• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kategori Keterampilan Menulis Surat

4.3 Pengujian Hipotesis

4.4.2 Keterampilan Menulis Surat Undangan Dinas Siswa

Tingkat keterampilan menulis surat undangan dinas siswa digambarkan pada Diagram 3 dan Diagram 4. Dengan menggunakan perhitungan rata-rata dapat diketahui keterampilan menulis surat undangan dinas adalah 75.85. Setelah itu dicari nilai mean ideal dan simpangan baku. Hasil perhitungan mean ideal dan simpangan baku ini dikonversikan ke dalam skala lima, lalu hasil perhitungan yang diperoleh ditransformasikan ke dalam persentase. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa tingkat keterampilan menulis surat berada dalam interval 75% - 84%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menulis surat undangan dinas siswa adalah baik.

Hasil analisis data menyatakan bahwa tingkat keterampilan menulis surat undangan dinas siswa termasuk dalam kategori baik. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hipotesis kedua yang berbunyi:

“Keterampilan menulis surat dinas siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Bantul baik”.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipotesis kedua diterima karena sesuai dengan hasil penelitian.

Tingkat keterampilan menulis surat undangan dinas siswa termasuk dalam kategori baik karena metode yang digunakan guru bidang studi pada mata pelajaran Korespondensi untuk menyampaikan materi keterampilan menulis surat undangan dinas adalah metode ceramah, observasi, dan tugas. Metode tugas dipandang tepat untuk mencapai untuk mencapai hasil keluaran belajar pada ranah afektif tingkat keterampilan. Metode tugas dipandang tepat karena dengan metode ini siswa berlatih menulis surat dengan menggunakan kaidah-kaidah penulisan surat dan struktur bahasanya dengan tepat.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan pendapat Tarigan (2008:22), yakni menulis sangat penting bagi pendidikan karena memudahkan para pelajar berpikir. Menulis juga mendorong kita untuk berpikir logis dan kritis, memudahan penulis untuk memahami hubungan gagasan dalam tulisan, memperdalam daya tanggap atau persepsi, dapat memecahkan masalah yang dihadapi, serta menambah pengalaman

penulis. Menurut The Liang Gie (1992: 17), keterampilan menulis merupakan kemampuan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dan mengungkapkan gagasan melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami secara tepat. Berdasarkan pendapat tersebut di atas, dapat dikemukakan bahwa keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan, perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga oranglain yang membaca dapat memahami isi tulisan tersebut dengan baik.

Siswa dapat dikatakan terampil menulis surat apabila surat yang telah dibuat sesuai dengan penskoran penilaian menulis surat dinas yaitu kesesuaian dengan kepala surat, kesesuaian dengan tempat dan tanggal pembuatan surat, penulisan nomor surat, lampiran dan perihal surat, alamat surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, nama dan tanda tangan,bahasa surat, ejaan dan tanda baca, dan sistematika penulisan surat.

Hasil dari penelitian menguatkan hasil dari peneltian yang dilakukan oleh Darsiti (1991) yang berjudul “Studi Korelasi antara Pengetahuan dan Sikap Bahasa dengan Keterampilan Berbahasa Indonesia Baku dalam Bentuk Ekspresi Tulis Siswa Kelas III SMA BOPKRI Se-Yogyakarta”, keterampilan menulis siswa dalam kategori cukup dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 67.3. Skor rata-rata 67.3 merupakan suatu hasil belajar yang baik atau memuaskan. Akan tetapi, skor rata-rata dapat dikategorikan sebagai hasil belajar mengajar yang cukup karena berada dalam

rentang angka 56 – 74. Hasil ini disebabkan karena siswa kurang berlatih menulis selain itu waktu yang diberikan kurang mencukupi untuk menuangkan ide.

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian Darsiti (1991:120) yaitu tingkat keterampilan menulis siswa kelas III SMA BOPKRI Se-Yogyakarta adalah baik. Hasil analisis data skor tingkat keterampilan menulis diperoleh nilai rata-rata 67.3 kemudian ditransformasikan ke dalam skala sepuluh terletak pada interval 54% - 74%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menulis siswa kelas III SMA BOPKRI Se-Yogyakarta dalam kategori cukup. Hasil analisis data tidak sama dari hipotesis yang dibuat, maka hipotesis ditolak, artinya tidak sesuai dengan pernyataan yang telah dibuat pada perumusan hipotesis.

Selain menguatkan penelitian yang dilakukan oleh Darsiti (1991), penelitian ini juga menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rosa Tani Susanto (2007) yang berjudul “Kemampuan Menulis Surat Lamaran Pekerjaan Siswa Jurusan Penjualan dan Jurusan Akuntansi Kelas XII SMK Tamansiswa Nanggulan Kulonprogo Tahun Ajaran 2007/2008”, dalam hasil penelitiannya tingkat keterampilan menulis surat lamaran pekerjaan Jurusan Penjualan berada dalam kategori sedang dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 66.96. Skor rata-rata 66.96 merupakan suatu hasil yang belum memuaskan karena berada dalam rentang angka 60.00 – 69.99, sedangkan siswa Jurusan Akuntansi tingkat keterampilan menulis surat lamaran pekerjaan berada dalam kategori sedang juga dengan skor

rata-rata 64.44. Skor rata-rata-rata-rata yang diperoleh sebesar 64.44 merupakan suatu hasil yang belum memuaskan karena berada dalam rentang angka 62.88 – 66.03.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rosa Tani Susanto (2007) terdapat tiga hipotesis yang diajukan yaitu (1) kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan siswa Jurusan Penjualan adalah cukup. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa siswa Jurusan Penjualan lebih mengandalkan penghafalan, (2) kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan siswa Jurusan Akuntansi adalah baik. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa siswa Jurusan Akuntansi adalah siswa yang sudah dikondisikan untuk berpikir secara sistematis dan logis (dalam perhitungan). (3) rentang perbedaan kemampuan menulis surat lamaran pekerjaan siswa Jurusan Penjualan dan Jurusan Akuntansi tidak terlalu jauh (tidak signifikan).

Hasil analisis data yang dilakukan oleh Rosa Tani Susanto (2007) menunjukkan bahwa: (1) kemampuan menulis surat siswa Jurusan Penjualan adalah 66.96. Kemudian ditransformasikan ke dalam perhitungan persentase interval tingkat keterampilan yang diubah ke dalam skala sepuluh dan terletak pada interval 60% - 68.90%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menulis surat lamaran pekerjaan siswa Jurusan Penjualan adalah hampir sedang, maka hipotesis pertama ditolak. Hal ini bisa terjadi karena terdapat banyak kesalahan yang dilakukan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah penempatan bagian-bagian surat, seperti lampiran, alamat, dan salam pembuka. Kesalahan lainnya yang sering dilakukan

adalah isi surat yang sukar untuk dipahami, penggunaan huruf-huruf kapital yang tidak sesuai dengan kaidah, penempatan tanda baca yang kurang tepat.

Hasil analisis data yang dilakukan oleh Rosa Tani Susanto (2007) untuk hipotesis 2 menunjukkan bahwa kemampuan menulis surat siswa Jurusan Akuntansi adalah 64.44. Kemudian ditransformasikan ke dalam perhitungan persentase interval tingkat keterampilan yang diubah ke dalam skala sepuluh dan terletak pada interval 62.84% - 66.03%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menulis surat lamaran pekerjaan siswa Jurusan Penjualan adalah hampir sedang, maka hipotesis kedua ditolak. Hal ini bisa terjadi karena terdapat banyak kesalahan yang dilakukan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah penempatan bagian-bagian surat, seperti lampiran, alamat, dan salam pembuka. Kesalahan lainnya yang sering dilakukan adalah isi surat yang sukar untuk dipahami, penggunaan huruf-huruf kapital yang tidak sesuai dengan kaidah, penempatan tanda baca yang kurang tepat

Hasil analisis data yang dilakukan oleh Rosa Tani Susanto (2007) untuk hipotesis 3 menunjukkan t hitung diperoleh 1.35 sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikan 5% adalah 2.002. hal itu berarti harga t hitung lebih kecil dari t tabel. Atas dasar data tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan dalam menulis surat lamaran pekerjaan antara siswa Jurusan Penjualan dan Jurusan Akuntansi. Dengan demikian hipotesis ketiga diterima.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Darsiti (1991) dan Rosa Tani Susanto (2007), masing-masing hasil penelitian mengenai keterampilan menulis berada dalam kategori cukup dan hampir sedang, hal tersebut terjadi karena sebagian siswa kelas III SMA BOPKRI kurang berlatih menulis selain itu waktu yang diberikan kurang mencukupi untuk menuangkan ide, sedangkan pada siswa XII Jurusan Penjualan dan Akuntansi SMK Tamansiswa Nanggulan Kulonprogo sebagian siswa dalam menulis surat dinas banyak dijumpai kesalahan pada penempatan bagian-bagian surat, seperti lampiram, alamat, dan salam pembuka, kesalahan lainnya yang sering dilakukan adalah isi surat yang sukar untuk dipahami, penggunaan huruf-huruf kapital yang tidak sesuai dengan kaidah, penempatan tanda baca yang kurang tepat. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan menulis surat dinas berada dalam kategori baik hal ini bisa terjadi karena pelajaran surat-menyurat sudah diberikan kepada siswa ketika siswa berada di kelas X dengan mata pelajaran Korespondensi sehingga sudah sepantasnya jika siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran mempunyai tingkat keterampilan menulisyang baik.

4.4.3 Korelasi antara Pengetahuan Surat-Menyurat dan Keterampilan Menulis