• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan:

1. Ketersediaan tenaga kesehatan untuk kesiapan menghadapi era JKN di BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli sebagian sudah memenuhi kebutuhan sesuai kelas B dan sebagian masih kurang, dengan rincian sebagai berikut:

a. Ketersediaan dokter spesialis masih perlu penambahan karena belum ada dokter spesialis bedah saraf dan subspesialis.

b. Ketersediaan dokter umum sudah melebihi jumlah yang dibutuhkan.

c. Ketersediaan dokter gigi belum memenuhi kebutuhan karena belum ada dokter spesialis gigi dan subspesialis.

d. Ketersediaan perawat belum memenuhi kebutuhan rumah sakit sementara bidan sudah memenuhi.

e. Ketersediaan apoteker belum memenuhi kebutuhan rumah sakit sedangkan tenaga asisten apoteker sudah melebihi.

f. Ketersediaan tenaga kesehatan masyarakat sudah memenuhi kebutuhan rumah sakit namun belum dimaksimalkan pemberdayaannya.

g. Ketersediaan tenaga gizi belum memenuhi kebutuhan rumah sakit.

h. Ketersediaan tenaga keterapian medis sudah memenuhi kebutuhan rumah sakit.

i. Ketersediaan tenaga keteknisian medis sudah memenuhi kebutuhan rumah sakit, namun perlu peningkatan secara kualitas.

2. Kecukupan infrastruktur untuk kesiapan menghadapi era JKN di BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli sebagian sudah memenuhi kebutuhan sesuai kelas B dan sebagian masih kurang, dengan rincian sebagai berikut:\

a. Ruang tunggu di poli rawat jalan masih perlu pengadaan AC, gedung rawat inap untuk Poli Kebidanan masih perlu penambahan dan depo obat masih terisi di Instalasi Farmasi saja namun belum ada di tiap ruang perawatan.

b. Peralatan medis berupa ct-scan dan rongent panoramik untuk mengetahui keadaan gigi pada saluran akar gigi belum ada.

c. Kecukupan obat masih terbatas pada daftar obat yang ada di e-catalog.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Kepada Rumah Sakit

Dengan baru beralihnya status kelas BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli jadi kelas B dan melihat lokasi rumah sakit di jalan lintas Sumatera dan kasus-kasus pasien rumah sakit yang tinggi (BOR 96,54%) disarankan:

73

a. Rumah sakit mengusulkan penambahan tenaga ahli sesuai standar rumah sakit kelas B (seperti dokter spesialis dan perawat).

b. Mengingat rumah sakit ini berada di jalan lintas perlu diusulkan penambahan peralatan seperti CT scan.

c. Rumah sakit perlu mengusulkan penambahan ruang perawatan dengan peralatannya mengingat BOR > 95%.

d. Perlu penambahan infrastruktur lainnya untuk kenyamanan seperti ruang tunggu yang nyaman, dan halaman parkir yang luas.

e. Mengusulkan penambahan tenaga subspesialis sesuai kebutuhan seperti ahli gigi, ahli jantung dan sebagainya.

f. Mengembangkan program pelatihan untuk tenaga yang diperlukan (seperti perawat, tenaga administrasi dan sebagainya) sesuai dengan kebutuhan.

g. Rumah sakit membuat rencana kerja dan rencana kebutuhan dana untuk diusulkan ke pusat dalam rangka meningkatkan kinerja rumah sakit.

h. Diperlukan tambahan insentif tenaga spesialis dalam meningkatkan kinerja dan menghindari turn over.

2. Kepada Pemerintah Kabupaten Pidie

a. Mengusulkan penambahan ruang perawatan dan tempat tidur khusus untuk ruang rawat inap di BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli.

b. Menyalurkan tambahan anggaran di APBD Rumah Sakit untuk biaya beasiswa bagi tenaga kesehatan melanjutkan pendidikannya khususnya dokter spesialis di BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli.

c. Menempatkan formasi tenaga kesehatan dan non kesehatan PNS yang diusulkan oleh BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli.

d. Penambahan tenaga administrasi terutama keuangan/akuntansi dan tenaga-tenaga yang dibutuhkan sesuai struktur BLUD RSU Tgk Chik Ditiro Sigli kelas B.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, W. 2009. Sistem Manajemen Rumah Sakit. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Ady, 2014. Ini Strategi Rumah Sakit Swasta Hadapi JKN.

http://www.hukumonline.com.

Agustino, Leo. 2006. Dasar-dasarKebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

Azwar, Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Binarupa Aksara, Tangerang.

Balai Pustaka. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ke-3. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Bungin, Burhan. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif. Prenada Media, Jakarta.

Citra, Indri. 2015. Indikator Ketersediaan SDM dan Sarana-Prasarana di Rumah Sakit, http://www.academia.edu/5374617/.

Creswell, John W. 1994. Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches.

SAGE Publications, Inc, California.

Depkes RI, 2005. Indikator Kinerja Rumah Sakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta.

Depkes RI, 2012. Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Jakarta.

Desplaces, D. 2005. “A Multilevel Approach to Individual Readiness to Change,”

Volume 7.

Dewi, I.A. Candrika, 2012. Analisis Perencanaan Sistem Program Jaminan Kesehatan Bali Mandra (JBKM). Tesis Fakultas Ekonomi Program Magistes Perencanaan dan Kebijakan Publik. UI, Jakarta.

Direktorat Bina Upaya Kesehatan. 2012. Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Kelas B. Kemenkes RI, Jakarta.

Djatmiko, Ario. 2014. MEA, IDI dan Kehidupan Berbangsa. Halo Internis: Edisi November 2014., www.pbpapdi.org.

Fajrin, Febri. 2013. Implementasi Kebijakan Pelayanan Jaminan Kesehatan Kota (Jamkesko)- Studi Kasus di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. Jurnal Tesis. Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Geswar, Rezky Kurnia. 2014. Kesiapan Stakeholder dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Gowa. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.

Grigg, Neil. 1988. Infrastructure Engineering And Management. John Wiley and Sons.

HealthyEnthusiast. 2015. Menghitung BOR, ALOS, TOI dan BTO.

http://www.healthyenthusiast.com.

Ilyas, Yaslis. 2012. Kinerja, Teori, Penilaian & Penelitian. FKM-UI, Jakarta.

Kemenkes RI, 2012. Kesiapan Pemerintah Dalam Implementasi UU SJSN Menuju Universal Health Coverage, Naskah dipresentasikan dalam Seminar National Input For Achieving Universal Health Coverage, Yogyakarta.

________, 2013. Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

________, 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 71 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Pada JKN, Kementrian Republik Indonesia, Jakarta.

________, 2013. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor. 326/Menkes/SK/IX/2013 tentang tarif Penyiapan Kegiatan penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional. Kementrian kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kodoatie, Robert J. Pengantar Manajemen Infrastruktur. Pustaka Pelajar, Yogjakarta.

Lehman, Glen. 2005. A Critical Perspective on the Harmonisation of Accounting In A Globalising World. Critical Perspectives on Accounting. Vol. 16, halaman 975-92.

Nadar, Muhammad 2015. Ruang Tunggu RSU Sigli Panas. Harian Serambi Indonesia tanggal 23 Mare 2015.

Nurhayati, 2014. Pasien RSUD Sigli Tidur di Lorong-Ruang Rawat Inap Minim.

Harian Serambi Indonesia, tgl. 1 Desember 2014.

Peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor: 262/Men.Kes./Per/VII/1979 tentang Standarisasi Ketenagaan Rumah Sakit.

Peraturan Menkes RI No. 228/Menkes/SK/III/2002 tentang Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang Wajib Dilaksanakan Daerah.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan Fasilitas dan Kemampuan Pelayanan.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.

Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

PPM Riset, 2008. Outsourcing. Jakarta. http://www.ppm-manajemen.ac.id.

Purwoko, 2012. Konsepsi Pengawasan Operasional Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) terhadap kegiatan Operasional Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Dalam Jurnal Legislasi Indonesia Vol. 9 No. 2, Jakarta.

Rivai, V & Mulyadi, D. 2009. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.

PT.Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Rivany, Ronnie. 2010. Quo Vadis Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional?.

Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. Volume 13 No. 03 September 2010.

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

RSU BLUD Tgk Chik Ditiro Sigli, 2012. Profil RSU BLUD Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan-Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cetakan ke 7. Penerbit Alfabeta, Jakarta.

Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

Thabrany, Hasbullah. 2014. Jaminan Kesehatan Nasional. PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Thalib, Jamaluddin, 2009. Studi Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton, FKM Universitas Hasanuddin, Semarang.

Wikipedia. 2015. Infrastruktur. http://id.wikipedia.org/wiki.

Winarno, Budi, 2007, Teori Dan Proses Kebijakan Publik, Yogjakarta: Madia Pressindo.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

KARAKTERISTIK INFORMAN

Ketersediaan Tenaga Kesehatan dan Kecukupan Infrastruktur untuk Kesiapan dalam Menghadapi Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Di BLUD Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie

Petunjuk Pengisian:

Isilah titik-titik di bawah ini sesuai keadaan Bapak/Ibu yang sebenarnya.

No. Informan : ……(diisi oleh peneliti) Tgl. Wawancara : ………..

Tmp. Wawancara : ………..

Umur Informan : ………tahun

Jenis Kelamin : ………..

Pendidikan : ………..

Jabatan : ………..

Tempat Tugas/Ruangan : ………..

PANDUAN WAWANCARA

Ketersediaan Tenaga Kesehatan dan Kecukupan Infrastruktur untuk Kesiapan dalam Menghadapi Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Di BLUD Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie

A. Tenaga Kesehatan

1. Bagaimana menurut Bapak/Ibu kondisi tenaga kesehatan yang tersedia di rumah sakit ini baik secara kuantitas (jumlah) maupun kualitas (keterampilan) mencakup:

a. Dokter spesialis b. Dokter umum c. Dokter gigi d. Perawat

e. Teknisi kefarmasian

f. Tenaga Kesehatan Masyarakat g. Tenaga Gizi

h. Tenaga keterapian medis i. Tenaga keteknisian medis.

B. Kecukupan Infrastruktur Rumah Sakit

1. Bagaimana menurut Bapak/ibu kondisi bangunan rumah sakit ini?

2. Bagaimana menurut Bapak/ibu kondisi ruangan mencakup ruang tunggu, ruangan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit ini?

3. Bagaimana menurut Bapak/ibu fasilitas/peralatan pendukung di setiap ruangan di rumah sakit ini?