• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha, Penyedia Layanan Iklan (PT.Radio Start Srasi Swara)

RADIO START SRASI SWARA KABUPATEN MANDAILING NATAL

A. Tinjauan Umum Tentang Kontrak dan Penyiaran 1. Pengertian Kontrak dan Penyiaran

4. Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha, Penyedia Layanan Iklan (PT.Radio Start Srasi Swara)

Sebelum membahas mengenai hak dan kewajiban para pihak, maka terlebih dahulu akan dibahas tentang pemberian hak dan kewajiban itu sendiri.

Hukum mengatur peranan dari para subjek hukum berupa hak dan kewajiban.

Pengertian hak adalah:

“suatu peran yang bersifat fakultatif artinya boleh dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan kewajiban adalah suatu peran yang bersifat imperatif artinya harus dilaksanakan”.48

Hubungan antara hak dan kewajiban saling berhadapan dan berdampingan karena di dalam hak terdapat kewajiban untuk tidak melanggar hak orang lain dan tidak menyalahgunakan haknya. 49

48Happy Susanto, Hak-hak dan kewajiban konsumen jika dirugikan (Jakarta: Transmedia Pustaka, 2008), hal 20

49Shidarta, Hukum Perlindungan Konsumen, (Jakarta: Grasindo, 2000), hal 52

Dasarnya, hak dan kewajiban lahir karena adanya hubungan hukum hingga jika berbicara soal hak dan kewajiban, maka harus kembali kepada Undang-Undang. Undang-undang dalam kajian hukum perdata, selain dibentuk oleh pembuat undang-undang (lembaga legislatif), juga dapat dilahirkan dari perjanjian antara pihak-pihak yang mempunyai hubungan hukum satu dan yang lainnya.50

Secara Umum, hak dasar Pelaku Usaha adalah:51

a. Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/jasa yang diperdagangkan.

b. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang tidak berikhtikad baik;

c. Hak untuk melakukan pembelaan dari sepatutnya didalam penyesuaian hukumsengketa konsumen;

d. Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/jasa yang diperdagangkan;

e. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Selain hak para pelaku usaha ada juga terdapat yang dimaksud dengan kewajiban pelaku usaha secara umum yaitu:

Kewajiban Pelaku Usaha:52

a. Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya.

b. Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.

c. Memperlakukan atau melayani kosumen secara benar dan jujur serta tidak diskrimintatif.

d. Menjamin mutu barang dan/jasa yang diproduksi dan/diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/jasa yang berlaku.

e. Memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan atau mencoba barang dan/jasa tertentu serta memberi jaminan dan atau garansi atas barang yang dibuat dan atau diperdagangkan.

50Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani, Hukum tentang Perlindungan Konsumen,(Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal 25

51Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 6

52Ibid. Pasal 7

f. Memberikan kompensasi, ganti rugi, dan atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/jasa yang diperdagangkan.

g. Memberi kompensasi, ganti rugi, dan atau penggantian apabila barang dan/jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

Adapun kewajiban yang spesifik dalam penyiaran iklan sebenarnya telah diatur dalam Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang menjelaskan bahwa“pelaku usaha dilarang untuk memproduksi atau memperdagangkan produk yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan produk”.53

1) Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan atau jasa yang diperdagangkan atau di iklankan.

Penyiaran iklan suatu produk barang dan/atau jasa dalam kegiatan bisnis memiliki suatu proses dalam kegiatan usahanya, seperti yang sudah dibahas diatas mengenai hak dan kewajiban pelaku usaha dengan pihak radio dan pembahasan selanjutnya yaitu hak dan kewajiban dari pihak radio dalam memenuhi prestasi yang sudah diperjanjikan.

Adapun hak dan kewajiban daripada penyedia layanan iklan atau radio tersebut yaitu:

Hak penyedia layanan iklan atau radio adalah:

2) Hak untuk memperbaiki nama baik perusahaan jika terjadi kesalahan yang bukan di akibatkan dari pihak radio.

3) Hak untuk memenuhi klausula yang sudah disebutkan dalam kontrak tersebut.

53Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 8 ayat (1) huruf f

Memenuhi suatu prestasi yang sudah di sepakati oleh para pihak yaitu pemesan iklan dengan pihak radio, pihak radio juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi untuk menyebarluaskan suatu produk barang dan/atau jasa tersebut.

Kewajiban Penyedia Layanan Iklan atau Radio yaitu:

a. Menjamin/memastikan penyajian berita atau informasi secara jujur dan tidak memberikan opini pribadi (unbiased comment), kedalam siaran atau berita tersebut;

b. Mengutamakan peningkatan pendidikan dan kebudayaan.

c. Memperbaiki dan meningkatkan norma-norma (adat istiadat) yang berlaku, dan kesopanan (etika) di dalam semua acara siaran.

d. Menyediakan berbagai acara untuk generasi muda, dengan isi yang bervariasi, dan mampu menanamkan prinsip-prinsip bermasyarakat yang baik.

e. Meningkatkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis (selaras, serasi, seimbang), toleransi, beragama, dan saling pengertian internasional.

f. Mengurangi isu-isu kontroversial di masyaakat, dengan sikap tidak memihak dan menyalahkan salah satu kelompok dalam masyarakat.

g. Menghargai martabat dan hak asasi manusia.54

Beberapa contoh ketentuan dalam kontrak yang mengatur hak dan kewajiban pelaku usahadan pengusaha penyiaran yaitu:

Adapun hak dan kewajiban tersebut yaitu :55

54Hidajanto Djamal dan Andi Fachruddin, Op., Cit, hal 47

55Ibid.

a. Hak pihak Radio merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi pihak pengiklan, yaitu :

1).Berhak menerima pembayaran sesuai dengan kesepakatan, yaknipembayaran uang tunai atau barangatas iklan yang disiarkan.

2). Menerima bahan-bahan/ atau materiiklan dari pihak pengiklan.

b. Kewajiban pihak Radio merupakan hakyang harus diterima oleh pihak Pengiklan yaitu:

1). Memproduksi iklan sesuaikebutuhan promosi pengiklan

2).Memperdengarkan hasil iklanyang telah diproduksi kepada pihak pengiklan sebelumdisiarkan.

3).Melaksanakan penyiaran iklandengan baik sesuai denganperjanjian yang disepakati

4).Membuat dan menyerahkanlaporan penyiaran iklan yangsudah dilaksanakan.

Secara khusus diatur pula mengenai hak dan kewajiban para pihak antara pelaku usaha dengan PT. Radio Start Srasi Swara dimana pihak yang satu mempunyai hak untuk mendapatkan suatu prestasi yang sudah diperjanjikan dan pihak lain berhak memenuhi kewajiban yang telah diperjanjikan. Adapun hak dan kewajiban yang terdapat dalam suatu kontrak iklan produk barang dan/ atau jasa di Radio Start Fm yaitu:56

a. Hak pemberi pesanan dapat dibagi menjadi dua yaitu:

Pihak pemberi pemesanan (Kampung Kaos Madina).

1). Hak utama yaitu menerima hasil pesanan secara utuh dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat dalam Surat Pemesanan Iklan. Maksudnya adalah hasil pesanan yaitu siaran iklan telah disiarkan sesuai dengan keinginan pihak pemberi pesan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dengan pihak penerima pesanan dan diselesaikan degan pihak penerima pesanan dan diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

2). Hak tambahan, adalah berupa:

a) Mengetahui jalannya pelaksanaan perjanjian siaran iklan.

b) Mengadakan pemantauan jalannya pelaksanaan perjanjian penyiaran iklan apakah sudah sesuai dengan perjanjian atau tidak.

b. Kewajiban pemberi pesanan, dapat dibagi menjadi dua 2 bagian yaitu:

56 Perjanjian Kontrak Iklan antara Kampung Kaos Madina dengan PT. Radio Start Srasi Swara Kabupaten Mandaling Natal

1). kewajiban utama adalah menyelesaikan pekerjaan yang telah disepakati dalam surat pesanan iklan yaitu menyiarkan iklan dari pihak pemberi pesanan.

2). kewajiban tambahan antara lain meliputi:

a). mentaati dan melaksanakan ketentuan umum yang berlaku tentang perjanjian pada umumnya.

b). mengadakan perencanaan yang baik agar pelaksanaan siarn iklan pesanan dari pihak pemesanan dapat dilaksanakan dengan benar dan tepat pada waktunya sesuai dengan kesepakatan.

c). membuat laporan kepada pihak pemesan iklan apabila terjadi wanprestasi atau keadaan memaksa sehingga tidak dapat dilakukan penyiaran iklan pihak pemesan.