• Tidak ada hasil yang ditemukan

(KOMUNITAS) TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT Pendahuluan

Penelitian di Hutan Lindung Gunung Nona menyebutkan bahwa faktor dalam organisasi memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam. Penelitian Salampessy et al. (2009) ini mendapatkan hasil bahwa faktor organisasi yang berpengaruh antara lain hubungan dalam komunitas, komunikasi, pemahaman aturan kelompok, pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Penelitian lain yang dilakukan oleh Prabawaputra (2009) di bantaran sungai Ciliwung memiliki hasil yang berbeda.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, penelitian ini pun akan melihat faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor eksternal (komunitas) dalam penelitian ini meliputi peran pemimpin, hubungan dalam komunitas, interaksi antar anggota dan keteladanan pemimpin. Kedua wilayah penelitian (Hulu dan Tengah) memiliki faktor-faktor pengaruh eksternal yang berbeda. Berdasarkan uji regresi linier didapatkan hasil bahwa faktor-faktor eksternal hanya berpengaruh di Kampung Dara Ulin. Faktor-faktor eksternal tersebut antara lain peran pemimpin, hubungan dalam komunitas dan keteladanan pemimpin. Berikut akan dijelaskan hubungan faktor-faktor eksternal yang signifikan terhadap tingkat partisipasi melalui crosstab (tabel silang).

Peran Pemimpin dalam Program Pengadaan Septic Tank Kolektif

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu merubah atau memengaruhi perilaku orang lain sesuai dengan apa yang diinginkan. Pemimpin dalam penelitian ini bukan hanya dinilai keberadaannya, namun juga peran yang dijalankan. Pembentukan septic tank kolektif dibarengi dengan pembentukan kepengurusan. Komunitas WPL sebagai pembawa program menunjuk salah satu warga untuk menjadi ketua pengurus septic tank kolektif. Ketua berguna untuk keberlanjutan program septic tank kolektif. Ketua diharapkan mampu mengorganisir masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan septic tank kolektif, seperti rapat koordinasi dan kerja bakti. Ketua harus mampu menggiring masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan partisipasi mulai dari perencanaan sampai evaluasi monitoring. Sosok pemimpin yang disegani dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Pemimpin menjadi sumber informasi dari komunitas WPL dan menjadi opinion leader bagi anggota komunitas septic tank kolektif lainnya.

Peran pemimpin dalam penelitian ini dinilai melalui penilaian masyarakat terhadap kinerja dari pemimpin program septic tank komunal. Penilaian masyarakat bukan hanya melalui keberadaan sosok pemimpin dalam komunitas tetapi juga peran yang seharusnya dijalankan. Peran pemimpin dalam komunitas antara lain mengajak dan mengingatkan anggota untuk ikut serta dalam aktivitas septic tank komunal. Pemimpin juga ikut turun langsung dalam kegiatan dan

mengatur segala aktivitas komunitas dalam program septic tank komunal. Penting pula bagi pemimpin untuk menyalurkan informasi ke seluruh anggota komunitas.

Masyarakat Kampung Dara Ulin memiliki pemimpin komunitas bernama bapak Odik Sodikin. Bapak Odik ditunjuk langsung oleh pembina WPL sebagai ketua. Beliau yang memiliki peran strategis sebagai ketua RW 06, diminta oleh pihak WPL untuk mengorganisir masyarakat supaya program septic tank kolektif dapat berkelanjutan. Berikut dipaparkan hubungan tingkat peran pemimpin terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam program septic tank kolektif.

Tabel 17 Jumlah dan persentase responden menurut tingkat partisipasi dan tingkat peran pemimpin di Kampung Dara Ulin tahun 2014

Tingkat Partisipasi

Tingkat peran pemimpin

Tinggi Sedang Rendah

n % n % n %

Tinggi 20 71.4 0 0 0 0

Sedang 6 21.4 1 50 0 0

Rendah 2 7.2 1 50 0 0

Total 28 100.0 2 100 0 0

Berdasarkan Tabel 17 diketahui bahwa sebanyak 20 responden memiliki tingkat peran pemimpin tinggi dan tingkat partisipasi tinggi. Responden dengan tingkat peran pemimpin tinggi sebanyak 28 orang. Responden dengan tingkat peran pemimpin sedang, 50 persen diantaranya memiliki tingkat pastisipasi sedang dan sisanya memiliki tingkat partisipasi rendah. Data tersebut menunujukkan adanya hubungan antara tingkat peran pemimpin dengan tingkat partisipasi masyarakat. Semakin tinggi tingkat peran pemimpin, maka semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat. Hal ini disebabkan karena besarnya peran pemimpin lokal terhadap masyarakat. Masyarakat Kampung Dara Ulin sangat menyegani sosok Bapak Odik. Apapun yang bapak Odik perintah masyarakat pasti melaksanakan. Sosok pemimpin lokal ini sangat dikagumi oleh masyarakat Kampung Dara Ulin.

Faktor peran pemimpin tidak memiliki pengaruh bagi tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan septic tank kolektif di wilayah tengah. Hal ini disebabkan tidak adanya sosok pemimpin yang mampu mendorong motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan septic tank kolektif. Sebanyak 93.3 persen responden di kampung Dara Ulin dan 74.1 persen di Kampung Cilebak menilai bahwa pemimpin mereka menjalankan peran pemimpinnya dengan baik. Pemimpin di Kampung Cilebak bukanlah ketua pengurus septic tank kolektif. Pemimpin mereka saat ini adalah ketua RT masing-masing yang mau mengurus keperluan septic tank kolektif. Keberadaan sosok pemimpin menjadi sangat penting untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan septic tank kolektif. Berikut akan dipaparkan data mengenai persepsi masyarakat akan kehadiran sosok pemimpin.

Gambar 8 Persentase persepsi responden menurut persepsi keberadaan sosok pemimpin di Kampung Dara Ulin dan Kampung Cilebak tahun 2014 Berdasarkan Gambar 8 terlihat bahwa seluruh masyarakat Kampung Dara Ulin merasakan kehadiran sosok pemimpin dalam kegiatan septic tank kolektif. Septic tank kolektif di wilayah Hulu memiliki pengurus resmi yang sampai saat ini masih aktif dan ketua juga yang masih aktif. Bapak Odik selalu aktif untuk mengurus dan melakukan perawatan bagi septic tank kolektif. Masyarakat yang mengalami permasalahan dengan saluran septic tank dirumah biasanya mengeluhkannya kepada bapak Odik. Bapak Odik selalu siap untuk melayani kebutuhan masyarakatnya. Jika ada kerusakan, Bapak Odik selalu mengajak masyarakat untuk memperbaikinya bersama-sama. Setiap kali akan diadakan rapat evaluasi, Bapak Odik selalu mengajak seluruh masyarakat untuk datang. Sosok Bapak Odik yang dikagumi disegani masyarakat membuat pengaruh Bapak Odik sangat kuat bagi masyarakat. Penutururan salah satu responden diketahui bahwa Bapak Odik sangat senang membantu orang lain. Perilaku baik pak Odik membuat masyarakat enggan untuk menolak permintaan Bapak Odik, begitu pula keinginan pak Odik untuk mengurus septic tank kolektif bersama-sama. Berikut penuturan TR (38) :

“..Bapak Odik sangat senang membantu warga disini. Mulai dari pembuatan KTP dan surat penting lainnya sampai masalah sengketa semua beliau bantu menyelesaikan. Masyarakat tidak bisa menolak permintaan Bapak Odik, salah satunya karena alasan tersebut. Bapak Odik itu sesepuh yang selalu kami hormati..” (TR 38)

Persepsi masyarakat atas kehadiran sosok pemimpin di Wilayah Tengah (Kampung Cilebak) hanya dirasakan oleh sebagian besar responden saja. Masih ada 25.9 persen masyarakat Kampung Cilebak yang tidak merasakan kehadiran sosok pemimpin. Hal ini dikarenakan, pengurus septic tank kolektif telah dibubarkan sejak tahun 2009. Saat ini, septic tank kolektif diurus oleh masing- masing RT, baik RT 03 maupun RT 04. Di RT 03 dipimpin langsung oleh ketua

RT Bapak Jajang, sedangkan di RT 04 dipimpin oleh Bapak Arif. Kehadiran mereka untuk mengorganisir masyarakat Cilebak memang tidak telalu dirasaka. Pasalnya, mereka tidak memiliki pengaruh yang kuat ke masyarakat Kampung Cilebak. Terlebih kondisi struktur sosial masyarakat yang tidak peduli satu sama lain. Bapak Jajang dan Bapak Arif biasanya mengkoordinir uang sumbangan dan mengajak bapak-bapak untuk turut kerja bakti.

Selain kehadiran sosok pemimpin, peran mereka untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan septic tank kolektif sangat penting. Tidak meratanya penyebaran informasi menjadi masalah utama masyarakat untuk ikut serta. Ketua kelompok berkewajiban mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk tetap aktif melanjutkan program bantuan septic tank kolektif ini. Ketua kelompok juga harus mampu menjadi teladan untuk terjun langsung dalam kelompok. Jika peranan-peranan ini dijalankan dengan baik maka akan menarik simpati masyarakat untuk turut serta. Ketua harus mampu mengorganisir segala kebutuhan masyarakat, meningkatkan motivasi masyarakat dan melanjutkan program dengan baik.

Gambar 9 Persentase responden menurut persepsi peranan pemimpin program septic tank kolektif di Kampung Dara Ulin dan Kampung Cilebak tahun 2014

Berdasarkan Gambar 9 diketahui bahwa peranan pemimpin lebih dirasakan oleh masyarakat di wilayah Hulu (Kampung Dara Ulin) dibandingkan dengan masyarakat wilayah Tengah (Kampung Cilebak). Menurut data primer diperoleh 86.7 persen masyarakat Kampung Dara Ulin merasa diajak oleh pemimpin mereka untuk ikut serta dalam kegiatan septic tank kolektif. Ajakan untuk ikut serta dalam kegiatan septic tank kolektif bukan hanya disampaikan secara kolektif melalui microphone masjid, tetapi juga secara personal. Bapak Odik langsung menemui warganya satu persatu untuk diajak rapat atau bekerja bakti. Bapak Odik menggunakan sentuhan personal tiap kali meminta kehadiran warganya. Sebanyak 93.3 persen mengetahui setiap informasi terkait septic tank kolektif ataupun kegiatan WPL lainnya. Sedangkan 6.7 persen yang lain mengaku belum pernah mendapatkan informasi apapun terkait kegiatan tersebut. Menurut penuturan salah

satu responden, mungkin saja informasi diberikan saat beliau masih ada di tempat bekerja. Bapak Odik bukan hanya memberikan informasi saja, namun juga mau terjun lansung dalam pelaksanaan program. Berikut penuturan MS (47) dan HJ (42) :

“..biasanya informasi diberikan melalui microphone masjid dan secara personal dari rumah ke rumah. Bapak Odik yang melakukannya sendiri..” (MS 47)

“..Pak Odik selalu turun langsung tiap kali ada permasalahan dengan septic tank kolektif ini..” (HJ 42)

Berdasarkan data yang sama diperoleh informasi bahwa 74,1 persen masyarakat Kampung Cilebak diajak untuk berpartisipasi. Partisipasi masyarakat Kampung Cilebak dalam kegiatan septic tank kolektif tergolong sedang. Sedikit masyarakat yang ikut aktif dalam kegiatan ini. Sebanyak 77,8 persen responden selalu mendapatkan informasi terkait kegiatan septic tank kolektif. Angka yang tidak sedikit, namun partisipasi masyarakat masih saja rendah. Hal ini dimungkinkan sulitnya waktu luang masyarakat untuk ikut dengan kegiatan lingkungan. Masyarakat lebih memilih membayar denda sebesar Rp 50.000 setiap kali bolos kerja bakti. Kepedulian masyarakat sangat rendah akan fasilitas septic tank kolektif ini. Hanya ada 77.8 persen responden yang merasa pemimpin mau turun langsung bersama-sama masyarakat untuk merawat septic tank kolektif tersebut. data tersebut menunjukkan bahwa peranan pemimpin belum maksimal di Kampung Cilebak. Peran pemimpin tidak berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat.

Hubungan (Kerjasama) Anggota Komunitas dalam Program Pengadaan Septic tank Kolektif

Hubungan baik dalam komunitas akan menciptakan sebuah keharmonisan Keharmonisan sebuah kelompok penting dalam menjaga kohesivitas komunitas. Komunitas yang penuh konflik membuat anggota kelompok tidak betah berada dalam komunitas. Atmosfer komunitas yang positif akan meningkatkan motivasi anggota komunitas untuk ikut serta dalam setiap kegiatan komunitas. Hubungan komunitas pada penelitian ini dinilai melalui persepsi anggota komunitas terkait keharmonisan, konfik, dan penyebaran informasi. Masyarakat wilayah Hulu (Kampung Dara Ulin) memiliki tingkat hubungan dalam komunitas yang tergolong tinggi. Sebanyak 96.7 persen responden di Kampung Dara Ulin memiliki tingkat hubungan dalam komunitas yang tinggi. Artinya, responden menganggap bahwa hubungan dalam komunitas mereka harmonis dan tidak ada konflik besar.

Tabel 18 Jumlah dan persentase responden menurut tingkat partisipasi dan tingkat hubungan dalam komunitas di Kampung Dara Ulin tahun 2014

Tingkat Partisipasi

Tingkat hubungan dalam komunitas

Tinggi Sedang Rendah

n % n % n %

Tinggi 20 69.0 0 0 0 0

Sedang 6 20.7 0 0 1 100

Rendah 3 10.3 0 0 0 0

Total 29 100.0 0 0 1 100

Berdasarkan Tabel 18 dapat dilihat hubungan antara tingkat hubungan dalam komunitas dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program pengadaan septic tank kolektif. Responden yang memiliki tingkat hubungan dalam komunitas tinggi dan tingkat partisipasi tinggi berjumlah 20 orang. Responden dengan tingkat hubungan dalam komunitas rendah seluruhnya memiliki tingkat pasrtisipasi sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hubungan dalam komunitas maka semakin tinggi tingkat partisipasinya. Masyarakat Kampung Dara Ulin memiliki hubungan antar masyarakat yang baik. Kuatnya rasa persaudaraan membuat masyarakat Kampung Dara Ulin gemar tolong- menolong. Pada setiap kegiatan kelompok, seluruh masyarakat dilibatkan. Tidak ada konflik yang membuat komunitas menjadi bubar. Jalinan dalam komunitas sangat harmonis, sehingga masyarakat masih mau untuk terus aktif dalam kegiatan komunitas.

Kondisi lain terjadi di Kampung Cilebak. Pengurus septic tank kolektif di Kampung Cilebak sudah dibubarkan sejak 2009. Perginya ketua kelompok ke wilayah lain serta pergantian ketua RW menjadi sebabnya. Ketua kelompok pengurus septic tank kolektif tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, sehingga program septic tank kolektif tidak berjalan dengan baik. Ketua RW saat ini tidak terlalu peduli dengan kondisi masyarakatnya. Urusan septic tank kolektif diserahkan langsung kepada RT masing-masing. Konflik juga pernah terjadi antara pengguna septic tank dan bukan pengguna. Ketika banjir, septic tank kolektif akan tergenang, air limbah pun menggenangi rumah warga yang bukan pengguna septic tank kolektif. warga sudah mengeluhkan hal tersebut, namun penanganannya masih lambat.

Konflik di dalam kelompok atau masyarakat memiliki potensi untuk merusak hubungan antar anggota. Masalah yang berlarut-larut dibiarkan akan mengurangi motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok. Berikut akan dipaparkan data mengenai responden yang memiliki masalah dengan anggota kelompok lainnya.

Gambar 10 Persentase responden menurut masalah yang dirasakan dalam kelompok di Kampung Dara Ulin dan Kampung Cilebak tahun 2014 Berdasarkan Gambar 10 terlihat bahwa masyarakat Kampung Cilebak memiliki persentase responden yang memiliki masalah lebih banyak dibandingkan masyarakat Kampung Dara Ulin. Sebanyak 18.5 persen responden mengaku memiliki masalah dengan anggota kelompok lain. Masalah ini timbul ketika saluran septic tank kolektif mengalami kerusakan yang merugikan pihak lain atau anggota masyarakat lain diluar pengguna. Data yang sama memperlihatkan bahwa sebagian besar anggota komunitas merasakan keharmonisan dalam kelompok. Masalah yang timbul dapat dengan cepat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Gambar 11 Persentase responden menurut pendapatnya dalam kelompok di Kampung Dara Ulin dan Kampung Cilebak tahun 2014

Berdasarkan Gambar 11 terlihat bahwa masih terjadi kesalahpahaman dan perbedaan pendapat dalam kelompok, baik di Kampung Dara Ulin maupun

Kampung Cilebak. Angka yang cukup tinggi terlihat pada responden di Kampung Dara Ulin. sebanyak 53.3 persen responden merasa pernah terjadi perbedaan pendapat didalam kelompok. Namun perbedaan pendapat ini tidak sampai menimbulkan konflik. Perbedaan pendapat dianggap wajar dalam setiap pencarian keputusan. Seperti yang dituturkan oleh bapak OS (62 tahun) :

“..perbedaan pendapat itu hal yang sangat wajar terjadi. Terkadang kita sulit menyatukan semua keinginan anggota, untuk itu harus bisa diambil keputusan yang tidak merugikan untuk pihak tertentu..” (OS 62)

Interaksi kelompok yang kuat sampai saat ini membuat masalah septic tank kolektif di wilayah Hulu cenderung lebih cepat selesai. Interaksi antar anggota kelompok masih kuat. Sebaliknya, di wilayah Tengah justru interaksi antar anggota dapat tergolong rendah.

Gambar 12 Persentase responden menurut tingkat interaksi antar anggota di Kampung Dara Ulin dan Kampung Cilebak tahun 2014

Berdasarkan Gambar 12 terlihat bahwa 96.3 persen responden di Kampung Cilebak memiliki tingkat interaksi rendah. Responden di Kampung Dara Ulin memiliki tingkat interaksi tinggi sebanyak 53.3 persen. Data ini menunjukkan bahwa tingkat interaksi di Kampung Cilebak lebih rendah dibandingkan dengan interaksi masyarakat Kampung Dara Ulin. Hasil uji pengaruh menggunakan uji regresi linier, faktor interaksi antar anggota tidak memiliki pengaruh nyata terhadap tngkat partisipasi. Faktor hubungan dalam kelompok hanya berpengaruh dan berhubungan positif terhadap tingkat partisipasi pada wilayah Hulu (Kampung Dara Ulin).

Hubungan Tingkat Keteladanan Pemimpin dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Pengadaan Septic tank Kolektif

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan teladan baik bagi masyarakat sekitarnya. Begitu pula dengan pemimpin kelompok. Keteladanan pemimpin dinilai dari kemampuan pemimpin dapat merubah perilaku anggotanya kearah yang lebih baik. Pemimpin yang aktif akan mampu membawa masyarakat juga aktif turut serta. Masyarakat Kampung Dara Ulin memiliki sosok pemimpin yang mampu menggerakkan mereka untuk turut aktif. Lain halnya dengan masyarakat Kampung Cilebak yang tidak memiliki sosok pemimpin lokal seperti itu. Masyarakat Kampung Cilebak memiliki Bapak Jajang dan Bapak Arif yang masih mau mengurusi keperluan dari anggota kelompok, namun tidak sekuat pengaruh Bapak Odik di Kampung Dara Ulin. Sehingga, sosok pemimpin di Kampung Cilebak belum memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat.

Tabel 19 Jumlah dan persentase responden menurut tingkat partisipasi masyarakat dan tingkat keteladanan pemimpin di Kampung Dara Ulin tahun 2014

Tingkat Partisipasi

Tingkat keteladanan pemimpin

Tinggi Sedang Rendah

n % n % n %

Tinggi 19 86.4 1 25 1 33.3

Sedang 2 9.1 3 75 0 0

Rendah 1 2.5 0 0 2 66.7

Total 22 100.0 4 100 3 100.0

Berdasarkan Tabel 19 terlihat bahwa terdapat hubungan antara tingkat keteladanan pemimpin dengan tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Dara Ulin. Responden dengan tingkat keteladanan tinggi 86.4 persennya memiliki tingkat partisipasi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh Bapak Odik dalam memberikan motivasi bagi anggota kelompok sangat berhasil. Bapak Odik adalah sosok yang dikagumi masyarakat. Bapak Odik selalu mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan septic tank kolektif. Keaktifan Bapak Odik untuk mengurus keperluan masyarakat membuat masyarakat sadar turut serta. Ajakan serta perintah Bapak Odik tidak bisa ditolak. Bukan karena adanya hukuman, namun kharisma Bapak Odik yang kuat. Responden dengan tingkat keteladanan pemimpin rendah 66.7 persennya memiliki partisipasi rendah. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi keteladanan pemimpin maka tingkat partisipasi akan meningkat. Berikut penuturan IP (42) :

“..kalau bapak Odik yang mengajak, saya tidak bisa menolak..”(IP42)

Sama halnya dengan faktor keteladanan pemimpin juga tidak memiliki pengaruh bagi tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Cilebak. Bubarnya kepengurusan septic tank kolektif membuat masyarakat tidak memiliki sosok pemimpin layaknya Bapak Odik. Selain itu, tidak ada wadah bagi masyarakat

untuk ikut aktif dalam kegiatan septic tank kolektif ini. Analisis ini memperlihatkan pengaruh pemimpin kharismatik atau pemimpin lokal sangat kuat bagi meningkatnya partisipasi masyarakat.

Ikhtisar

Faktor-faktor eksternal (komunitas) memiliki pengaruh dan hubungan terhadap tingkat partisipasi. Hasil uji regresi linier dengan alpha 0.1 menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal hanya memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Dara Ulin. Faktor-faktor eksternal yang memiliki pengaruh antara lain peran pemimpin, hubungan dalam komunitas dan keteladanan pemimpin. Ada satu faktor yaitu interaksi antar anggota yang tidak memiliki pengaruh di kedua wilayah penelitian.

Pada wilayah Hulu (Kampung Dara Ulin) faktor peran pemimpin, hubungan dalam komunitas dan keteladanan pemimpin memiliki hubungan terhadap tingkat partisipasi. Semakin tinggi faktor-faktor eksternal tersebut maka semakin tinggi tingkat partisipasinya, sedangkan di Kampung Cilebak tidak ada faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi. Hal ini dikarenakan tidak adanya kepengurusan dari septic tank kolektif di Kampung Cilebak. Masyarakat.

PENUTUP

Kesimpulan

Tingkat partisipasi merupakan ukuran keterlibatan masyarakat dalam suatu program atau kegiatan. Masyarakat sebagai stakeholder penting memiliki kontribusi besar dalam pengelolaan dan keberlanjutan program tersebut. Kontribusi masyarakat dalam pengadaan septic tank kolektif di Kampung Dara Ulin dan Cilebak berupa sumbangan tenaga, uang, bahan material sampai dengan ide bagi berjalannya program. Tingkat partisipasi masyarakat dalam program pengadaan septic tank kolektif di dua sektor wilayah DAS Citarum memiliki kategori yang berbeda.

Wilayah Hulu (Kampung Dara Ulin) memiliki tingkat partisipasi yang tinggi. Sebanyak 66.7 persen responden di Kampung Dara Ulin memiliki tingkat partisipasi tinggi. Responden di Kampung Dara Ulin 23.3 persen memiliki tingkat partisipasi sedang dan 10 persen memiliki tingkat partisipasi rendah. Masyarakat Kampung Dara Ulin memiliki tingkat partisipasi tinggi dalam setiap tahapan partisipasi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi monitoring. Masyarakat Kampung Dara Ulin sebagian besar sering menghadiri rapat, kerja bakti dan pengawasan fasilitas septic tank kolektif. Masyarakat seringkali memberikan ide-ide untuk kemajuan program septic tank kolektif. Setiap masyarakat Kampung Dara Ulin diberikan kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Wilayah tengah (Kampung Cilebak) memiliki tingkat partisipasi dengan kategori sedang dalam program yang sama. Sebanyak 55.5 persen responden memiliki tingkat partisipasi sedang. Responden dengan tingkat partisipasi tinggi hanya 14.8 persen dan rendah 29.6 persen. Kehadiran dari masyarakat dalam rapat masih jarang, bahkan banyak yang tidak pernah hadir. Kebanyakan pengguna septic tank kolektif hanya menikmati hasil dan melakukan pemeliharaan fasilitas septic tank kolektif tersebut. bentuk sumbangan dalam pemeliharaan fasilitas septic tank kolektif adalah uang dan bahan material. Bantuan tenaga jarang diberikan oleh masyarakat. masyarakat pun tidak bisa memberikan ide atau masukan bagi keberlanjutan program dikarenakan tidak adanya wadah yang menampung itu. Dibubarkannya pengurus septic tank kolektif juga memberikan dampak bagi antusiasme masyarakat dalam kegiatan WPL.

Faktor-faktor internal atau karakteristik individu memiliki hubungan terhadap tingkat partisipasi. Faktor internal yang berpengaruh dan memberikan hubungan di tiap sektor berbeda. Pada wilayah Hulu, faktor internal yang berpengaruh terhadap tingkat partisipasi masyarakat yaitu lama bergabung dalam komunitas dan jenis kelamin. Semakin tinggi lama bergabung dalam komunitas maka seseorang akan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi. Jenis kelamin menentukan tingkat partisipasi ditandai dengan partisipan laki-laki cenderung lebih tinggi tingkat partisipasinya. Hal ini dikarenakan partisipan laku-laki memberikan lebih banyak kontribusi dibandingkan perempuan. Pada wilayah Tengah (Kampung Cilebak), faktor internal yang memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi antara lain, usia, tingkat pendidikan dan lama bergabung dalam

komunitas. Faktor usia memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi. Responden dengan usia produktif memiliki tingkat partisipasi yang lebih rendah dibandingkan dengan usia kurang produktif dan tidak produktif. Pada usia produktif masyarakat cenderung sibuk dan tidak memiliki waktu mengikuti