• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Sumatera Utara BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dalam skripsi ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari 19 adegan yang telah peneliti telaah dalam film The Interview, peneliti menemukan beberapa watak maupun karakter dari tokoh Kim Jong Un, antara lain sebagai berikut:

a. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang ramah, hal ini ditunjukkan ketika Kim pertama kali bertemu dengan Dave Skylark dan juga Aaron Rapoport, Kim tersenyum dan berbicara dengan sopan.

b. Kim Jong Un digambarkan senang memberikan hadiah kepada tamu negara yang datang berkunjung. Hal ini dua kali ditunjukkan dalam film The Interview, pertama Kim memberikan patung bergambar wajah Dave dan kedua memberikan anak anjing kepada Dave Skylark.

c. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang senang menunjukkan kemewahan dan kekuatan yang dimilikinya. Hal ini terlihat ketika Kim menunjukkan koleksi mobil mewahnya, lapangan basket pribadi dan bar pribadi miliknya kemudian beberapa adegan Kim merokok cerutu.

d. Kim Jong Un juga digambarkan sebagai orang yang senang berpesta dan minum minuman keras. Hal ini terlihat dengan adanya bar pribadi yang dimilikinya.

e. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang memiliki sifat terbuka dan jujur. Sifat ini terlihat ketika Kim berkata jujur

Universitas Sumatera Utara

mengenai Margaritas, lagu Katty Perry ‘Firework’ dan juga ketika Kim mengatakan bahwa dirinya buang air sama seperti manusia pada umumnya.

f. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang suka dengan seni, khususnya seni musik. Kim memberitahukan kepada Dave bahwa Korea Utara mempunyai anak- anak yang berbakat dalam hal musik.

g. Kim Jong Un juga digambarkan sebagai orang yang memiliki rasa persahabatan yang erat, hal ini terlihat betapa sedihnya Kim ketika kehilangan kedua pengawal pribadinya yang merupakan teman bermainnya dari kecil.

h. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang memiliki tingkat kemarahan yang tinggi. Tempramental dan tidak mampu untuk mengontrol emosi dan dirinya.

i. Kim digambarkan sebagai orang pendendam. Hal ini ditunjukkan melalui perkataan Kim ingin menunjukkan kekuatannya kepada orang yang menganggap dirinya rendah dan tidak berdaya.

j. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang berdarah dingin dan kejam. Hal ini terlihat ketika ia menembak Dave dan pengawalnya tanpa berpikir panjang. Juga ketika Kim mengatakan bahwa ia akan membunuh masyarakat Korea Utara untuk menunjukkan kekuatannya kepada orang yang menganggapnya lemah.

k. Dalam berbagai adegan Kim Jong Un digambarkan sebagai pembohong. Hal ini ditunjukkan melalui saat Kim mengatakan bahwa pertanian di Korea Utara menghasilkan bahan pangan yang mencukupi untuk kebutuhan rakyatnya namun, Dave yang menemukan toko makanan palsu di Pyongyang dan Sook Yin Park Kepala Komunikasi di pemerintahan Kim memberikan pernyataan sebaliknya.

Universitas Sumatera Utara

l. Kim Jong Un juga digambarkan sebagai orang yang cengeng atau orang yang mudah menangis. Hal ini ditunjukkan melalui adegan saat wawancara Kim menagis tersedu-sedu.

m. Kim Jong Un dalam beberapa adegan digambarkan sebagai orang yang cenderung menimpakan kesalahan kepada orang lain. Hal ini terlihat ketika ia mengatakan bahwa istrinya yang meletakkan lagu Katty Perry dalam tank perang dan juga ketika Kim buang angin pada saat wawancara ia mengatakan bahwa juru kamera yang melakukannya.

n. Kim Jong Un digambarkan sebagai orang yang tidak boleh dikritik. Hal ini ditunjukkan ketika salah satu pengawalnya mengatakan bahwa Kim tidak beruntung dengan wawancara yang menjatuhkannya, Kim marah dan menembak pengawal tersebut.

Kepribadian ataupun karakter manusia memiliki dua sisi yakni sisi negatif dan juga sisi positif. Dalam penjelasan diatas, Kim Jong Un memiliki sisi negatif yang lebih banyak dibandingkan dengan sisi positif. Dari 14 karakter yang digambarkan dalam film The Interview sisi negatif sebanyak sembilan poin yakni poin c, d, h, i, j, k, l, m serta n, dan sisi positif sebanyak lima poin yakni poin a, b, e, f, dan g. Dengan lebih banyaknya persentase sisi negatif dari karakter Kim Jong Un, maka dapat disimpulkan bahwa konstruksi citra yang terbentuk dari karakter seorang Kim Jong Un adalah citra yang negatif atau buruk.

2. Panggung depan yang dilakukan oleh tokoh Kim Jong Un selama berinteraksi dalam film The Interview berperan dalam menjaga karakter maupun citra Kim Jong Un agar tetap baik dan positif di hadapan Dave Skylark dan juga dihadapan masyarakat Korea Utara dan dunia pada saat wawancara berlangsung. Dalam panggung depan yang ditunjukkan oleh Kim, karakter baik, ramah, sopan, terbuka dan jujur merupakan karakter yang Kim tunjukkan kepada Dave untuk meyakinkan Dave bahwa Kim

Universitas Sumatera Utara

bukanlah orang yang seperti diberitakan di media massa internasional selama ini. Kim dalam media massa digambarkan sebagai orang yang kejam dan negara Korea Utara yang dipimpinnya merupakan negara gagal karena masyarakat yang mengalami kelaparan dalam jumlah yang tinggi. Dengan menampilkan kesan yang menarik dan baik, Kim pada awalnya berhasil meyakinkan Dave bahwa Kim merupakan pemimpin yang berhasil menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya sehingga Kim dihormati oleh masyarakatnya. Kim menunjukkan hal-hal yang ingin dilihat Dave sehingga memudahkan bagi Kim untuk mencapai tujuannya yakni diwawancarai oleh Dave untuk menunjukkan pada dunia bahwa negara Korea Utara bukanlah negara gagal dan masyarakat Korea Utara berada dalam keadaan baik-baik saja.

Panggung belakang tokoh Kim Jong Un dalam film The Interview berperan untuk membantu kesuksesan panggung depan yang dibangun oleh Kim Jong Un. Dalam panggung belakang, Kim mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk melancarkan usahanya meyakinkan Dave bahwa Kim merupakan orang yang baik dan tidak kejam. Dalam film The Interview, Kim mempersiapkan hal-hal yang menarik untuk diperlihatkan kepada Dave diantaranya seperti toko makanan palsu dengan anak gemuk di depannya yang berada dipinggir jalan Pyongyang. Kemudian lapangan basket yang megah, koleksi mobil mewah, bar pribadi lengkap dengan perempuan penghibur, jamuan makan serta hadiah berupa patung bergambar wajah Dave dan anak anjing. Seperti yang dikatakan pepatah ‘sejauh apapun bangkai disembunyikan pasti akan tercium juga’. Hal inilah yang terjadi dengan Kim Jong Un. Sepandai apapun Kim memerankan panggung depannya, panggung belakangnya ataupun karakter asli Kim pasti akan ketahuan juga. Kebaikan, kesopanan dan keramahan yang ditunjukkan Kim merupakan kepalsuan. Bahkan kejujuran Kim justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Ketika Dave menemukan toko makanan palsu menjadi awal dari terbongkarnya karakter asli Kim. Dalam panggung belakang Kim digambarkan sebagai

Universitas Sumatera Utara

orang yang pemarah, pendendam, mau menang sendiri, kejam dan berdarah dingin serta pandai memanipulasi media.

Pengelolaan kesan yang dilakukan oleh Kim dihadapan Dave pada awalnya berhasil menarik simpati dan perhatian Dave, namun penggunaan panggung belakang yang tidak sempurna menyebabkan pengelolaan kesan yang sudah dibangun runtuh dalam seketika. Tujuan Kim Jong Un untuk mempengaruhi Dave dan mengubah pandangan dunia serta memperkokoh kekuasaannya di Korea Utara gagal total oleh karena kebohongannya yang telah dibongkar oleh Dave melalui sebuah wawancara.

3. Media massa dalam hal ini film memiliki empat fungsi utama yakni untuk menghibur, untuk mendidik, untuk menginformasikan dan untuk mempersuasi. Film TheInterview ini memiliki fungsi untuk menghibur, hal ini digambarkan melalui genre yang yang digunakan yakni genre komedi, penonton disuguhkan dengan tingkah laku tokoh Dave yang kocak ataupun lucu. Untuk fungsi menginformasikan, film ini tidak memberikan informasi baru tetapi memperkokoh karakter Kim Jong Un sebagaimana selama ini diberitakan media massa di dunia nyata. Dalam berbagai pemberitaan di media massa pemimpin Korea Utara digambarkan sebagai diktator muda yang kejam. Jika dilihat dari fungsi untuk mendidik, film ini kurang dalam hal mendidik, dikarenakan film The Interview ini mengajarkan tentang cara membunuh seorang pemimpin negara, membunuh berarti menghilangkan nyawa orang lain dan hal ini melanggar hak asasi manusia.

Fungsi media untuk mempersuasi merupakan fungsi yang lebih ditekankan dalam film ini. Secara tidak langsung pembuat film berusaha mengajak penonton untuk melihat bagaimana karakter dari tokoh Kim Jong Un. Dalam film ini penonton diajak untuk ikut membenci tokoh Kim Jong Un karena kekejaman dalam kediktatorannya selama memimpin Korea Utara. Pembuat film juga menggambarkan bahwa Kim Jong Un layak untuk dibunuh sehingga dapat menciptakan sistem pemerintahan yang baru,

Universitas Sumatera Utara

pemerintahan yang lebih demokratis dan dianggap lebih baik bagi negara Korea Utara. Melalui film ini juga secara tidak langsung penonton diajak untuk tidak mendukung proses pengembangan nuklir khususnya yang dilakukan oleh negara Korea Utara. Karena rudal bertenaga nuklir merupakan sebuah senjata yang dapat meluncur dengan jarak yang jauh untuk menghancur suatu daerah maupun populasi manusia dalam jumlah yang besar.

Selain hal yang berhubungan dengan Korea Utara, pembuat film menggambarkan bahwa negara Amerika Serikat masih menjadi negara ‘super power’ dengan sistem persenjataan canggih yang dimiliki. Dalam film ini digambarkan bahwa negara Amerika Serikat melakukan hal yang benar dengan membunuh Kim Jong Un, dimana dengan meninggalnya Kim Jong Un maka dunia terselamatkan karena pengembangan senjata nuklir Korea Utara dihentikan.

5.2 Saran

Berdasarkan uraian hasil analisis terhadap Dramaturgi Citra Kim Jong Un dalam film The Interview, peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Penonton baik yang menonton secara langsung dibioskop maupun di dirumah atau dimanapun, diharapkan tidak hanya menonton filmnya saja dan tertawa dengan komedi yang disajikan, namun dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat film dalam film The Interview ini maupun film lainnya. Setiap film pasti mengandung fungsi media massa yakni untuk menghibur, untuk mendidik, untuk menginformasikan dan untuk mempersuasi. Sehingga penonton tidak mudah terprovokasi dengan tema dan konflik yang diangkat dalam film.

2. Sineas film khususnya di Indonesia supaya lebih berani untuk menciptakan ataupun membuat film yang mengkritik pemerintah, bukan hanya mengangkat hal yang positif dari seorang tokoh di pemerintahan. Karena jika hanya memberikan gambaran yang positif, hal tersebut akan

Universitas Sumatera Utara

menciptakan sebuah propaganda baru terhadap pemerintah dan membuat masyarakat terlena dengan karakter pemimpin itu. Dalam memberikan kritik terhadap pemerintah tetap haruslah dalam koridor yang benar, yakni tetap memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan.

3. Film ini juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajaran dalam mata kuliah propaganda. Karena dalam film ini disisipkan sebuah propaganda politik oleh pembuat film yang berkewarganeagaraan Amerika Serikat terhadap negara Korea Utara dan pemimpinnya, sementara dalam faktanya negara Amerika Serikat dan Korea Utara terlibat dalam situasi dan kondisi perang dingin.

5.3 Implikasi Sacara Teoritis

Implikasi teoritis merupakan bagian dimana peneliti dapat melihat sejauh mana peneliti menggambarkan teori yang digunakan mampu menjawab penelitian yang sedang diteliti dan sejauh mana teori itu mendukung serta membantu peneliti untuk melakukan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, analisis perspektif dramaturgi Erving Goffman, telah berhasil mendapatkan makna dari pesan tersirat yang digambarkan dalam film The Interview yang berkenaan dengan konstruksi citra Kim Jong Un. Penelitian ini mendukung peran panggung depan dan panggung belakang serta kerjasama tim untuk mencapai pengelolaan kesan yang diinginkan. Peran peneliti tidak lepas dalam penentuan ataupun menafsirkan makna dan tanda dalam penelitian ini.

Melalui analisis dramaturgi Erving Goffman ini, akhirnya peneliti mampu memaknai pesan dari film The Interview dengan baik. Bagaimana akhirnya interaksi yang dilakukan para aktor ataupun pemeran dalam film ini dapat dianalisis secara mendalam melalui peran panggung depan dan panggung belakang. Teori ini membantu peneliti untuk melihat sejauh mana pembuat / sineas film menggambarkan citra pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang pada akhirnya pembuat film memperkuat citra Kim Jong Un yang diketahui oleh publik dalam hal ini masyarakat di seluruh dunia sebagai pemimpin muda yang otoriter dan kejam, sebagaimana yang diberitakan dalam media massa.

Universitas Sumatera Utara

Istilah dramaturgi mungkin menjadi satu kata asing di telinga para pembaca. Dramaturgi merupakan sebuah studi yang membahas mengenai kehidupan manusia seperti berada di atas panggung atau teater. Manusia digambarkan akan bertindak atau berlakon sesuai dengan apa yang ingin ditampilkannya untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya. Manusia akan menunjukkan peran yang berbeda-beda ketika berhadapan dengan orang yang berbeda dan saat berada dalam situasi yang berbeda pula. Misalkan seseorang yang pada pagi hari adu mulut dengan teman satu kamar atau rumah, tentu seseorang itu akan menunjukkan rasa kesal, marah atau bahkan berdiam diri tidak mau berbicara. Saat seseorang itu berada di kampus, dengan wajah sumringah dia menyapa teman-temannya untuk menutupi rasa kesal yang dialaminya. Ketika ia kembali ke rumah sore hari seseorang tersebut kembali menunjukkan wajah masamnya. Penelitian ini membantu para pembaca untuk menambah wawasan dan mengetahui bahwa sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari manusia itu sering bersandiwara. Manusia seperti berlakon dan berperan layaknya aktor di atas pentas atau teater.

5.4 Implikasi Secara Praktis

Implikasi secara praktis, agar para sineas film dapat mempertimbangkan isi dari film yang mereka hasilkan. Sekalipun film tersebut dikhususkan untuk penonton yang sudah dewasa, namun tontonan yang menyarankan untuk membunuh seseorang adalah hal yang tidak baik dan tidak terpuji. Sejahat apapun seseorang kita tidak berhak untuk membunuhnya, karena pada dasarnya manusia memiliki dua sifat yaitu sifat negatif dan sifat positif. Pembuat film dalam hal ini film yang diteliti seolah-olah menunjukkan bahwa membunuh itu adalah hal yang dibenarkan. Tontonan seperti ini tidak dipungkiri akan mampu menginspirasi penonton untuk menghilangkan nyawa orang lain ketika penonton tersebut merasa bahwa orang lain sedang mengancam keberadaannya. Terlebih lagi jika adegan pembunuhan itu dilakukan secara terencana.

Universitas Sumatera Utara

Sekalipun adegan dalam film hanyalah fiktif, tetapi dengan mengangkat satu tokoh pemimpin dari satu negara dimana tokoh tersebut masih hidup dan digambarkan dengan buruk tentu akan menimbulkan kesenjangan dan ketegangan, yang pada akhirnya akan berimbas pada hubungan bilateral kedua negara. Mengkritisi satu sistem pemerintahan yang diberlakukan di suatu negara boleh saja, tapi tetap harus memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai kemanusiaan.

Universitas Sumatera Utara BAB II