• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Pikir Penelitian

Dalam dokumen M.Nuryadin Adam 05/189812/SP/21250 (Halaman 37-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Kerangka Pikir Penelitian

Pandangan bahwa kehidupan masyarakat merupakan suatu ekosistem yang didalamnya terdiri dari sistem-sitem yang berkaitan seperti dikemukakan oleh

27 Hadi merupakan landasan bagi penelitian ini. Pembangunan jembatan Kandilo merupakan leading sector bagi perkembangan berbagai aspek dalam kehidupan masyakarat desa Sungai Tuak. Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari perubahan sistem fisik lingkungan yang akan membawa perubahan bagi unsur lain dalam sistem fisik itu sendiri, dan juga bagi sistem sosial dan ekonomi lingkungan tersebut.

Meningkatnya interaksi masyarakat desa dengan kota yang memiliki nilai-nilai sosial yang cenderung berbeda akan menimbulkan sifat saling mempengaruhi, namun dalam hal ini pengaruh yang diberikan oleh kota terhadap nilai-nilai yang berlaku di desa lebih kuat dibanding sebaliknya. Desa yang pada mulanya memiliki modal sosial yang kuat lama-kelamaan akan mengalami penurunan kekuatan modal tersebut sebagai akibat terserapnya perilaku dari masyarakat kota yang cenderung bersikap individualis.

Kelancaran arus orang dan barang akan mendorong perubahan di berbagai bidang, diantaranya adalah bidang ketenagakerjaan, dimana masyarakat desa terutama kalangan pemuda akan mulai meninggalkan kehidupan bertani yang merupakan tumpuan perekonomian desa. Pemuda akan mulai mencari kesempatan berkerja di kota karena transportasi yang lebih lancar, atau juga mulai membuat lapangan pekerjaan sendiri seperti berdagang karena adanya peningkatan kesempatan berusaha.

Pola kepemilikan dan pemanfaatan lahan juga akan berubah, sebagian lahan pertanian akan terkonversi menjadi lahan perumahan ataupun area komersil seperti pasar atau pertokoan. Masyarakat desa yang tidak siap dengan perubahan

28 mata pencaharian akan mengalami stress karena kekhawatiran akan ketidakpastian penghidupan bagi keluarga. Persoalan-persoalan semacam ini akan menjauhkan masyarakat dari kesejahteraan jika tidak dipahami secara baik kearah mana sebenarnya perubahan yang sedang terjadi,apakah menuju keadaan yang lebih baik atau justru sebaliknya.

Tidak ada teori maupun hipotesa yang coba dibuktikan dalam penelitian ini. Penelitian ini akan mengangkat bagaimana dampak yang terjadi di masyarakat desa Sungai Tuak sebagaimana adanya dari sudut pandang masyarakat desa itu sendiri. Evaluasi dampak sosial dalam penelitian ini dibatasi pada aspek sosial ekonomi yang meliputi kesempatan berusaha, pola mata pencaharian, tingkat pendapatan keluarga, serta pola kepemilikan dan pemanfaatan lahan.

Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Kependudukan

• Tingkat mobilitas penduduk

• tingkat kesejahteraan penduduk 2. kesempatan berusaha,

• Munculnya warung ataupun toko di sekitar area proyek pembangunan jembatan

• Ragam kegiatan usaha masyarakat desa 3. pola mata pencaharian,

• Peralihan dari pekerjaan bidang agraris ke non-agraris

o Pekerjaan non agraris meliputi meliputi pertambangan, perindustrian, perdagangan, pariwisata, dan jasa

29

• Peralihan dari sektor non formal ke sektor formal 4. Perubahan pendapatan dan pengeluaran keluarga,

• Peningkatan jumlah pendapatan dan pengeluaran keluarga

• Kesempatan kerja meningkat

5. pola kepemilikan dan pemanfaatan lahan

• Peralihan kepemilikan lahan dari penduduk desa ke no-penduduk desa

• Pemanfaatan lahan untuk kegiatan agraria

• Pemanfaatan lahan untuk perumahan

• Pemanfaatan lahan untuk kegiatan perdagangan 6. Fasilitas dan pelayanan publik

• Permintaan akan perbaikan pelayanan dan fasilitas publik 7. Kehidupan sosial budaya

• Rasa aman dan kenyamanan tinggal di desa

• dimensi proses pengambilan keputusan masyarakat

• penyakit sosial masyarakat

• kebersamaan masyarakat

30 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan Penelitian

Evaluasi program secara tradisional artinya mengukur pencapaian suatu tujuan, berdasarkan perangkat yang dibuat sebelumnya secara hati-hati dari tujuan yang dapat diukur. (Patton, 2006:53). Pengertian tersebut pada akhirnya membatasi penelitian hanya berjalan atas hal-hal yang sesuai dengan kriteria tujuan awal program, pengumpulan data hanya difokuskan pada hal-hal sempit yang biasanya diukur secara kuantitatif, sementara temuan realitas atau “dampak nyata” yang lebih mendalam seringkali diabaikan, dan dianggap sebagai hal yang tidak dapat dikendalikan.

Adanya ketidakpuasan atas pengertian program evaluasi secara tradisional tersebut mendorong Schriven untuk memberikan pilihan lain dalam menjalankan evaluasi program yang disebut “evaluasi bebas dari tujuan”. Evaluasi bebas dari tujuan artinya mengumpulkan data secara langsung tentang pengaruh dan efektivitas program tanpa dibatasi oleh fokus sempit yang dinyatakan sebagai tujuan.(Schriven dalam Patton, 2006:53). evaluasi bebas dari tujuan dalam pencarian “akibat nyata” merupakan strategi induktif dan holistik , berupaya menyangkal pembatasan logika deduktif yang ada dalam pendekatan evaluasi kuantitatif yang biasanya berdasarkan tujuan, namun demikian evaluasi bebas dari tujuan dapat menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. (Patton, 2006:53-54).

31 Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesis, sehingga akan lebih sesuai bila menggunakan pendekatan kualitatif dimana kekuatannya adalah pada kedalaman pemanfaatan temuan di lapangan. Pertanyaan yang bersifat terbuka memberikan kesempatan untuk mendapatkan data yang lebih personal dari responden. Ide dan pendapat responden menjadi sumber data penting bagi evaluasi.

Peneliti kualitatif berupaya untuk memahami proses sosial dalam konteks penelitiannya dengan memusatkan perhatian pada keadaan alamiah dari kehidupan manusia. Peneliti berusaha menangkap realitas sosial masyarakat sebagaimana adanya tanpa bertujuan untuk menguji suatu hipotesis. (Esterberg, 2002:2-3).

Langbein (dalam Widodo, 2008:116), membedakan riset evaluasi berdasarkan metode menjadi dua tipe, yaitu metode deskriptif dan kausal. Metode deskriptif berjalan pada level process dan outcomes dari suatu kebijakan, sementara metode kausal memfokuskan pada outcomes dari suatu kebijakan. (lihat Tabel 3.1)

Riset evaluasi menggunakan metode deskriptif ditujukan untuk menggambarkan suatu pencapaian dari suatu program apakah telah tercapai dengan baik atau sebaliknya. Metode ini akan sangat membantu tiset evaluasi ketika peneliti sulit untuk menemukan atau membuat hubungan sebab akibat. Sementara riset evaluasi dengan metode kausal berorientasi access issues tentang sebab dan akibat.

Dengan melakukan riset kausal akan diperoleh jawaban dari pertanyaan apakah outcomes utama yang terjadi disebabkan oleh program utama atau dengan kata lain program utama menjadi penyebab dari dampak utama.

32

2. Apakah kebijakan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk

3. Bagaimana derajat manfaat/

keuntungan yang ditetapkan dalam mencapai siapa yang menjadi sasaran kebijakan

Sumber : Langbein (dalam Widodo, 2008:116)

Secara operasional penelitian evaluasi dampak sosial pembangunan jembatan Kandilo ini berdasarkan pada jenis metode yang diberikan oleh Langbein termasuk dalam penelitian dengan metode evaluasi kausal yang menekankan pada outcomes dari suatu kebijakan.

Finterbusch dan Motz (Wibawa, 1994 :74) menyebut empat jenis evaluasi berdasar kekuatan kesimpulan yang diperolehnya seperti diperlihatkan pada Tabel 3.2 berikut

33 Tabel 3.2

Empat Jenis Evaluasi

Sumber : Finterbusch dan Motz (Wibawa, 1994 :74)

Berdasarkan paparan di atas, penelitian evaluasi dampak sosial ekonomi pembangunan Jembatan Kandilo ini termasuk jenis evaluasi single program before- after yang meneliti dampak yang timbul pada kelompok sasaran pada saat pelaksanaan program maupun setelah program dilaksanakan, juga mengamati keadaan kelompok sasaran sebelum program tersebut dilaksanakan tanpa adanya kelompok kontrol sebagai pembanding. Dengan demikian dapat dilihat apakah ada perubahan baik positif ataupun negatif setelah dilaksanakannya suatu program dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah pengimplementasian program.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Paser, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur

3.3 Subyek Penelitian / Responden

Subyek penelitian ini adalah individu dan organisasi yang terkait dengan permasalahan Pembangunan Jembatan kandilo. Subyek Penelitian dalam penelitian ini adalah ;

34 1. Kepala Desa dan Perangkat Desa Sungai Tuak

2. Tokoh Masyarakat di sekitar Lokasi pembanguan Jembatan kandilo

3. Masyarakat desa yang bertempat tinggal di sekitar lokasi Jembatan, diambil beberapa responden dengan random sampling

Diharapkan dari informasi responden tersebut di atas dapat memberikan gambaran yang mendalam mengenai dampak sosial ekonomi pembangunan Jembatan Kandilo bagi masyarakat desa Sungai Tuak.

3.4 Sumber Data A. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang dapat berupa hasil interview, observasi, maupun penggunaan instrument pengukuran yang khusus dirancang sesuai tujuannya. Data primer yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa interview/wawancara dan observasi.

a. Interview/wawancara

Wawancara dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya terbuka kepada penduduk desa Sungai Tuak terutama yang bertempat tinggal di sekitar lokasi jembatan Kandilo. Pertanyaan wawancara yang bersifat terbuka memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mendapatkan respon yang lebih dalam karena responden dapat memberikan jawaban yang lebih lugas menurut pendapat responden.

Sementara untuk mengumpulkan informasi yang sifatnya lebih umum

35 tentang lingkungan penelitian, wawancara ditujukan kepada tokoh masyarakat dan pamong desa.

b. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik tentang gejala-gejala yang diamati. Observasi dalam penelitian dampak sosial biasanya adalah observasi langsung dimana disaat mengadakan wawancara peneliti melakukan pengamatan tentang ingkungan secara umum dan lingkungan dari responden yang diwawancarai . (Hadi, 2005:77). Menurut Singha (dalam Hadi, 2005:77) kelebihan teknik observasi yaitu :

a. Peneliti dapat memahami konteks dimana proyek dilaksanakan

b. informasi dan pengetahuan dari tangan pertama yang dihimpun melalui observasi memungkinkan untuk melakukan pendekatan secara induktif c. peneliti akan memperolah informasi/data yang tidak mungkin bisa

didapatkan melalui wawancara atau kuesionair, misalnya tentang siapa yang biasa hadir dalam kegiatan-kegiatan warga,dsb.

d. peneliti mampu melihat sesuatu yang rutin tetapi diluar perhatian responden tetapi sangat berharga sebagai informasi penelitian.

Beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur. (Bungin, 2007: 115).

36 a. Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.

b. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek.

c. Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus.

Hasil dari observasi tersebut akan digunakan untuk menguatkan data-data dalam penelitian ini berupa penjelasan tertulis ataupun foto.

Penelitian ini nantinya akan menggunakan model observasi tidak berstruktur.

B. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung, umumnya berupa dokumen. data sekunder dapat berupa data statistik, laporan penelitian, peraturan-peraturan, dokumentasi dan sebagainya. Data sekunder digunakan sebagai data pendukung dalam penelitian ini terutama berkaitan dengan demografi penduduk yaitu komposisi penduduk dari usia, tingkat pendidikan, pendapatan,dsb.)

37 3.5 Teknik Analisis Data

Sejalan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak sosial yang timbul akibat pembangunan Jembatan kandilo, tidak dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesa, maka teknik analisis data yang dianggap sesuai adalah analisis deskriptif.

Data yang sudah didapatkan akan direduksi dengan tujuan pemusatan data, dilakukan dengan membuat abstraksi sehingga dapat dilihat bagian mana saja yang merupakan data inti. Setelah proses reduksi, data yang ada kemudian disusun secara sistematis, bisa dibantu dengan pemberian kode ataupun label nama untuk setiap kategori. Setelah data tersusun secara sistematis, kemudian dilakukan verifikasi data hasil wawancara dengan data hasil observasi lapangan, bisa bersifat melengkapi maupun koreksi untuk kemudian ditarik kesimpulan mengenai dampak yang terjadi di masyarakat.

38 BAB IV

DESKRIPSI WILAYAH

4.1 Program Pembangunan Jembatan

Desa Sungai Tuak terletak berdampingan dengan Ibu Kota Kabupaten Paser , Tanah Grogot. Meskipun letaknya berdampingan, kedua daerah tersebut terpisahkan oleh Sungai Kandilo yang mempunyai lebar sekitar 80 meter. Selama puluhan tahun masyarakat desa Sungai Tuak serta beberapa desa lainnya yang berada di seberang kota Tanah Grogot harus menggunakan perahu ataupun kapal untuk menyeberang ke kota, akibatnya perkembangan desa Sungai Tuak dan desa yang bertetangga menjadi sangat lambat dan hampir tidak ada perubahan berarti dalam kurun waktu puluhan tahun.

Masyarakat Desa Sungai Tuak melalui Kepala Desa sebenarnya sudah lama mengajukan permohonan pada Pemerintah Kabupaten Paser agar dibangun jembatan penghubung antara desa Sungai Tuak dengan kota Tanah Grogot.

Permohonan tersebut telah diajukan sejak tahun 1980-an yang lalu, namun tidak pernah mendapat jawaban dari Pemerintah Setempat. Pada Tahun 2005 Pemerintah Desa Sungai Tuak kembali memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut hingga ke Pengadilan Tata Usaha Negara di ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda. Permintaan Pembangunan tersebut akhirnya dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Paser dengan persetujuan dari DPRD Kabupaten Paser.2

2 Hasil wawancara dengan Kepala Desa Sungai Tuak, 24 Desember 2012

39 Tujuan utama pembangunan jembatan kandilo adalah untuk kelancaran dan kemudahan akses desa-desa yang berada di seberang kota Tanah Grogot.

Pembangunan Jembatan Kandilo sangat diharapkan oleh masyarakat desa Sungai Tuak agar mereka tidak lagi tertinggal dalam laju pembangunan di Kabupaten Paser. Ketertinggalan desa Sungai Tuak dan desa sekitarnya dalam pembangunan menjadi semakin terlihat saat tahun 2004 kawasan tepi sungai Kandilo di kota tanah Grogot dijadikan kawasan taman kota setelah sebelumnya tepi sungai tersebut diberi penurapan dan pelebaran jalan aspal. Taman di tepian kota yang menjadi kawasan bersantai warga Kota Tanah Grogot berseberangan dengan rumah penduduk Sungai Tuak yang merupakan bangunan kayu, dan masih terdapat jamban-jamban yang berada di tepi sungai.

Pembangunan Jembatan Kandilo pada tahun 2006 dianggarkan dengan biaya Rp. 20,4 Miliar dengan sistem anggaran multiyears dan sepenuhnya ditanggung oleh dana APBD Kabupaten Paser. Pada perjalanannya, pembangunan tersebut mengalami kendala terutama terkait pembebasan lahan.

Harga ganti lahan yang diminta oleh warga jauh melampaui nilai yang ditawarkan Pemerintah Daerah, akibatnya pembangunan jembatan menjadi terhambat, lokasi proyek akhirnya digeser dan dilakukan perubahan dimensi jembatan, dengan biaya yang juga melambung menjadi Rp. 90 Miliar3.

Dana yang begitu besar dalam membangun jembatan Kandilo diharapkan juga mampu memberikan kemanfaatan bagi perekonomian daerah dalam jangka

3 http://www.bongkar.co.id/news/corruption-watch/637-jembatan-bingung-di-kandilo.html (Jembatan Bingung Kandilo, diakses pada 10 November 2012)

40 panjang. Di lokasi desa-desa yang selama ini terisolir oleh aliran sungai kandilo direncanakan menjadi pusat keramaian dan perekonomian baru, diantaranya rencana pengembangan desa wisata, pembangunan stadion olahraga untuk menggantikan stadion yang sudah ada, serta pembuatan pelabuhan batu bara yang daerah penambangannya berada di hulu sungai Kandilo.

Jembatan Kandilo akhirnya selesai dibangun dan mulai digunakan oleh masyarakat pada Tahun 2010, namun peresmian oleh Pemerintah Kabupaten baru dilakukan pada bulan Desember Tahun 2012 bersamaan dengan peresmian Rumah Sakit Daerah yang selesai dibangun pada pertengahan Tahun 2012.

4.2 Profil Desa Sungai Tuak

4.2.1 Pemerintahan Desa Sungai Tuak

Desa Sungai Tuak terletak di bagian timur Kabupaten Paser, Kabupaten Paser sendiri merupakan kabupaten yang terletak di bagian paling selatan dari Provinsi Kalimantan Timur. Desa Sungai Tuak merupakan salah satu dari 12 desa yang berada dalam Kecamatan Tanah Grogot. Desa ini memiliki luasan 650 Ha dan merupakan area bantaran sungai yang sebagian besar lahannya merupakan areal persawahan. Wilayah desa Sungai Tuak terbagi 12 RT (Rukun Tetangga) dengan jumlah penduduk desa 1.367 Jiwa dalam 345 KK (Kepala Keluarga)4.

Ditinjau dari tata pemerintahannya, desa Sungai Tuak memiliki 2 Lembaga Pemerintahan, yaitu Pemerintah Desa dan Badan Perwakilan Desa.

Pemerintahan Desa dikepalai oleh Kepala Desa, sedangkan untuk Kedusunan

4 Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2012

41 diketuai oleh Kepala Dusun. Setiap dusun terbagi lagi menjadi beberapa Rukun Tetangga. Dalam menjalankan tugasnya, seorang Kepala Desa dibantu oleh Sekertaris Desa yang membawahi Kepala Urusan Pembangunan, dan beberapa staff. Badan Perwakilan Desa yang merupakan badan legislatif di tingkat desa beranggotakan 5 orang.

Gambar 4.1

Susunan Organisasi Pemerintah Desa Sungai Tuak

Sumber : Kantor Kepala Desa Sungai Tuak Tahun 2012

4.2.2 Kondisi Alam

Desa Sungai Tuak berada pada ketinggian 10 meter dari permukaan laut.

Lahan di desa Sungai Tuak merupakan tanah rawa pasang surut dengan kontur relatif datar. Tumbuhan yang mendominasi adalah pohon Sagu (Metroxylon Sago Rottb.), Kelapa (Cocos Nucifera), Pedada (Sonneratia Caseolaris) dan Hampalam Palipisan (Mangifera Sp). Pohon-pohon tersebut banyak tumbuh liar dan bernilai

Staff

42 ekonomis bagi penduduk setempat. 475 Ha dari 650 Ha (73%) luas wilayah desa Sungai Tuak merupakan areal persawahan.

Tabel 4.1

Jarak Geografis Desa Sungai Tuak

Sumber : Kantor Kepala Desa Sungai Tuak Tahun 2012

4.2.3 Demografi

Penduduk Sungai Tuak hampir seluruhnya bersuku Bugis yang merupakan suku asli pulau Sulawesi, karena itu juga desa Sungai Tuak menjadi tujuan transmigrasi penduduk dari daerah Sulawesi Selatan, terutama karena ada ajakan dari kerabat atau keluarga para transmigran yang merupakan penduduk Sungai Tuak5. Jumlah penduduk desa Sungai Tuak dari tahun ke tahun dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut :

5 Hasil wawancara dengan Kepala Desa Sungai Tuak Desember 2012

No. Indikator Jarak

10 Ke Kantor Polisi / Militer 2 Km 11 Ke Perbatasan Kabupaten 75 Km 12 Ke Perbatasan Provinsi 120 Km

Sumber : Data Kantor Desa Sungai Tuak

Komposisi Penduduk Desa Sungai Tuak berdasarkan Kelompok Umur dan Seks

Sumber : Data

Tampak dari Tabel di atas penduduk 2011 2011 di dominasi oleh usia produktif (15

Sumber : Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2012

Tabel 4.2

Komposisi Penduduk Desa Sungai Tuak berdasarkan Kelompok Umur dan Seks

Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2011

Tampak dari Tabel di atas penduduk 2011 desa Sungai Tuak pada Tahun 2011 di dominasi oleh usia produktif (15-64 Tahun) yang setidaknya Komposisi Penduduk Desa Sungai Tuak berdasarkan Kelompok Umur dan Seks

esa Sungai Tuak pada Tahun setidaknya mencapai

44 58% dari jumlah penduduk. kelompok usia produktif tersebut akan menjadi modal yang penting dalam pembangunan di desa. Rasio Jenis Kelamin di desa Sungai Tuak adalah 104, menunjukkan jumlah penduduk laki-laki dan wanita cukup berimbang.

Desa Sungai Tuak memiliki 1 buah Taman Kanak-Kanak, 2 buah Sekolah Dasar (SD) yaitu SD Negeri 015 dan SD Negeri 025 dengan jumlah siswa masing-masing sekolah sebanyak 100 siswa6. Mayoritas penduduk usia sekolah dasar bersekolah di kedua SD tersebut terutama karena jaraknya yang dekat dengan pemukiman warga. Tidak adanya Sekolah Lanjutan di desa Sungai Tuak membuat penduduk yang yang ingin melanjutkan pendidikan setelah Sekolah Dasar harus mencari sekolah di kota Tanah Grogot. Data mengenai Pendidikan Desa Sungai Tuak dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut :

Tabel 4.3

Data Pendidikan Desa Sungai Tuak

Sumber : Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2012

6 Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2011

TH 2007 TH 2008 TH 2009 TH 2010 TH 2011

Jumlah Penduduk Buta Huruf 114 110 116 108 93

Jumlah Penduduk Tidak Tamat SD/Sederajat 154 151 161 153 138

Jumlah Penduduk Tamat SD/Sederajat 153 136 211 189 215

Jumlah Penduduk Tamat SLTP/sederajat 37 36 48 53 133

Jumlah Penduduk Tamat SLTA/sederajat 86 84 88 97 143

Jumlah Penduduk Tamat D1 4 3 3 5 5

Jumlah Penduduk Tamat D2 6 9 9 10 12

Jumlah Penduduk Tamat D3 4 2 4 8 8

Jumlah Penduduk Tamat S1 4 4 5 7 14

Jumlah Penduduk usia 7-15 tahun masih sekolah 177 176 125 149 228

Jumlah Penduduk usia 7-15 tahun tidak sekolah 18 38 8 5 5

Jumlah SLTA/Sederajat - - - -

-Jumlah SLTP/Sederajat - - - -

-Jumlah SD/Sederajat 2 2 2 2 2

Lembaga Pendidikan Agam / TPA 3 3 3 2 3

Lembaga Pendidikan Lain / PAUD 1 1 2 2 2

3 Pra Sarana

45 Jumlah penduduk yang menyelesaikan jenjang S1 (Strata 1) mengalami peningkatan cukup banyak pada tahun 2011 karena sudah semakin banyak universitas yang beroperasi di Kabupaten Paser dengan biaya yang relatif terjangkau. Tidak dapat dipungkiri bahwa keterbatasan biaya menjadi salah satu penyebab kurangnya jumlah penduduk yang melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi setelah menyelesaikan pendidikan SLTA. Pak Jumsan, salah seorang warga yang mengirim putranya untuk kuliah di Yogyakarta menuturkan :

“Anak saya kuliah di jogja karena tadinya dikatakan ada bantuan biaya dari Pemda, tapi ternyata bantuannya dibatalkan, karena terlanjur sudah anak kita mau sekolah ya kita jalani aja dulu semampunya, sambil kita tunggu mudah-mudahan ada bantuan, karena kabarnya mau diajukan lagi bantuannya”7

Penduduk Desa Sungai Tuak mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sebanyak 336 dari 345 Kepala Keluarga tergabung dalam 10 Kelompok Tani yang ada di desa tersebut8. Dikarenakan masih banyak lahan sawah yang tidak dilalui saluran irigasi, sehingga hanya dapat ditanami padi 1 kali dalam setahun karena bergantung pada musim hujan (sawah tadah hujan).

7 Putra dari Bapak Jumsan mengikuti program beasiswa penuh yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Paser kepada semua desa. Masing-masing desa mendapatkan alokasi kursi untuk beberapa calon mahasiswa, namun program tersebut akhirnya dibatalkan menjelang keberangkatan para calon mahasiswa, beberapa orang tetap melanjutkan mendaftar kuliah dengan biaya sendiri, salah satunya adalah putra Bapak Jumsan.

8 Data Kantor Desa Sungai Tuak Tahun 2012

46 Tabel 4.4

Kelompok Tani Desa Sungai Tuak

Sumber : Kantor Kepala Desa Sungai Tuak 2012

Kegiatan Ekonomi lainnya di desa Sungai Tuak adalah penambangan pasir di sepanjang Sungai Kandilo. Penambangan tersebut dilakukan dengan menggunakan kapal kecil yang dilengkapi dengan pompa untuk menyedot pasir dari dasar sungai. Hanya beberapa warga yang memiliki kapal penyedot pasir tersebut, sebagian yang lain berkerja sebagai tenaga bantu. Aktifitas kapal penyedot pasir di Sungai Kandilo tidak pernah ditertibkan oleh Pemerintah Kabupaten, beberapa kali warga yang keberatan area dasar sungai di depan rumah mereka disedot oleh kapal pencari pasir bersitegang dengan pemilik kapal tersebut, mengenai hal ini Kepala Desa Sungai Tuak menyebutkan :

“Memang untuk aktifitas kapal penyedot pasir ini belum pernah kita diberi pengarahan dari Pemkab, selama ini bebas-bebas aja orang mau menyedot dimana, kecuali warga yang rumahnya di tepi sungai keberatan kalau wilayahnya disedot. Pernah juga ada warga yang ribut (bertengkar) sampai mau dibawa ke

“Memang untuk aktifitas kapal penyedot pasir ini belum pernah kita diberi pengarahan dari Pemkab, selama ini bebas-bebas aja orang mau menyedot dimana, kecuali warga yang rumahnya di tepi sungai keberatan kalau wilayahnya disedot. Pernah juga ada warga yang ribut (bertengkar) sampai mau dibawa ke

Dalam dokumen M.Nuryadin Adam 05/189812/SP/21250 (Halaman 37-0)