk pembelajaran dengan metode Missouri Mathematics

Project yang berupa Lembar Kerja Siawa yang dikerjakan secara berkelompok untuk mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar.

3) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran materi tentang persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project. RPP disusun dengan pertimbangan dosen dan guru yang bersangkutan.

4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi mengenai keaktifan belajar siswa.

5) Menyusun kisi-kisi dan soal tes evaluasi yang akan diberikan pada akhir siklus dengan pertimbangan guru matematika.

6) Menyampaikan rencana materi dan tujuan penelitian kepada siswa.

b. Tindakan

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Pelaksanaan tindakan bertujuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan rancangan penyelesaian hambatan. Tindakan yang dimaksud adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali yang merupakan variasi pembelajaran yang cermat dan bijaksana dan untuk memperbaiki keadaan. Tindakan yang dilakukan adalah :

Pertemuan I

1) Pendahuluan : 10 menit

a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

b) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

c) Guru memberikan motivasi dengan memberi penjelasan pentingnya menguasai materi bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

2) Kegiatan inti : 60 menit

a) Guru menyajikan ide baru dan perluasan konsep matematika terdahulu yang berhubungan dengan menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

b) Guru menjelaskan materi menggenai mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linier satu variabel.

c) Guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaiannya.

d) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

e) Guru memberikan soal yang diselesaikan dalam kelompok.

f) Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas dan membenarkan jawaban yang salah.

g) Guru mengkondisikan peserta didik untuk mengembalikan keadaan tempat duduk seperti semula.

h) Guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan secara individual.

3) Penutup : 10 menit

a) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

b) Guru memberikan PR kepada siswa.

c. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui jalanya pelaksanaan tindakan, yaitu memantau jalannya pembelajaran Missouri Mathematics Project pada materi mengenai mengubah masalah sehari-hari ke dalam model matematika berbentuk persamaan linier satu variabel dengan menggunakan lembar observasi (pengamatan) yang telah dibuat.

Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

a. Perencanaan

1) Mempersiapkan metode yang akan digunakan untuk pembelajaran, yaitu metode Missouri Mathematics Project.

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran materi tentang membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel melalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project. RPP disusun dengan pertimbangan dosen dan guru yang bersangkutan.

3) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi mengenai keaktifan belajar siswa.

4) Menyiapkan Lembar Kerja Siswa yang dikerjakan secara berkelompok untuk mengetahui keberhasilan proses belajar mengajar.

b. Tindakan Pertemuan II

1) Pendahuluan : 10 menit

a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

b) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Kegiatan inti : 60 menit

a) Guru menyajikan ide baru dan perluasan konsep matematika terdahulu yang berhubungan dengan menyelesaikan model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel.

b) Guru menjelaskan materi mengenai menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel.

c) Guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaiannya.

d) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

e) Guru memberikan soal yang diselesaikan dalam kelompok.

f) Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas dan membenarkan jawaban yang salah.

g) Guru mengkondisikan peserta didik untuk mengembalikan keadaan tempat duduk seperti semula.

h) Guru memberikan soal latihan untuk dikerjaan secara individual.

3) Penutup : 10 menit

a) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

b) Guru memberikan PR kepada siswa.

c. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui jalanya pelaksanaan tindakan, yaitu memantau jalannya pembelajaran Missouri Mathematics Project pada materi menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel dengan menggunakan lembar observasi (pengamatan) yang telah dibuat. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

a. Perencanaan

1) Menyiapkan alat evaluasi untuk pembelajaran dengan metode Missouri Mathematics Project.

2) Menyusun kisi-kisi dan soal tes evaluasi yang akan diberikan pada akhir siklus dengan pertimbangan guru matematika dan dosen pembimbing.

b. Tindakan Pertemuan III

1) Pendahuluan : 10 menit a) Berdoa.

b) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

c) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Kegiatan inti : 60 menit

Melakukan pengambilan nilai. Pengambilan nilai dilakukan atau diterapkan sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah. Pelaksanaan tes terdiri dari beberapa tahapan diantaranya :

a) Membagikan soal yang telah dipersiapkan kepada semua siswa.

b) Siswa disuruh mengerjakan soal, kemudian dikumpulkan.

c) Setelah selesai mengerjakan soal siswa disuruh untuk menjawab pertanyaan lembar kerja siswa yang telah disiapkan.

3) Penutup : 10 menit a) Koreksi.

b) Berdoa.

c) Observasi

Observasi dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan lembar observasi (pengamatan) yang telah dibuat. Observasi dilakukan untuk

melihat secara langsung begaimana keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

d) Refleksi

Refleksi pada pertemuan III digunakan untuk membedakan hasil pertemuan I dengan pertemuan II, terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa atau belum. Jika belum terjadi peningkatan, maka siklus dapat diulangi lagi atau dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Siklus kedua a. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan pada siklus II pertemuan I ini memperhatikan refleksi pada siklus I pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III, perencanaan pada pertemuan I meliputi:

1) Membuat RPP dengan melibatkan kolaborator tentang menyelesaikan model matematika suatu maslah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel.

2) Mempersiapkan lembar observasi keaktifan siswa.

3) Mempersiapkan media pembelajaran yaitu berupa LKS yang dikerjakan secara berkelompok.

4) Menyusun dan mempersiapkan materi yang akan dikenai model pembelajaran Missouri Mathematics Project.

b. Tindakan.

Pertemuan I

1. Pendahuluan : 10 menit

a) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

b) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

c) Guru memberikan motivasi dengan memberi penjelasan pentingnya menguasai materi ini.

2. Kegiatan inti : 60 menit

a) Guru menyajikan ide baru dan perluasan konsep matematika terdahulu yang berhubungan dengan membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

b) Guru menjelaskan materi mengenai mengenai mengubah masalah kedalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linier satu variabel.

c) Guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaiannya.

d) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

e) Guru memberikan soal yang diselesaikan dalam kelompok.

f) Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas dan membenarkan jawaban yang salah.

g) Guru mengkondisikan peserta didik untuk mengembalikan keadaan tempat duduk seperti semula.

h) Guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan secara individual.

3. Penutup : 10 menit

a) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

b) Guru memberikan PR kepada siswa.

c. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui jalanya pelaksanaan tindakan, yaitu memantau jalannya pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan melibatkan kolaborator mengenai cara menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linier satu variabel. Dengan menggunakan lembar observasi (pengamatan) yang telah dibuat seperti pada siklus I pertemuan I. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

a. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan pada pertemuan II ini memperhatikan hasil observasi pada pertemuan I, perencanaan pada pertemuan II meliputi : 1) Mempersiapkan metode yang akan digunakan untuk pembelajaran,

yaitu metode Missouri Mathematics Project untuk pembelajaran

persamaaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dengan metode Missouri Mathematics Project.

2) Membuat RPP materi tentang menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabelmelalui model pembelajaran Missouri Mathematics Project.

RPP disusun dengan pertimbangan dosen dan guru yang bersangkutan.

3) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi mengenai keaktifan belajar siswa.

b. Tindakan.

Pertemuan II

1) Pendahuluan : 10 menit a) Berdoa.

b) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

c) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Kegiatan inti : 60 menit

a) Guru menyajikan ide baru dan perluasan konsep matematika terdahulu yang berhubungan dengan materi bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel.

b) Guru menjelaskan materi mengenai menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variabel.

c) Guru memberikan contoh soal dan cara penyelesaianya.

d) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

e) Guru memberikan soal yang diselesaikan dalam kelompok.

f) Guru meminta masing-masing kelompok mempresentasikan di depan kelas dan membenarkan jawaban yang salah.

g) Guru mengkondisikan peserta didik untuk mengembalikan keadaan tempat duduk sepert semula.

h) Guru memberikan soal latihan untuk dikerjakan secara individual.

3) Penutup : 10 menit

a) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

b) Guru memberikan PR kepada siswa.

c. Observasi

Observasi dilakukan selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan lembar observasi (pengamatan) yang telah dibuat.

Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung begaimana keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

a. Perencanaan

1) Menyiapkan alat evaluasi untuk pembelajaran dengan metode Missouri Mathematics Project.

2) Menyusun kisi-kisi dan soal tes evaluasi yang akan diberikan pada akhir siklus dengan pertimbangan guru matematika dan dosen pembimbing.

b. Tindakan Pertemuan III

1) Pendahuluan : 10 menit a) Berdoa.

b) Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran peserta didik.

c) Guru memberikan apersepsi pada peserta didik dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

2) Kegiatan inti : 60 menit

Melakukan pengambilan nilai. Pengambilan nilai dilakukan atau diterapkan sesuai dengan kurikulum yang digunakan di sekolah. Pelaksanaan tes terdiri dari beberapa tahapan diantaranya :

a) Membagikan soal yang telah dipersiapkan kepada semua siswa.

b) Siswa disuruh mengerjakan soal, kemudian dikumpulkan.

c) Setelah selesai mengerjakan soal siswa disuruh untuk menjawab pertanyaan lembar kerja siswa yang telah disiapkan.

3) Penutup : 10 menit a) Koreksi.

b) Berdoa.

d. Refleksi

Refleksi pada siklus I dan siklus II, terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa atau tidak. Hasil akhir observasi dan evaluasi siklus II dibandingkan dengan hasil evaluasi dan observasi siklus I. Jika hasil belum terjadi peningkatan, maka siklus dapat diulang lagi dan jika sudah terjadi peningkatan maka siklus dihentikan.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2011:308). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada 3 yaitu metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi yang masing-masing metode mempunyai fungsi sebagai berikut.

(1) Metode observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai aktivitas pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Seperti; ketelitian, keaktifan serta hasil belajar siswa pada pelajaran matematika. Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang sudah disiapkan. Penilaian ini dilakukan dengan memberikan checklist pada lembar observasi yang telah dipersiapkan.

Observasi setiap pelaksanaan proses pembelajaran di fokuskan untuk

memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan model pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

(2) Metode tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diteliti. Tes berfungsi untuk memperoleh data hasil belajar matematika siswa sesudah diberi tindakan pada setiap siklus.

(3) Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh daftar nama siswa, jumlah peserta didik dan daftar nilai yang diberikan untuk memberikan gambaran secara konkret mengenai kegiatan dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran matematika yang dilakukan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Kegiatan ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta atau kenyataan pada saat pelaksanaan tindakan.

D. Instrumen Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas, dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ada 3 yaitu : 1) Pedoman Observasi Untuk Siswa

Pedoman observasi dikembangkan berdasarkan aspek keaktifan.

Melalui lembar observasi penulis memberikan pertanyaan yang diikuti dengan alternatif jawaban kualitatif. Selanjutnya penilaian observasi tersebut dilakukan dengan cara mengartikan setiap jawaban kualitatif menjadi jawaban kuantitatif.

2) Tes

Instrumen tes berbentuk uraian dan disusun berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Tes evaluasi diberikan pada akhir siklus yang digunakan untuk menunjukan hasil belajar yang dicapai pada setiap siklus. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan nilai siswa setelah menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk mengolah data yang diperoleh dengan rumus atau aturan yang ada atau sesuai dengan pendekatan penelitian Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian. Data yang dianalisis adalah semua data yang dikumpulkan melalui pengamatan. Data dianalisis sejak penelitian dimulai dan di kembangkan selama proses refleksi. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dan hasil belajar dari pelaksanaan siklus dianalisa dengan menggunakan persentase keaktifan dan rerata hasil belajar. Dengan adanya analisis data, maka hipotesis yang ditetapkan bisa diuji kebenarannya untuk selanjutnya dapat diambil suatu kesimpulan.

Teknik analisis yang digunakan sebagai berikut.

1. Analisis rerata hasil belajar siswa

Rerata hasil belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus:

Suharsimi Arikunto, 2008: 264)

Keterangan:

=

rerata (mean)

∑ = jumlah skor

= banyaknya peserta didik

2. Analisis observasi keaktifan belajar siswa

Setiap butir pertanyaan kepada siswa dikelompokkan sesuai dengan aspek yang diamati, kemudian dihitung jumlah skor setiap butir. Jumlah hasil skor yang diperoleh dipersentase dan dikategorikan sesuai dengan kualifikasi sesuai hasil observasi.

Menentukan tingkat persentase keaktifan belajar siswa dengan ketentuan sebagai berikut:

% (Ngalim Purwanto, 2010: 102) Keterangan:

= Nilai persentase yang dicari atau diharapkan = Skor mentah pengumpulan data

= Skor maksimum ideal dari tes yang digunakan 100% = Bilangan tetap

Dari nilai persen yangdiperoleh kemudian menentukan tingkat persentase keaktifan belajar dengan ketentuan berikut.

Tabel 2.

Kriteria Data Keaktifan.

No Rentang Skor Keaktifan Kriteria Keaktifan

1. 80 100 Sangat Baik

2. 70 80 Baik

3. 60 70 Cukup

4. 50 60 Kurang

5. 0 50 Sangat Kurang

(Ngalim Purwanto, 2010: 103).

3. Analisis keberhasilan pembelajaran

Hasil evaluasi belajar siswa yang dilaksanakan pada akhir pertemuan dihitung rata-ratanya. Kemudian dikategorikan dalam batas-batas penilaian yang diberikan yaitu tuntas atau belum tuntas. Disamping itu nilai siswa sebelumnya akan dijadikan dasar ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh masih berupa skor sehingga perlu diubah menjadi nilai prestasi. Menurut Ngalim Purwanto (2010:

103), skor yang didapatkan untuk dapat dicatat sebagai nilai hasil belajar, maka skor mentah yang diperoleh dari hasil pengamatan diubah menjadi skor berstandar, sehingga akan didapatkan nilai hasil belajar. Skor standar pada penilaian ini adalah 100, dengan kata lain bahwa nilai hasil belajar tertinggi adalah 100. Selanjutnya, persentase skor hasil observasi dikategorikan sesuai dengan persentase kulifikasi hasil observasi sebagai berikut :

Tabel 3.

Kriteria Analisis Data Pelaksanaan Pembelajaran.

No Rentang Skor Keaktifan Kriteria Keaktifan

1. 80 100 Sangat Baik

2. 70 80 Baik

3. 60 70 Cukup

4. 50 60 Kurang

5. 0 50 Sangat Kurang

F. Indikator Keberhasilan Tindakan Penelitian ini dikatakan berhasil apabila:

1. Persentase rerata keaktifan belajar siswa mencapai 70% atau lebih, dengan kriteria baik.

2. Rerata hasil belajar siswa mencapai 70.

3. Ketuntasasan klasikal mencapai 70% dengan nilai KKM 73.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Keadaan Pra Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian untuk mengumpulkan data awal maka dilakukan pengamatan (observasi) sebagai kegiatan pra siklus. Dalam kegiatan pra siklus peneliti mengambil data nilai ulangan harian dari materi operasi hitung bentuk aljabar dengan jenis evaluasi yaitu esay. Hasil dari pra siklus dapat diketahui bahwa dari 36 siswa yang tuntas belajar matematika hanya 13 siswa atau ketuntasan klasikal yang dicapai 36,11%. Berdasarkan hasil prasiklus tersebut maka akan dilakukan tindakan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project.

B. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian 1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan siklus 1 dihasilkan 1) Perangkat pembelajaran yang terdiri dari

a) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project.

b) Pembagian kelompok yang terdiri dari 9 kelompok c) LKS

2) Instrumen Penelitian terdiri dari

a) Lembar Observasi Keaktifan Siswa

47

b) Soal Tes Evaluasi Siswa Siklus I

3) Dokumentasi menggunakan kamera untuk mengambil foto-foto KBM menggunakan model pembelajarn Missouri Mathematics Project.

b. Tahap Tindakan I 1) Pertemuan I

Pertemuan I dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Oktober 2013 dengan alokasi waktu 2 40 menit atau jam ke 5 – 6 (10.10 – 11.30). Pada siklus I pertemuan I membahas materi tentang persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel. Sebelum pembelajaran, Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa dan mengecek kehadiran siswa sehingga diketahui pada hari itu siswa berangkat semua. Setelah itu, guru memberitahukan siswa tentang yang akan diterapkannya model pembelajaran Missouri Mathematics Project dalam kegiatan pembelajaran. Kemudian guru menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Selanjutnya kegiatan inti, yaitu memberikan gambaran serta menjelaskan tentang mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linier satu variabel yaitu dengan memberikan contoh-contoh soal dari materi tersebut.

Setelah memberikan contoh-contoh soal guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan didepan bagi siswa yang berani

Setelah memberikan contoh-contoh soal guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan didepan bagi siswa yang berani

Dokumen terkait