• Tidak ada hasil yang ditemukan

KISAH TERBUNUHNYA UMAR RA.

Dalam dokumen Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir (Halaman 173-175)

Ringkasnya, ketika Umar ra. selesai melaksanakan ibadah haji pada tahun 23 H beliau sempat berdoa kepada Allah SWT. di Abthah, mengadu kepada Allah SWT. tentang usianya yang telah senja, kekuatannya telah melemah, sementara rakyatnya tersebar luas dan ia takut tidak dapat menjalankan tugas dengan sempurna. Ia berdoa kepada Allah SWT. agar Allah SWT. mewafatkannya309 dan berdoa agar Allah SWT. memberikan syahadah (mati syahid) serta dimakamkan di negeri hijrah (yaitu Madinah, sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim bahwa

Umar ra. pernah berkata, "Ya Allah, aku bermohon kepadamu menda-patkan syahadah

(mati syahid) di atas jalanMu dan wafat di tanah NabiMu."310 Maka Allah SWT.

mengabulkan doanya ini dan memberikan kedua permohonan-nya tersebut, yaitu mati syahid di Madinah. Ini adalah perkara yang sulit namun Allah Maha lembut kepada hambaNya. Akhirnya beliau ditikam oleh Abu Lu'lu'ah Fairuz -seorang yang aslinya

beragama Majusi dan tinggal di Romawi-311 ketika Umar ra. shalat di mihrab pada waktu

Subuh hari Rabu tanggal 25 Dzulhijjah tahun 23 H dengan belati yang memiliki dua mata. Abu Lu'lu'ah menikamnya tiga tikaman -ada yang mengatakan enam tikaman-, satu di

bawah pusarnya hingga terputus urat-urat dalam perut beliau312 akhirnya Umar ra. jatuh

308 Dikeluarkan oleh Ahmad dalam kitabFadhailas-Shahabah,no. 382 danMuhaqq/q kitabitu berkomentar, "sanadnya

Hasan."

LihatTarikh ath-Thabari,4/ 205-206.

309

Ibnu Sa'ad juga megeluarkan semakna dengan ini dalamath-Thabaqat al-Kubra,3/335.

310 Diriwayatkan al-Bukhari dalamShahihnya,kitabFadhailMadinah,babKarahiyatu an-Nabian Tu'ra al-Madinah,(4/100

Fathul Bari).

311 Ath-Thabari berkata 4/190, "Dia beragama Nasrani," dalam jilid 4/190 dia berkata, "Abu Lu'luah berasal dari Nahawand,

setelah itu dia ditawan orang Romawi, setelah itu dia ditawan oleh tentara kaum muslimin."

312 As-Sifaq yaitu daerah sekitara pusar berupa kulit yang tipis yang terletak di bawah kulit luar dan di atas daging.

tersungkur dan menyuruh Abdurrahman bin Auf agar menggan-tikannya menjadi imam shalat. Kemudian orang kafir itu (Abu Lu'lu'ah) berlari ke belakang, sambil menikam seluruh orang yang dilaluinya. Dalam peristiwa itu sebanyak 13 orang terluka dan 6 orang

dari mereka tewas.313 Maka segera Abdullah bin Auf314 menangkapnya dengan

melemparkan humus (baju panjang yang memiliki penutup kepala, pent.) untuk

menjeratnya, kemudian Abu Lu'lu'ah bunuh diri, semoga Allah SWT. melaknatnya. Waktu itu Umar ra. segera dibawa ke rumahnya sementara darah mengalir deras dari luka-lukanya. Hal itu terjadi sebelum matahari terbit. Umar ra. berkali-kali jatuh pingsan dan sadar, kemudian orang-orang mengingatkannya shalat, beliau sadar sambil berkata, "Ya aku akan shalat dan tidak ada bagian dari Islam bagi orang yang meninggalkan shalat." Kemudian beliau shalat, setelah shalat beliau bertanya siapa yang menikamnya?" Mereka menjawab, "Abu Lu'lu'ah budak al-Mughirah bin Syu'bah." Beliau berkata, "Alhamdulillah yang telah menentukan kematianku di tangan seseorang yang tidak beriman dan tidak pernah sujud kepada Allah SWT. sekalipun."

Kemudian Umar ra. berkata, "Semoga Allah SWT. memberikan kejelekan baginya, kami telah menyuruhnya suatu perkara yang baik. Al-Mughirah memberinya gaji sebanyak dua dirham per hari, kemudian ia menuntut Umar ra. agar gaji budaknya itu ditambah karena budaknya memiliki banyak keahlian dan merangkap beberapa profesi, yaitu sebagai tukang kayu, pemahat dan tukang besi, maka Umar ra. menaikkan gajinya menjadi 100 dirham perbulan. Umar ra. berkata padanya, "Kami dengar bahwa dirimu

mampu membuat penumbuk gandum yang berputar di udara (kincir)?" Abu Lu'lu'ah

menjawab, "Demi Allah aku akan memberitahukan kepadamu tentang penumbuk gandum yang akan menjadi pembicaraan manusia di timur dan barat-percakapan ini terjadi pada hari selasa di malam hari- dan ternyata dia menikamnya tepat pada hari Rabu di pagi hari pada 25 Dzulhijjah. Kemudian Umar ra. mewasiat-kan agar penggantinya yang menjadi Khalifah dimusyawarahkan oleh enam orang yang Rasulullah saw. wafat dalam keadaan ridha kepada mereka, yaitu, Utsman ra., Ali, Thalhah, az-Zubair, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash Beliau tidak menyebutkan Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail al-Adawi, sebab Sa'id berasal dari kabilah Umar ra. dan dikhawatirkan kelak dirinya terpilih disebabkan kekerabatannya yang dekat dengan Umar ra.. Umar mewasiatkan kepada siapa yang akan menggantikannya untuk berbuat yang terbaik kepada seluruh manusia dengan berbagai macam tingkatan mereka.

Akhirnya Umar ra. wafat tiga hari setelah peristiwa itu, beliau dikebumi-kan pada hari Ahad di awal bulan Muharrarm tahun 24 H dan dikebumikan di Kamar Nabi di samping Abu Bakar ash-Shiddiq, setelah mendapat izin dari Ummul

313 Dalam

Thabaqat Ibnu Sa'ad,3/337 dari riwayat Hushain dari Amr bin Maimun bahwa yang terbunuh sembilan orang, dan

mungkin itu adalah kekeliruan, sebab yang terdapat dalamShahih al- Bukharisebagaimana kelak akan diterangkan hanya tujuh orang yang tewas, dan riwayat ini dari Hushain dari Amr dari Maimun.

314

Al-Hafizh Ibn Hajar berkata dalamFathul Bari, 7/63, -'Di dalamZail al-Istiabkarya Ibn Fathun dari jalan Sa'id bin Yahya al-

Umawi dengan sanadnya dia berkata, "Ketika melihat tragedi ini maka salah seorang dari Muhajirin yang bernama Hatthan at-Tamimim al-Yarbu'i melemparkan mantelnya." Dan dikatakan bahwa Riwayat ini yang paling shahih dibandingkan riwayat

Ibnu Sa'ad yang memiliki sanaddhaifdanmunqati'yang menyatakan bahwa lelaki itu adalah Abdullah bin 'Auf, yang kemudian memenggal kepalanya, dia berkata, "3ika jalan ini benar maka bisa jadi kedua orang ini sama-sama bersekutu dalam membunuhnya."

Mukminin ‘Aisyah ra.

Al-Waqidi berkata, "Aku diberitahukan oleh Abu Bakar bin Ismail bin Muhammad bin Sa'ad dari ayahnya dia berkata, 'Umar ra. ditikam pada hari Rabu 25 Dzulhijjah tahun 23 H. Masa kepemimpinannya selama 10 tahun 5 bulan 21 malam, sementara pelantikan Utsman ra. terjadi pada hari senin pada tanggal 3 Muharram, ketika aku sebutkan hal ini pada Utsman bin Akhnas, dia berkata, 'Engkau keliru'. Umar ra. wafat 25 Dzulhijjah dan Utsman ra. dilantik pada malam terakhir dari bulan Dzulhijjah. Dengan demikian, ia memulai kekhalifahannya pada awal bulan Muharram tahun 24 H."315

Abu Ma'syar berkata, "Umar ra. Terbunuh pada tanggal 25 bulan Dzulhijjah tepat di penghujung tahun 23 H. Masa kekhalifahannya adalah 10 tahun 6 bulan 4 hari. Setelah itu Utsman ra. dibai'at316 menjadi khalifah.

Ibnu Jarir berkata, "Aku diberitahukan oleh Hisyam bin Muhammad dia berkata, 'Umar ra. terbunuh pada tanggal 23 bulan Dzulhijjah dan masa kekhalifahannya adalah 10 tahun 6 bulan dan empat hari'."317

Riwayat AI-Bukhari Tentang Peristiwa Terbunuhnya Umar

Dalam dokumen Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir (Halaman 173-175)