ASUMSI DASAR
2. Kemampuan Kebijakan Untuk Menstruktur Proses Implementasi 1 Kejelasan dan Konsistensi Tujuan
3.5 Komitmen dan Kualitas Kepemimpinan dari Pejabat Pelaksana
I1
di pemerintahan suatu daerah. Tidak ada tawar menawar dari pelaksanaan Undang – Undang Jaminan Sosial. Apabila suatu daerah ingin maju, semua industri harus diwajibkan oleh pemerintah daerah agar melaksanakan UU Jaminan Sosial. Apabila suatu daerah ingin tumbuh industri untuk menampung lapangan pekerjaan, maka dia harus menjamin kepada buyer internasional dan investor internasional bahwasannya adalah daerah tersebut telah melaksanakan social security sesuai standart ILO. Apabila suatu daerah tidak ada komitmen untuk melaksanakan jaminan sosial tenagakerja, maka produk hasil industri daerah tersebut tidak bisa ditolelir masuk ke dalam pasar internasional. Oleh karena itu, salah satu syarat audit dari buyer internasional, dari produk hasil industri terkait dengan program BPJS Ketenagakerjaan.
I2
sebenernya semuanya sudah bagus ko, sempurna. Cuma kepentingan politik di Indonesia itu banyaklah. Karena system politik kita di Indonesia itu poitik bagi – bagi. harusnya sih BPJS itu Cuma ada 1, bukan terbelah menjadi 2, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, di dalam Undang – Undang juga kan Cuma ada 1. Semuanya dilebur, bukan Askes megang BPJS Kesehatan, Jamsostek megang BPJS Ketenagakerjaan.”
I3
sejauh ini saya liat komitmen pemerintahnya cukup baik dan sangat mendukung, karena melanjutkan program dari instansi sebelumnya itu kan sulit ya kalo menurut saya, jadi masih ada kelanjutannya, coba kalo misalkan Jamsostek udah tidak menaungi tenagakerja, dan pemerintah tidak meleburnya jadi BPJS Ketenagakerjaan itu, lalu tenaga kerja dapat asuransi darimana? Kalo hanya mengandalkan tempat bekerjanya saja saya rasa tidak akan bisa. Ini searah seperti yang tadi saya jelaskan ya, kalo program ini terus berjalan, berarti kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya juga bagus, walaupun didalamnya pasti terdapat beberapa orang yang nakal ya, bukannya menuduh, pasti ada.
I4 I5
I6 bayar dan dipotong. Itukan hak kita. Kemaren aja saya pas pencairan agak dipersulit, harus konfirmasi dulu lah ke kantor Jamsostek harus bikin persyaratannya aja kalo salah nama, tanggal, itukan salah orang pusat yang bikin data, lah kalo kita mah Cuma nyerahin data diri yang bener sesuai sama KK, Akta Kelahiran KTP dllnya
I7
Nah kalo dari kualitas dari BPJS Ketenagakerjaan itu yang bagus baru di system pembayarannya, karena bisa bayar online juga kan kaya di alfa, indomart, transfer.
I8
saya bingung toh mas kalo ditanya kualitas dan kuantitas pemerintah, serada ngga ngerti. Wong namanya juga buruh pabrik, tapi kalo menurut saya mah kurang, karena ada sebagian atau mungkin banyak orang yang merasa dirugikan dengan adanya ini, termasuk saya”
I9
Dari yang saya liat itu kualitas pemerintah dalam mendukung program ini rasanya masih kurang maksimal ya. Kalo menurut saya sih harusnya Undang – Undang yang mengatur kebijakan tentang BPJS Ketenagakerjaan ini harusnya di revisi beberapa. Ada perbaikan sama pembaruan lah.
Pekerjaan : Bagian Penelitian
Waktu wawancara : Senin, 8 Januari 2016 pukul 10.40 WIB
Lokasi Wawancara : Rumah Sakit Awal Bros Tangerang
Hasil Wawancara :
1.
a) - Berkaitan dengan penelitian ini, program BPJS Ketenagakerjaan secara teknis dilaksanakan oleh siapa saja yang terkait ?
“program BPJS Ketenagakerjaan ini untuk pelaksanaan dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan udah pasti, terus ada Pemerintah Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Kantor atau perusahaan, dan yang jelas kami dari rumah sakit sebagai pihak penyedia layanan kesehatan”
- Bagaimana ketersediaan teknologi sebagai sarana pendukung program tersebut agar pelaksanaan tersebut berjalan secara efisien? Salah satunya penggunaan computer dalam system informasi manajemen terkait pengolahan data kepesertaan, klaim dan verifikasi ?
“teknologi dirumah sakit kami ngga perlu diragukan lagi ya, mas boleh cek setiap komputernya. Untuk pengolahan data kepesertaan, klaim dan verifikasi, kita pake formulir juga, jadi ada manual dan komputer. ”
keluarganya yang menunggu, hasilnya kami lihat cukup positif, dari pelayanan, penyediaan alat, ruangan dan fasilitas mereka sangat puas.”
2. - Bagaimana kejelasan tujuan yang akan dicapai dan disusun secara jelas atau urutan kepentingan bagi para pelaksana ?
“tujuan kami jelas sesuai dengan visi dan misi rumah sakit ya, yaitu Menjadi Rumah Sakit Bertaraf Internasional (Visi), Memberikan pelayanan kesehatan secara proesional (Misi) dan Motto kami, Profesional Peduli”
- Bagaimana kira – kira tujuan program pembaharuan ini dicapai melalui implementasi kebijakan ? jika terdapat penghambat / hambatan, maka apa saja dan bagaimana penyelesaiannya ?
“hambatannya kalo dari pihak rumah sakit, saya pikir itu mindset dari keluarga pasien ya yang kalo misalkan mereka mengklaim asuransi kecelakaan kerja dan sebagainya, itu suka dipersulit, padahal sebenarnya tidak, kalo pun ada itu mungkin dari beberapa orang, dan kita langsung tau karena kita juga mengontrol dan mengevaluasi pelayanan.”
- Bagaimana ketepatan sumber alokasi dana dalam program BPJS Ketenagakerjaan ?
“alokasi dana dalam program ini semua sudah ada aturan dalam undang – undangnya sendiri, berapa preminya, itu semua sudah diatur, kalo dari kita hanya menentukan biaya pengobatannya saja.”
“koordinasi kita dengan Kantor BPJSTK Tangerang,Dinas Tenaga Kerja, setiap ada klaim, kita laporan, berapa jumlahnya, atas nama siapa, rinciannya apa aja. Dibilang sudah atau cukup untuk menaungi, kita disini dengan 15 rumah sakit lainnya termasuk kami, mereka peserta bebas mau merujuk kemana aja, yang penting bekerjasama dengan BPJSTK, supaya koordinasinya gampang dan mudah, diluar kota pun juga bisa, tujuannya untuk mempermudah. ”
- Kapan terakhir kali membuka lowongan pekerjaan dan seperti apa kriteria pegawai tersebut ?
“kita buka lowongan ngga tentu ya, kapan aja kita buka ko, karena kita disini yang kerja kan kerja shift ya, suster, perawat sama ya yang bisa stand by disini lah pokonya, untuk ngontrol pasien. Nah itu seperti itu, jadi kapan aja kita terima surat lamaran, tapi untuk panggilan kerjanya kita belum bisa menentukan kapannya”
- Seperti apa dan bagaimana bentuk dari dukungan pejabat yang lebih tinggi untuk program BPJS Ketenagakerjaan ini di tahun yang akan datang ?
“bentuk dukungan dari pejabat yang lebih tinggi pastinya seperti dengan berusaha mempermudah, meringankan beban ketika suatu saat nanti terjadi kecelakaan kerja, memperbanyak manfaatlah pokoknya.”
- Komitmen pemerintah dalam mendukung program ini dan bagaimana kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya sendiri ?
“sejauh ini saya liat komitmen pemerintahnya cukup baik dan sangat mendukung, karena melanjutkan program dari instansi sebelumnya itu kan sulit ya kalo menurut saya, jadi masih ada kelanjutannya, coba
kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya juga bagus, walaupun didalamnya pasti terdapat beberapa orang yang nakal ya, bukannya menuduh, pasti ada. ”
Pekerjaan : Kasi Pengupahan dan Jamsostek Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang
Waktu wawancara : Senin, 23 Mei 2016 pukul 10:45 WIB
Lokasi Wawancara : Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang
Hasil Wawancara :
1.
a) - Berkaitan dengan penelitian ini, program BPJS Ketenagakerjaan secara teknis dilaksanakan oleh siapa saja yang terkait ?
Kita disnaker sudah tidak ikut berperan dalam membantu program bpjs ketenagakerjaan, hanya jika dibutuhkan saja baru kami bisa membantu.
- Bagaimana ketersediaan teknologi sebagai sarana pendukung program tersebut agar pelaksanaan tersebut berjalan secara efisien? Salah satunya penggunaan computer dalam system informasi manajemen terkait pengolahan data kepesertaan, klaim dan verifikasi ?
Untuk teori ketenagakerjaan menurut saya sudah cukup baik, hanya undang – undang yang mengatur tentang BPJS ini yang harusnya dibenahi oleh pemerintah, sedangkan teknologi yang kami gunakan untuk mendukung data kepesertaan tenagakerja sudah baik dan tidak ada kendala hambatan sama sekali.
Responnya yang banyak saya temui dan dapat, kebanyakan dari mereka puas dengan programnya, tapi tidak cukup puas dengan pelayanan yang diterima di rumah sakit ketika mengajukan klaim atau pelayanan kesehatannya.
- Seperti apa dan bagaimana menentukan presentase pembayaran iuran program ini setiap bulannya? Apakah tergantung dari jenis pekerjaan, jumlah upah / gaji atau dari yang lainnya ?
Kalo presentase pembayaran iuran itu udah diatur dalam undang – undang, tinggal menjalankan saja, jika perlu merevisi premi pembayaran berarti harus merevisi peraturan / undang – undang yang mengaturnya.
c) - sejauh program BPJS Ketenagakerjaan ini berjalan, apakah pegawai ataupun peserta merasa antusias ?
Sudah saya sampaikan di pertanyaan sebelumnya, bahwasannya mereka puas dengan programnya, namun tidak/kurang puas dengan pelayanan yang diterima. Contoh, untuk mendapatkan ruangan rawat inap saja mereka tidak langsung bisa dapat kamar, ada yang harus antri dulu, persyaratannya ini itu. Dari rumah sakitnya sendiri terkadang juga mempersulit, itulah kenapa dibutuhkannya pengawas dari BPJS Tenagakerja sebagai pelaksana program ini.
2. -
Bagaimana kejelasan tujuan yang akan dicapai dan disusun secara jelas atau urutan kepentingan bagi para pelaksana ?
jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang berguna sebagai tabungan investasi para tenagakerja yang masih aktif bekerja sekarang ini.
- Bagaimana kira – kira tujuan program pembaharuan ini dicapai melalui implementasi kebijakan ? jika terdapat penghambat / hambatan, maka apa saja dan bagaimana penyelesaiannya ?
Hambatan dalam berjalannya pelaksanaan program bpjs ketenegakerjaan ini ya dari pengawas pelaksanaan, bpjs tenagakerjaan sendiri saat ini belum punya tim pengawas untuk menginvestigasi permasalahan yang terjadi di lapangan.
- Bagaimana ketepatan sumber alokasi dana dalam program BPJS Ketenagakerjaan ?
Alokasi dananya jelas, dari tenagakerja, dan akan kembali kepada tenagakerja tersebut, tanpa dikenakan potongan sepeserpun. Karena semua sudah ada peraturannya.
- Bagaimana koordinasi antar lembaga terkait yang mendukung program BPJS Ketenagakerjaan ini ? dan apakah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini sudah cukup untuk menaungi pekerja yang ada di Kota Tangerang ?
Kami sebagai Disnaker, melakukan koordinasi hanya jika dibutuhkan saja oleh BPJS Ketenagakerjaan sebagai bantuan jika ada
untuk program BPJS Ketenagakerjaan ini di tahun yang akan datang ?
Dukungan pejabat yang lebih tinggi dalam mendukung program ini seperti bertambahnya program dari bpjs ketenagakerjaan, yang dulu awalnya Cuma 3, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua, sekarang ditambah dengan jaminan pensiun.
- Komitmen pemerintah dalam mendukung program ini dan bagaimana kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya sendiri ?
Sudah cukup baik ya dalam mendukung, bicara kualitas dan kuantitas itu tergantung dari aspek atau sudut mana kita melihat situasinya. Kalo saya melihat beberapa sudah cukup baik, dan ada juga sebagian yang kurang baik. Yang kurang baik itu tadi, kualitas pejabat pelaksana dalam memberi pelayanan guna membantu program BPJS Ketenagakerjaan ini berjalan dengan baik.
Pekerjaan : Sales Marketing Auto 2000
Waktu wawancara : Selasa, 9 Januari 2016 ( 12:10 WIB )
Lokasi Wawancara : Kebon Nanas Tangerang
Hasil Wawancara :
1. Apakah pihak dari BPJS Ketenagakerjaan atau tempat anda bekerja pernah mensosialisasikan program dari BPJS Ketenagakerjaan ? Bagaimana kondisi yang ditimbulkan dengan adanya kebijakan program tersebut serta bagaimana pengetahuan masyarakat mengenai teknologi pendukungnya ?
“sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan pernah, baru satu kali.. bulan agustus tahun kemarin, itu juga sosialisasinya tentang yang udah pernah kita tau beberapanya, kaya ngejelasin programnya, prosesnya, gitu mas. Ga jauh beda lah sama Jamsostek dulu kan. Kalo teknologi pendukungnya, saya Alhamdulillah ngerti mas, paham lah sedikit kaya buat cek saldo kita berapa, bayarnya lewat mana, infonya apa.. itu sih.. sama ini, pernah kejadian waktu temen saya mau klaim duit asuransi di kantor BPJSTK, itu system komputernya suka offline, sering mas ngga cuma sekali. Jadi ya mau ga mau kita kudu harus balik lagi kesana besoknya, atau nunggu sampe sistemnya online”
2. Apakah anda setuju atau mendukung dengan program yang diwajibkan oleh BPJS Ketenagakerjaan ( JKK, JHT dan Jaminan Kematian ) ?
“setuju ga setuju mas, gimana ya.. ini kan program dari pemerintah, udah ada undang – undangnya juga yang mewajib dan mengharuskan. Jadi ya kita terpaksa ikut yg beginian.. bagus sih
3. Bagaimana dengan fasilitas dan pelayanan dari rumah sakit yang didapat dengan menggunakan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan apakah anda merasa senang atau antusias dengan program dan kebijakan dari pemerintah tentang BPJS Ketenagakerjaan ?
“fasilitas sama pelayanan yaa mas tau sendiri lah kaya gimana.. namanya juga program dari pemerintah, udah banyak juga kan beritanya gimana fasilitas sama pelayanan kalo kita berobat pake asuransi dari program pemerintahan. kalo dari swasta sih gausah ditanya mas. Kalo boleh milih mah mending saya ga ikut beginian mas, mending ikut di asuransi swasta sekalian. Bayarnya mahal juga kan sebanding sama fasilitas yang didapet.
Antusias atau engganya program dan kebijakan dari pemerintah tentang BPJS Ketenagakerjaan sih kayanya ngga terlalu mas, biasa aja.. dulu juga udah pernah pake Jamsostek, Cuma sekarang aja namanya ganti jadi BPJS Ketenagakerjaan. isinya mah hampir sama aja”
4. sejauh mana komitmen pemerintah dalam mendukung program ini dan bagaimana kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya sendiri ?
“Dari yang saya liat itu kualitas pemerintah dalam mendukung program ini rasanya masih kurang maksimal ya. Kalo menurut saya sih harusnya Undang – Undang yang mengatur kebijakan tentang BPJS Ketenagakerjaan ini harusnya di revisi beberapa. Ada perbaikan sama pembaruan lah.”
Pekerjaan : Assistan Section Head Barcode System Material Plant D & K PT. Gajah Tunggal TBK.
Waktu wawancara : Jumat, 27 November 2015 Jam 20.39 WIB
Lokasi Wawancara : Kedai Week’s
Hasil Wawancara :
1. Apakah pihak dari BPJS Ketenagakerjaan atau tempat anda bekerja pernah mensosialisasikan program dari BPJS Ketenagakerjaan ? Bagaimana kondisi yang ditimbulkan dengan adanya kebijakan program tersebut serta bagaimana pengetahuan masyarakat mengenai teknologi pendukungnya ?
“untuk sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan ya selama satu setengah tahun saya kerja disini baru pernah sekali dapet sosialisasi, itu kalo ngga salah bulan November 2014.. sosialisasinya ngga jauh tentang programnya itu,Jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan kematian”
2. Apakah anda setuju atau mendukung dengan program yang diwajibkan oleh pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan ( JKK, JHT dan Jaminan Kematian ) ?
“untuk semua programnya sih saya setuju, Cuma untuk jangka waktu 10 tahun Jaminan hari tua saya kurang setuju. Ya masalahnya kenapa harus 10 tahun, dan untuk ukuran tua nya itu seperti apa dan gimana. Harus umur berapa. Kalo saya sih mikirnya BPJS Ketenagakerjaan itu buat investasi uang jangka panjang kedepannya nanti kalo di kerjaan saya ada
dengan menggunakan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan apakah anda merasa senang atau antusias dengan program dan kebijakan dari pemerintah tentang BPJS Ketenagakerjaan ?
“kalo secara pelayanan sih saya belum pernah merasakan ya. Tapi yang ada nih rekan kerja saya yang kerja disini udah hampir 20 tahun, dia sakit dalem, nah pas dia ngajuin BPJS ketenagakerjaan ini ke rumah sakit, dia minta buat ditempatin di kelas I, nah kebetulan di rumah sakit ini kamar kelas itu lagi kosong ruangannya di Rumah Sakit Awal Bross Tangerang, nah karena kamar kelas itu kosong, dialihkan ke VIP, namanya VIP kan itungannya kita bayar sendiri, dari obatnya juga kan ga semua gratis, ada yang bayarnya juga, ”
4. Sejauh mana komitmen pemerintah dalam mendukung program ini dan bagaimana kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya sendiri ?
“Nah kalo dari kualitas dari BPJS Ketenagakerjaan itu yang bagus baru di system pembayarannya, karena bisa bayar online juga kan kaya di alfa, indomart, transfer.”
Pekerjaan : Security ( Keamanan ) Bank BJB Tangcity Kota Tangerang
Waktu wawancara : Sabtu, 28 November 2015 jam 10.40 WIB
Lokasi Wawancara : Bank BJB Cabang Tangerang Ruko Tangcity
Hasil Wawancara :
1. Apakah pihak dari BPJS Ketenagakerjaan atau tempat anda bekerja pernah mensosialisasikan program dari BPJS Ketenagakerjaan ? Bagaimana kondisi yang ditimbulkan dengan adanya kebijakan program tersebut serta bagaimana pengetahuan masyarakat mengenai teknologi pendukungnya ?
“pernah, sekali doang.. itu sosialisasnya bulan Januari 2014 . yang dibahas dalam sosialisasi tersebut tentang kependukungan BPJS aja., itu adalah penunjang. Kaya yang dikerjaan saya mah namanya jaminan hari tua, kecelakaan kerja, sama jaminan kematian. Untuk yang teknologi saya mah ngga ngerti mas, belom pernah cek saldo di hp/ lewat internet”
2. Apakah anda setuju atau mendukung dengan program yang diwajibkan pleh BPJS Ketenagakerjaan ( JKK, JHT dan Jaminan Kematian ) ?
“sebenernya sih setuju, Cuma skema dilapangannya kaga. BPJS itu yang udah – udah, saya sendiri BPJS agak ribet buat pribadi. Kalo potong gaji untuk bayar iuran mah kaga keberatan, tapi pelayanannya yang di BPJS itu yang saya keberatan mah. Suka dimentalin, dioper sana sini, proseduralnya harus seperti ini itu. Kita udah ngikutin procedural tapi tetep aja. Kita pas pada klaim, pada saat mengajukan BPJS di iyakan, tapi pelayanannya terasa diabaikan.
Ketenagakerjaan”
3. Bagaimana dengan fasilitas dan pelayanan dari rumah sakit yang didapat dengan menggunakan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan dan apakah anda merasa senang atau antusias dengan program dan kebijakan dari pemerintah tentang BPJS Ketenagakerjaan ?
“saya sebenernya bingung nih, dalam artian pelayanannya ngga maksimal.. apalagi yang di kelas III, kalo obat – obatan harus ada yang dtebuskan sih, ada yang harus dibeli karena ngga semuanya gratis. Dibilang antusias engga juga ya, karena juga kan sebelumnya udah pernah ngerasain Jamsostek. Ya sama ajalah kaya gini, Cuma nama sama ada bedanya beberapa lah.”
4. sejauh mana komitmen pemerintah dalam mendukung program ini dan bagaimana kualitas dan kuantitas dari pejabat pelaksananya sendiri ?
“kalo dari peraturan yang dibuat bagus sih ya.. peraturan yang diajukan ke masyarakat mah, yaa balik lagi ke lapangan.. untuk yg JHT 10 tahun, di Jamsostek dulu 5 tahun 1 bulan bisa cairkan. Kelamaan kalo nunggu 10 tahun, kalo ada umur, kalo kaga? Terus juga pengurusan buat ahli warisnya juga susah. Cuma kenapa hak kita selalu dipersulit, sedangkan kita tiap bulan bayar dan dipotong. Itukan hak kita. Kemaren aja saya pas pencairan agak dipersulit, harus konfirmasi dulu lah ke kantor Jamsostek harus bikin persyaratannya aja kalo salah nama, tanggal, itukan salah orang pusat yang bikin data, lah kalo kita mah Cuma nyerahin data diri yang bener sesuai sama KK, Akta Kelahiran KTP dllnya.
Pekerjaan : Kepala Pemasaran Peserta Penerima Upah Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kebon Besar
Waktu wawancara : Selasa, 5 Januari 2016 pukul 10:45 WIB
Lokasi Wawancara : Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kebon Besar Kota Tangerang
Hasil Wawancara :
1.
a) - Berkaitan dengan penelitian ini, program BPJS Ketenagakerjaan secara teknis dilaksanakan oleh siapa saja yang terkait ?
“secara teknisnya tuh kita kerjasama dengan banyak ya, yang jelas sama stakeholder kita itukan perusahaan pasti, ada juga Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah, sekarang juga karena mulai ke penegakan hukum, kita juga ke Kejaksaan.”
- Bagaimana ketersediaan teknologi sebagai sarana pendukung program tersebut agar pelaksanaan tersebut berjalan secara efisien? Salah satunya penggunaan computer dalam system informasi manajemen terkait pengolahan data kepesertaan, klaim dan verifikasi ?
“teknologi kita udah canggih sekarang ini, kan kita juga system baru, baru aja per November 2015 kemarin kita pake, mungkin kalo sekarang Cuma lagi ada pembaruan system sampai kurang lebih 6 bulan.”
jadi pastinya itu masuk terdaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mau yg daftar personal maupun didaftarkan dari tempatnya bekerja. Lagipula juga dengan ikut terdaftar di BPJSTK ini ngga rugi ko, malah banyak untungnya kalo menurut saya”
- Seperti apa dan bagaimana menentukan presentase pembayaran iuran program ini setiap bulannya? Apakah tergantung dari jenis pekerjaan, jumlah upah / gaji atau dari yang lainnya ?
“kalo itu berarti harus tau dulu nih programnya, semua sebenernya sudah ada premisnya. JHT itu 5,7%, Kematian 0,3% , Pensiun 3%, yang beda tu di Kecelakaan Kerja, antara 2,4 – 1,27%, itu tergantung dari jenis usahanya, karena tiap jenis usaha itu kan tingkat resiko pekerjaannya berbeda-beda.”
c) - sejauh program BPJS Ketenagakerjaan ini berjalan, apakah pegawai ataupun peserta merasa antusias ?
“sebelumnya udah saya sampaikan toh, mereka para peserta itu merasa sangat senang dan antusias dengan transformasi Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan, karena bukan hanya namanya aja yang ganti, tapi juga kan ditambah dengan beberapa kelebihan yang menutupi, atau mungkin juga bisa suatu saat nanti menghilangkan kekurangannya, baik dalam peraturan, regulasi, ketentuan dan lain – lainnya.”
Indonesia, khususnya ya di Tangerang ini nih. Dengan program lanjutan dari Jamsostek yang dulu pernah ada, seperti diantaranya Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiunan.”
- Bagaimana kira – kira tujuan program pembaharuan ini dicapai melalui implementasi kebijakan ? jika terdapat penghambat / hambatan, maka apa saja dan bagaimana penyelesaiannya ?
“hambatan dari jaman jamsostek hingga sekarang, kita wajib, cuma ompong. Maksudnya ompong itu, ketika ada perusahaan yang tidak mendaftar atau didaftarkan, itu kan harusnya ditindak, seperti tidak dapat izin SIUP dllnya, tapi kita disini tidak bisa menindak karena kita Cuma pelaksana. Ini gimana mau ditindak kalo Disnakernya sendiri tidak berani tegas. Penyelesaiannya itu ya harus ada ketegasan dari orang nomor 1 di Indonesia ini, Presiden.”
- Bagaimana ketepatan sumber alokasi dana dalam program BPJS