• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Bentuk Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di

Dalam dokumen TESIS. Oleh ELSA PRANGIN-ANGIN /LNG (Halaman 66-0)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1.1 Analisis Bentuk Gestur dan Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran

4.1.1.2 Analisis Bentuk Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di

Bentuk ujaran guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang , yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.2

Bentuk Ujaran Guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

No Ujaran Bentuk Ujaran dan Modus Sumber Data

Fungsi Ujaran Modus

P1 P2 P3 D In Im

1 Buka bukumu halaman dua belas, atom !

- - FUP3 MD - - Guru Kimia

2 Nah, kau lihat kemari ! - - FUP3 MD - - Guru Kimia

3 Untuk contoh-contohnya

9 Dia bisa membentuk ikatan rangkap satu.

FUP1 - - MD - - Guru Kimia

10 Dia bisa membentuk ikatan rangkap satu.

FUP1 - - MD - - Guru Kimia

11 Dia bisa membentuk ikatan rangkap tiga.

23 Jadi semua ikatan-ikatan di dalam ini diganti dengan C

26 Air itu fungsinya melakukan.

FUP1 - - MD - - Guru Kimia

27 Air itu adalah H2O. FUP1 - - MD - - Guru Kimia

28 Pelajaran kita pada hari ini materinya adalah karate.

mempraktekkan gerakan yang sudah saya praktekkan tadi?

Jumlah 42 1 7 47 1 2

Data di atas menunjukkan rekapitulasi bentuk fungsi ujaran guru yang digunakan oleh sumber data yaitu kedua guru yang menjadi fokus penelitian ini yaitu guru mata pelajaran kimia dan guru mata pelajaran Olahraga. Guru mata pelajaran Olahraga lebih banyak menggunakan ujaran dalam bentuk pernyataan bermodus deklaratif, yaitu sebanyak 43 kali sedangkan guru mata pelajaran kimia menggunakannya sebanyak 21 kali dan guru mata pelajaran Olahraga menggunakannya sebanyak 22 kali. Sedangkan fungsi ujaran perintah digunakan sebanyak 6 kali yaitu guru mata pelajaran kimia menggunakannya sebanyak 2 kali dan guru mata pelajaran Olahraga menggunakannya sebanyak 4 kali. dan yang terakhir ujaran pernyataan, yang hanya digunakan 1 kali yaitu oleh guru mata pelajaran Olahraga.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram pie berikut, yaitu diagram Bentuk Fungsi Ujaran Guru dan Modus di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

42 FUP1

1 FUP2 7 FUP3

FUP1 FUP2 FUP3

Gambar 4.1 Diagram Ujaran Guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

Gambar 4.2 Diagram Modus Guru di SMA Negeri 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

4.1.2 Analisis Realisasi Gestur dan Ujaran Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

Bentuk gestur dan ujaran guru di SMA N 1 Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang kemudian yang dianalisis dengan menggunakan teori Kress dan Leeuwen (2006) dan teori Linguistik Fungsional Sistemik Oleh M.A.K. Halliday (1994) yaitu untuk menemukan realisasi keduanya. Berikut analisis realisasi gestur dan ujaran guru sebagai berikut:

4.1.2.1 Realisasi Gestur Guru Kimia dalam Bentuk Pesan Fasial

Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan fasial yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Kimia:

Bentuk Guru Gambar Interpretasi

47 Modus Deklaratif 1 Modus

Interogatif 2 Modus

Imperatif

Modus Deklaratif Modus Interogatif Modus Imperatif

Gestur Mata Pelajaran

Fasial Kimia Kaku dan

membosankan

Data di atas menunjukkan wajah guru menunjukkan wajah yang kurang bersemangat, hal ini ditandai dengan matanya yang agak sedikit tertutup namun cenderung melirik ke sebelah kanan dan mulut agak terbuka lebar. Siswa yang merespon juga terlihat seperti tidak serius mendengarkan pada saat guru menjelaskan di depan kelas.

Siswa perempuan pada gambar di atas menunjukkan respon negatif yaitu dengan posisi duduknya yang menyamping ke sebelah kanan dan kakinya hendak keluar dari bawah meja menunjukkan kebosanan terhadap guru. Sedangkan siswa laki-laki yang disebelah kanan terlihat seperti menghayal yang ditunjukkan melalui gesturnya memegang sebuah buku tulis.

Seharusnya sikap yang menunjukkan seseorang sedang fokus mendengarkan adalah dengan sikap duduk lurus ke depan dan tidak melakukan aktifitas lain.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Fasial Kimia Tidak Bersemangat

Data di atas menunjukkan guru yang sedang mengajar di depan kelas menunjukkan wajah yang kurang bersemangat, seperti ada tekanan yang terlihat dari mata guru. Mata guru pada gambar di atas seperti memelas meminta perhatian siswa. Selain itu pada gambar di atas, tangan sebelah kanan yang tadinya menulis tiba-tiba berhenti. Tidak ada semangat yang terpancar dari guru tersebut, sehingga siswa-siswa yang sedang diajarpun tidak ada yang merespon guru tersebut. Tidak ada power yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar.

Pernyataan wajah guru dapat menyebabkan masalah pada saat proses pembelajaran berlangsung. Misalnya pada saat guru mengekspresikan wajah datar. Ekspresi wajah datar tersebut sulit untuk didefenisikan oleh siswa, sehingga guru dapat dianggap kejam atau dingin oleh siswa.

Pada data di atas, guru tidak sepenuhnya mampu menguasai kelas, sehingga ketika mengajar guru cenderung hanya menggunakan pesan fasial dan mata pelajaran juga tidak tersampaikan dengan baik karena tidak adanya ketertarikan yang dimunculkan guru sehingga membuat siswa tidak memberikan respon positif. Sebaiknya guru tidak terlalu sering memasang wajah datar.

Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan fasial yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Olahraga.

Bentuk Gestur Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Fasial Olahraga Ragu

Data di atas menunjukkan guru Olahraga menggunakan pesan fasial, wajah guru tersebut mengekspresikan wajah serius, tidak ada senyum yang tersirat di wajah guru tersebut. Pesan fasial yang disampaikan oleh guru olahraga terlihat dari mata guru yang agak tertutup yang artinya bahwa guru sedang berpikir keras tentang kata-kata yang tepat untuk disampaikan kepada siswa dan mulut agak terbuka yang menandakan bahwa guru sedang ragu-ragu dalam memberikan komentar. Dengan ekspresi demikian, siswa memberikan respon yang berbeda-beda. Ada yang memberikan respon positif yaitu mendengarkan guru dengan baik, ada juga yang memberikan respon negatif, yaitu ketakutan dan muak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wajah guru sangat memengaruhi tingkat keberhasilan proses belajar mengajar.

Siswa selalu memberikan perhatian utama kepada bagian wajah guru untuk mengetahui ekspresi wajah guru, karena ekspresi wajah guru menunjukkan keadaan emosi (perasaan) guru saat memasuki kelas. Kesan apa yang diterima oleh siswa ketika pertama kali melihat ekspresi wajah guru ketika masuk ke dalam kelas. Kesan pertama siswa terhadap ekspresi emosi guru ketika akan memulai pelajaran sangat penting bagi siswa karena akan menentukan respon siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya. Kesan pertama yang diperoleh siswa dari ekspresi wajah guru sejak masuk ke dalam kelas menimbulkan suatu persepsi bagaimana pembelajaran hari ini akan berjalan.

Ekspresi wajah tanpa senyum tidak disenangi oleh siswa karena menimbulkan berbagai perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa takut, rasa marah, merasa tidak percaya diri, guru pilih kasih dan rasa tidak nyaman (tertekan) dalam diri siswa. Respon yang paling banyak dari siswa adalah diam. Respon diam ini berarti siswa tidak mau bertanya, bersikap pasif dalam mengikuti pelajaran, tidak peduli terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung atau bermain. Rasa tidak peduli sebagian siswa terhadap kegiatan pembelajaran disadari siswa dan siswa menghadapinya dengan tenang saja.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Fasial Olahraga Bersemangat

Data di atas menunjukkan guru mengajar dengan menggunakan pesan fasial dan gestural. Akan tetapi pada bagian ini yang dibahas adalah pesan fasial. Pesan fasial pada gambar ini, juga sama dengan pesan fasial pada gambar di atas, guru mengekspresikan ketegangan dan tidak ada senyum yang tersirat pada wajah guru. Dengan mata yang agak di sipitkan, guru tersebut membuat suasana menjadi sangat menegangkan, sehingga banyak siswa yang tidak tertarik pada mata pelajaran yang disampaikan. Hal itu terlihat dari pandangan siswa yang tidak terfokus kepada guru, ada yang sibuk dengan bukunya, bahkan ada siswa yang mengobrol dengan siswa lain. Dengan demikian, materi pelajaran pada gambar ini tidak tersampaikan dengan baik.

Ekspresi wajah guru sangat memengaruhi keberhasilan proses pembelajaran, sehingga seorang guru harus memberikan senyum kepada siswa untuk menghilangkan kemungkinan terjadinya kebosanan dan ketegangan dalam kelas. Guru yang menunjukkan wajah tanpa senyum menimbulkan mood yang dapat menghilangkan kegairahan siswa untuk mengikuti

pembelajaran saat itu. Siswa menjadi down, malas dan kurang semangat. Atmosfer atau suasana kelas menjadi tidak nyaman atau terasa tegang. Siswa tidak dapat memfokuskan perhatiannya pada materi tapi kepada gurunya karena kalau tidak hati-hati dalam berperilaku dapat membuat guru marah. Ini membuat siswa menarik diri dari keterlibatan dalam aktivitas pembelajaran atau diam. Diam juga tidak berarti siswa dengan serius mengikuti kegiatan pembelajaran tapi siswa dapat menjadi sangat kreatif menciptakan aktivitas-aktivitas yang tidak berhubungan dengan pelajaran.

Siswa tidak peduli bagaimana berjalannya pembelajaran hari itu, kemenarikan materi yang sedang dipelajari tidak ditemukan. Ekspresi wajah dan kontak mata yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas memberikan peran dalam terbentuknya atmosfer yang kondusif bagi siswa ketika belajar. Ekspresi wajah senyum dan kontak mata yang menunjukkan perhatian kepada siswa membuat siswa merasa lega, bebas tekanan, merasa diperhatikan, yang membuat siswa senang mengikuti pelajaran dan pada materi yang sulit siswa menjadi merasa tidak sulit karena mempelajarinya dengan senang dan asyik.

Kemampuan guru untuk menyediakan a happy atmosphere jauh lebih penting dari pada segala teknik atau metode apa pun yang mungkin digunakan oleh guru.

Guru yang membawa a happy atmosphere secara tidak langsung akan membangun hubungan interpersonal yang kuat dengan para siswanya. Dengan demikian guru harus menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar.

Bentuk Guru Mata Gambar Interpretasi

Gestur Pelajaran

Fasial Kimia Membosan kan

Gambar pada data di atas adalah gambar guru yang mengunakan pesan Fasial yang ditunjukkan melalui jarak guru dengan siswa. Guru duduk tepat ditengah-tengah bagian depan. yang menandakan bahwa guru adil, agar siswa yang duduk disebalah kanan atau kiri dapat mendengarkan suara guru.

4.1.2.2 Gestur Guru Kimia dalam Bentuk Pesan Postural

Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan postural yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Kimia. Guru mengkomunikasikan sejumlah pesan dengan cara berjalan, berbicara, berdiri, dan duduk. Berdiri tegak tapi tidak kaku, condong sedikit kedepan menyatakan kepada orang lain bahwa siswa dapat didekati, menerima dengan ramah. Kedekatan interpersonal tercipta ketika guru dan siswa berhadapan satu sama lain. Berbicara dengan membalikan punggung atau melihat kelantai atau atap seharusnya dihindar karena menyatakan ketidaktarikan.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Postural Kimia Membosankan dan tidak menarik

Data di atas menunjukkan guru Kimia menggunakan pesan postural yaitu mengajar hanya dengan berbicara sambil duduk di depan kelas dan menggunakan tangan sebagai pendukung pesan postural. Apabila dilihat dari respon siswa pada gambar di atas, pesan postural pada gambar ini sangat tidak mendukung keberhasilan proses belajar mengajar.

Siswa-siswa tersebut terlihat tidak tertarik dengan dengan materi yang diajarkan guru. Tidak ada seorangpun siswa yang memerhatikan apa yang disampaikan guru di depan kelas, dan suasana kelas terkesan membosankan.

Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan dan salah satunya adalah responsiveness. Apabila gambar 4.5 di atas dikaitkan dengan penelitian ini, maka diketahui bahwa responsiveness di ungkapkan apabila guru bereaksi secara emosional pada kelas secara positif dan negatif. Apabila postur tubuh guru tidak berubah, maka guru mengungkapkan sikap yang tidak responsif dan tidak terjadi komunikasi timbal balik antara guru dengan siswa.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Postural Kimia Kaku dan pasif

Data di atas menunjukkan guru menggunakan pesan postural. Jika dilihat pada gambar sebelumnya, gambar guru pada pesan ini menunjukkan bahwa adanya ketegangan dalam kelas, terlihat dari postur guru yang sedang duduk di depan, dagu guru agak terangkat ke atas dan kedua tangan berada pada posisi sejajar.

Respon siswa pada gambar ini juga menunjukkan respon negatif karena adanya ketegangan dan tekanan yang disebabkan oleh wajah guru, dan postur guru. Padahal dalam proses pembelajaran, suasana harus di buat sedemikian rupa atau guru harus mampu menciptakan suasana yang damai tanpa tekanan.

Untuk mendapatkan proses belajar mengajar yang efektif pesan postural sangat dibutuhkan. Dengan adanya pesan postural tersebut guru dapat mengeskpresikan apa yang ingin disampaikan dengan berbagai cara agar suasana kelas tidak kaku. Guru diharuskan dapat membuat kelas menjadi nyaman agar murid tidak bosan untuk menerima pelajaran yang disampaikan.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Postural Olahrga Bersemangat

Data di atas menunjukkan guru olahraga menggunakan pesan postural untuk menyampaikan mata pelajaran olahraga. Pada gambar tersebut di atas, guru berdiri utnuk menerangkan pelajaran, kaki sebelah kiri agak di condongkan kedepan yang menandakan bahwa guru bersemangat dalam mengajar.

Apabila diperhatikan respon siswa pada gambar di atas, maka siswa memberikan respon positif terhadap apa yang disampikan oleh guru. Hal itu terlihat dari pandangan para siswa yang tertuju pada satu arah, yaitu kepada guru olahraga yang berdiri di depan kelas.

Pesan postural tersampaikan pada saat guru berdiri dengan sikap sempurna. Dalam gambar ini, diketahui adanya potensi berupa sikap agresif yang ditunjukkan dengan posisi lengan, rahang yang agak diangkat, serta sorot mata yang menatap tajam. Orang berdiri dengan kondisi seperti ini biasanya siap terlibat dalam konflik. Bagi guru, jika menemui siswa dengan postur seperti ini, memang sebaiknya tidak serta merta memancingnya untuk berkonfrontasi.

Dengan demikian, semua makna postural diterapkan guru ketika memberikan penguatan. Meskipun demikian, postural yang diterapkan guru muncul dengan kuantitas sangat rendah. Hal tersebut disebabkan oleh cara guru memberikan penguatan yang didominasi oleh gerakan anggota badan, tidak terfokus pada sikap berdiri yang bertumpu pada gerakan kaki.

Bentuk Gestur Guru Mata

Gambar Interpretasi

Pelajaran

Postural Olahraga Lincah dan

bersemangat

Data di atas menunjukkan guru olahraga juga menunjukkan bahwa guru sedang menggunakan pesan postural. Hal itu terlihat dari gerakan-gerakan yang dilakukan guru, yaitu : kaki kanan dan kaki kiri agar terbuka lebar dengan posisi kaki kanan maju selankah kedepan, tangan kanan disejajarkan dengan kakai kanan, sedangkan kaki dan tangan kiri sama-sama mundur kebelakang dan tangan di taruh pada pinggang belakang. Wajah guru menghadap lurus ke depan.

Postur sering menunjukkan niat seseorang dalam hubungannya dengan jarak pribadi.

Seseorang yang duduk atau berdiri condong ke arah orang lain, dapat menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam. Oleh karena itu, sikap menunjukkan antusiasme dalam komunikasi dapat dilihat dari cara-cara tubuhnya merespons orang lain.

Pada data di atas, dapat dilihat adanya potensi masalah berupa sikap agresif yang ditunjukkan dengan posisi lengan, rahang yang agak diangkat, serta sorot mata yang menatap tajam. Orang berdiri dengan kondisi seperti ini biasanya siap terlibat dalam konflik. Bagi guru, jika menemui siswa dengan postur seperti ini, memang sebaiknya tidak serta merta memancingnya untuk berkonfrontasi. Kebanyakan komunikasi di kelas mengkondisikan antara guru dan siswa bertemu mata, setidaknya sesekali. Tatapan mata berguna untuk menunjukkan minat orang lain yang menjadi mitra bicara. Namun, biasanya tatapan mata tidak berdiri sendiri. Dia membutuhkan dukungan anggota tubuh lain, terutama yang paling dekat adalah ekspresi wajah dan kepala.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Gestural Kimia membosankan

Data di atas menunjukkan pesan yang disampaikan adalah pesan gestural, yang mana guru berusaha menjelaskan materi dengan menggunakan tangan sebelah kiri, dan tangan satu lagi diletakkan pada buku mata pelajaran. Untuk mengatasi perilaku siswa yang mengganggu kegiatan belajar, guru dapat memberi penguatan melalui gerakan-gerakan tubuh, misalnya melipat kedua tangan didepan dada, mendekatkan telunjuk ke mulut, dan lain sebagainya.

Gerak tubuh sering juga disebut sebagai gestur yang merupakan bentuk perilaku nirverbal pada gerakan tangan, bahu dan jari-jari.

Beberapa teknik untuk menarik perhatian siswa di atas, menunjukkan kehadiran seorang guru di kelas yang berguna untuk mengurangi dan mencegah perilaku siswa yang tidak diinginkan. Namun, menarik perhatian siswa mungkin terasa sulit ketika guru tidak memiliki keterampilan yang memadai. Jika guru tidak jeli mencermati respons siswanya atau siswa hanya menyembunyikan perasaannya, mungkin guru akan menganggap kegiatan belajar di kelas berjalan baik-baik saja.

Guru pada gambar dalam data di atas menunjukkan kepercayaan diri yang kuat.

Kepercayaan diri pada guru sangat penting fungsinya. Guru yang baik tidak menampakkan sikap murung, gugup, stres, putus asa dan lain sebagainya di depan kelas, terlebih jika sikap-sikap tersebut dipicu oleh masalah-masalah yang tidak ada hubungannya dengan siswa.

Namun, sikap percaya diri yang terlalu berlebihan juga tidak baik bila ditampilkan di depan kelas. Karena sikap seperti ini cenderung mendidik siswa untuk menjadi individu yang tidak mau mendengar orang lain.Sikap percaya diri pada guru sering ditampilkan dari gaya bicara, gestur, ekspresi wajah, intonasi, maupun kontak mata. Sebagai contoh, guru berdiri menatap tajam kelas yang gaduh. Kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celana. Bagi guru yang mudah gugup atau kurang dapat mengendalikan siswa, cara ini dapat dilakukan unuk menyiasati kegugupannya.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Fasial Kimia Membosankan

Data di atas menunjukkan guru yang mengunakan pesan postural yang ditunjukkan melalui ekspresi gerakan guru terhadap siswa siswa. Guru berdiri dekat dengan siswa, sehingga siswa yang duduk dibagian belakang dapat melihat guru. Melihat siswa dengan tujuan agar kita dapat mengetahui siswa yang memperhatikan atau tidak memperhatian pada saat guru menjelaskan materi, paham atau tidak paham pada saat guru memberikan pertanyaan.

Perilaku nirverbal guru berupa postural meliputi jenis postural yang meliputi posisi berdiri tegak dengan badan condong ke depan disertai fasial berupa senyuman, bermakna power meliputi posisi badan berdiri tegak, agak mencondongkan badan dengan gerakan yang menunjukkan kekuasaan disertai gestural berupa gerakan tangan menunjuk, dan bermakna ressponsivenes berdiri tegak dengan posisi badan menunduk ke siswa.

4.1.2.3 Analisis Realisasi Gestur Guru Kimia dalam Bentuk Pesan Gestural.

Di bawah ini dipaparkan bentuk pesan gestural yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Kimia.

Bentuk Gestur

Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Gestural Kimia Tidak

menarik

Data di atas menunjukkan guru sedang menggunakan pesan gestural, yaitu berusaha menjelaskan mata pelajaran hanya dengan mulut yang di komat-kamitkan, tanpa ada dukungan dari bagian-bagian tubuh yang lain. Gerak isyarat tangan yang menunjukkan bahwa gaya ini sering digunakan dalam interaksi atasan/bawahan dan dapat merupakan gerak isyarat tersendiri yang menandakan sikap percaya diri atau sikap “mahatahu”.

Para guru sering memakai posisi gerak isyarat ini sewaktu memberikan instruksi, posisi yang biasanya diambil pada waktu orang tersebut sedang memberi pendapat atau ide dan sedang berbicara. Isyarat menara menghadap kebawah biasanya digunakan pada waktu orang tersebut sedang mendengarkan.

Bila posisi menara menghadap ke atas dilakukan dengan kepala didongakkan, maka timbul kesan angkuh atau sombong. Mata biasanya dinyatakan sebagai jendela dari jiwa seseorang, dapat menyatakan secara akurat sebagian besar sinyal komunikasi manusia, sesuai dengan gerakan bola mata secara bebas dan menjadi fokus utama tubuh manusia. Ketika

seseorang senang, matanya akan melebar sebanyak empat kali. Sebaliknya, mata akan berubah menyerupai manik-manik ketika seseorang dalam keadaan marah atau curiga.

Bentuk Gestur Guru Mata Pelajaran

Gambar Interpretasi

Gestural Olahraga Bersemangat dan

lincah

Data di atas menunjukkan guru yang menggunakan pesan gestural. Guru pada gambar disamping berusaha menjelaskan materi dengan bantuan gerakan kaki, tangan dan kepala.

Misalnya, kaki kanan dan kaki kiri agak terbuka lebar, tangan kiri di pinggang belakang dan tangan kanan agak teramgkat ke depan sejajar dengan pinggang, kepala agar tertunduk.

Perilaku nirverbal berupa gestural meliputi gerakan tangan cocok diterapkan guru untuk memberikan penguatan kepada siswa karena gerakan tersebut memberikan efek positif terhadap siswa. Sebuah tepukan di bahu akan lebih menyenangkan daripada kata-kata yang diucapkan. Begitu pula dengan gerakan lainnya, tentunya akan lebih berdampak bagi siswa.

Gestural berupa gerakan kepala yang meliputi anggukan juga sesuai digunakan guru untuk menyertai perilaku verbal ketika memberikan penguatan, sebab anggukan kepala bermakna sebagai tanda persetujuan dengan lawan bicara (siswa), tanda bahwa guru memberikan semangat, dan tanda bahwa guru membenarkan fakta yang disampaikan lawan bicara (siswa).

Gerakan tangan dan kepala juga sesuai diterapkan guru dalam konteks memberikan penguatan kepada siswa, sebab perilaku tersebut menyertai tuturan verbal untuk lebih menguatkan makna penguatan yang diberikan. Gerakan tangan dan kepala tersebut

merupakan kombinasi gerakan tangan dan gerakan kepala sehingga dalam pemberian penguatan, gerakan tersebut mempunyai dampak lebih besar dibandingkan gerakan tangan saja ataupun gerakan kepala saja. Namun, dari segi penerapannya, perilaku ini lebih susah diterapkan guru karena harus melibatkan anggota badan dan kepala dalam waktu yang

merupakan kombinasi gerakan tangan dan gerakan kepala sehingga dalam pemberian penguatan, gerakan tersebut mempunyai dampak lebih besar dibandingkan gerakan tangan saja ataupun gerakan kepala saja. Namun, dari segi penerapannya, perilaku ini lebih susah diterapkan guru karena harus melibatkan anggota badan dan kepala dalam waktu yang

Dalam dokumen TESIS. Oleh ELSA PRANGIN-ANGIN /LNG (Halaman 66-0)