• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komunikasi Interpersonal (Tatap Muka) pada Masyarakat yang tinggal dipinggir rel kereta api

Dalam dokumen POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT MISKIN (Halaman 134-142)

PENYAJIAN DAN ANALYSIS DATA

3.3 Komunikasi Interpersonal (Tatap Muka) pada Masyarakat

3.3.1 Komunikasi Interpersonal (Tatap Muka) pada Masyarakat yang tinggal dipinggir rel kereta api

Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara komunikator

dengan seorang komunikan. Joseph A. Devito38 dalam bukunya “The

Interpersonal Communication Book” (Devito, 1989:4) mendefinisikan

komunikasi antarpribadi sebagai :

“The proces of sending and receiving message between two person or among a small group of person, with some effect and some immadiate feedback”

(proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antar dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika).

Kemudian, Charles Cooley memberikan definisi komunikasi sebagai

mekanisme dimana hubungan manusia tercipta dan berkembang. Definisi

ini lebih menekankan hubungan antara manusia dan betapa penting peran

komunikasi dalam hubungan manusia.

38

Onong Uchjana Effendy. 1993. Ilmu Komunikasi Teori dan Filsafat Komunikasi. PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, hal.10

commit to user

114

Gambar 3.3

Interaksi sosial pada masyarakat pinggir rel kereta api Kelurahan Kalianyar

Komunikasi interpesonal terjadi pada berbagai lapisan masyarakat.

Umumnya komunikasi interpersonal dalam bentuk cara berkomunikasi

antar pribadi atau dari satu orang ke satu orang lainnya. Contohnya pada

lingkungan masyarakat adalah pada anggota keluarga, antara bapak

dengan ibu, adik dengan kakak, ataupun antar tetangga namun secara

personal. Begitu pula yang terjadi pada masyarakat miskin yang tinggal

dipinggir rel kereta api, Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat. Untuk

mengetahui pola komunikasi yang terjadi pada masyarakat miskin yang

tinggal dipinggir rel kereta api, maka peneliti pun menanyakan kepada

responden tentang bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi pada

masyarakat tersebut, untuk selanjutnya akan dibandingkan dengan pola

komunikasi pada masyarakat miskin yang tinggal disekitar TPS,

Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat.

Untuk menggali bagaimana komunikasi interpersonal terjadi di

masyarakat miskin yang tinggal dipinggir rel kereta api, Kelurahan

commit to user

115

seperti dengan cara apa mereka melekukan komunikasi interpersonal, lalu

content atau isi atau hal-hal apa saja yang biasanya diperbincangkan satu

sama lain, dan pertanyaan lainnya.

Dilihat dari keseringan melakukan komunikasi interpersonal,

masyarakat miskin yang tinggal dipinggir rel kereta api hampir

melakukannya setiap hari, baik dengan keluarga maupun tetangga disekitar

rumah. Hal tersebut tersaji pada jawaban-jawaban dari para responden

tentang mengenai keseringan waktu mereka melakukan komunikasi

interpersonal dengan keluarganya maupun dengan tetangga.

Terdapat 8 responden pada masyarakat miskin yang tinggal dipinggir

rel kereta api, Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat. Berikut ulasan dari

kutipan jawaban-jawaban mereka. Seperti Pak Tugiono (35), yang bekerja

sebagai pedagang. Ia sering melakukan komunikasi interpersonal dengan

keluarga dan tetangganya, ia mengaku :

“Saya sering melakukan komunikasi dengan keluarga, setiap hari. Dan komunikasi berjalan dengan baik. Setiap pagi ketika sebelum beraktivitas, sepulang kerja dan sebelum tidur, ketika makan bersama. Ya begitu saja”.

Karena pekerjaannya sebagai penjual warung sembako dirumahnya,

maka ia mudah menjalankan aktivitas sembari melakukan komuniaksi

interpersonal dengan keluarganya, baik itu obrolan ringan maupun yang

serius. Kemudian jika dengan tetangga, ia pun juga melakukan

commit to user

116

“Dengan tetangga saya juga sering melakukan komunikasi. Waktunya biasanya pagi hari dan sore, atau ketika ada pembeli. Mereka membeli sekaligus mengobrol biasanya. Ketika buka warung atau sesekali pada nongkrong di warung saya”.

Begitupula dengan tetangga, ia banyak berkomunikasi dikarenakan

perkerjaannya sebagai penjual warung, menjadikannya secara sengaja

ataupun tidak sengaja berkomunikasi dengan si pembeli, baik itu tetangga

ataupun orang lain yang datang ke warungnya untuk membeli.

Tak hanya itu, peneliti pun mengajukan pertanyaan lain seputar

komunikasi interpersonal mengenai dengan cara apa biasanya masyarakat

tersebut melakukan komunikasi interpersonal. Masih dengan responden

yang sama yaitu Pak Tugionan, ia mengaku melakukan komunikasi tatap

muka dengan keluarga maupun dengan tetangga.

“Dengan cara mengobrol langsung tanpa janjian, bercerita, memperbincangkan sesuatu, ketemu langsung, berbicara. Biasanya dalam suasana santai sambil duduk-duduk, kalau ada yang lagi nongkrong saya nimbrung...”.

Komunikasi tatap muka dilakukannya langsung kepada lawan bicara

dengan cara seperti yang ia sebutkan tadi yaitu, mengobrol langsung tanpa

janjian, bercerita, memperbincangkan sesuatu, ketemu langsung, berbicara.

Kemudian tak hanya itu, dari sebuah komunikasi yang dilakukan, biasanya

yang paling terpenting adalah siapa lawan bicara dan apa saja yang

dibicarakan. Hal tersebut juga masuk kedalam pertanyaan dari peneliti,

yaitu tentang content atau isi dari apa yang biasanya dibicarakan pada

commit to user

117

tinggal dipinggir rel kereta api, Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat. Masih

dengan Pak Tugiono, ketika ditanya mengenai content atau isi

pembicaraan yang biasanya dibicarakan ketika ia melakukan komunikasi

tatap muka, ia menjawab :

“...kalau dengan keluarga membicarakan tentang masalah kehidupan rumah tangga, sekolah anak. Seperti itu saja...”

“...kalau dengan tetangga macam-macam, masalah pemerintah, issue yang sedang marak dibicarakan, politik, pemda, sembako, tentang dagangan, seputar itu....”

Lain halnya dengan Siti (28) yang pekerjaannya adalah sebagai ibu

rumah tangga. Ia mengaku sering setiap hari sering sekali melakukan

komunikasi tatap muka dengan keluarga dan tetangga. Seperti

pengakuannya berikut ini :

“...sering berkomunikasi, dengan anak, ibu, dan suami. Karena tinggal 1 rumah juga dengan mertua. Biasanya pagi hari paling sering. Begitu pula dengan tetangga, “....Suka ngobrol juga sering. Kalau lagi ada orangnya dirumah, karena rumahnya dempet-dempet jadi tinggal jalan aja kalau mau ngobrol biasanya.. Dengan tetangga biasanya pagi juga dan sore hari..” ujarnya.

Kemudian ketika ditanya dengan cara apa biasanya anda melakukan

komunikasi tatap muka, ia menjawab :

“Kalau dengan keluarga biasanya ya hampir setiap saat, lagi melakukan apa saja, bisa sambil ngobrol. Atau menelfon jika ada yang sedang pergi (suami). Kalau dengan tetangga ngobrol saja klo pas lagi ketemu, pas lagi santai suapin anak makan sore..” jelasnya.

Pertanyaan diteruskan dengn content atau isi yang biasanya

commit to user

118

“kalau dengan keluarga apa saja bisa jadi topik pembicaraan, tapi kalau sehari-hari ngomongin kehidupan sehari-hari saja.Kalau dengan tetangga biasanya ngomongin tentang anak, keluarga, gitu aja sih”, tutupnya.

Secara keseluruhan dari responden, umumnya sering melakukan

komunikasi tatap muka, baik dengan keluarga maupun dengan tetangga

mereka. Hal itu dilakukan dengan cara berbeda-beda diantaranya, jika

dengan keluarga biasanya langsung bertemu dirumah, menyampaikan apa

yang ingin disampaikan, sepulang sekolah anak, sepulang kerja suami,

dengan menelfon, ataupun mencari waktu santai kemudian baru

memperbincangkan sesuatu.

Kemudian jika dilingkungan bertetangga, masyarakat miskin yang

tinggal dipinggir rel kereta api, Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat,

biasanya melakukan komunikasi tatap muka dengan cara bertegur sapa,

saling bercerita, bertemu tanpa sengaja dan tidak direncanakan, sambil

melakukan aktivitas lain seperti menemani anak makan diluar rumah,

bahkan ada yang sepulang sekolah ketika menjemput anak sekolah, hingga

ngerumpidan lain-lain. Tetapi ada pula yang melakukan komunikasi tatap

muka dengan tetangga jika sedang bertemu saja, pas sedang keluar rumah,

misalnya hanya berpapasan dijalan atau dipasar, dan jika tidak, ia jarang

melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan tetangga. Ternyata banyak

hal dan cara yang dilakukan untuk melakukan suatu komunikasi tatap

commit to user

119

Selanjutnya adalah mengenai content atau isi dari apa yang

dibicarakan saat mereka melakukan komunikasi tatap muka. Masyarakat

miskin yang tinggal dipinggir rel kereta api, Kelurahan Kalianyar, Jakarta

Barat, memeliki topik-topik yang biasanya dibicarakan pada saat

melakukan komunikasi tatap muka, baik dengan keluarga maupun dengan

tetangga. Dari hasil wawancara yang didapat, biasanya hal-hal yang

biasanya dibicarakan jika melakukan komunikasi dengan keluarga mereka

masing-masing adalah, seputar politik, masalah rumah tangga, dapur,

sekolah anak, pekerjaan si suami atau pekerjaan si istri, dan terkadang apa

saja bisa menjadi topik pembicaraan.

Kemudian pada komunikasi tatap muka yang dilakukan antar

tetangga pada Masyarakat miskin yang tinggal dipinggir rel kereta api,

Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat, yaitu mengenai berbagai macam hal

diantaranya, tentang issue atau berita yang sedang hangat dibicarakan,

politik, sembako, kehidupan sehari-hari, masaah keluarga, hingga masalah

kiat-kiat atau masukan dari tetangga untuk bagaimana memajukan

dagangan agar lebih laris.

Pada teori konvergensi, Rogers kincaid mendefinisikan komunikasi

sebagai proses dimana partisipan menciptakann dan membagi informasi

commit to user

120

Dengan kata lain, komunikasi selalu mengacu pada hubungan

(relationship). Pemaparan diatas mengantarkan pada teori konvergensi.39

Gambar 3.4 Model Komunikasi Konvergensi40

Lingkaran proses ini meliputi pemberian makna informasi yang

dipertukarkan diantara dua atau lebih individu sebagai pergerakan kearah

pemusatan. Pemusatan (convergence) adalah kencederungan dua orang

atau lebih individu untuk bergerak kearah satu titik atau untuk satu

individu untuk bergerak ke arah yang lain, dan untuk mempersatukan

fokus ketertarikan secara bersama.

Teori tersebut tak jauh berbeda dari apa yang terjadi pada hasil

penelitian ini. Individu satu dengan lainnya pastinya memiliki karakter

yang berbeda. Kemudian satu dengan lainnya pastinya memiliki

39

L.Kincaid & W.Schram, Asas-asas Komunikasi Antar Manusia, LP3ES, Jakarta, 1977. Hal. 7

40

commit to user

121

pengalaman hidup berbeda. Dan ketika mereka berada pada satu kelompok

masyarakat dan juga hidup sebagai individu, mereka akan saling

mempengaruhi terhadap banyak hal, dan saling melengkapi. Baik itu

informasi ataupun hal-hal yang menyangkut kepribadian. Hal tersebut

sudah lumrah terjadi pada setiap individu dan kelompok masyarakat

dimanapun berdada.

3.3.2Komunikasi Interpersonal (Tatap Muka) pada Masyarakat yang

Dalam dokumen POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT MISKIN (Halaman 134-142)