Al-Waqidi berkata, "Pada tahun ini Umar ra. menjadikan daerah ar- Rabadzah sebagai tempat gembala kuda kaum muslimin, dan pada tahun ini pula Umar ra. mengasingkan Abu Mihjan ats-Tsaqafi ke suatu tempat yang bernama Ba'dhi'."329
Pada tahun ini Abdullah bin Umar ra. menikahi Safiyyah bint Abi Ubaid330 ayahnya (Abu Ubaid) terbunuh pada peperangan al-Jisr ketika menjabat sebagai
324At-Tarikh al-Kabir Kitab al-Kunahim. 54, Ahmad telah meriwayatkan dalamMusnadnyd,3/476, dan ath-Thabrani
dalamal-
Mu'jam al-Kabir,22/298 jalan cerita yang semakna dengan ini, al-Haitsami berkata dalamMajma az-Zawaid, 9/350,
"Diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dan para perawi yang terdapat dalam jalan mereka adalahTsiqat."
325
Menurutku, "Yang masyhur bahwa Umar menunjuk penggantinya pada musim haji tahun 13, setelah itu dia memimpin ibadah haji sepuluh tahun secara berturut-turut, dan terakhir yaitu pada tahun 23 H."
326 Ath-Thabari menyebutkan hal yang serupa dalamTarikhnya,3/597 tanpa sanad. 327Ibid3/597
328
Ibid.
329 Badhi' adalah nama sebuah pulau di laut Yaman. (Yaqut,
Op.cit1/324).
330 Lihat kisah ini di
panglima pasukannya. Istri Abdullah ini adalah saudara perempuan dari al- Mukhtar bin Abi Ubaid yang kelak akan menjabat sebagai gubernur di Irak. la seorang wanita yang shalih sementara saudara lelakinya adalah seorang yang jahat.
Pada tahun ini Umar ra. melaksanakan haji bersama kaum muslimin, dan beliau menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai penggantinya di Madinah.331
Gubernur Umar ra. di Makkah kala itu adalah 'Itab, Abu Ubaidah untuk wilayah Syam, Sa'ad untuk wilayah Iraq, Utsman bin Abi al-Ash untuk daerah Thaif, Ya'la bin Umayyah untuk wilayah Yaman, al-Ala' bin al-Hadhrami untuk wilayah Yamamah dan Bahrain, Hudzaifah bin Mihsan untuk wilayah Omman, al- Mughirah bin Syu'bah untuk wilayah Bashrah, Rib'i bin al-Afkal untuk wilayah Mosul, Iyadh bin Amr332 al-Asy'ari untuk wilayah Jazirah, wilayah Syam secara keseluruhan di bawah pimpinan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
Al-Waqidi berkata, Pada bulan Rabi'ul Awwal pada tahun 16 H Umar ra. memulai penanggalan secara resmi. Beliaulah orang yang pertama membuat penanggalan hijriyah. Sebabnya yaitu pernah dilaporkan kepadanya kwitansi hutang seorang terhadap orang lain yang termaktub di dalamnya bahwa hutang itu akan dibayar pada bulan Sya'ban, maka Umar ra. bertanya kepadanya, "Sya'ban tahun kapan? Tahun ini atau tahun sebelumnya? atau malah Sya'ban tahun depan?" Akhirnya Umar ra. segera mengumpulkan kaum muslimin dan berkata, "Buatlah tanggal agar orang tahu kapan janji hutang-piutangnya akan dibayar dan diterima." Disebutkan bahwa sebagian orang mengusulkan kepadanya agar mengikuti penanggalan yang dibuatorang-orang Persia yang dimulai dengan kematian raja mereka. Jika raja mereka binasa maka mereka akan membuat tanggal baru seiring dengan pergantian raja baru. Namun banyak yang tidak sepakat dengan usul ini. Ada pula yang mengusulkan agar dimulai penanggalan dengan mengikuti penanggalan Romawi yang dimulai sejak zaman Alexander. Namun banyak yang tidak menerima usulan ini. Ada yang mengusulkan memulai penanggalan sejak lahirnya Rasulullah saw. pendapat lain dimulai sejak Rasulullah saw. diutus. Ali mengusulkan agar penanggalan dimulai dari Hijrah Rasulullah saw. Dan awal bulan di mulai dari bulan Muharram333 karena itu lebih sesuai, hingga tidak terjadi pertentangan, sebab bulan Muharram adalah awal bulan Arab.
Pada tahun ini, Mariyah ibu dari Ibrahim putera Rasulullah saw. wafat, tepatnya pada bulan Muharram sebagaimana yang telah disebutkan oleh al- Waqidi, Ibnu Jarir dan lain-lain.334 Umar ra. yang bertindak menjadi imam menyalatkan jenazahnya. Setelah berusaha mengumpulkan kaum muslimin untuk menghadiri jenazahnya. la dikuburkan di Baqi'. la adalah Mariyah al-Qibtiyah,
331
/We/4/38.
332
Dalam naskah asli tertulisIyadh bin Ghanim,tetapi ini keliru, perbaikan ini diambil dariTarikh ath-Thabari,4/39
333 Masalah penanggalan Hijriyah ini, lihatTarikh ath-Thabah,4/38,al-Bidayah wan Nihayah,3/206, dan as-Sakhawi
dalamal-
I'lan bi at-Taubikh //man Dzamma at-tarikh,him. 78, dan Imam as-Suyuti dalam sebuah risalahnya yang berjudulas-Syamarikh fi
Ilmi at-Tarikh.
334
pemberian raja Alexandria -yaitu Juraij bin Mina- sebagai hadiah kepada Rasulullah saw. di samping hadiah-hadiah lainnya, dan Rasul menerima hadiah tersebut.
Di samping Mariyah, raja Alexandria juga memberikan seorang wanita lainnya yang bernama Syirin yang diberikan Rasulullah saw. kepada Hassan bin Tsabit, darinya lahir anak Hassan yang bernama Abdurrahman bin Hassan. Di antara hadiah yang diberikan kepada Rasulullah saw. adalah seekor unta yang bagus -yang diberi nama Duldul- dan kain-kain yang terbuat dari sutera hasil tenunan wilayah Iskandariyah. Hadiah ini datang pada tahun 8 hijriyah.
Akhirnya Mariyah mengandung anak Rasulullah saw. yang bernama Ibrahim dan ia hidup selama 20 bulan dan akhirya wafat satu tahun sebelum Rasulullah saw. meninggal. Rasulullah saw. begitu sedih atas kematiannya dan beliau menangisinya sambil berkata,
"Sesungguhnya air mata jatuh bercucuran, dan hati merundung duka, namun kami tidak akan mengatakan perkataan apapun kecuali yang diridhai Rabb kami, dan sesungguhnya kami wahai ibrahim sangat bersedih atas perpisahan dengan dirimu."335
Mariyah adalah salah seorang wanita yang shalihah dan baik. Rasul begitu kagum kepadanya. Ia mirip dengan Hajar, budak wanita Ibrahim, dan keduanya sama-sama berasal dari Mesir dan keduanya merupakan budak yang dinikahi oleh dua hamba yang mulia dan khalil Allah (kekasih Allah) yang Maha mulia.