• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYAWAN, DAN PERILAKU KERJA INOVATIF

Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan

Dari berbagai survei budaya yang telah dilakukan ditemukan bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan dengan mengembangkan dan menciptakan jenis budaya organisasi tertentu (Sackman dan Bertelsman, 2006 dan Denison, 1990,). Shahzad et al (2013) menyatakan bahwa lebih dari dua dekade, peneliti melakukan dan mengakumulasikan sifat dan ruang lingkup budaya organisasi. Para peneliti sepakat bahwa terdapat pengaruh yang signifikan keberhasilan organisasi melalui kinerja karyawan. Budaya yang kuat dalam organisasi sangat membantu untuk meningkatkan kinerja karyawan yang mengarah pada pencapaian tujuan dan meningkatkan kinerja keseluruhan organisasi (Deal dan Kennedy, 1982). Magee (2002) berpendapat bahwa budaya organisasi secara inheren terhubung dengan praktik organisasi yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja karyawan. Menurut Hellriegel dan Slocum (2009) budaya

86

organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan jika apa yang mendukungnya dapat dipahami.

Brewer (1993) Budaya organisasi sebagai penggerak yang menghargai upaya dan kontribusi anggota organisasi dan memberikan pemahaman holistik tentang apa dan bagaimana cara mencapai, bagaimana tujuan saling terkait, dan bagaimana setiap karyawan dapat mencapai tujuan.

Sejumlah hasil penelitian menemukan adanya pengaruh yang signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, diantaranya adalah Agwu (2014) membahas budaya organisasi dan kinerja karyawan di Badan Nasional untuk Makanan dan Administrasi dan Kontrol Obat-Obatan (NAFDAC), Nigeria. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dan kinerja karyawan, dan merekomendasikan antara lain: pelatihan staf berkelanjutan, peningkatan pendanaan pemerintah, peningkatan terus-menerus kondisi layanan karyawan.

Penelitian yang dilakukan oleh Uddin (2013) untuk menguji dampak budaya organisasi terhadap kinerja dan produktivitas karyawan dari perspektif perusahaan multinasional yang beroperasi terutama di bawah sektor telekomunikasi Bangladesh di Asia Selatan. Hasil penelitiannya menemukan bahwa budaya organisasi secara signifikan mempengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan. Narayana (2017) melakukan

87

penelitian untuk mengidentifikasi dan menentukan hubungan yang kuat antara budaya organisasi dan kinerja karyawan, dengan menggunakan tinjauan literatur dipakai sebagai metodologi. Temuan penelitianya menunjukkan bahwa Pemilik dan manajemen puncak organisasi umumnya cenderung memiliki dampak besar pada pembentukan budaya. Budaya Organisasi dihasilkan dari interaksi antara asumsi manajemen puncak dan visi bersama tentang nilai-nilai budaya dan perilaku manusia dan apa yang dipelajari oleh karyawan organisasi dari pengalaman mereka sendiri. Manajer menghubungkan budaya organisasi dan kinerja karyawan satu sama lain karena mereka membantu dalam memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi.

Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Perilaku Kerja Inovatif

Studi tentang hubungan antara budaya organisasi dan inovasi biasanya berfokus pada budaya inovasi, menemukan hubungan langsung dan positif dengan inovasi (Barbosa, 2014). Menurut Kanter (2000) penting bagi para eksekutif untuk belajar menggunakan budaya organisasi mereka untuk memobilisasi dan memotivasi anggota untuk menjadi kreatif dan inovatif ketika tujuannya adalah untuk menciptakan produk, konsep, dan layanan baru. Perilaku inovatif individu di tempat kerja adalah dasar dari setiap organisasi berkinerja tinggi, dan dengan demikian studi tentang faktor-faktor yang

88

memotivasi atau memungkinkan perilaku inovatif individu sangat penting (Scott, dan Bruce, 1994). Susanto (1997) menyatakan budaya organisasi sebagai nilai-nilai yang menjadi pegangan sumberdaya manusia dalam menjalankan kewajibannya mempengaruhi perilaku individu di dalam organisasi.

Penelitian yang menunjukkan pengaruh Organizational Culture terhadap Innovative Work Behaviour diantaranya dilakukan oleh Eskiler et al. (2016) penelitian ini dilakukan untuk menemukan hubungan antara budaya organisasi dan perilaku kerja inovatif (IWB) di perusahaan pariwisata yang memasarkan layanan olahraga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya organisasi dan IWB dan bahwa budaya organisasi secara signifikan memprediksi IWB. Penelitian yang dilakukan oleh Shahzad et al. (2017) bertujuan untuk mengeksplorasi peran budaya organisasi, khususnya budaya inklusif, dalam kinerja inovasi industri perangkat lunak di Pakistan. Hasil penelitiannya menemukan bahwa kinerja inovasi organisasi didukung dan dipengaruhi oleh budaya organisasi. Kamel dan Aref (2017) melakukan penelitian untuk menilai persepsi staf perawat terhadap budaya organisasi dan hubungannya dengan perilaku kerja inovatif pada unit perawatan kritis di Rumah Sakit Universitas Benha. Hasil penelitiannya menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara

89

persepsi staf perawat mengenai budaya organisasi dan perilaku kerja inovatif

Leong dan Rasli (2013) melakukan penelitian untuk menguji bagaimana karyawan menggunakan perilaku kerja yang inovatif untuk mencapai kinerja pada organisasi otomotif di Malaysia. Studi ini menemukan dukungan untuk perilaku kerja inovatif disatu sisi dan kinerja peran kerja di sisi lainnya. Studi yang dilakukan oleh Stoffers et al.(2015) untuk menyelidiki tingkat perilaku kerja yang inovatif, jenis budaya organisasi dan hubungan antara perilaku kerja yang inovatif dan budaya organisasi pada pabrik mesin pengemasan. Hasil studi menunjukkan korelasi yang signifikan antara budaya pasar dan perilaku kerja yang inovatif dalam organisasi.

Pengaruh Perilaku Kerja Inovatif terhadap Kinerja Karyawan

Perilaku kerja inovatif sangat dibutuhkan dalam pengembangan organisasi dan meningkatkan kinerja melalui perbaikan atau efisiensi berbagai aktifitas melalui inovasi yang dihasilkan (Berliana dan Arsanti, 2018). Hal tersebut sangat bergantung pada setiap individu dalam organisasi untuk merespon berbagai perubahan melalui perilaku inovatif dalam menghasilkan ide-ide kreatif dalam menggunakan metode kerja yang lebih efektif dan efisien (Yuan dan Woodman, 2010; Dorner, 2012).

Perilaku kerja yang inovatif ditemukan untuk meningkatkan kinerja pekerjaan individu dan

90

memastikan proses organisasi yang efektif (Janssen, 2000). Perilaku inovatif dapat membantu menunjukkan kinerja yang lebih baik di tempat kerja tergantung pada keinginan untuk menerapkan ide-ide baru ke dalam praktik (Balkar,2015). Xerri dan Brunetto (2011) menyatakan bahwa perilaku inovatif dapat dianggap sebagai indikator kinerja.

Beberapa hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh perilaku kerja inovatif terhadap kinerja karyawan, seperti:

Dorner (2012) penelitian yang dilakukan pada perusahaan asuransi swiss dengan menggunakan responden sebanyak 422 orang, temuan penelitiannya menunjukkan perilaku kerja inovatif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Studi yang dilakukan oleh Winarti dan Suharnomo (2015) untuk menganalisis perilaku inovatif terhadap kinerja dosen pada perguruan tinggi swasta, ditemukan bahwa perilaku inovatif berpengaruh positip terhadap kinerja dosen. Balkar (2015) menemukan bahwa perilaku inovatif guru sekolah dasar dan menengah yang bekerja di provinsi Adana, Turki memiliki efek yang besar terhadap kinerjanya, dengan kata lain perilaku inovatif dapat meniningkatkan kinerja menjadi lebih produktif.

91

BAB 8