6.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pembahasan dan uraian mengenai “Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) Di Musim Hujan Dan Musim Kemarau (Studi Kasus : PT. Intidaya Agrolestari (INAGRO)) maka dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut :
1. Total biaya usahatani cabai keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha yaitu Rp. 128.574.400,-lebih besar jika dibandingkan dengan total biaya usahatani cabai keriting pada musim kemarau dengan luas lahan 1ha yaitu Rp. 117.691.400,-.
2. Total pendapatan atau keuntungan usahatani cabai keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha yaitu sebesar Rp. 28.425.875 ,-lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan usahatani cabai keriting pada musim kemarau dengan luas lahan 1 ha yang mengalami kerugian sebesar Rp.
77.691.400.
3. Analisis Tingkat Pendapatan usahatani cabai keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha dilihat dari R/C rasio, B/C rasio, dan BEP dapat dikatakan layak untuk dilanjutkan. Karena memperoleh nilai R/C rasio lebih dari 1 yaitu sebesar 1,22 B/C rasio lebih dari 0 yaitu sebesar 0,22 dan telah menghasilkan total produksi sebanyak 5.627,25 kg, dengan harga jual Rp.
27.900, yang masing-masing telah melewati nilai BEP produksi sebanyak 4.608 kg dan nilai BEP Harga sebesar Rp. 22.849. Sedangkan Analisis
73 Tingkat Pendapatan usahatani cabai keriting pada musim kemarau dengan luas lahan 1 ha dilihat dari R/C rasio, B/C rasio, dan BEP dapat dikatakan tidak layak. Karena memperoleh nilai R/C rasio kurang dari 1 yaitu sebesar 0,34, B/C rasio kurang dari 0 yaitu sebesar -0,66 dan telah menghasilkan total produksi sebanyak 1000 kg, dengan harga jual Rp. 20.000, yang masing-masing tidak melewati batas nilai BEP produksi sebanyak 5.885 kg dan nilai BEP Harga sebesar Rp. 58.846.
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, saran yang diberikan berkaitan usahatani cabai keriting sebagai berikut :
1. Sebaiknya PT. Intidaya Agrolestari dalam melakukan usahatani cabai keritingnya di musim hujan untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit secara intensif sehingga mendapatkan hasil panen yang maksimal.
2. Sebaiknya PT. Intidaya Agrolestari dalam melakukan usahatani cabai keritingnya di musim kemarau disarankan agar penyiraman diberikan dengan jumlah yang cukup sehingga tanaman tidak kekeringan.
74 DAFTAR PUSTAKA
Andrianto, Nizam. 2000. Analisis Efesiansi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah (Studi Kasus : Desa Karawang Kecamatan Sukabumi). [Skripsi]. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Anwarudin, M. Jawal. Apri L. Sayekti, Aditia Marendra. dan Yusdar, Hilman.
2015. Dinamika Produksi dan Volalitas Harga Cabai: Antisipasi Strategi dan Kebijakan Pengembangan. Jurnal Pengembangan inovasi Pertanian,Vol. 8 No. 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.
Badan Pusat Statistika. 2017. Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. BPS, Jakarta Ditjen Hortikultura. 2016. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Hortikultura
Kementerian Pertanian 2015-2019 Revisi. Kementerian Pertanian, Jakarta Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. 2016. Profil Komoditas Barang Kebutuhan
Pokok Dan Barang Penting Komoditas Cabai.Kementerian Perdagangan, Jakarta
Firdaus, Muhammad. 2009. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara, Jakarta Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Andi, Yogyakarta
Hendrawanto, Eko. 2008. Analisis Pendapatan dan Produksi Cabang Usahatani Cabai Merah. [Skripsi]. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Hidayah, Abdul Kholik. 2014. Analisis Finansial Usahatani Cabai Merah Skala Petani di Kota Samarinda (Studi Kasus : Kelurahan Lempake Samarinda).
Jurnal AGRIFOR Vol 13 No. 1. Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945.
Iwan. Soetoro. Tito. 2010. Analisis Biaya, Penerimaan, Pendapatan, dan R/C Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L.) Varietas Hot Beauty (Suatu Kasus di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis).
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol. 4. No. 3. Universitas Galuh.
Nurdin. (2011). Antisipasi perubahan iklim untuk keberlanjutan ketahanan pangan. Sulawesi Utara: Universitas Negeri Gorontalo.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2016. Outlook Cabai Merah Tahun 2016. Kementerian Pertanian, Jakarta
75 Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. 2018. Perkembangan Harga
Pangan. Hal.http://hargapangan.id/tabelharga/pangannasional/komoditas, diakses pada tanggal 27 April 2018: 15.21 WIB
Rahardi, F dan Rudi Hartono.2003. Agribisnis.Penebar Swadaya, Jakarta.
Redaksi, Agromedia. 2008. Panduan Lengkap Budidaya dan Bisnis Cabai. PT.
Agromedia Pustaka, Jakarta.
Rozfaulina. 2000. Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatni Cabai Merah Keriting (Kasus : Tiga Desa di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi).
[Skripsi]. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Safutri, Risza Astari. 2014. Efisiensi dan Pendapatan Usahatani Cabai Keriting di Desa Perbawati Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi Jawa Barat [Skripsi].
Departemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Saptana, N.K. Agustin, dan A.M. Ar-Rozi. 2012. Kinerja Produksi dan Harga Komoditas Cabai Merah. PSEKP, Bogor
Shinta, Agustina. 2011. Ilmu Usahatani. Universitas Brawijaya Press, Malang.
Siregar, Nining Mayanti. 2011. Analisis Pendapatan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Cabai Merah Keriting di Desa Citapen Kec. Ciawi Kab. Bogor.[Skripsi]. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Soeharto, Iman. 1999. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional). Erlangga, Jakarta.
Soekartawi. 2003. Agribisnis :Teori dan Aplikasinya. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. UI-Press, Jakarta.
Soetiarso. M. Ameriana. L. Prabaningrum. dan N. Sumarni. 2006. Pertumbuhan, Hasil, dan Kelayakan Finansial, Penggunaan Mulsa dan Pupuk Buatan Pada Usahatani Cabai Merah di Luar Musim.Jurnal Hortikultura Vol 16 No. 1. Balai Penelitian Sayuran.
Subyantoro, Arief. dan FX. Suwarto. 2006. Metode dan Teknik Penelitian Sosial.
Andi, Yogyakarta.
76 Sumaryanto. 2012. Strategi peningkatan kapasitas adaptasi petani tanaman
pangan menghadapi perubahan iklim. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi. Vol. 30 No. 2. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Suratiyah, Ken. 2015. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.
Suwastawa, I Nyoman Goya. 2010. Analisis Usahatani Cabai Merah (Capsicum annum L) di Subak Iseh, Desa Sinduwati, Kecamatan Sindemen, Kabupaten Karangasem, Bali. Jurnal Ilmiah Prodi Agribisnis. Vol. 1 No. 1. Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra
Umar, Husein. 2003. Studi Kelayakan Edisi 2. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Widilestariningtyas, Ony.Sonny, W. F. dan Sri Dewi Anggradini. 2012. Akuntansi Biaya.Graha Ilmu, Yogyakarta.
Zulkarnain. 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Bumi Aksara, Jakarta.
77
LAMPIRAN-LAMPIRAN
78
La mpi ra n 1. S truktur O rga nisasi P T. Inti da ya A gro lesta ri
Direktur Operasional Manager Training CenterManager Kultur JaringanManager Mikoriza Manager MarketingManager IT
Manager Perkebunan Manager Hidroponik & Durian Manager Cabai & Sayuran Semusim
Manager Perikanan
Manager Tabulampot
Manager HR/GA & Legal
Manager Keuangan
79 Lampiran 2. Biaya Penyusutan Peralatan Usahatani Cabai Keriting di PT.
INAGRO
80 Lampiran 3. Biaya Tenaga Kerja Usahatani Cabai Keriting di PT. INAGRO
Jumlah (HOK) Harga Satuan Total Harga Jumlah (HOK) Harga Satuan Total Harga 1 Cangkul/pembajakan 80 Rp 60.000 Rp 4.800.000 80 Rp 60.000 Rp 4.800.000 2 Pembuatan Bedengan 40 Rp 60.000 Rp 2.400.000 40 Rp 60.000 Rp 2.400.000 3 Tabur Pupuk Kandang 18 Rp 60.000 Rp 1.080.000 16 Rp 60.000 Rp 960.000 4 Pemupukan Pertama 10 Rp 60.000 Rp 600.000 8 Rp 60.000 Rp 480.000 5 Tabur Dolomit 10 Rp 60.000 Rp 600.000 8 Rp 60.000 Rp 480.000 6 Ngaduk Pupuk 15 Rp 60.000 Rp 900.000 10 Rp 60.000 Rp 600.000 8 Merapikan Bedengan 30 Rp 60.000 Rp 1.800.000 28 Rp 60.000 Rp 1.680.000 9 Pasang Mulsa 30 Rp 60.000 Rp 1.800.000 28 Rp 60.000 Rp 1.680.000 10 Pembuatan Lubang Tanam 15 Rp 60.000 Rp 900.000 12 Rp 60.000 Rp 720.000 11 Penyemaian 15 Rp 60.000 Rp 900.000 10 Rp 60.000 Rp 600.000
12 Tanam 30 Rp 60.000 Rp 1.800.000 22 Rp 60.000 Rp 1.320.000
13 Sulam 10 Rp 60.000 Rp 600.000 8 Rp 60.000 Rp 480.000
14 Penyiraman 20 Rp 60.000 Rp 1.200.000 168 Rp 60.000 Rp 10.080.000 15 pasang ajir 30 Rp 60.000 Rp 1.800.000 20 Rp 60.000 Rp 1.200.000 16 Ikat dan Wiwil 30 Rp 60.000 Rp 1.800.000 20 Rp 60.000 Rp 1.200.000 17 Pemupukan kedua 80 Rp 60.000 Rp 4.800.000 56 Rp 60.000 Rp 3.360.000
18 PHPT 80 Rp 60.000 Rp 4.800.000 56 Rp 60.000 Rp 3.360.000
19 Penyiangan 36 Rp 60.000 Rp 2.160.000 36 Rp 60.000 Rp 2.160.000
20 Panen 200 Rp 60.000 Rp 12.000.000 140 Rp 60.000 Rp 8.400.000
46.740.000
Rp Rp 45.960.000
No Uraian Musim Hujan Musim Kemarau
Total Biaya
81 Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian
Garpu Cangkul
Pelubang Mulsa Tray Semai
Toren Air Mulsa Plastik Hitam Perak
82 Lampiran 4. Lanjutan
Mesin Air Tali Plastik
Pupuk Kandang Pupuk Kimia