• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.5 PDAM KABUPATEN PASER

6.3.5 Proyeksi Laba / Rugi Setelah Kenaikan tarif

Pencapaian tarif FCR sesuai usulan kenaikan tarif pada tabel diatas, dapat dilihat pada tabel proyeksi Laba/Rugi dan tabel perbandingan tarif rata-rata dan Harga Pokok produksi (HPP), dimana dalam uraian tersebut dijelaskan bahwa tarif FCR sudah bisa tercapai pada tahun 2014.Pada tabel proyeksi laba / rugi

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 18

dibawah ini terlihat bahwa peroleh laba sebesar Rp 299 juta diperoleh pada tahun 2014 sedangkan pada tahun sebelumnya PDAM kabupaten Sinjai masih mengalami kerugian.

Tabel 6.16 Proyeksi Laba / Rugi ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Sinjai

No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020

1 PENDAPATAN

a Pendapatan Air 1.980 4.662 4.753 4.753 6.038 7.348 8.453 8.453 8.453 8.453 8.453 b Pendapatan Sambungan Baru 317 291 283 0 0 1.204 1.288 0 0 0 0

Total Pendapatan 2.297 4.953 5.036 4.753 6.038 8.552 9.741 8.453 8.453 8.453 8.453

2 Operating Cost

a Biaya Langsung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

b Biaya Tidak Langsung 3.781 4.585 5.117 5.126 5.331 6.661 7.122 7.266 7.418 7.578 7.747

Total Biaya Operasional 3.781 4.585 5.117 5.126 5.331 6.661 7.122 7.266 7.418 7.578 7.747

3 Penyusutan unit produksi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Penyusutan unit kantor 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

5 Bunga Pinjaman 71 484 348 348 348 348 348 348 348 348 348 6 Laba Bersih sebelum Pajak (1.484) (115) (429) (721) 359 1.542 2.271 839 687 527 358

7 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 61 311 479 168 138 106 72

8 Laba Bersih setelah Pajak (1.484) (115) (429) (721) 299 1.231 1.792 671 549 421 286

P R O Y E K S I

Perhitungan proyeksi kebutuhan biaya sebagai dasar perhitungan tarif FCR secara terperinci disajikan dalam tabel Proyeksi Komponen Beban usaha dibawah ini :

Tabel 6.17 Proyeksi Komponen Beban Usaha ( setelah usulan kenaikan tarif )

PDAM Kabupaten Sinjai – x Rp 1.000

NO BEBAN USAHA

2013 2014 2015 2016 2017 2018

1 Listrik / energi 1.262.643 971.076 1.309.345 1.556.346 1.618.600 1.683.344 2 Bahan Bakar 18.600 19.902 27.609 33.764 36.127 38.656 3 Bahan Kimia 308.125 226.848 305.869 363.570 378.113 393.237 4 Biaya Operasi lainnya 419.061 448.395 622.032 760.703 813.952 870.929 5 Biaya Pemeliharaan 378.979 916.249 916.249 916.249 916.249 916.249 6 Biaya Personil 2.047.810 2.047.810 2.047.810 2.047.810 2.047.810 2.047.810 7 Biaya Kantor 73.763 78.926 84.451 90.363 96.688 103.456 8 Biaya Keuangan 348.366 348.366 348.366 348.366 348.366 348.366 9 Biaya pajak / retibusi 15.784 16.889 18.071 19.336 20.690 22.138 10 Biaya Adm & Umum lainnya 48.602 52.004 55.644 59.539 63.707 68.166 11 Biaya Penyusutan & amortisasi 552.486 552.486 1.274.088 1.274.088 1.274.088 1.274.088

Jumlah Beban Usaha 5.474.220 5.678.951 7.009.534 7.470.133 7.614.389 7.766.439 PERHITUNGAN HPP

12 Produksi Air - NRW Riil ( x 1.000 m3) 1.271 1.271 1.771 2.024 2.024 2.024 13 Harga Pokok produksi (HPP) 4.307 4.468 3.958 3.691 3.762 3.837

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 19

Tabel 6.18 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Sinjai

TAHUN 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018

TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 3.740 4.751 4.149 4.177 4.177 4.177 HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/m3) 4.307 4.468 3.958 3.691 3.762 3.837 Selisih (Rp/m3) (567) 283 191 486 415 339

Setelah usulan kenaikan tarif terlihat bahwa selisih negatif antara tarif air rata-rata dengan harga pokok produksi berubah menjadi selisih positip mulai tahun 2014 dan seterusnya. Gambaran perkembangan tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini.

Grafik 6.4 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP ( setelah usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Sinjai

6.4 PDAM KABUPATEN MALINAU

6.4.1 Rencana Kegiatan (Program)

Rencana kegiatan dan asumsi dasar perhitungan usulan tarif PDAM kabupaten Malinau meliputi:

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 20

Tabel 6.19 Rencana kegiatan dan asumsi dasar perhitungan usulan tarif PDAM Kabupaten Malinau

Melalui kegiatan investasi berupa penggantian meter air pelanggan `pada tahap pertama sebanyak 162 unit dari rencana penggantian sebanyak 3.000 unit sesuai uraian diatas , diharapkan dapat meningkatan pendapatan penjualan air dari penurunan kebocoran dengan perhitungan sebagai berikut :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 21

Tabel 6.20 Perhitungan kebutuhan investasi dan perolehan benefit atas penggantian meter pelanggan PDAM Kabupaten Malinau

Jumlah pelanggan 4.835

Jumlah pelanggan konsumsi < 10 m3 541

11%

Rata2 konsumsi per Plg/bln 26 m3

faktor penyebab meter rusak

program mendesak 30% penggantian meter 162

harga meter air per unit 500.000

kebutuhan investasi 81.150.000

penambahan produksi air 4.220 m3 /bln

50.638

m3/th

Tarif eksisting

Usulan tarif RT biasa 2014 2013

0 - 10 m3 1.700 1.700 11 - 20 m3 2.550 2.550

Potensi peningkatan pendapatan air 6.638.840 6.638.840

79.666.080 79.666.080 Biaya abonemen 5.000 5.000 Pendapatan abonemen 811.500 811.500 9.738.000 9.738.000

Total potensi peningkatan pendapatan per tahun Rp 89.404.080 89.404.080

Sasaran Kegiatan Investasi dan pendampingan perhitungan tarif full cost recovery (FCR) untuk PDAM kabupaten Malinau secara umum adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan volume penyediaan air untuk masyarakat khususnya masyarakat pelanggan.

2. Peningkatan pemahaman staff PDAM mengenai perhitungan tarif FCR 3. Peningkatan pendapatan operasional PDAM.

4. Peningkatan efisiensi biaya operasional. PDAM 5. Pencapaian tarif FCR

Melalui pencapaian sasaran program optimalisasi penadapatan dan peningkatan efisiensi biaya tersebut diharapkan usulan besaran kenaikan tarif dapat diminimalisir semaksimal mungkin sesuai kondisi dan potensi yang dimiliki PDAM. Berikut ini digambarkan mengenai estimasi jumlah produksi dan penjualan air kepada pelanggan setelah pelaksanaan program optimalisasi khususnya penggantian meter air pelanggan.

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 22

6.4.2 Proyeksi jumlah produksi dan penjualan air

Kenaikan jumlah penjualan air kepada pelanggan sebagai dampak dari pelaksanaan program penggantian meter pelanggan sebanyak 162 unit sesuai perhitungan diatas, merupakan salah satu langkah optimalisasi yang dapat dilakukan oleh PDAM kabupaten Malinau sebelum mengusulkan kenaikan besaran tarif air kepada stakeholder. Kenaikan volume penjualan air diperoleh dari penurunan kehilangan air sebagai akibat penggantian meter air yang rusak. Sesuai perhitungan diatas bahwa melalui program penggantian meter pelanggan diharapkan terjadinya penurunan kehilangan air sebanyak 50.638 m3 per tahun atau 2,4 % yaitu dari kehilangan eksisting sebesar 23,65% menjadi 21,5 %. Berikut ini disajikan tabel mengenai proyeksi perkembangan volume produksi dan penjualan air serta kehilangan air selama beberapa tahun ke depan.

Tabel 6.21 Proyeksi Produksi dan Penjualan Air (m3) PDAM Kabupaten Malinau

No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020 1 Produksi Air (l/dt) 64 65 67 67 67 67 77 79 82 85 88 2 Distribusi Air (l/dt) 55 63 64 64 64 64 73 75 78 81 84 3 Penjualan Air (l/dt) 43 44 51 51 53 53 60 62 65 67 69 4 Produksi Air (m3) 2.022 2.044 2.104 2.104 2.104 2.104 2.416 2.501 2.589 2.681 2.775 5 Distribusi Air (m3) 1.734 1.975 2.017 2.017 2.017 2.017 2.295 2.376 2.460 2.547 2.636 6 Penjualan Air (m3) 1.359 1.395 1.606 1.606 1.657 1.657 1.903 1.970 2.039 2.111 2.186

Total Air Terjual 1.359,0 1.394,6 1.606,0 1.606,0 1.656,6 1.656,6 1.902,7 1.969,8 2.039,3 2.111,1 2.185,6

7 Kehilangan Air (m3) 662,8 649,0 497,6 497,6 446,9 446,9 513,3 531,4 550,2 569,6 589,7

8 Kehilangan Air ( %) 32,78% 31,76% 23,65% 23,65% 21,25% 21,25% 21,25% 21,25% 21,25% 21,25% 21,25% 9 Konsumsi Air Rata2 RT /bln (m3) 27 27 26 26 27 27 30 30 30 30 30 10 Jumlah Pelanggan 4.030 4.146 4.835 4.835 4.835 4.835 5.113 5.293 5.479 5.673 5.873

P R O Y E K S I

6.4.3 Proyeksi Laba / Rugi Sebelum Kenaikan tarif

Peningkatan volume penjualan air sesuai perhitungan diatas diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan air, namun kenaikan pendapatan tersebut belum mencapai sasaran yang diharapkan yaitu terciptanya tarif air FCR, sehingga usulan kenaikan besaran tarif masih perlu dilakukan.Kondisi laba Rugi sebelum usulan kenaikan tarif digambarkan dalam tabel proyeksi laba / Rugi berikut ini :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 23

Tabel 6.22 Proyeksi Laba / Rugi ( sebelum usulan kenaikan tarif ) PDAM Kabupaten Malinau

No Uraian 2.010 2.011 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018 2.019 2.020

1 PENDAPATAN

a Pendapatan Air 4.299 4.279 4.707 4.608 4.808 4.810 5.680 5.882 6.092 7.062 7.314 b Pendapatan Sambungan Baru 764 249 274 0 0 0 0 473 523 580 642

Total Pendapatan 5.064 4.528 4.981 4.608 4.808 4.810 5.680 6.355 6.616 7.641 7.956

2 Operating Cost

Jumlah Beban Usaha 4.228 6.584 5.807 5.856 6.207 6.636 7.295 7.805 8.351 8.938 9.567

Total Biaya Operasional 4.228 6.584 5.807 5.856 6.207 6.636 7.295 7.805 8.351 8.938 9.567

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Penyusutan 1.171 1.258 1.464 1.464 1.464 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850 1.850

4 Bunga Pinjaman 0 0 0 0 0 335 298 260 223 186 149

5 Laba Bersih sebelum Pajak 836 (3.314) (2.290) (2.712) (2.863) (4.011) (3.764) (3.561) (3.809) (3.333) (3.610)

6 Pajak Penghasilan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

7 Laba Bersih setelah Pajak 836 (3.314) (2.290) (2.712) (2.863) (4.011) (3.764) (3.561) (3.809) (3.333) (3.610)

P R O Y E K S I

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dampak pelaksanaan program optimalisasi adalah terjadinya kenaikan pendapatan air dari sebelumnya sebesar Rp 4,6 milyar menjadi Rp 4,8. milyar di tahun 2014 Namun kenaikan tersebut tidak mampu mengimbangi kenaikan biaya sebagai faktor inflasi. Perbandingan tarif rata-rata dan harga pokok produksi mulai tahun 2013 sampai tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 6.23 Perbandingan tarif rata2 dan HPP ( sebelum usulan kenaikan tarif) PDAM Kabupaten Malinau

TAHUN 2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2.017 2.018

TARIF AIR RATA-RATA (Rp/m3) 2.849 2.853 2.886 2.886 2.967 2.967 2.967 HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) (Rp/m3) 4.528 4.558 4.630 5.325 4.963 5.034 5.112 Selisih (Rp/m3) (1.678) (1.705) (1.745) (2.439) (1.996) (2.066) (2.145)

Pada tabel diatas terlihat bahwa terjadi penurunan selisih negatif antara tarif rata-rata dengan harga pokok produksi per m3 di tahun 2014 dari sebelumnya sebesar – minus Rp 1.705 di tahun 2013 menjadi minus Rp 1.745 di tahun 2014, walaupun pendapatan air rata2 per m3 mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar Rp 2.853 per m3 menjadi Rp 2.886 per m3. Selisih tersebut terjadi akibat kenaikan biaya yang disebabkan adanya faktor inflasi. Gambaran tersebut dapat dilihat juga pada grafik berikut ini :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 24

Grafik 6.5 Perkembangan Tarif rata2 dan HPP

( sebelum usulan kenaikan tarif air ) PDAM Kabupaten Malinau

6.4.4 Usulan Kenaikan Tarif Air

Usulan kenaikan tarif air di PDAM kabupaten Malinau merupakan langkah yang tidak bisa dihindari demi menjaga kelancaran dan kontinuitas kegiatan operasional, disamping harapan terciptanya kemandirian PDAM dan mengurangi ketergantungan terhadap dana APBD dan bantuan Pemerintah dimasa yang akan datang. Usulan kenaikan tarif didasarkan kepada tarif air sebelumnya dan target pencapaian tarif yang FCR (Full Cost Recovery). Berdasarkan pertimbangan kedua aspek tersebut, maka usulan kenaikan tarif dilakukan secara bertahap mulai tahun 2014 sampai tahun 2018, sehingga pencapaian sasaran tarif FCR baru dapat diperoleh pada tahun 2016. Prosentase usulan kenaikan tarif beragam antara kelompok pelanggan satu dengan kelompok pelanggan yang lainnya, gambaran secara terperinci disajikan pada tabel berikut ini :

Pendampingan PDAM dalam rangka Penyusunan Tarif Full Cost Recovery (PC 4) VI- 25

Tabel 6.24 Usulan Kenaikan Tarif Air PDAM Kabupaten Malinau KLA S IFIKA S I P E LA N GGA N

Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 Rp/m3 KE LOM P OK I- T a rif R e nd a h S o s ia l U m um 0 - 10 M³ 1.360 1.496 1.646 1.810 1.810 1.810 > 10 M3 1.360 1.496 1.646 1.810 1.810 1.810 S o s ia l Khus us 0 - 10 M³ 1.360 1.496 1.646 1.810 1.810 1.810 11 - 20 M³ 1.700 1.870 2.057 2.263 2.263 2.263 > 21 M3 2.550 2.805 3.086 3.394 3.394 3.394 KE LOM P OK II - T a rif d a s a r N o n N ia g a 0 - 10 M³ 1.700 2.040 2.346 2.815 2.956 3.104 11 - 20 M³ 2.550 3.060 3.519 4.223 4.434 4.656 > 21 M3 3.400 4.080 4.692 5.630 5.912 6.208 KE LOM P OK III- T a rif P e nuh

a . N ia g a Ke c il 0 - 10 M³ 3.400 4.250 5.100 6.120 6.426 6.747 11 - 20 M³ 5.100 6.375 7.650 9.180 9.639 10.121 > 21 M3 8.500 10.625 12.750 15.300 16.065 16.868 b . N ia g a B e s a r 0 - 10 M³ 6.800 8.500 10.200 12.240 12.852 13.495 11 - 20 M³ 8.500 10.625 12.750 15.300 16.065 16.868 > 21 M3 11.900 14.875 17.850 21.420 22.491 23.616 c . Ind us tri Ke c il 0 - 10 M³ 5.100 6.630 7.956 9.547 10.025 10.526 11 - 20 M³ 6.800 8.840 10.608 12.730 13.366 14.034 > 21 M3 10.200 13.260 15.912 19.094 20.049 21.052 d . Ind us tri B e s a r 0 - 10 M³ 6.800 8.840 10.608 12.730 13.366 14.034 11 - 20 M³ 10.200 13.260 15.912 19.094 20.049 21.052 > 21 M3 13.600 17.680 21.216 25.459 26.732 28.069 U S U L A N T A R I F 2013 2014 2015 2016 2017 2018