BAB III KEGIATAN BELAJAR
KETERBUKAAN DAN KEADILAN
A. Kompetensi dan Indikator
Semenjak reformasi digulirkan, selogan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas (good and clean governace) terus menerus didengung-dengungkan. Dalam bahasa populer pemerintahan yang demikian disebut Pemerintahan yang baik dan bersih dari KKN. Pemerintahanyang bebas dari KKN diselenggarakan berdasarkan prinsip keterbukaan publik (transparansi public) dan pertanggung jawaban public (akuntabilitas Publik). Keterbukaan dimaksudkan sebagai keterbukaan dalam kehidupan bernegara.
Dalam kehidupan bernegara, selain prinsip keterbukaan (transparasi), masyarakat sangat mendambakan terwujudnya keadilan. Keadilan dapat diartikan sebagai perlakuan atau perbuatan yang dalam pelaksanaannya memberikan kepada pihak lain sesuatu yang seharusnya dia terima. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Setelah mempelajari materi ini, kompetensi yang diharapkan anda miliki adalah memahami pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam penyelenggaraan negara.
Adapun yang menjadi indikatornya adalah: 1. Mendeskripsikan makna keterbukaan.
2. Menguraikan hakikat keadilan.
3. Menjelaskan pentingnya keterbukaan dalam bernegara.
4. Mendeskripsikan persyaratan-persyaratan suatu Negara sebagai Negara yang transparan.
5. Menguraikan mekanisme pengelolaan Negara yang transparan. 6. Mendeskripsikan hakikat keadilan
7. Menguraikan pengelolaan Negara yang berkeadilan. B. Uraian Materi
1. Keterbukaan
Setiap warga negaran pasti mendambakan pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance). Sungguh sangat mengecewakan Negara Indonesia termasuk negara yang terkorup di antara negara-negara di dunia. Akibatnya v pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik, rakyat miskin semakin sulit untuk ditingkatkan taraf hidupnya, rakyat tidak dapat menikmati hak-hak dasarnya dengan baik, misalnya pendidikan dan layanan kesehatan. Untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, pemerintahan harus diselenggarakan berdasarkan prinsip keterbukaan publik (transparasi publik) pertanggung jawaban publik (akuntabilitas publik).
Keterbukaan (transparansi) dimaksudkan sebagai keterbukaan dalam kehidupan bernegara. Misalnya, berapa sebenarnya produksi minyak Indonesia, dan berapa penghasilan Indonesia dari berbagai perusahaan strategis yang dimilikiIndonesia. Hal tersebut sangat penting untuk menghindari terjadinya korupsi. Lembaga – lembaga Negara harus bersedia diaudit oleh BPK, sehingga semua penggunaan uang Negara benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Demikian pula dalam melaksanakan rekrutmen politik harus dilakukan secara terbuka (transparan) sehingga tidak dimungkinkan terjadi kolusi.
Sebuah pemerintahan dikatakan terbuka (transparan apabila memenuhi empat unsur utama sebagai berikut:
a. Pemerintah menyediakan berbagai informasi mengenai kebijakan yang ditempuhnya. Berbagai informasi itu antara lain: pertimbangan yang mendasari kebijakan tersebut, peraturan serta proses pelaksanaan, biaya dan dampak yang dihasilkan.
b. Masyarakat dan media massa memiliki kesempatan luas untuk mengetahui berbagai isi berbagai dokumen pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui parlemen).
c. Terbukanya siding pemerintah bagi masyarakat dan media massa. Keterbukaan itu menyangkut sidang eksekutif, legislatif, komisi-komisi dan pemda, maupun notulen hasil rapat-rapattersebut. .
d. Adanya konsultasi publik yang dilakukan pemerintah secara terencana Konsultasi public tersebut menyangkut berbagai kepentinganyang berkenaan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyebar luasan informasi dan masukan yang diterima oleh pemerintah dari berbagai pihak.
Semasa era orde baru banyak sekali kita jumpai kebijakan publik yang tidak transparan, yang tentunya akuntabilitasnya sangat rendah. Misalnya Tata Niaga Cengkeh yang memberihak monopoli cengkeh kepada BPPC yang tidak melibatkan petani cengkeh. Tetapi mereka diwajibkan untuk mendukung dan menyukseskan kebijakan yang sangt menguntungkan BPPC tersebut, sedangkan para petani sendiri dirugikan. Demikian pulaTata Niaga Jeruk di Kalimantan Barat yang tidak melibatkan petani padang Jeruk, tetapi mereka diwajibkan untuk mendukung kebijakan tersebut, meskipun mereka sendiri sangat dirugikan. Banyak sekali hal yang sedemikian kita jumpai semasa orde baru. Sangat disayangkan dalam era reformasi pemerintahan juga masih kurang transparan sehingga rakyat sangat dirugikan. Masih ada kebijakan pemerintah yang dipandang tidak memihak pada rakyat. Oleh karena itu DPR berketetapan akan menggunakan hak angket yang dimilikinya untuk mengetahui latar belakang kebijakan pemerintah manaikkan harga minyak, dan berbagai masalah perminyakan lainnya.
Menurut Afan Gaffar sekurang-kurangnya ada lima indkator atau prasyarat negara demokrasi, yaitu akuntabilitas, rotasi kekuasaan, rekruitmen politik yang terbuka, pemilihan umum, dan menikmati hak-hak dasar (Afan Gaffar, 2000: 8). Untuk memungkinkan terjadinya rotasi kekuasaan, diperlukan satu sistem rekruitmen politik yang terbuka (transparan). Sebelum pejabat Negara diangkat sudah menjadi kebiasaan yang bersangkutan terlebih dahulu mengumumkan jumlah harta kekayaannya. Hal ini juga merupakan upaya untuk mewujudkan good and clean governance. Dengan mengumumkan harta kekayaannya masyarakat mengetahui apakah pejabat Negara tersebut selama menjalankan jabatannya benar-benar bersih bebas dari korupsi atau tidak.
Afan Gaffar menyimpulkan ada delapan aspek mekanisme pengelolaan Negara yang harus dilakukan secara terbuka (transparan) , yaitu:
1). Penetapan posisi jabatan, dan kedudukan 2). Kekayaan pejabat publik
3). Pemberian penghargaan
4). Penetapan kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan 5). Kesehatan
6). Moralitas para pejabat dan aparat pelayanan publik 7). Keamanan dan ketertiban
8). Kebijakan strategis untuk pencerahan kehidupan masyarakat. 2. Keadilan
Keadilan adalah sikap dan tindakan yang tidak memihak, tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, memberikan hak kepada orang lain sebagaimana mestinya, atau melaksanakan hak sesuai dengan kewajiban. Tindakan yang adil adalah tindakan yang menghormati dan menghargai hak asasi manusia sesuai dengan kodrat, harkat, dan martabatnya tanpa membeda-bedakan keturunan, suku bangsa, serta status sosialnya.
Aristoteles membagi pengertian keadilan menjadi empat macam sebagai berikut: a) Keadilan Distributif adalah keadilan yang berhubungan dengan distribusi jasa dan
b) Keadilan komutatif adalah keadilan yang berhubungan dengan persamaan yang diterima oleh setiap orang tanpa melihat jasa perseorangan.
c) Keadilan kodrat alam adalah keadilan yang bersumber pada hukum alam / kodrat alam.
d) Keadilan konvensional adalah keadilan yang mengikat warga Negara karena dinyatakan dalam suatu kekuasaan.
Selain empat macam pengertian keadilan tersebut, Prof. DR. Notonegoro, SH. Menambahkan keadilan legalitas, yaitu keadilan yang berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Untuk menegakkan kebenarandan keadilan Hukum harus ditetgakkan. Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di depan hUkum dan pengadilan. Dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan pokok Kekuasaan Kehakiman disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila dan demi terselenggaranya Negara hukum Republik Indonesia. Sebagai Negara hukum. Peradilan adalah merupakan salah satu urusan rumah tangga negara yang teramat penting, sebab bagaimanapun baiknya peraturan-peraturan hukum yang mengatur tatat tertip masyarakat tidak akan manfaatnya apabila tidak ada suatu badan atau lembaga yang dapat mempertahankannya. Hukum harus ditegakkan, direaliser dan dilaksanakan oleh Pengadilan.
Pengadilan harus dapat memenuhi harapan dari para pencari keadilan (justisiabel), yang selalu mengharapkan peradilan yang cepat, adil, tepat dan biaya ringan. Dalam kenyataannya dan sudah bukan rahasia umum, untuk mendapat keadilan bukanlah hal yang mudah. Mafia pradilan memang benar-benar ada diruang sidang pengadilan, sehingga banyak putusan pengadilan yang tidak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat. Berperkara di Pengadilan tujuannya adalah untuk mendapatkan keadilan, mendapatkan haknya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pengadilan adalah tempat terakhir untuk mendapatkan keadilan.
Sebagai bangsa yang beradab yang menjunjung hukum, pemerintah harus memberi peluang, kesempatan, dan pelayanan, serta perlakuan yang sama kepada semua warga negaranya. Tidak ada seorangpun atau sekelompok orang punya teraniaya dan tidak memperoleh apa yang seharusnya menjadi haknya. Pola pemerintahan yang seperti ini akan memperoleh legitimasi yang kuat dari public dan akan memperoleh dukungan serta partisipasi yang baik dari rakyat.
C. Latihan
Untuk meningkatkan pemahaman dan tentang materi diatas, kerjakanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Apakah akibatnya jika suatu Negara tidak melaksanakan prinsip keterbuaan (transparansi)?
2. Jelaskan lima indicator Negara demokrasi menurut Afan Gaffar. .?
3. Buktikan Negara Indonesia memenuhi persyaratan sebagai negara demokrasi! 4. Apakah yang dimaksud dengan prinsip akuntabel dalam penyelenggaraan Negara. .? 5. Jelaskan pengertian tindakan yang adil !
D. Rangkuman
1. Kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab pada hakikatnya adalah penyampaian pendapat, pikiran, pandangan, kehendak atau aspirasi secara bebas tanpa ada tekanan dari pihak manapun baik secara fisik maupun secara psikis atau mental.
2. Tata cara mengemukakan pendapat di muka umum diatur dalam Pasal 9 Undang- undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Pendapatdi MukaUmum.
3. Penggunaan hak mengemukakan pendapat secara bebas harus diikuti dengan kewajiban untuk menghormati undang-undang dan hak-hak orang lain serta memperhatikan kepentingan umum. Penggunaan hak mengemukakan pendapat yang demikianlah yang disebut bertanggung jawab.
4. Keterbukaan atau transparansi dimaksudkan sebagai keterbukaan dalam kehidupan bernegara. Menurut Afan Gaffar, salah satu indikator negara demokrasi adalah rekruimen politik yang terbuka. Dengan demikian akan memungkinkan terjadinya rotasi kekuasaan sehingga seorang pejabat negara tidak mungkin akan memerintah dalam jangka waktu yang terlalu lama
5. Sebuah negara dapat dikatakan transparan jika memenuhi empat syarat (1)Menyediakan berbagai informasi terkait dengan kebijakan yang ditempuhnya, (2) Masyarakat dan media massa memeiliki kesempatan untuk mengetahui isi berbagai dokumen pemerintah, baik secara langsung mapun tidak langsung, (3) Terbukanya sidang pemerintah bagi masyarakat dan media massa, (4) Adanya konsultasi publik yang dilakukan pemerintah secara berencana.
6. Keadilan adalah sikap atau tindakan yang tidak memihak, tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, dan memberikan hak kepada seseorang sesuai dengan yang semestinta. Pemerintahan yang adil akanmemperoleh legitimasi yang kuat dari publik dan akan memperoleh dukungan serta partisipasi yang baik dari rakyat.
E. Tes Formatif
Tes Objektif
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d di depan pernyataan-pernyataan di bawah ini.
1. Kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat berarti bahwa seseorang dalam menyampaikan pendapatnya. . . .
a. bebas tanpa ada batasannya b. tanpa tekanan fisik maupun psikis c. tidak perlu mempedulikan pihak lain d. tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun
2. Penyampaian pendapat di muka umum harus berlandaskan pada asas keseimbangan antara hak dan kewajiban artinya dalam menyampaikan pendapat seseorang harus. . .. a. memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab tertentu
b. wajib melaksanaka musyawarah untuk mencapai mufakat c. memperhatikan kesesuaian antara kegiatan dengan tujuan d. berdasarkan peraturan dan hukum yang berlaku
3. Penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, sesuai dengan asas. . . .
a. proporsionallitas b. kepastian hukum
c. musyawarah dan mufakat d. manfaat
4. Berikut ini yang merupakan tempat terlarang untuk unjuk rasa adalah. . . . a. jalanraya
b. lapangan kota c. rumah sakit d. kantor pemerintah
5. Peserta penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi) wajib menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum yaitu norma- norma berikut kecuali. . . .
a. kesusilaan b. agama c. kesopanan d. kebiasaan
6. Penyampaian pendapat di muka umum harus menghormati hakdan kebebasan orang lain di antaranya yaitu hak-hak dan kebebasan untuk. . .
a. hidup aman, tertib dan damai b. mematuhi norma-norma
c. menyaksikan kegiatan unjuk rasa d. mendapatkan perlindungan hukum
7. Penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan dengan tanpa batas dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan perpecahan dalam masyarakat atau yang sering disebut. . . .
a. SARA
b. disintegrasi sosial c. persatuan dan kesatuan d. kerusuhan dan bentrok
8. Penyampaian pendapat di muka umum harus dilaksanakan secara bertanggung jawab artinya. . . .
a. harus ada orang yang bertanggung jawab b. sesuai dengan rencana yang telah disiapkan
c. harus tunduk pada peraturan perundang-undangan d. pemimpin kegiatan harus berani bertanggung jawab
9. Kemerdekaan mengemukakan pendapat yang tidak diikuti dengan tangungjawab dapat mengakibatkan suatu keadaan anarki yaitu keadaan yang. . . .
a. kacau seolah tak ada peraturan b. kurang tertib dan teratur
c. meresahkan masyarakat d. aman tertib dan terkendali
10. ”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang – undang ” Pernyataan tersebut terdapat dalam UUD Tahun 1945. . . .
a. Pembukaan UUD Tahun1945 b. Pasal 27
c. Pasal 28 d. Pasal 29
11. Salah satu unsur pemerintahan yang transparan adalah….
a. Pemerintah membebaskan media massa meliput berbagaik egiatan nasional b. Pemerintah menyediakan berbagai informasi kebijakan yang ditempuhnya. c. Pemerintah membuka diri terhadap berbagai masukan dari rakyat
d. Pemerintah terbuka bagi semua rakyat untuk menyampaikan pendapat 12. Apakah dampaknya jika kebijakan public tidak transparans i?
a. Pemeritah dapat berbuat sekehendaknya sendiri b. Pebijakan pemerintah belum tentu memihak rakyat c. Akuntabilitasnya sangat rendah
d. Kebijakan pemerintah tidak populis
13. Berikut ini adalah indicator suatu Negara demokrasi, KECUALI…. a. Adanya rotasi kekuasaan
b. Adanya Rotasi Kekuasaan c. Adanya PemilihanUmum
14. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan adalah….
a. Mengumumkan harta kekayaanpejabat negara b. Menyiarkan laporan pertanggung jawaban Presiden c. Sidang pengadilan yang terbuka untuk umum d. Membatasi masa jabatan Presiden
15. Siapakah yang paling dirugikan jikaKorupsi masih merajalela? a. Negara
b. Perusahaan Negara c. Rakyat
d. Pemerintah
16. Dalam mekanisme kenegaraan hal-hal yang harus dilakukan secara terbuka adalah sebagai berikut, KECUALI….
a. Penetapan Kebijakan yang terkait dengan pencerahan kehidupan b. Penetapanposisijabatan
c. Pemberian penghargaan d. Penetapan APBN
17. Yang termasuk dalam pengertian keadilan adalah…. a. Tidak sewenang-wenang kepada orang lain
b. Memberikan upah yang tinggi kepada buruh c. Menetapkan hak yang sama kepada semua rakyat
d. Memberikan tunjangan yang sama kepada semua pegawai.
18. Keadilan yang berhubungan dengan persamaan yang diterima oleh setiap orang tanpa memperhatikan jasanya adalah….
a. Keadilan Hukum b. Keadilan komutatif c. Keadilan distributif d. Keadilan konvensional
19. Apakah akibatnya jika pemerintah tidak memberi peluang, kesempatan, dan pelayanan, danperlakuan yang sama pada seluruh rakyat?
a. Pemerintah akan mendapatkan legitimasi dari rakyat b. Pemerintahakan dianggap gagal oleh rakyat
c. Pemerintah akan dihargai oleh rakyat
d. Pemerintah tidak akan memperoleh legitimasi dari rakyat 20. Apakah arti penting pemerintahan yang transparan?
a. Agar penggunaan keuangan Negara efektif dan efisien b. Agar dipercaya oleh negara-negara donor
c. Untuk mencegah terjadinya korupsi d. Agar dipercaya oleh rakyat
Tes Uraian
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar. 1. Jelaskan hakikat kemerdekaan mengemukakan pendapat.
2. Sebutkan tempat – tempat yang terlarang untuk penyampaian pendapat di muka umum dan jelaskan alasannya.
3. Apa akibatnya jika kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dilakukan tanpa batas? Jelaskan!
4. Sebutkan dasar-dasar hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat. .? 5. Bagaimanakah tata cara mengemukakan pendapat di muka umum? Jelaskan!
GLOSARIUM
Bangsa = Kesatuan orang-orang yang bersamaan asal keturunan, adat-istiadat, bahasa, dan sejarahnya, serta pemerintahannya sendiri.
Bangsa Indonesia = Sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara / Indonesia
Demokrasi = Pemerintahan di mana kekuasaan negara terletak ditangan sejumlah besar dari rakyat dan menjalankan kekuasaan itu untuk kepentingan semua orang
Demokrasi langsung = rakyat secara langsung menyalurkan aspirasinya dalam pengambilan keputusan umum.
Demokrasi Pancasila = demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan, permusyawaratan / perwakilan, dan gotong royong yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat.
Demokrasi perwakilan = rakyat menyalurkan aspirasinya dengan memilih wakil-wakilnya untuk duduk dalam dewan perwakilan rakyat.
Grassroots = rakyat bawah yang sering disebut sebagai masyarakat akar rumput.
Identitas = Ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang yang membedakannya dengan yang lain.
Individu = Orang seorang; pribadi, orang, organism yang hidupnya berdiri sendiri, secara filosofi ia bersifat bebas (tidak mempunyai hubungan orgnis dengan sesamanya). Kekuasaan (power) = kemampuan yang dimiliki pemimpin untuk menggunakan sumber-
sumber yang mempe- ngaruhi proses politik.
Legitimasi (legitimacy) = penerimaan dan pengakuan terhadap kekuasaan dan wewenang seorang pemimpin dari masyarakat (rakyat).
Masyarakat = Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama; Semua kegiatan manusia dalam kehidupan bersama.
Monarkhi = Pemerintahan di mana kekuasaan negara dipegang oleh satu orang, yang menjalankan kekuasaan itu untuk kepentingan semua orang.
Negara = Suatu organisasi kerjasama, di mana dalam Negara ada pengurus yang disebut pemetintah dan ada yang diurus (diperintah) yang disebut warganegara.
Negara dominion = Negara-negara yang sebelumnya merupakan jajahan Inggris kemudian merdeka dan berdaulat.
Negara kesaatuan = Bentuk Negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintahan pusat yang berkuasa, serta mengatur seluruh daerah. Di dalam negara kesatuan tidak ada daerah yang bersifat negara.
Negara koloni = Negara yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan negara lain
Negara mandat = Negara bekas jajahan dari negara lain yang kalah dalam perang dunia kemudian ditempatkan di bawah perlindungan negara yang menang perang dengan pengawasan dari dewan mandatLigaBangsaBangsa.
Negara serikat = Bentuk negara gabungan dari beberapa Negara
Negara uni = Gabungan dari dua negara atau lebih yang merdeka dan berdaulat dengan satu pimpinan negara.
Oligarkhi = Pemerintahan di mana kekuasaan negara terletak ditangan sejumlah orang yang biasanya berasal dari golongan feodal
Penduduk / rakyat = Sekelompok manusia yang hidup bersama dan menetap di suatu tempat tertentu.
Rule of law = doktrin dengan semangat dan idialisme keadilan yang tinggi, seperti supremasi hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum.
SARA = singkatan dari suku, agama, ras, dan antar golongan
Wewenang (otority) = hak moral yang dimiliki pemimpin untuk menggunakan sumber- sumber dalam membuat dan melaksanakan keputusan politik.
DAFTARPUSTAKA
Asshiddiqie, Jimly, 2006. Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga negara Pasca Reformasi. Jakarta: Sekretariat jenderal dan Kepaniteraan MK RI.
Clark, George, 2003. Jurnal Demokrasi. Off iceof International Information Programs US Department of State (http://unsinfo. state. gov. )
Effendi, A. Masyhur. 2005. Perkembangan Dimensi HakAsasi Manusia (HAM) dan Proses Dinamika Penyusunan Hukum Hak Asasi Manusia (HAKHAM). Bogor:Penerbit Ghalia Indonesia.
ibn Kamim, Asykuri (ed.), 2003. Civic Education: Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta:Diklitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan The Asia Foundation.
Rapaar, J. H. 1993. Filsafat Politik Aristoteles. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rozak, Abdul (ed. ), 2005. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Renada Media bekerja sama dengan ICCEUIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sekretariat Jenderal MPR RI, 2005. Panduan pemasyarakatan UUD Tahun 1945, Materi Sosialisasi Putusan MPR RI.
Surbakti, Ramlan. 1999. Memahami Ilmu Politik. Jakarta:PT Grasindo. RMS Gulthom, 1992. Tanggung Jawab Warganegara. Jakarta:Gunung Mulia.
Wiryanto, 2000. Teori Komunikasi Massa. Jakarta:Grasindo.
Zulkhair, 2003. Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentangPenyiaran. Jakarta:Durat Bahagia.
BUKU 3 PROKLAMASI, DASAR NEGARA, KONSTITUSI,