Bab V. Refleksi Teologis atas Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi dan
5.2.2 Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi
5.2.2.4 Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi Tingkat Paroki
Sejumlah alat bantu tersebut dapat digunakan dalam karya kerasulan PSE di tingkat paroki. Oleh karena penelitian lapangan dilaksanakan di paroki maka penulis akan menempatkan pembahasan mekanisme pelayanan kerasulan PSE juga dalam konteks paroki. Dalam hal ini penulis akan mengacu pada Panduan dan Acuan PSE yang ditetapkan oleh Komisi PSE KWI dan Komisi PSE KAJ.
Kerasulan Pengembangan Sosial Ekonomi di tingkat paroki dijalankan oleh Seksi Sosial Paroki atau Seksi Pengembangan Sosial Paroki (SPSE). SPSE adalah perangkat dalam Dewan Paroki yang dibentuk untuk memperhatikan kerasulan PSE tingkat paroki.219 SPSE dapat membentuk subseksi/biro sesuai bidang-bidang pelayanan yang dikerjakannya. SPSE bertanggungjawab kepada Dewan Paroki dan dalam pelaksanaannya berkerjasama dengan paroki-paroki lain.
Fungsi SPSE adalah membantu Dewan Paroki dalam bidang pelayanan kasih PSE dengan senantiasa melakukan analisa sosial, refleksi iman atas kerasulan sosial, perencanaan, pengembangan, pelaksanaan dan evaluasi seluruh kegiatan pelayanan PSE di paroki. Selain itu SPSE berfungsi untuk menghimpun dan mempersatukan (koordinasi), mendorong dan mengarahkan (motivasi), menjiwai dan menyemangati (animasi), menggerakkan dan mengembangkan (dinamisasi), membantu dan menyediakan sarana (fasilitasi), memantau dan mengevaluasi
219 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 41.
151
(monitoring dan evaluasi) seluruh kegiatan pelayanan karya kasih PSE di paroki.220
SPSE memiliki tugas sebagai berikut221:
1. Menanamkan spiritualitas pelayanan karya kasih kepada seluruh umat paroki
2. Memberi saran, komentar, tanggapan kepada dewan paroki, serta mewakili dewan paroki mengenai bidang pelayanan yang menjadi tugasnya
3. Mengenal dan mempelajari serta mengantisipasi keadaan dan kebutuhan sosial seluruh umat paroki serta warga masyarakat di dalam batas-batas paroki dengan membuat analisa sosial dan peta sosial
4. Menumbuhkan, mengembangkan dan menggalang persaudaraan sejati di antara seluruh umat
5. Mengajak seluruh umat untuk memberikan perhatian dan pelayanan karya kasih melalui berbagai macam sumber daya (waktu, dana, tenaga, pemikiran, pengelolaan) bagi mereka yang membutuhkan
6. Mengusahakan dan mengembangkan segala sumber daya yang ada (dana, tenaga, pemikiran, pengelolaan) untuk melaksanakan dan memperluas pelayanan karya kasih PSE di paroki
7. Membentuk struktur, sistem, prosedur dan jejaring pelayanan karya kasih PSE
8. Menyusun program kerja beserta anggarannya bagi setiap bidang kerja yang dilayani
220 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, Komisi PSE KAJ, Jakarta, 2011, 30-31.
221 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 31-33.
152
9. Melaksanakan seluruh program kerja yang sudah disahkan oleh dewan paroki
10. Mengkoordinir, memprakarsai, atau bekerja sama dengan seksi, panitia, organisasi, kelompok lain di dalam paroki untuk melaksanakan aksi sosial nyata
11. Memantau dan mengevaluasi secara berkala segala kegiatan pelayanan karya kasih PSE yang dikerjakan oleh lingkungan, wilayah, subseksi, kelompok kategorial, dan kelompok basis lain
12. Membuat laporan tahunan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan SPSE kepada dewan paroki
Usaha utama SPSE adalah menjiwai umat paroki dalam menjalankan kerasulan PSE, sehingga umat semakin memiliki sikap mengutamakan orang lain dalam hidupnya. Sebagai badan pelayanan sosial dalam paroki, SPSE wajib menjadi penggerak kepentingan umat dalam pembangunan kesejahteraan menurut ketentuan yang diatur dalam paroki.222 Untuk mewujudkan hal ini SPSE membutuhkan orang-orang yang terlibat di dalamnya.SPSE membutuhkan para aktivis PSE. SPSE bukanlah unit pelayanan terkecil dalam Gereja. Di tingkat stasi terdapat Seksi PSE Stasi; di tingkat wilayah terdapat Seksi PSE Wilayah; dan di tingkat lingkungan terdapat Seksi PSE Lingkungan.223 Pembentukan kepengurusan SPSE bertujuan untuk menjawab kebutuhan umat di paroki. Oleh karena itu, orang-orang yang duduk dalam kepengurusan SPSE hendaknya
222 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 42.
223 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 42.
153
mereka yang mengenal situasi kehidupan paroki, diterima umat di paroki, mempunyai kepekaan sosial, memiliki kecakapan dalam kerasulan PSE dan memiliki kehidupan kristiani yang baik.224
Dalam menjalankan karyanya, SPSE tidak bercorak otonom karena menjalankan perutusan pastoral yang dipercayakan oleh dewan paroki. SPSE menjalankan kebijakan pastoral yang sudah disepakati dan digariskan oleh dewan paroki.225 Dengan memperhatikan prinsip subsidiaritas, dewan paroki berkewajiban menjiwai dan memantau semua kegiatan SPSE. Di samping itu, SPSE harus memberikan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya dalam rapat dewan paroki.226 SPSE juga perlu bekerja sama dengan pastor paroki sebagai Gembala umat di paroki. Pastor paroki adalah animator utama karya kerasulan sosial yang dipercayakan kepada SPSE. Pastor paroki wajib menjiwai dan membimbing perutusan sosial dalam paroki dan mempertanggungjawabkannya kepada uskup setempat. Pastor paroki hendaknya mengusahakan agar kegiatan kerasulan sosial ekonomi ikut menunjang pembangunan persekutuan hidup umat paroki.227
SPSE paroki memiliki hubungan dengan Komisi PSE Keuskupan.
Hubungan yang tercipta adalah hubungan hirarkis. Hubungan hirarkis dimaksudkan untuk menjalin kerja sama dan mengarahkan umat sekeuskupan guna menghayati persaudaraan, terutama dalam keprihatinan sosial ekonomi.
Kebijakan yang dibuat oleh Komisi PSE Keuskupan dijadikan sebagai pegangan
224 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 43.
225 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 44.
226 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 45.
227 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 46.
154
bersama pelaksanaan karya PSE di paroki-paroki.228 SPSE paroki juga perlu membangun kerjasama dengan pihak lain, baik di dalam paroki maupun di luar paroki. Kerjasama di dalam paroki dilakukan dengan semua organisasi yang ada di paroki. Kerjasama perlu dilakukan sebab semua organisasi di paroki mempunyai tugas perutusan yang sama, yaitu melaksanakan cinta kasih dalam kebersamaan hidup dengan saling melayani. Kelompok sasarannya pun sama dengan semua kelompok kategorial dalam paroki, yakni demi mengutuhkan persekutuan umat.229 Kerjasama di luar paroki dilaksanakan dengan SPSE paroki lain, organisasi, kelompok, ataupun panitia yang ada di masyarakat. Kerjasama secara fungsional dapat pula diadakan dengan lembaga, badan usaha, kelompok profesi, pejabat/aparat pemerintah setempat.230
SPSE dalam menjalankan karya pelayanan di paroki didukung oleh tiga sumber daya. Tiga sumber daya ini adalah sumber daya manusia, dana dan sarana.
Sumber daya manusia dalam PSE dimaksudkan sebagai setiap orang yang ikut serta dalam menjalankan karya pelayanan PSE. SPSE dalam menjalankan karyanya harus melibatkan sebanyak mungkin relawan dari berbagai organisasi, kelompok, lingkungan di dalam paroki. SPSE perlu membekali para relawan ini dengan pembekalan tentang PSE. Bila diperlukan SPSE dapat mengangkat tenaga purna/paruh waktu untuk melaksanakan tugasnya, atas seizin dewan paroki.231
Dana yang dipergunakan oleh SPSE diambilkan dari 25% hasil kolekte umat dalam misa akhir pekan. Di luar dari pengumpulan kolekte akhir pekan,
228 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 46-47.
229 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 47.
230 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 42-43.
231 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 35-36.
155
SPSE dapat menggalang dana melalui berbagai cara yang tidak dilarang, seperti sumbangan tetap/insidentil, gerakan/aksi khusus, dan usaha-usaha amal lainnya yang tidak mengikat.232 Semua dana yang dikelola oleh SPSE harus dimanfaatkan secara tepat, dengan administrasi yang tertib, rinci, transparan dan akuntabel, guna dipertanggungjawabkan secara berkala kepada dewan paroki. Dana untuk orang miskin tidak boleh digunakan untuk keperluan lain yang tidak ada kaitannya.233
Terkait dengan sarana dan prasarana PSE, paroki hendaknya menyediakan tempat/ruangan di sekitar kompleks gereja bagi pelayanan PSE. Tempat/ruangan ini sebaiknya dilengkapi dengan perabotan dan peralatan kerja yang memungkinkan pelayanan SPSE dilaksanakan sebaik-baiknya, dengan administrasi yang tertib, rapi, dan aman.234
Bidang pelayanan SPSE paroki meliputi235:
1. Pemahaman, penghayatan dan pengamalan spiritualitas sosial: antara lain melalui seminar, lokakarya, kursus, retret, rekoleksi dan aksi nyata.
2. Pengembangan harkat dan martabat manusia: antara lain melalui bantuan kesehatan dan perawatan, bantuan pendidikan/beasiswa, pelatihan/kursus keterampilan, penataran, pendampingan, advokasi, pembinaan.
3. Bantuan sosial: antara lain melalui bantuan sandang, pangan, papan, perbaikan kondisi lingkungan hidup, perhatian kepada mereka yang
232 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 36.
233 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 36-37.
234 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 37.
235 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 38-39.
156
menderita, bantuan bencana alam, bantuan kebakaran, bantuan penggusuran.
4. Bantuan pengembangan swadaya ekonomi: antara lain melalui bursa tenaga kerja, modal usaha, peralatan kerja, tempat usaha, Credit Union Microfinance, koperasi kredit atau CU.
Bentuk pelayanan SPSE paroki dapat berupa236:
1. Non material: yaitu tenaga, waktu, keterampilan, pengalaman, pemikiran, perhatian kasih, advokasi, mediasi, animasi, motivasi, dsb.
2. Material: dana, sandang, pangan, papan, obat-obatan dan alat kesehatan, alat bantu pendidikan, alat-alat bagi orang cacat, sarana sanitasi lingkungan, sarana olahraga, sarana infrastruktur, beasiswa, dsb.
SPSE paroki perlu membina hubungan dengan umat paroki sebab SPSE adalah milik umat. SPSE dibentuk demikepentingan umat di paroki, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan.SPSE bertugas mengarahkan serta menjiwai umat paroki dalam kerasulan PSE. Struktur pelayanan SPSE harus berpola pada kepentingan umat dalammewujudkan perilaku sosial kristiani.237 Di lain pihak, umat paroki wajib melibatkan diri dalam upaya SPSE untuk melaksanakan kerasulan sosial ekonomi. Namun pelayanan SPSE tidak hanya terbatas untuk umat sendiri tetapi juga terbuka bagi semua orang yang
236 Komisi PSE KAJ, Panduan dan Acuan PSE KAJ, 40.
237 Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KWI, Katekismus PSE, 44.
157
berkehendak baik di wilayah pelayanan paroki.238 Sebab karya kerasulan PSE sesuai dengan tugas perutusannya terbuka pada semua orang terutama mereka yang membutuhkan dan dalam pelayanannya dapat melibatkan orang dari berbagai kelompok/kalangan. Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab SPSE paroki yang terbagi dalam SPSE lingkungan hendaknya memperhatikan prinsip subsidiaritas. Prinsip subsidiaritas ini diupayakan melalui prakarsa sumber daya lingkungan sendiri. Bantuan pelayanan PSE kepada umat maupun warga masyarakat di suatu lingkungan pertama-tama diupayakan oleh warga lingkungan sendiri.239