• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berikut ini disajikan data mengenai perkembangan produksi, distribusi dan penjualan air dalam satuan volume (m3) untuk PDAM Kabupaten Paser selama 2 tahun terakhir mulai tahun 2010 dan 2011 .

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) III - 43

a. Data Produksi dan Distribusi air (m3)

NO PRODUKSI & DISTRIBUSI AIR (M3) 2011 2010

1 Produksi Air 6.195.181 5.756.695 2 Distribusi Air 6.027.362 5.608.932 4 Penjualan Air 4.026.140 3.526.270 5 Kehilangan Air 2.001.222 2.082.662

6 Kehilangan Air (%) 33,20% 37,13%

Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa selama kurun waktu 2010 sampai 2011 kegiatan produksi dan penjualan air mengalami peningkatan. Hal ini berdampak kepada peningkatan pendapatan air di tahun 2011.

Pendapatan Air (Rp) NO PENDAPATAN AIR 2011 2010 Audited Audited 1 Harga Air 13.604.062.760 12.038.039.610 2 Jasa Administrasi 1.372.323.000 3 Jasa Pemeliharaan 4 Mobil Tanki / terminal air

Jumlah Pendapatan Air 14.976.385.760 12.038.039.610

Berdasarkan data produksi dan pendapatan air diatas, faktor penyebab terjadinya permasalahan menyangkut aspek rentabilitas sesuai hasil penilaian kinerja BPKP, tidak nampak bila ditinjau dari aspek tersebut.

b. Biaya Operasional

Kriteria penilaian kinerja keuangan khususnya aspek rentabilitas selain ditinjau dari efektivitas dalam perolehan pendapatan juga ditinjau dari kemampuan manajemen perusahaan dalam menjaga tingkat efisiensi biaya operasional. Biaya operasional PDAM kabupaten Paser, jika ditinjau dari fungsi nya terdiri dari biaya unit sumber, biaya pengolahan, biaya transmisi dan distribusi yang kemudian dikategorikan sebagai biaya produksi atau biaya langsung usaha. Sedangkan biaya administrasi dan umum dikategorikan sebagai biaya penjualan atau biaya tidak langsung usaha. Secara menyeluruh, biaya operasional tersebut jika di klasifikasikan berdasarkan sifat beban sesuai ketentuan dalam Standar Akuntasi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK_ETAP) adalah terdiri dari :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) III - 44

c1. Klasifikasi Biaya Operaional – berdasarkan Sifat beban (Rp)

NO BEBAN USAHA 2011 2010

Audited Audited

1 Beban Pegawai 5.281.257.605 4.392.552.943 2 Beban Pemeliharaan 822.844.516 1.515.743.861 Beban Bahan Kimia 660.333.478 968.504.103 3 Beban BBM 2.273.513.155 2.311.677.699 4 Beban Listrik 2.783.174.940 1.839.245.630 5 Beban Penyusutan 8.496.466.344 10.464.756.180 6 Beban Penyisihan & Penghapusan piutang - -7 Beban Kantor - -8 Beban Hubungan Pelanggan - -9 Beban Penelitian dan Pengembangan - -10 Beban Keuangan 908.000 763.000 11 Beban Dewan Pengawas - -12 Beban Operasi lainnya 4.837.197 33.470.185 13 Beban Sewa - -14 Dana representasi Direksi - -15 Beban leasing - -16 Beban Umum 788.225.016 816.824.734

Jumlah Beban Usaha 21.111.560.251 22.343.538.335

Tabel diatas merupakan data mengenai perkembangan biaya operasional selama tahun 2010 dan 2011 yang di klasifikasikan berdasarkan sifat beban yang dikutif dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh KAP/BPKP.

Dengan melakukan perbandingan antara pendapatan air seperti diuraikan dalam tabel sebelumnya dengan total biaya operasional seperti diuraikan dalam tabel diatas , diharapkan diketahui permasalahan secara lebih teperinci mengenai kinerja penjualan PDAM kabupaten Paser. Berikut ini merupakan analisa secara umum mengenai perbandingan antara pendapatan air dengan biaya/beban operasional utuk periode 2011, yang telah dilakukan oleh BPKP dalam laporan audit kinerja

Struktur Harga Pokok Air ( Full Cost Recovery )

1. Pendapatan air tahun 2011 Rp 13.604.062.760,00 2. Beban operasional tahun 2011 Rp 21.110.652.252,23

3. Jumlah m3 air terjual tahun 2011 4.026.140 m3

4. Jumlah m3 air produksi tahun 2011 6.195.181m3 5. Harga jual air per m3 Rp/m3 13.604.062.760 / 4.026.140 = Rp 3.378,93 6. Harga pokok air Rp/m3 21.110.652.252,23 / 4.956.145 = Rp 4.259,49

( Beban operasional dibagi volume produksi dikurang kebocoran rill maksimal 20%)

Selisih harga jual air per m3 Rp ( 880,56)

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) III - 45

79,33%

Berdasarkan perhitungan tarif dan harga pokok air diatas dapat diketahui bahwa tarif rata-rata air PDAM Kabupaten Paser belum mencapai full Cost recovery, hal ini terlihat dari nilai prosentase tarif terhadap harga pokok air terjual masih dibawah 100%, yaitu 79,33%. Hal ini menunjukan bahwa PDAM memberikan subsidi kepada pelanggan sebesar Rp 880,56 per m3 dari air yang terjual

3.6.6 Tarif Air yang Berlaku

Tarif air yang berlaku di PDAM kabupaten Paser mengacu kepada SK Bupati tahun 2006, berikut ini disajikan tabel struktur tarif sesuai SK Bupati.

Struktur Tarif PDAM Kabupaten Paser sesuai Keputusan Bupati No 35 tahun 2006

Golongan Pelanggan 0 - 10 M3 11 - 20 M3 21 - 30 M3 30 M3 Ke atas 1 2 3 4 5 1 SOSIAL UMUM 1.750 1.850 2.000 2.150 2 SOSIAL KHUSUS 1.750 1.850 2.150 2.250 3 DASAR SEDANG / RT A.1 2.200 2.850 3.300 4.000 4 DASAR SEDANG / RT A.2 2.300 3.000 3.450 4.150 5 PENUH MIKRO / RT A.3 2.400 3.150 3.600 4.300 6 PENUH KECIL / NIAGA MENENGAH 5.050 5.750 6.900 8.050 7 PENUH SEDANG / NIAGA BESAR 5.300 6.000 7.200 8.400 8 PENUH BESAR / INDUSTRI BESAR 5.500 6.250 7.500 8.750 9 KESEPAKATAN KHUSUS / D1 6.000 6.000 6.000 6.000

Perhitungan Progresif

Berdasarkan Klasifikasi Konsumsi Air

3.6.7 Pendapatan Non Air

Aspek yang menunjang kondisi rentabilitas dan likuiditas PDAM Paser selain pendapatan dari hasil penjualan air adalah pendapatan yang berasal dari non air diantaranya adalah pendapatan sambungan baru, pendapatan denda, balik nama penyambungan kembali, penggantian meter air dan lain-lain. Namun dalam kegiatan evaluasi perhitungan tarif FCR ini, pendapatan non air bukan termasuk komponen yang menunjang penguatan tarif FCR sekalipun termasuk faktor yang mendorong penguatan aspek rentabilitas perusahaan salah satu nya terkait penilaian kinerja dari rasio ROE. Berikut ini disajikan tabel data

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) III - 46

mengenai komponen-komponen yang termasuk pendptan non air untuk periode tahun 2010 dan 2011.

Tabel Pendapatan Non Air

NO PENDAPATAN NON AIR 2011 2010

Audited Audited

1 Pendapatan Sambungan Baru 1.056.418.617 790.604.100 2 Denda Keterlambatan 415.538.916 305.884.976 3 Balik Nama 3.400.000 3.100.000 4 Penyambungan kembali 35.800.000 31.200.000 5 Ganti Meteran 9.365.600 9.337.600 6 Pemasangan Instalasi - -7 Sanki Administratif 28.979.200 -8 Pendapatan Angkut Mobil Tanki - -9 Pendapatan non air lainnya 10.989.000 5.494.500

Jumlah Pendapatan Non Air 1.560.491.333 1.145.621.176

JUMLAH PENDAPATAN USAHA 16.536.877.093 13.183.660.786

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) IV - 1

4.1 ANALISIS KONDISI TARIF EKSISTING

Kajian terhadap perhitungan biaya operasional dalam kegiatan evaluasi tarif air eksisting ditujukan untuk menilai seberapa besar tingkat efisiensi yang dicapai dalam suatu periode tertentu, dan diharapkan melalui hasil kajian tersebut dapat ditetapkan langkah-langkah penyelesaian terhadap permasalahan yang terjadi. Salah satunya adalah melalui kajian terhadap biaya variabel dan biaya tetap yang diharapkan dapat dijadikan dasar penetapan strategi dan kebijakan pada periode selanjutnya khususnya yang berkaitan dengan kegiatan penjualan.

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa, tolok ukur yang digunakan dalam penilaian tingkat efisensi biaya operasional adalah melalui perbandingan biaya operasional secara menyeluruh dengan pendapatan yang diterima dalam periode yang sama. Pendapatan yang digunakan sebagai tolok ukur dalam kajian ini difokuskan kepada pendapatan dari hasil penjualan air. Sasaran utama dari kegiatan evaluasi ini adalah diperoleh nya informasi kuantitatif mengenai kemampuan tarif air dalam menutup seluruh kebutuhan biaya operasional PDAM. Berikut ini disajikan gambaran umum mengenai hasil evaluasi biaya variabel dan biaya tetap untuk 5 PDAM di wilyah studi yang gambarkan dalam bentuk diagram alir dan matrik .

4.2 PDAM KABUPATEN ACEH BESAR

Analisa biaya untuk PDAM Kabupaten Aceh Besar didasarkan kepada laporan keuangan yang telah di audit oleh KAP/BPKP untuk periode tahun 2010 sampai tahun 2012. Namun evaluasi difokuskan kepada kondisi keuangan pada tahun terakhir yaitu tahun 2012. Beberapa aspek yang menjadi fokus kajian dalam menilai tingkat efisiensi nya adalah terbagi dalam kelompok biaya bahan kimia, biaya listrik/energi, biaya pemeliharaan, biaya keuangan dan biaya penyusutan. Biaya lainnya yang tidak termasuk dalam kelompok biaya tersebut dikelompokan dalam biaya administrasi dan lain-lain. Evaluasi dilakukan dalam satuan rupiah per m3 atas air yang terjual pada periode yang sama, dengan kata lain tingkat kehilangan air yang dihitung berdasarkan tingkat kehilangan air yang riil.

Analisa tarif Full Cost Recovery (FCR) yang didasarkan kepada seluruh kebutuhan biaya operasional per satuan m3 , dihitung berdasarkan total pendapatan air dibagi jumlah volume air yang terjual. Pendapatan air yang dihitung tidak termasuk pendapatan air yang diperoleh melalui tanki. Evaluasi tarif yang dilakukan tidak hanya terbatas kepada kemamampuannya dalam menutup seluruh kebutuhan biaya operasional, tetapi juga ditinjau dari kesesuaian tarif rata-rata dengan tingkat kemampuan masyarakat pelanggan. Tolok ukur yang digunakan adalah sebesar 4% dari Upah Minimum Propinsi (UMP) yang dihitung melalui penjualan air rata-rata per pelanggan dalam setiap bulannya. Untuk

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) IV - 2

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) IV - 2

memperoleh gambaran mengenai hasil evaluasi dan perhitungan biaya variabel PDAM kabupaten Aceh besar berdasarkan laporan keuangan tahun 2012, berikut ini disajikan diagram alir mengenai perbandingan pendapatan air rata-rata dengan biaya variabel dan biaya tetap per satuan Rp/m3.

Diagram Alir Perhitungan Biaya Variabel (Rp/m3)

Pendapatan Air Pendapatan Air Rata2

- Harga Air (Rp/m3) 3.009

Rp 13.954.777.075 - Pendapatan Air lain2 Rp 769.561.000 Pendapatan Non Air

Rp 895.182.103 Tarif Belum FCR

Air terjual

4.638.355 m3 HPP 100% 81%

Jumlah Beban Usaha (Rp/m3) 3.723 Rp 17.269.619.328

Bhn Kimia 3%

Beban Bahan Kimia (Rp/m3) 101 Beban Bahan Kimia Efisien

Rp 470.644.600 (Rp/m3) 150 68%

Listrik 10%

Beban Listrik & BBM (Rp/m3) 368 Beban Listrik Efisien

Rp 1.706.729.685 (Rp/m3) 421 87%

Pemeliharaan 8%

Beban Pemeliharaan (Rp/m3) 298 Beban Pemeliharaan In-efisien

Rp 1.384.356.758 (Rp/m3) 197 152%

Keuangan 0%

Beban Keuangan (Rp/m3) - Beban Keuangan Efisien

Rp - (Rp/m3) 565 0%

Penyusutan 35%

Beban Penyusutan (Rp/m3) 1.312 Beban Penyusutan In-efisien

Rp 6.084.433.392 (Rp/m3) 775 169%

Adm & lain2 44%

Beban Adm & lain2 (Rp/m3) 1.644 Beban Adm & lain2 Efisien Rp 7.623.454.892 Jumlah Pelanggan (Rp/m3) 1.761 93%

16.860

SL L/R Operasi

Laba/Rugi Operasi (Rp/m3) (715) Laba Operasi Belum Optimal

(Rp ) (1.650.099.150) Upah Minimum P 10% -12%

1.550.000 (Rp/bln) Rata2 Tagihan Rek Air

Rp/bln/plg 68.974 Maks 4% x UMP Tidak Layak (Rp/bln) 62.000 4%

Kinerja Operasional

PDAM (keuangan) Evaluasi Tarif FCREksisting ReferensiPDAM

Palembang

Hasil Analisa

Penjelasan Diagram Alir :

1. Pendapatan Air rata-rata sebesar Rp 3.009 /m3, diperoleh dari hasil pembagian pendapatan hasil penjualan air sebesar Rp 12.954.777.075 dengan volume air terjual sebesar 4.638.355 m3.

2. Harga Pokok Penjualan sebesar Rp 3.723 /m3, diperoleh dari hasil pembagian jumlah beban usaha sebesar Rp 17.269.619.328 dengan volume air terjual sebesar 4.638.355 m3, biaya tersebut diklasifikasikan menjadi komponen biaya variabel sebagai berikut :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) IV - 3

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) IV - 3

a. Biaya Bahan Kimia sebesar Rp 101 / m3 atau 3% b. Biaya Listrik / Energi sebesar Rp 368 /m3 atau 10% c. Biaya pemeliharaan sebesar Rp 298 /m3 atau 8% d. Biaya keuangan sebesar Rp 0 /m3

e. Biaya penyusutan sebesar Rp 1.312 /m3 atau 35%

f. Biaya administrasi dan lain-lain sebesar Rp 1.644 /m3 atau 44%

3. Jumlah tagihan air yang dibayarkan oleh setiap pelanggan dalam setiap bulannya adalah sebesar Rp 68.974.atau sebesar 4,4% dari Upah Minimum Propinsi sebesar Rp. 1.550.000. atau diatas batas maksimal 4% sesuai permendagri No.23 tahun 2006. Dengan demikian perbaikan tarif air harus difokuskan kepada peningkatan efisiensi biaya, baik menyangkut efisiensi biaya O&M maupun biaya investasi dan optimalisasi pendapatan eksisiting diantaranya adalah melalui penurunan kebocoran serta peningkatan akurasi pembacaan meter pelanggan.