5.5 PDAM KABUPATEN PASER
6.4.5 Proyeksi Laba / Rugi Setelah Kenaikan tarif
Pencapaian tarif FCR sesuai usulan kenaikan tarif pada tabel diatas, dapat dilihat pada tabel proyeksi Laba/Rugi dan tabel perbandingan tarif rata-rata dan Harga Pokok produksi (HPP), dimana dalam uraian tersebut dijelaskan bahwa tarif FCR baru tercapai pada tahun 2016.Pada tabel proyeksi laba / rugi dibawah ini terlihat bahwa peroleh laba sebesar Rp 116 juta diperoleh pada tahun 2016 sedangkan pada tahun sebelumnya PDAM kabupaten Malinau masih mengalami kerugian.
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 26
Tabel 6.25 Proyeksi Laba / Rugi ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Malinau
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 PENDAPATAN
a Pendapatan Air 4.299 4.279 4.707 4.608 5.828 6.773 9.590 10.424 11.332 13.137 13.603
b Pendapatan Sambungan Baru 764 249 274 0 0 0 0 473 523 580 642
Total Pendapatan 5.064 4.528 4.981 4.608 5.828 6.773 9.590 10.897 11.855 13.717 14.245 2 Operating Cost
Jumlah Beban Usaha 4.228 6.584 5.807 5.856 6.207 6.636 7.295 7.805 8.351 8.938 9.567
Total Biaya Operasional 4.228 6.584 5.807 5.856 6.207 6.636 7.295 7.805 8.351 8.938 9.567
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Penyusutan 1.171 1.258 1.464 1.464 1.464 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850
4 Bunga Pinjaman 0 0 0 0 0 335 298 260 223 186 149
5 Laba Bersih sebelum Pajak 836 (3.314) (2.290) (2.712) (1.843) (2.048) 146 981 1.430 2.742 2.679
6 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 0 0 31 214 319 634 624
7 Laba Bersih setelah Pajak 836 (3.314) (2.290) (2.712) (1.843) (2.048) 116 767 1.111 2.109 2.056
P R O Y E K S I
Perhitungan proyeksi kebutuhan biaya sebagai dasar perhitungan tarif FCR secara terperinci disajikan dalam tabel Proyeksi Komponen Beban usaha dibawah ini :
Tabel 6.26 Proyeksi Komponen Beban Usaha ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Malinau – x Rp 1.000
NO BEBAN USAHA
2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 Listrik / energi 898.227 934.157 971.523 1.160.510 1.249.479 1.345.269
2 Bahan Bakar 80.642 86.287 92.327 113.468 125.691 139.231
3 Bahan Kimia 571.959 594.837 618.631 738.971 795.624 856.619 4 Biaya Operasi lainnya 2.664 2.850 3.050 3.748 4.152 4.599 5 Biaya Pemeliharaan 206.587 206.587 261.159 261.159 261.159 261.159
6 Biaya Personil 3.356.470 3.591.423 3.842.823 4.111.820 4.399.648 4.707.623
7 Biaya Kantor 56.476 60.430 64.660 69.186 74.029 79.211 8 Biaya Keuangan - - 334.815 297.613 260.411 223.210 9 Biaya Adm & Umum lainnya 682.704 730.493 781.628 836.342 894.886 957.528 10 Biaya Penyusutan & amortisasi 1.463.763 1.463.763 1.850.432 1.850.432 1.850.432 1.850.432 Jumlah Beban Usaha 7.319.493 7.670.827 8.821.047 9.443.250 9.915.511 10.424.881 PERHITUNGAN HPP
11 Produksi Air - NRW Riil ( x 1.000 m3) 1.606 1.657 1.657 1.903 1.970 2.039 12 Harga Pokok produksi (HPP) 4.558 4.630 5.325 4.963 5.034 5.112
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 27
Tabel 6.27 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Malinau
TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018
TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 2.853 3.501 4.071 5.022 5.273 5.537 HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/m3) 4.558 4.630 5.325 4.963 5.034 5.112 Selisih (Rp/m3) (1.705) (1.129) (1.254) 59 239 425
Setelah usulan kenaikan tarif terlihat bahwa selisih negatif antara tarif air rata-rata dengan harga pokok produksi berangsur menurun mulai tahun 2014 dan mulai terjadi selisih positip pada tahun 2016. Gambaran perkembangan tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini.
Grafik 6.6 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Malinau
6.5. PDAM KABUPATEN NATUNA
6.5.1 Rencana Kegiatan (Program)
Rencana kegiatan dan asumsi dasar perhitungan usulan tarif PDAM kabupaten Natuna meliputi :
1. Penggantian meter air yang rusak sebanyak 478 unit. Penggatian diprioritaskan untuk pelanggan dengan konsumsi air dibawah 10 m3 per bulan.
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 28
2. Perhitungan usulan penyesuaian tarif air sesuai kebutuhan biaya operasional secara menyeluruh
3. Pengadaan meter induk
4. Investasi penggantian meter air yang rusak sebesar Rp 239 juta dan pengadaan meter induk sebesar Rp 15 juta, Total investasi Rp 254 juta
5. Sumber Dana investasi diusulkan berasal dari APBD tk II.
6. Prosentase penyeuaian tarif air berbeda setiap golongan pelanggan
7. Kehilangan air sebesar 48% , setelah penggantian meter diperkirakan turun menjadi 40,69%
8. Asumsi inflasi biaya pegawai sebesar 7% naik setiap tahun
9. Jumlah pelanggan tahun 2014 sebesar 3.024, diasumsikan tidak ada penambahan jumlah pelanggan.
10. Diperkirakan terjadi penambahan jumlah penjualan air yang berasal dari penurunan kehilangan air (NRW) dari penggantian meter air.
Melalui kegiatan investasi berupa penggantian meter air pelanggan sesuai uraian diatas, diharapkan dapat meningkatan pendapatan penjualan air dari penurunan kebocoran dengan perhitungan sebagai berikut :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 29
Tabel 6.28 Perhitungan kebutuhan investasi dan perolehan benefit atas penggantian meter pelanggan PDAM Kabupaten Natuna:
Jumlah pelanggan 3.024
Jumlah pelanggan konsumsi < 10 m3 956
32%
Rata2 konsumsi per Plg/bln 28 m3
faktor penyebab meter rusak
program mendesak 50% penggantian meter 478
harga meter air per unit 500.000
kebutuhan investasi 239.000.000
penambahan produksi air 13.384 m3 /bln
160.608
m3/th
Usulan Eksisting
Usulan tarif RT biasa 2014 2013
0 - 10 m3 1.500 3.000 Diatas 10 m3 1.875 750
Potensi peningkatan pendapatan air 16.147.500 6.483.000 per bulan
193.770.000
77.796.000 per tahun
Biaya abonemen 5.000 5.000 per plg/bln
Pendapatan abonemen 2.390.000 2.390.000 per bln
28.680.000
28.680.000 per tahun
Total potensi peningkatan pendapatan per tahun Rp 222.450.000 106.476.000
Sasaran Kegiatan Investasi dan pendampingan perhitungan tarif full cost recovery (FCR) untuk PDAM kabupaten Natuna secara umum adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan volume penyediaan air untuk masyarakat khususnya masyarakat pelanggan.
2. Peningkatan pemahaman staff PDAM mengenai perhitungan tarif FCR 3. Peningkatan pendapatan operasional PDAM.
4. Peningkatan efisiensi biaya operasional. PDAM 5. Pencapaian tarif FCR
Melalui pencapaian sasaran program optimalisasi penadapatan dan peningkatan efisiensi biaya tersebut diharapkan usulan besaran kenaikan tarif dapat diminimalisir semaksimal mungkin sesuai kondisi dan potensi yang dimiliki PDAM. Berikut ini digambarkan mengenai estimasi jumlah produksi dan penjualan air kepada pelanggan setelah pelaksanaan program optimalisasi khususnya penggantian meter air pelanggan.
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 30
6.5.2 Proyeksi jumlah produksi dan penjualan air
Kenaikan jumlah penjualan air kepada pelanggan sebagai dampak dari pelaksanaan program penggantian meter pelanggan sebanyak 478 unit sesuai perhitungan diatas, merupakan salah satu langkah optimalisasi yang dapat dilakukan oleh PDAM Kabupaten Natuna sebelum mengusulkan kenaikan besaran tarif air kepada stakeholder. Kenaikan volume penjualan air diperoleh dari penurunan kehilangan air sebagai akibat penggantian meter air yang rusak. Sesuai perhitungan diatas bahwa melalui program penggantian meter pelanggan diharapkan terjadinya penurunan kehilangan air sebanyak 160.608 m3 per tahun atau 7,3 % yaitu dari kehilangan eksisting sebesar 48% menjadi 40,7%. Berikut ini disajikan tabel mengenai proyeksi perkembangan volume produksi dan penjualan air serta kehilangan air selama beberapa tahun ke depan.
Tabel 6.29 Proyeksi Produksi dan Penjualan Air (m3) PDAM Kabupaten Natuna
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 Produksi Air (l/dt) 37 47 70 70 70 70 70 70 70 70 70 2 Distribusi Air (l/dt) 17 47 70 70 70 70 70 70 70 70 70 3 Penjualan Air (l/dt) 10 19 37 37 42 42 42 42 42 42 42 4 Produksi Air (m3) 1.166 1.482,5 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 5 Distribusi Air (m3) 526 1.482,5 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 2.195,8 6 Penjualan Air (m3) 316 606,1 1.141,8 1.141,8 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 Total Air Terjual 316,4 606,1 1.141,8 1.141,8 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 1.302,4 7 Kehilangan Air (m3) 209,5 876,4 1.054,0 1.054,0 893,4 893,4 893,4 893,4 893,4 893,4 893,4 8 Kehilangan Air ( %) 0,0% 59,1% 48,0% 48,0% 40,7% 40,7% 40,7% 40,7% 40,7% 40,7% 40,7% 9 Konsumsi Air Rata2 / plg/bln (m3) 13 23 28 28 32 32 32 32 32 32 32 10 Jumlah Pelanggan 1.873 1.936 3.024 3.024 3.024 3.024 3.024 3.024 3.024 3.024 3.024
P R O Y E K S I
6.5.3 Proyeksi Laba / Rugi Sebelum Kenaikan tarif
Peningkatan volume penjualan air sesuai perhitungan diatas diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan air, namun kenaikan pendapatan tersebut belum mencapai sasaran yang diharapkan yaitu terciptanya tarif air FCR, sehingga usulan kenaikan besaran tarif masih perlu dilakukan.Kondisi laba Rugi sebelum usulan kenaikan tarif digambarkan dalam tabel proyeksi laba / Rugi berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 31
Tabel 6.30 Proyeksi Laba / Rugi ( sebelum usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Natuna
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020
1 PENDAPATAN
a Pendapatan Air 324 479 1.022 1.022 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003
b Pendapatan Sambungan Baru 457 378 311 0 0 0 0 0 0 0 0
Total Pendapatan 781 858 1.333 1.022 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003 2.003
2 Operating Cost
a Beban Usaha 1.977 3.648 2.581 2.657 3.102 3.245 3.381 3.527 3.682 3.848 4.025
Total Biaya Operasional 1.977 3.648 2.581 2.657 3.102 3.245 3.381 3.527 3.682 3.848 4.025
3 Penyusutan unit produksi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Penyusutan unit kantor 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Bunga Pinjaman 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Laba Bersih sebelum Pajak (1.196) (2.791) (1.248) (1.635) (1.099) (1.241) (1.378) (1.523) (1.679) (1.845) (2.022)
7 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Laba Bersih setelah Pajak (1.196) (2.791) (1.248) (1.635) (1.099) (1.241) (1.378) (1.523) (1.679) (1.845) (2.022)
P R O Y E K S I
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dampak pelaksanaan program optimalisasi adalah terjadinya penurunan kerugian PDAM dari sebelumnya sebesar Rp 1,6 milyar menjadi Rp 1,0 milyar di tahun 2014 Namun kerugian tersebut berlanjut sampai beberapa tahun ke depan sebagai akibat besaran tarif rata-rata tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya sebagai faktor inflasi. Perbandingan tarif rata-rata dan harga pokok produksi mulai tahun 2013 sampai tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 6.31 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( sebelum usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Natuna
TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016
TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 895 892 892 892
TOTAL PROSENTASE KENAIKAN TARIF AIR 0% 0% 0%
HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/m3) 2.327 2.129 2.228 2.323 Selisih (Rp/m3) (1.432) (1.237) (1.336) (1.431)
Pada tabel diatas terlihat bahwa terjadi penurunan selisih negatif antara tarif rata-rata dengan harga pokok produksi per m3 di tahun 2014 dari sebelumnya sebesar – minus Rp 1.432 di tahun 2013 menjadi minus Rp 1.237 di tahun 2014. Namun selisih tersebut terjadi kenaikan kembali di tahun berikutnya akibat kenaikan biaya yang disebabkan adanya faktor inflasi. Gambaran tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 32
Grafik 6.7 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP
( sebelum usulan kenaikan tarif air ) PDAM Kabupaten Natuna
6.5.4 Usulan Kenaikan Tarif Air
Usulan kenaikan tarif air di PDAM kabupaten Natuna merupakan langkah yang tidak bisa dihindari demi menjaga kelancaran dan kontinuitas kegiatan operasional, disamping harapan terciptanya kemandirian PDAM dan mengurangi ketergantungan terhadap dana APBD dan bantuan Pemerintah dimasa yang akan datang. Usulan kenaikan tarif didasarkan kepada tarif air sebelumnya dan target pencapaian tarif yang FCR (Full Cost Recovery). Berdasarkan pertimbangan kedua aspek tersebut, maka usulan kenaikan tarif dilakukan secara bertahap mulai tahun 2014 sampai tahun 2016, sehingga pencapaian sasaran tarif FCR baru dapat diperoleh pada tahun 2016. Prosentase usulan kenaikan tarif beragam antara kelompok pelanggan satu dengan kelompok pelanggan yang lainnya, gambaran secara terperinci disajikan pada tabel berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 33
Tabel 6.32 Usulan Kenaikan Tarif Air PDAM Kabupaten Natuna KLA S IF IKA S I P E LA N GGA N
Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 KE LOM P OK I- T a ri f R e nd a h S o s i a l 0 - 10 M³ 200 400 520 728 > 10 M3 300 600 780 1.092 KE LOM P OK II - T a ri f d a s a r R um a h T a ng g a 0 - 10 M³ 300 600 780 1.092 > 10 M3 750 1.005 1.307 1.829 Ins ta ns i P e m e ri nta h 0 - 10 M³ 300 600 780 1.092 > 10 M3 750 1.275 1.658 2.321 KE LOM P OK III- T a ri f P e nuh
N i a g a
0 - 10 M³ 500 1.000 1.600 2.240 > 10 M3 1.500 3.000 4.800 6.720
2013 2014 2015 2016
U S U LA N KE N A IKA N T A R IF
6.5.5 Proyeksi Laba / Rugi Sebelum Kenaikan tarif
Pencapaian tarif FCR sesuai usulan kenaikan tarif pada tabel diatas, dapat dilihat pada tabel proyeksi Laba/Rugi dan tabel perbandingan tarif rata-rata dan Harga Pokok produksi (HPP), dimana dalam uraian tersebut dijelaskan bahwa tarif FCR baru tercapai pada tahun 2016.Pada tabel proyeksi laba / rugi dibawah ini terlihat bahwa peroleh laba sebesar Rp 29 juta diperoleh pada tahun 2016 sedangkan pada tahun sebelumnya PDAM kabupaten Natuna masih mengalami kerugian.
Tabel 6.33 Proyeksi Laba / Rugi ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Natuna
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 PENDAPATAN
a Pendapatan Air 324 479 1.022 1.022 1.544 2.189 3.065 3.218 3.379 3.785 3.785
b Pendapatan Sambungan Baru 457 378 311 0 0 0 0 0 0 0 0
Total Pendapatan 781 858 1.333 1.022 1.544 2.189 3.065 3.218 3.379 3.785 3.785 2 Operating Cost
a Beban Usaha 1.977 3.648 2.581 2.657 2.773 2.902 3.025 3.156 3.297 3.448 3.609
Total Biaya Operasional 1.977 3.648 2.581 2.657 2.773 2.902 3.025 3.156 3.297 3.448 3.609
5 Bunga Pinjaman 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 Laba Bersih sebelum Pajak (1.196) (2.791) (1.248) (1.635) (1.229) (713) 40 62 82 337 176
7 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 0 0 11 17 23 94 49
8 Laba Bersih setelah Pajak (1.196) (2.791) (1.248) (1.635) (1.229) (713) 29 45 59 243 127 P R O Y E K S I
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 34
Perhitungan proyeksi kebutuhan biaya sebagai dasar perhitungan tarif FCR secara terperinci disajikan dalam tabel Proyeksi Komponen Beban usaha dibawah ini :
Tabel 6.34 Proyeksi Komponen Beban Usaha ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Natuna – x Rp 1.000
NO BEBAN USAHA
2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 Listrik / energi 17.307 18.000 18.720 19.469 20.247 21.057 2 Biaya Bahan Pembantu 1.650 1.766 1.889 2.022 2.163 2.315 3 Biaya Pemeliharaan 384.306 392.688 392.688 392.688 392.688 392.688 4 Biaya Personil 1.122.626 1.201.210 1.285.295 1.375.265 1.471.534 1.574.541 5 Biaya Kantor 17.828 19.076 20.411 21.840 23.369 25.004 6 Biaya ATK 13.846 14.816 15.853 16.963 18.150 19.420 7 Biaya Penghapusan Piutang 90.662 90.662 90.662 90.662 90.662 90.662 8 Biaya Adm & Umum lainnya 368.580 394.380 421.987 451.526 483.133 516.952 9 Biaya Penyusutan & amortisasi 640.511 640.511 654.481 654.481 654.481 654.481 Jumlah Beban Usaha 2.657.317 2.773.108 2.901.985 3.024.915 3.156.426 3.297.121 PERHITUNGAN HPP
10 Produksi Air - NRW Riil ( x 1.000 m3) 1.142 1.302 1.302 1.302 1.302 1.302 11 Harga Pokok produksi (HPP) 2.327 2.129 2.228 2.323 2.424 2.532
P R O Y E K S I
Tabel 6.35 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Natuna
TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016
TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 895 1.186 1.681 2.353
TOTAL PROSENTASE KENAIKAN TARIF AIR 0% 32% 42% 40%
HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/m3) 2.327 2.129 2.228 2.323 Selisih (Rp/m3) (1.432) (943) (547) 31
Setelah usulan kenaikan tarif terlihat bahwa selisih negatif antara tarif air rata-rata dengan harga pokok produksi berangsur menurun mulai tahun 2014 dan mulai terjadi selisih positip pada tahun 2016. Gambaran perkembangan tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini.
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 35
Grafik 6.8 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Natuna
6.6 PDAM KABUPATEN PASER
6.6.1 Rencana Kegiatan (Program)
Rencana kegiatan dan asumsi dasar perhitungan usulan tarif PDAM kabupaten Paser
1. Penggantian meter air yang rusak. Penggatian diprioritaskan untuk pelanggan dengan konsumsi air dibawah 10 m3 per bulan, sebanyak 1.284 unit
2. Pengadaan capasitor bank 8 unit
3. Perhitungan usulan penyesuaian tarif air sesuai kebutuhan biaya operasional secara menyeluruh melalui penggunaan media FINPRO untuk mengetahui dampak penyesuaian tarif terhadap kinerja PDAM
4. Pemanfatan idle capacity untuk program MBR sebayak 1.500 SR
5. Perkiraan kebutuhan investasi program optimalisasi dan pengembangan sebesar Rp 4,78 milyar ( sebelum PPN 10%)
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 36
Melalui kegiatan investasi berupa penggantian meter air pelanggan sesuai uraian diatas, diharapkan dapat meningkatan pendapatan penjualan air dari penurunan kebocoran dengan perhitungan sebagai berikut :
Tabel 6.36 Perhitungan kebutuhan investasi dan perolehan benefit atas penggantian meter pelanggan PDAM Kabupaten Paser:
Jumlah pelanggan 14.429
Jumlah pelanggan konsumsi < 10 m3 3.211 26%
Rata2 konsumsi per Plg/bln 26 m3
faktor penyebab meter rusak program mendesak 40% penggantian meter 1.284
harga meter air per unit 500.000 kebutuhan investasi 642.200.000
penambahan produksi air 33.394 m3 /bln 400.733
m3/th
Usulan Eksisting
Usulan tarif RT biasa 2014 2013
0 - 10 m3 2.860 2.200 11 - 20 m3 3.705 2.850 21 - 30 m3 4.290 3.300
Potensi peningkatan pendapatan air 33.126.106 25.481.620 per bulan
397.513.272
305.779.440 per tahun Biaya abonemen 5.000 5.000 per plg/bln Pendapatan abonemen 6.422.000 6.422.000 per bln
77.064.000
77.064.000 per tahun
Total potensi peningkatan pendapatan per tahun Rp 474.577.272 382.843.440
Selain rencana penggantian meter pelanggan, dalam rangka meningkatkan efisiensi penggunaan pompa PDAM Kabupaten Paser juga merencanakan pengadaan capasitor bank sebanyak 8 unit untuk ditempatkan di masing-masing lokasi,yang diharapkan dapat menekan pemakaian konsumsi listrik. Berikut ini disajkan tabel perhitungan efiiensi atas pengadaan capasitor bank tersebut
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 37
Tabel 6.37 Perhitungan penurunan biaya listrik pompaPDAM Kabupaten Paser WTP Tepian Batang, Tanah Grogot
Penurunan biaya listrik per hari 662.400 Rp
UP. Pasir Belengkong
Penurunan biaya listrik per hari 158.400 Rp
UP. Kuaro
Penurunan biaya listrik per hari 16.500 Rp
UP. Long Ikis
Penurunan biaya listrik per hari 45.000 Rp
UP. Long Kali
Penurunan biaya listrik per hari 31.450 Rp
UP. Batu Sopang
Penurunan biaya listrik per hari 7.500 Rp
UP. Muara Komam
Penurunan biaya listrik per hari 16.500 Rp
UP. Batu Engau
Penurunan biaya listrik per hari 6.000 Rp
TOTAL PENURUNAN BIAYA LISTRIK PER HARI 943.750 Rp
TOTAL PENURUNAN BIAYA LISTRIK PER BULAN 28.312.500 Rp
TOTAL PENURUNAN BIAYA LISTRIK PER TAHUN 339.750.000 Rp
Produk si Air per tahun 6.195.181
Penurunan Biaya Listrik per m3 54,8 Rp
Sasaran Kegiatan Investasi dan pendampingan perhitungan tarif full cost recovery (FCR) untuk PDAM Kabupaten Paser secara umum adalah sebagai berikut
1. Peningkatan volume penyediaan air untuk masyarakat khususnya masyarakat pelanggan.
2. Penambahan SR sebanyak 1.500 unit
3. Peningkatan pemahaman staff PDAM mengenai perhitungan tarif FCR 4. Peningkatan pendapatan operasional PDAM.
5. Peningkatan efisiensi biaya operasional. PDAM 6. Pencapaian tarif FCR secara bertahap
Melalui pencapaian sasaran program optimalisasi pendapatan dan peningkatan efisiensi biaya khususnya menyangkut biaya listrik atas operasional pompa, diharapkan usulan atas besaran kenaikan tarif dapat diminimalisir semaksimal mungkin sesuai kondisi dan potensi yang dimiliki PDAM. Berikut ini digambarkan
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 38
mengenai estimasi jumlah produksi dan penjualan air kepada pelanggan setelah pelaksanaan program optimalisasi khususnya penggantian meter air pelanggan.
6.6.2 Proyeksi jumlah produksi dan penjualan air
Kenaikan jumlah penjualan air kepada pelanggan sebagai dampak dari pelaksanaan program penggantian meter pelanggan sebanyak 1.284 unit sesuai perhitungan diatas, merupakan salah satu langkah optimalisasi yang dapat dilakukan oleh PDAM kabupaten Paser sebelum mengusulkan kenaikan besaran tarif air kepada stakeholder. Kenaikan volume penjualan air diperoleh dari penurunan kehilangan air sebagai akibat penggantian meter air yang rusak. Sesuai perhitungan diatas bahwa melalui program penggantian meter pelanggan diharapkan terjadinya penurunan kehilangan air sebanyak 400.733 m3 per tahun atau 7,03. % yaitu dari kehilangan eksisting sebesar 28,73% menjadi 21,70 %. Berikut ini disajikan tabel mengenai proyeksi perkembangan volume produksi dan penjualan air serta kehilangan air selama beberapa tahun ke depan.
Tabel 6.38 Proyeksi Produksi dan Penjualan Air (m3) PDAM Kabupaten Paser
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 Produksi Air (l/dt) 183 196 204 204 220 220 220 220 220 220 220 2 Distribusi Air (l/dt) 178 191 199 199 213 213 213 213 213 213 213 3 Penjualan Air (l/dt) 113 129 143 143 169 169 169 169 169 169 169 4 Produksi Air (m3) 5.757 6.195,2 6.442,4 6.442,4 6.928,4 6.928,4 6.928,4 6.928,4 6.928,4 6.928,4 6.928,4 5 Distribusi Air (m3) 5.609 6.027,4 6.260,5 6.260,5 6.732,8 6.732,8 6.732,8 6.732,8 6.732,8 6.732,8 6.732,8 6 Penjualan Air (m3) 3.526 4.026,1 4.461,9 4.461,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9
Total Air Terjual 3.526,3 4.026,1 4.461,9 4.461,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 5.271,9 7 Kehilangan Air (m3) 2.082,7 2.001,2 1.798,6 1.798,6 1.460,8 1.460,8 1.460,8 1.460,8 1.460,8 1.460,8 1.460,8 8 Kehilangan Air ( %) 0,0% 33,2% 28,7% 28,7% 21,7% 21,7% 21,7% 21,7% 21,7% 21,7% 21,7% 9 Konsumsi Air Rata2 / plg/bln (m3) - RT A 23 26 27 27 21 21 21 21 21 21 21 10 Jumlah Pelanggan 12.350 12.350 14.429 14.429 15.929 15.929 15.929 15.929 15.929 15.929 15.929
P R O Y E K S I
6.6.3 Proyeksi Laba / Rugi Sebelum Kenaikan tarif
Peningkatan volume penjualan air sesuai perhitungan diatas diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan air, namun kenaikan pendapatan tersebut belum mencapai sasaran yang diharapkan yaitu terciptanya tarif air FCR, sehingga usulan kenaikan besaran tarif masih perlu dilakukan.Kondisi laba Rugi sebelum usulan kenaikan tarif digambarkan dalam tabel proyeksi laba / Rugi berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 39
Tabel 6.39 Proyeksi Laba / Rugi ( sebelum usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Paser
No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 PENDAPATAN
a Pendapatan Air 12.038 14.976 16.796 16.796 19.622 19.622 19.622 19.622 19.622 19.622 22.651
b Pendapatan Non Air 1.857 2.316 7.730 529 3.794 584 584 584 584 584 584
Total Pendapatan 13.895 17.293 24.527 17.325 23.416 20.206 20.206 20.206 20.206 20.206 23.235 2 Operating Cost
a Beban Usaha 22.343 21.111 24.612 24.860 25.944 26.646 27.165 27.841 28.431 29.188 30.848
Total Biaya Operasional 22.343 21.111 24.612 24.860 25.944 26.646 27.165 27.841 28.431 29.188 30.848 6 Laba Bersih sebelum Pajak (8.448) (3.818) (86) (7.535) (2.527) (6.439) (6.958) (7.634) (8.225) (8.981) (7.613)
7 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
8 Laba Bersih setelah Pajak (8.448) (3.818) (86) (7.535) (2.527) (6.439) (6.958) (7.634) (8.225) (8.981) (7.613)
P R O Y E K S I
Dalam tabel diatas terlihat bahwa dampak pelaksanaan program optimalisasi adalah terjadinya penurunan kerugian PDAM dari sebelumnya sebesar Rp 7,5 milyar di tahun 2013 menjadi Rp 2,5 milyar di tahun 2014. Namun kerugian tersebut berlanjut sampai beberapa tahun berikutnya sebagai akibat besaran tarif rata-rata tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya salah satunya adalah akibat faktor inflasi. Perbandingan tarif rata-rata dan harga pokok produksi mulai tahun 2013 sampai tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 6.40 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( sebelum usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Paser
TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018
TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 3.764 3.722 3.722 3.722 3.722 3.722
KENAIKAN 0% -1% 0% 0% 0% 0%
HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/ 5.572 4.921 5.054 5.153 5.281 5.393 Selisih (Rp/m3) (1.807) (1.199) (1.332) (1.431) (1.559) (1.671)
Pada tabel diatas terlihat bahwa terjadi penurunan selisih negatif antara tarif rata-rata dengan harga pokok produksi per m3 di tahun 2014 dari sebelumnya sebesar – minus Rp 1.807 di tahun 2013 menjadi minus Rp 1.199 di tahun 2014. Namun selisih tersebut terjadi kenaikan kembali di tahun berikutnya akibat kenaikan biaya yang disebabkan faktor inflasi. Gambaran tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 40
Grafik 6.9 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP ( sebelum usulan kenaikan tarif air ) PDAM Kabupaten Paser
6.6.4 Usulan Kenaikan Tarif Air
Usulan kenaikan tarif air di PDAM Kabupaten Paser seperti halnya pada PDAM lainnya merupakan langkah yang tidak bisa dihindari demi menjaga kelancaran dan kontinuitas kegiatan operasional, disamping harapan terciptanya kemandirian PDAM dan mengurangi ketergantungan terhadap dana APBD dan bantuan Pemerintah dimasa yang akan datang. Usulan kenaikan tarif didasarkan kepada tarif air sebelumnya dan target pencapaian tarif yang FCR (Full Cost Recovery). Berdasarkan pertimbangan kedua aspek tersebut, maka usulan kenaikan tarif dilakukan secara bertahap mulai tahun 2014 sampai tahun 2016, sehingga pencapaian sasaran tarif FCR baru dapat diperoleh pada tahun 2016. Prosentase usulan kenaikan tarif beragam antara kelompok pelanggan satu dengan kelompok pelanggan yang lainnya, gambaran secara terperinci disajikan pada tabel berikut ini :
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 41
Tabel 6.41 Usulan Kenaikan Tarif Air PDAM Kabupaten Paser
KL A S IF IKA S I P E L A N G G A N Rp /m3 Rp /m3 Rp /m3 Rp /m3 Rp /m3 Ke na i k a n ta ri f 30% 20% 7% 0% S O S IA L - T a ri f R e n d a h S o s i a l U m u m 0 - 10 M³ 1.750 2.275 2.730 2.921 2.921 11 - 20 M³ 1.850 2.405 2.886 3.088 3.088 21 - 30 M³ 2.000 2.600 3.120 3.338 3.338 > 30 M3 2.150 2.795 3.354 3.589 3.589 S o s i a l Kh u s u s 0 - 10 M³ 1.750 2.275 2.730 2.921 2.921 11 - 20 M³ 1.850 2.405 2.886 3.088 3.088 21 - 30 M³ 2.150 2.795 3.354 3.589 3.589 > 30 M3 2.250 2.925 3.510 3.756 3.756 R U M A H T A N G G A - T a ri f d a s a r R u m a h T a n g g a A -1 0 - 10 M³ 2.200 2.860 3.432 3.672 3.672 11 - 20 M³ 2.850 3.705 4.446 4.757 4.757 21 - 30 M³ 3.300 4.290 5.148 5.508 5.508 > 30 M3 4.000 5.200 6.240 6.677 6.677 R u m a h T a n g g a A -2 0 - 10 M³ 2.300 2.990 3.588 3.839 3.839 11 - 20 M³ 3.000 3.900 4.680 5.008 5.008 21 - 30 M³ 3.450 4.485 5.382 5.759 5.759 > 30 M3 4.150 5.395 6.474 6.927 6.927 R u m a h T a n g g a A -3 0 - 10 M³ 2.400 3.120 3.744 4.006 4.006 11 - 20 M³ 3.150 4.095 4.914 5.258 5.258 21 - 30 M³ 3.600 4.680 5.616 6.009 6.009 > 30 M3 4.300 5.590 6.708 7.178 7.178 N IA G A - T a ri f P e n u h a . N i a g a Ke c i l 0 - 10 M³ 5.050 6.565 7.878 8.429 8.429 11 - 20 M³ 5.750 7.475 8.970 9.598 9.598 21 - 30 M³ 6.900 8.970 10.764 11.517 11.517 > 30 M3 8.050 10.465 12.558 13.437 13.437 c . N i a g a B e s a r 0 - 10 M³ 5.500 7.150 8.580 9.181 9.181 11 - 20 M³ 6.250 8.125 9.750 10.433 10.433 21 - 30 M³ 7.500 9.750 11.700 12.519 12.519 > 30 M3 8.750 11.375 13.650 14.606 14.606 IN D U S T R I a . In d u s tri B e s a r 0 - 10 M³ 5.500 7.150 8.580 9.181 9.181 11 - 20 M³ 6.250 8.125 9.750 10.433 10.433 21 - 30 M³ 7.500 9.750 11.700 12.519 12.519 > 30 M3 8.750 11.375 13.650 14.606 14.606 U S U L A N KE N A IKA N T A R IF 2 0 1 3 2 0 1 4 2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7
6.6.5 Proyeksi Laba / Rugi Setelah Kenaikan tarif
Pencapaian tarif FCR sesuai usulan kenaikan tarif pada tabel diatas, dapat dilihat pada tabel proyeksi Laba/Rugi dan tabel perbandingan tarif rata-rata dan Harga Pokok produksi (HPP), dimana dalam uraian tersebut dijelaskan bahwa tarif FCR bisa tercapai pada tahun 2014.Pada tabel proyeksi laba / rugi dibawah ini terlihat bahwa peroleh laba sebesar Rp 3,2 milyar diperoleh pada tahun 2014 sedangkan pada tahun sebelumnya PDAM kabupaten Natuna masih mengalami kerugian.
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 42
Tabel 6.42 Proyeksi Laba / Rugi
( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Paser
No Uraian 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020
1 PENDAPATAN
a Pendapatan Air 16.796 16.796 29.777 29.777 29.777 29.777 29.777 29.777 34.532
b Pendapatan Non Air 7.730 529 584 584 584 584 584 584 584
Total Pendapatan 24.527 17.325 30.362 30.362 30.362 30.362 30.362 30.362 35.117 2 Operating Cost
a Beban Usaha 24.612 24.860 25.944 26.646 27.165 27.841 28.431 29.188 30.848
Total Biaya Operasional 24.612 24.860 25.944 26.646 27.165 27.841 28.431 29.188 30.848
6 Laba Bersih sebelum Pajak (86) (7.535) 4.418 3.716 3.197 2.521 1.931 1.174 4.269
7 Pajak Penghasilan 0 0 1.139 958 824 650 498 303 1.114
8 Laba Bersih setelah Pajak (86) (7.535) 3.279 2.758 2.373 1.871 1.433 871 3.155
P R O Y E K S I
Perhitungan proyeksi kebutuhan biaya sebagai dasar perhitungan tarif FCR secara terperinci disajikan dalam tabel Proyeksi Komponen Beban usaha dibawah ini :
Tabel 6.43 Proyeksi Komponen Beban Usaha ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Paser – x Rp 1.000
NO BEBAN USAHA
2013 2014 2015 2016 2017 2018
1 Listrik / energi 3.082.457 2.935.317 3.052.730 3.052.730 3.174.839 3.174.839 2 Bahan Bakar 1.612.987 1.856.094 1.986.021 2.125.042 2.273.795 2.432.961 3 Bahan Kimia 1.317.893 1.474.004 1.532.965 1.594.283 1.658.054 1.724.377 4 Biaya Operasi lainnya 3.585.222 4.125.582 4.414.372 4.723.379 5.054.015 5.407.796 5 Biaya Pemeliharaan 1.278.261 1.293.315 1.293.315 1.293.315 1.293.315 1.293.315 6 Biaya Personil 5.813.708 5.813.708 5.813.708 5.813.708 5.813.708 5.813.708 7 Biaya Adm & Umum lainnya 121.748 130.270 139.389 149.146 159.587 170.758 8 Biaya Penyusutan & amortisasi 8.048.002 8.315.310 8.413.236 8.413.236 8.413.236 8.413.236
Jumlah Beban Usaha 24.860.277 25.943.600 26.645.736 27.164.839 27.840.549 28.430.989
PERHITUNGAN HPP
9 Produksi Air - NRW Riil ( x 1.000 m3) 4.462 5.272 5.272 5.272 5.272 5.272 10 Harga Pokok produksi (HPP) 5.572 4.921 5.054 5.153 5.281 5.393
P R O Y E K S I
Tabel 6.44 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Paser
TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017
TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 3.764 5.648 5.648 5.648 5.648
KENAIKAN 0% 50% 0% 0% 0%
HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/ 5.572 4.921 5.054 5.153 5.281
Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 43
Setelah usulan kenaikan tarif terlihat bahwa selisih negatif antara tarif air rata-rata dengan harga pokok produksi berubah di tahun 2014 menjadi selisih positip . Gambaran perkembangan tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini.
Grafik 6.10 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Paser