• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERISTIWA TAHUN 20 H

Dalam dokumen Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir (Halaman 193-196)

Al-waqidi menyebutkan, pada tahun ini Umar ra. mencopot Qudamah bin Mazh'un dari jabatannya sebagai gubernur di Bahrain. Setelah itu ia juga dihukum

cambuk dalam kasus minum Khamr.359 Sebagai penggantinya untuk mengawasi

wilayah Bahrain dan Yamamah Umar ra. menganggkat Abu Hurairah ad-Dausi .

358 LihatTarikh ath-Thabah,4/102, dan perkampungan Lila terdapat di daerah utara Madinah. (Yaqut, op.c/f 2/247). 359

Lihat 4/112, dan kisah mengenai di ditegakkannya hadits ini lihat Ibn Abi Syaibah dalamMushannaf,10/39, dan juga pada

Pada tahun ini Umar ra. mengusir kaum Yahudi dari Khaibar ke Azriat360 dan tempat lainnya. Selanjutnya Umar ra. juga mengusir kaum Yahudi di Najran ke Kufah, dengan demikian Umar ra. membagi-bagikan wilayah Khaibar, Wadi al-Qura dan Najran kepada kaum muslimin.

Pada tahun ini juga Umar ra. mengadakan kebijakan baru yaitu membuat kantor administrasi, sementara al-Waqidi menganggap Umar ra. telah membuat kantor sebelum tahun ini,361wallahu a 'lam.

KELUHAN PENDUDUK KUFAH ATAS PERILAKU SA'AD DAN DITURUNKANNYA DARI JABATANNYA

Penduduk Kufah bangkit mengadakan demonstrasi memprotes Sa'ad bin Abi Waqqash sewaktu kaum muslimin bersiap-siap akan menaklukkan Persia pada peperangan Nahrawan tahun 20 H. Mereka melaporkan segala tindak tanduk Sa'ad hingga mereka menuduh Sa'ad tidak benar shalatnya. Oknum yang melaporkan hal ini kepada Umar ra. adalah seorang lelaki yang bernama al-Jirah bin Sinan al-Asadi dengan dukungan beberapa orang yang bersamanya.362

Ketika laporan ini mereka bawa kepada Umar ra., beliau berkata, "Sesung- guhnya tanda niat jelek kalian adalah pembangkangan kalian terhadapnya dalam kondisi seperti ini. Yaitu dalam kondisi Sa'ad telah bersiap-siap untuk memerangi musuh-musuh Allah SWT. yang telah berkumpul untuk memerangi kalian, meskipun demikian hal tersebut tidak menghalangiku untuk meme-riksa Sa'ad sebagaimana yang kalian laporkan."

Kemudian Umar ra. mengutus Muhamamad bin Maslamah -sebagai utusan kepada para gubernur- ketika sampai di Kufah Muhammad berjalan mengeli-lingi seluruh kabilah, perkampungan dan seluruh Masjid di Kufah untuk mencari informasi yang paling akurat mengenai Sa'ad, ternyata seluruh penduduk memuji Sa'ad kecuali para pengikut al-Jirah bin Sinan, mereka diam tidak berkomentar, tidak memujinya ataupun mencelanya hingga Muhammad sampai di perkampungan Bani 'Abs. Salah seseorang lelaki yang bernama Abu Sa'dah

Usamah bin Qatadah363 berdiri lalu berbicara, "Jika engkau memang

menginginkan berita tentang Sa'ad maka ketahuilah bahwa Sa"ad tidak pernah membagi dengan rata, tidak adil terhadap rakyatnya, dan tidak pernah berperang bersama pasukannya."

Sa'ad segera mendoakan kejelekan untuknya dan berkata, "Ya Allah jika apa yang dikatakannya adalah dusta, riya dan karena ingin dipuji maka butakanlah matanya, banyakkan anaknya dan jatuhkan dia ke dalam fitnah dan jeratan hawa nafsu yang menyesatkan." Tak lama matanya menjadi buta dan dia memiliki 10 anak perempuan, jika mendengar tentang wanita maka dia akan berusaha

360 Sebuah kota yang terletak di ujung wiiayah Syam berbatasan dengan wilayah Balqa' dan Amman.{Mu'jam al-Buldan,

1/130).

361 Lihat kisah ini sebelumnya dalamTarikh ath-Thabari,4/112. 362

Al-Hafizh berkata dalam FathulBari,"Nama sebagian mereka disebutkan dalam riwayat Saif dan ath-Thabrani di antaranya al-Jirah bin Sinan, Qabisah dan Arbad, seluruhnya penduduk Basrah."

363 Biografinya dalam

mendatanginya dan menggodanya, jika dia tergelincir jatuh dia akan selalu berkata, "Aku terkena doa Sa'ad si lelaki yang penuh berkah."

Sa'ad juga mendoakan al-Jirah dan para sahabatnya yang telah memfit- nahnya, maka seluruhnya terserang penyakit di sekujur badan mereka dan bencana kehancuran pada harta mereka.

Setelah itu Muhammad bin Maslamah mengerahkan penduduk Kufah untuk memerangi penduduk Nahawand sesuai dengan instruksi Umar bin al-Khaththab, kemudian membawa Sa'ad, Muhammad bin Maslamah, al-Jirah dan rekan- rekannya berjalan menemui Umar ra.. Ketika hadir di hadapan Umar ra., beliau langsung mengecek kebenaran laporan perihal Sa'ad dan menanyakan kepada Sa'ad bagaimana shalat yang ia lakukan. Sa'ad memberitahukan bahwa dia memanjangkan shalat di dua rakaat pertama dan memendekkan di dua rakaat terakhir, Sa'ad berkata, "Tidak sedikitpun aku berpaling dari tata cara shalat Rasulullah." Umar berkata padanya, "Begitulah prasangka-ku terhadapmu wahai Abu Ishaq."364 Sa'ad melanjutkan, "Aku adalah orang yang kelima masuk Islam, dan kami pernah makan daun kayu ketika tidak menemukan makanan lagi hingga mulut kami luka-luka, aku juga orang yang pertama memanah di jalan Allah SWT., dan Rasulullah pernah mengumpulkan nama kedua ibu-bapaknya untukku padahal tidak pernah sebelumnya beliau berbuat hal itu untuk seseorangpun. Tapi kini Bani Sa'ad menganggap diriku tidak pandai shalat dengan benar, dalam riwayat lain -mereka mencurigai keislamanku- jika memang benar tuduhan mereka berarti aku telah binasa dan sia-sia seluruh amalku."365 Kemudian Umar ra. berkata kepada Sa'ad, "Siapa yang engkau tunjuk untuk memimpin Kufah?" Sa'ad berkata, "Abdullah bin Abdullah bin Itban." Umar ra. membenarkan pilihan Sa'ad itu sebagai penggan-tinya untuk mengawasi wilayah Kufah. Abdullah adalah seorang yang telah berumur, salah seorang dari tokoh sahabat yang

menjadi halif (sekutu) Bani Hubla dari kaum Ansar. Sementara sejak dibebas

tugaskan -walaupun sebenar-nya pemberhentian ini bukan disebabkan kelemahannya maupun pengkhia-natan dirinya- hampir saja Sa'ad menuntut para pengadu tersebut agar dijatuhi hukuman berat kalau saja dirinya tidak mengingat bahwa tuntutan tersebut akan mempengaruhi orang-orang lain kelak menjadi takut melapor-kan tingkah laku para pemimpin (amir) mereka.

Umar ra. berkata dalam wasiatnya setelah menyebutkan Sa'ad termasuk salah seorang dari enam tokoh penting dalam musyawarah untuk memilih Khalifah, "Jika jabatan khalifah ternyata jatuh kepada Sa'ad maka ia berhak untuk itu, tetapi jika tidak maka siapa saja yang menjadi khalifah hendaklah selalu meminta petunjuk dan saran-sarannya, sesungguhnya aku memecat-nya bukanlah karena dirinya tidak sanggup memikul amanah dan bukan pula karena dirinya berkhianat."366

364 LihatShahih Bukhari,Kitab Shalat, babwujub qira'at Ill-imam wal-makmum.(2/236 dariFathul Ban). 365

ibid,kitabFadhail Shahabah,babManaqib Sa'ad bin Abi Waqqash,7/83,Fathul Bari,bandingkan denganath-Thbaqat ai-Kubra,3/140

366

Dalam dokumen Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir (Halaman 193-196)