• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Kedaulatan dalam Pemerintahan R

BAB IV KEGIATAN BELAJAR 3 KEDAULATAN RAKYAT

B. Uraian Mater

2. Pelaksanaan Kedaulatan dalam Pemerintahan R

Pasal1ayat (2) UUD1945 menyatakan bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.Konsekuensi logisnya adalah bahwa konstitusi negara (UUD1945) menjadi dasar dan rujukan utama dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Undang-Undang Dasar 1945-lah (bukan lagi MPR), yang membagi kedaulatan rakyat kepada rakyat dan lembaga-lembaga negara.

Kedaulatan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar 1945 berarti kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat dijalankan sendiri oleh rakyat (melalui pemilu), dan oleh berbagai lembaga Negara yang keberadaan, tugas, dan wewenangnya tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Lembaga-lembaga negara yang dimaksud dalam hal ini adalah lembaga-lembaga yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi serta dapat menyerapdan memperjuangkan aspirasi rakyat, termasuk kepentingan daerah sesuai dengan tuntutan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pelaksana kedaulatan rakyatmenurut UUD 1945 adalah: • Rakyat secara langsung,

• MPR, • DPR, • DPD, • Presiden, • BPK, • MA, • MK, • Pemerintah Daerah, • DPRD, dan • KPU.

a. Rakyat sebagai Pemegang dan Pelaksana Langsung Kedaulatan

UUD 1945 hasil amandemen menentukan, bahwa rakyat secara langsung dapat melaksanakan kedaulatan yang dimilikinya. Apa kegiatan dan keterlibatan rakyat sebagai pelaksana kedaulatan? Keterlibatan rakyat sebagai pelaksana kedaulatan dalam UUD 1945 hasil amandemen ditentukan dalam empat hal.

1) Mengisi keanggotaan MPR melalui pemilihan umum. 2) Mengisi keanggotaan DPR melalui pemilihan umum. 3) Mengisi keanggotaan DPD melalui pemilihan umum.

4) Memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam satu pasangan secara langsung melalui pemilihan umum.

b. Majelis Pemusyawaratan Rakyat

Susunan keanggotaan MPR yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan suatu lembaga perwakilanbaru dalam struktur ketatanegaraan Republik indonesia. Menurut pasal 2 ayat1Undang-Undang Dasar 1945, Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota-anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum. Dengan demikian anggota MPR akan memiliki legitimasi sangat kuat karena semua anggotanya dipilih oleh rakyat. Sebagai konsekuensi logisnya adalah MPR sebagailembaganegara juga akanmeningkat legitimasinyadi mata rakyat karena seluruh anggotanya dipilih oleh rakyat melalui pemilu.

Tugas dan kewenangan MPR yang telah mengalami perubahan menurut pasal 3 UUD 1945, tidak lagi menjadi lembaga Tertinggi Negara yang memiliki kekuasaan sangat besar. Kedudukan MPR sebagai lembaga negara setara dengan lembaga negara lain. Berdasarkan pasal 11 UU No. 22 Tahun 2003, maka MPR pada memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut.

1) Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.

2) Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum, dalam Sidang Paripurna MPR.

3) Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk memberhentikan Preiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan di dalam Sidang Paripurna MPR.

4) Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. 5) Memilih Wakil presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi

kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari.

6) Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya secara bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya sampai habis masa jabatannya selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari.

7) Menetapkan Peraturan Tata Tertib dan kode etik MPR. c. Presiden

Presiden RI memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD, yang dalam melaksanakan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Bagaimana kekuasaan presiden sebagai salah satu pemegang kedaulatan? Menurut UUD 1945 hasil amandemen, kekuasaan Presiden meliputi sebagai berikut.

1) membuat undang-undang bersama DPR; 2) menetapkan Peraturan Pemerintah;

3) memegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara;

4) menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR’

5) menyatakan keadaan bahaya;

6) mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR;

7) member grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan MA; 8) memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR; 9) memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan;

10) membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan perimbangan kepada Presiden;

11) mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara; 12) mengajukan rancangan undang-undang APBN.

d. Dewan Perwakilan Rakyat

DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara dan mempunyai fungsi: legislasi, anggaran, dan pengawasan. Menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2003, DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. Anggota DPR berjumlah lima ratus lima puluh (550) orang. DPR mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut.

1) Membentuk undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama.

2) Membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang- undang.

3) Menerima dan membahas usulan rancangan undang-undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan. 4) Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang- undang APBN dan

rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama. 5) Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD. 6) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undangAPBN, serta

kebijakan pemerintah.

7) Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan olehDPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama. 8) Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan

DPD.

9) Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh BPK.

10) Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial.

11) Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan KomisiYudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden;

12) Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan.

13) Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta, menerima penempatan duta negara lain, dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi.

14) Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain, serta membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akobat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara dan/atau pembentukan undang- undang.

15) Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. 16) Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam undang-undang. e. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

BPK sebagai lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh dan kekuasaan pemerintah. Mengapa demikian? Karena jika BPK tunduk kepada pemerintah tidaklah mungkin dapat melakukan kewajibannya dengan baik. Akan tetapi BPK bukanlah suatu lembaga Negara yang berdiri di atas pemerintah. Kedudukan BPK dan pemerintah adalah sederajat. Bagaimanakah peranan BPK sebagai salah satu pemegang kedaulatan? Dalammelaksanakan tugasnya, BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang, badan/instansi pemerintah, ataubadan swasta sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang. Pembentukan BPK pada hakikatnya memperkuat pelaksanaan pemerintahan yang demokratis, sebab pengaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR belum cukup. Dalam hal ini BPK mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah keuangan Negara yang dilaksanakan oleh pemerintah sudah sesuai dengan tujuan semula danapakah sudah dilakukan dengan tertib.

f. Mahkamah Agung (MA)

Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan MA merupakan lembaga negara yang memegangkekuasaan kehakiman di sampingsebuah Mahkamah Konstitusi di Indonesia. Dalam melaksanakan kekuasaan kehakiman, MA membawahi bebarapa macam lingkungan peradilan, yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata UsahaNegara. Dalam melaksanakan tugasnya MA terlepas dari pengaruh pemerintah dan pengaruh-pengaruh lembaga lainnya.Sebagailembaga yudikatif, MAmemiliki kekuasaan dalam memutuskan permohonan kasasi, memeriksa dan memutuskan sengketa tentang kewenangan mengadili, dan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Selain itu MA juga berwenang untuk menguji secara materiil peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undangserta mempunyai kewenangan lainnya yang diberikan oleh undang-undang.

BPK merupakan lembaga