Amirul mukminin Umar ra. telah berkeinginan keras untuk mengelilingi negeri-negeri sambil mengunjungi para gubemurnya dan melihat tindak tanduk mereka maupun kebijakan-kebijakan yang mereka buat, para sahabat kembali berselisih antar mereka, ada yang mengatakan, "Mulailah dari Irak." dan ada yang mengatakan, "Mulailah dari Syam." Akhirnya Umar ra. menentukan pilihan untuk mengunjungi Syam terlebih dahulu untuk membagikan warisan kaum muslimin yang wafat disebabkan Tha'un Amawas. Kaum muslimin merasa kesulitan membaginya maka diperlukan kedatangan beliau ke Syam. Ketika Umar ra. sampai di Syam ia segera membagi-bagikan nafkah penduduk Syam, memberi nama daerah-daerah pantai dan dataran yang ditaklukkan. Menutup daerah-daerah Syam yang terbuka, setelah itu ia membagi-bagikan harta warisan kepada para ahli waris yang berhak (baik yang hidup ataupun telah mati, pent.) setelah itu barulah ia menyerahkan harta tersebut kepada para ahli waris yang masih hidup. Kesulitan ini terjadi disebabkan banyaknya yang tewas akibat Tha'un tersebut satu demi satu sebelum dibagikannya harta.351
Saif bin Umar ra. berkata, Ketika Umar ra. akan kembali ke Madinah pada
346 Rincian masalah ini silahkan lihat riwayat ath-Thabari dalam 7a/*/nya 4/67 dari jalan Saif bin Umar dari para syaikhnya,
dan
di sebagian isinya terdapat perkara-perkara mungkar yang tidak benar, dan Saif sendiri adalahseorang yangdhaifserta para syaikhnya merupakan orang-orang yang tidak diketahui. Ibn Katsir telah menerangkan keanehan ini dengan perkataannya ketika mengomentari judul kisah ini, "Suatu yang asing." Dan dasarberita dicopotnya Khalid adalah benar, dan sebabnya telah jelas sebagaimana yang diterangkan Umar alasan pencopotannya ke seluruh wilayah dan dalam khutbahnya di Jabiyah tepat di hadapan seluruh panglima perang di Syam. Adapun kisah berlebihan yang disebutkan di sini, tidak sedikitpun memiliki sanad yang dapat dijadikan sandaran
347
Tarikh ath-Thabari,4/ 68, dan riwayat ini memiliki sy3/?/e'(penguat) yang shahih dalamThabaqatSa'ad,3/ 284.
348
Dikeluarkan oleh Ibnu Sa'ad dalamath-Thabaqat al-Kubra,6/94 diambil dari manuskrip Ahmad yang ketiga dari Abdullah bin Zubair al-Humaidi, dia berkata, "Kami diberitahukan oleh Sufyan bin Uyainah, dia berkata, kami diberitahukan oleh Ismail bin Abi Khalid dia berkata, Aku mendengar Qais bin Abi Hazim berkata, "Sanadnya shahih."
349 Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad, /»/tf 6/195. 350
Pada masa pemerintahannya, Umar pernah berkunjung tiga kali ke Syam, pertama ketika menaklukkan Baitul Maqdis, kedua untuk berperang namun dia kembali disebabkan adanya Wabah Tha'un, dan ini yang ketiga
351. Lihat
bulan Dzulhijjah tahun ini, ia sempat berpidato dihadapan manusia, setelah memuji Allah SWT. ia berkata, "Ingatlah sesungguhnya aku telah dipilih menjadi pe-mimpin kalian, dan aku telah melaksanakan seluruh amanah yang diamanatkan Allah SWT. di atas pundakku terhadap kalian -insya Allah-, kami berusaha berlaku adil terhadap kalian dalam hal pajak, rumah-rumah maupun peperangan, kami telah berusaha berbuat semaksimal mungkin untuk kalian, kami telah membuat tentara khusus, dan kami siapkan untuk kalian jalan keluar dan tempat tinggal kalian, kami telah lapangkan bagi kalian rizki kalian yang bersumber dari upeti dan harta rampasan kalian ketika berperang di wilayah Syam, dan kami juga telah menyiapkan makanan, gaji-gaji dan tanggungan nafkah bulanan. Barangsiapa memiliki usul baik yang belum kami lakukan untuk kalian hendaklah usul tersebut disampaikan dan kami akan berusaha mengamalkannya -insya Allah-, tiada kekuatan kecuali dengan kekuatan Allah SWT.."352
Ketika itu waktu shalat telah tiba, orang-orang berkata pada Umar ra., "Alangkah baiknya jika engkau perintahkan Bilal yang mengkumandangkan adzan?" Umar ra. memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan suaranya, maka tidak satupun dari para sahabat yang pernah bersama Rasulullah saw. mende- ngarkan adzan Bilal pada masa Rasulullah saw. hidup kecuali menangis hingga basah jenggotnya, dan Umar ra. yang paling hebat tangisannya. Orang-orang yang tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah saw. pun turut menangis disebab-kan tangisan mereka dan terkenang kepada Rasulullah saw.353
TAHUN PACERLIK(RAMADAH
)Musim kering dimulai pada akhir tahun ke 18 H, tepatnya pada bulan Dzulhijjah dan musim kering ini terus-menerus berjalan hingga 9 bulan, orang- orang mulai kesulitan, kekeringan telah melanda seluruh bumi al-Hijaz, dan orang-orang mulai merasakan kelaparan yang sangat, dan telah kami rinci masalah ini dalamsirah(biografi) Umar ra..
Dinamakan dengan tahun ramadah disebabkan permukaan bumi menjadi
hitam kering karena sedikitnya turun hujan, hingga warnanya sama denganramad
(debu), ada yang mengatakan bahwa sebab dinamakan tahun ramadah karena
angin selalu membawa debu seolah-olah ramad (abu), dan mungkin pula
dinamakan dengan tahunramadahkarena dua hal ini. wallahu a 'lam.
Tahun ini daerah Hijaz benar-benar kering kerontang. Para penduduk kampung banyak yang mengungsi ke Madinah dan mereka tidak lagi memi-liki sedikitpun bahan makanan, mereka segera melaporkan nasib mereka kepada Amirul mukminin Umar ra..
Umar ra. segera membagi-bagikan makanan dan uang dari baitul mal hingga gudang makanan dan baitul mal kosong total. Beliau memaksakan dirinya untuk tidak makan lemak susu maupun makanan yang dapat meng-gemukkan hingga musim paceklik ini berlalu. Jika pada waktu sebelumnya selalu dihidangkan roti
352
. Ibid4/65.
353
dan lemak susu, maka pada waktu ini beliau hanya makan minyak dan cuka, beliau hanya mengisap-isap minyak, dan tidak pernah kenyang dengan makanan tersebut. Hingga warna kulit Umar ra. ber-ubah menjadi hitam dan tubuhnya berubah kurus hingga dikhawatirkan kelak akan jatuh sakit dan lemah. Keadaan peceklik ini berlangsung selama 9 bulan. Setelah itu keadaan berubah kembali menjadi normal sebagaimana biasanya. Akhirnya masing-masing para pengungsi yang kelaparan dari tiap-tiap per-kampungan kembali ke rumah-rumahnya di desa.354
Asy-Syafi'i berkata, "Aku mendengar bahwa seorang Arab pernah berkata kepada Umar ra. ketika orang-orang desa berangkat dari Madinah, Musim paceklik telah berlalu, ternyata engkau benar-benar anak seorang yang merdeka, engkau telah berbuat kebajikan kepada manusia dan menolong mereka'."
Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Umar ra. pernah mengontrol rakyatnya di Madiah pada suatu malam di tahun peceklik. Umar ra. tidak mendapati satu orangpun ada yang tertawa, ataupun berbincang-bincang di rumah seba-gaimana biasanya. Umar ra. tidak pula mendapati ada yang meminta-minta, maka ia bertanya apa sebabnya, maka ada yang berkata kepadanya, "Mereka pernah meminta tetapi tidak ada yang dapat diberikan, akhirnya mereka tidak lagi meminta, sementara mereka benar-benar dalam keadaan yang menyedihkan dan sangat memprihatinkan, oleh karena itu mereka tidak lagi bisa berkata-kata ataupun tertawa."
Akhirnya Umar ra. mengirim surat kepada Abu Musa di Bashrah yang isinya, "Bantulah umat Muhammad! Mereka hampir binasa." Setelah itu ia juga mengirim surat yang sama kepada Amr bin al-Ash di Mesir. Kedua gubernur ini mengirimkan ke Madinah bantuan dalam jumlah besar terdiri dari makanan dan bahan makanan pokok berupa gandum. Bantuan Amr dibawa melalui laut hingga sampai ke Jeddah kemudian dari sana baru di bawa ke Makkah.355
Atsarini sanadnya baik, tetapi penyebutan Amr bin al-Ash sebagai gubernur Mesir pada tahun paceklik perlu dipertanyakan kembali, sebab Mesir belum ditaklukkan pada tahun 18 H. Hanya ada dua kemungkinan, pertama, peristiwa paceklik ini terjadi setelah tahun 18 H. Atau kedua, penyebutan Amr bin al-Ash dalam kisah ini adalah keliru,wallahu a 'lam.
Saif bin Umar menyebutkan dari para gurunya bahwa Abu Ubaidah pernah datang ke Madinah membawa 4000 hewan tungganggan yang dipe-nuhi dengan makanan. Umar ra. memerintahkannya untuk membagikannya di perkampungan sekitar Madinah, setelah selesai dari tugasnya Umar ra. membe-rikan kepadanya uang sebanyak 4000 dirham namun Abu Ubaidah menolak-nya. Tetapi Umar ra.
354 Lihat kisah tentang tahun paceklik ini diath-Thabaqat al-Kubrakarya Ibnu Sa'ad 3/ 310-317, dan lihat pula karya Ibn
Syabat,
Akhbar al-Madinah,2/736-745.
355 Hal yang senada diriwayatkan oleh Ibn Syabbah dalamAkhbaral-Madinahdari jalan al-Haitsam bin Adi, 2/743,
sebagaimana
dia juga meriwayatkan dari jalan al-Walid bin Muslim, dia berkata, "Aku telah diberitahukan oleh Abdurahman bin Zaid bin Aslam dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa Umar memerintahkan Amr bin al-Ash untuk mengirim makanan danmirahdari Mesir ke Madinah dari Laut Ailah pada tahun paceklik 2/745, sementara Abdurrahman bin Zaid adalahdfiaif sebagaimana
terus memaksanya hingga akhirnya ia mau menerimanya.356
Ath-Thabrani berkata, "Kami diberitahu oleh Abu Muslim al-Kassyi, dia berkata, 'Kami diberitahu oleh Muhamamd bin Abdillah al-Ansari, dia berkata, 'Kami diberitahukan oleh ayahku dari Tsumamah bin Abdillah bin Anas, dari Anas bahwa Umar ra. keluar untuk melaksanakan doa minta hujan. Beliau keluar bersama Abbas dan meminta kepadanya berdoa agar hujan diturun-kan. Umar ra. berdoa sambil berkata, 'Ya Allah sesungguhnya apabila kami ditimpa kekeringan sewaktu Rasulullah saw. masih hidup kami meminta kepadaMu melalui Nabi kami, dan sekarang kami meminta kepadaMu melalui paman Nabi Kami
Al-Bukhari meriwayatkan dari Hasan bin Muhammad dari Muhammad bin Abdillah al-Ansari dari jalur yang sama dengan lafaznya, "Diriwayatkan dari Anas bahwa saat musim paceklik melanda, Umar ra. meminta hujan melalui doa Abbas bin Abdul Muththalib. Dan berkata, 'Ya Allah sesungguhnya kami meminta kepadaMu melalui paman Nabi kami, maka berilah kami hujan.' Maka manusia pun akhirnya mendapatkan hujan."357