• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DRIVING FORCE , PRESSURE , STATE , IMPACT , DAN

SUNGAI 10. SUNGAI KALI KUNING

C. Kualitas Udara

3. Kondisi (State) Kualitas Udara

Kualitas Udara

Setiap tahun, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman melakukan pengujian kualitas udara ambien. Pemantauan dan pengujian kualitas udara ambien mulai tahun 2017 dilakukan bekerjasama dengan Balai pengujian, Informasi Permukiman dan Bangunan dan Pengembangan Jasa Konstruksi (Balai PIPBPJK). Untuk tahun 2019 ini menggunakan metode passive sampler dengan lokasi pengambilan sampel udara ambien pada 4 titik pantau padat lalu lintas dan fasilitas umum, yaitu:

1. Terminal Condong Catur, Jl. Anggajaya 1 Gejayan, Condongcatur, Kec. Depok

2. PT Weska Pusaka Kusuma, Jl. Magelang KM. 16 Kemloko Catur.

3. Perumahan Sleman Permai 1, Tridadi , Sleman

4. Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Drono Tridadi

Pengukuran pada setiap titik tersebut dilakukan berkala sebanyak masing-masing 4 kali pengukuran sepanjang tahun 2019. Dua sampel dilakukan oleh DLH Sleman dan 2 sampel lain oleh KLHK. Pengukuran dilakukan pada 23 April - 6 Mei, 2 - 15 Juli, 6 - 19 Agustus, dan 8 - 21 Oktober. Sampling dilakukan selama 14 hari pada masing-masing titik lokasi. Parameter yang diuji meliputi Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2) (Lampiran Tabel 37). Baku mutunya untuk waktu pengukuran tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 153 Tahun 2002. Dari hasil pemantauan dan pengujian kualitas udara pada 2 parameter tersebut, SO2, dan NO2 didapatkan bahwa nilainya masih di jauh bawah nilai ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan tersebut.

Tabel II-16 Hasil Pengujian Kadar Sulfur Dioksida di 4 lokasi

No Lokasi Sulfur Dioksida (SO2) (µ/m3)

II-126 2 PT Weska Pusaka Kusuma,

Jl. Magelang KM. 16 Kemloko Catur.

19,60 5,20 21,34 14,15

3 Perumahan Sleman Permai

1, Tridadi , Sleman < 2,57 43,95 4,93 < 2,57 4 Dinas Perhubungan

Kabupaten Sleman, Drono Tridadi

< 2,57 < 2,57 6,28 < 2,57

Sumber : DLH Kabupaten Sleman, 2019

Tabel II-17 Hasil Pengujian Kadar Nitrogen Dioksida di 4 lokasi No Lokasi Nitrogen Dioksida (NO2) (µ/m3)

Sumber : DLH Kabupaten Sleman, 2019

II-127

Grafik II-33 Pola perubahan kadar Nitrogen Dioksida tahun 2019 Sumber : DLH Kabupaten Sleman, 2019

Grafik II-34 Pola perubahan kadar Nitrogen Dioksida tahun 2019 Sumber : DLH Kabupaten Sleman, 2019

II-128

Adapun hasil pemeriksaan kualitas udara pada tahun 2019 yang dilakukan pada 4 titik lokasi tersebut dapat diperoleh gambaran sebagai berikut :

a. Terminal Condong Catur, Jl. Anggajaya 1 Gejayan, Condongcatur, Kec.

Depok

Rerata kadar Sulfur Dioksida (SO2) di lokasi ini adalah 9,59 µ/m3. Masih jauh dibawah baku mutu sebesar 900 µ/m3 untuk pengukuran 1 jam.

Namun demikian ada pola naik dan turun pada waktu pengukuran yang berbeda. Kadar tertinggi di lokasi ini adalah pada pengukuran di bulan Agustus – September, yaitu 13,11 µ/m3, yaitu pad apuncak musim kemarau dengan curah hujan yang kecil.

Pada pengukuran Nitrogen Dioksida (NO2), nilai rerata yang diperoleh adalah 25,75 µ/m3, dimana nilai tersebut juga masih jauh lebih rendah dari baku mutu Nitrogen Dioksida yang sebesar 400 µ/m3. Kadar teringgi adalah pada di bulan Juli yaitu 48,20 µ/m3 yang menjadi kadar Nitrogen Dioksida tertinggi pada kajian ini.

b. PT Weska Pusaka Kusuma, Jl. Magelang KM. 16 Kemloko Catur

Rerata kadar Sulfur Dioksida (SO2) di lokasi ini adalah 15,07 µ/m3, jauh dibawah baku mutu. Puncak tertinggi kadar SO2 terjadi di bulan Agustus – September sebesar 21,34 µ/m3 dan yang terrencah pada bulan Juli sebesar 5,20 µ/m3, keduanya terjadi pada musim kemarau dengan curah hujan yang kecil.

Pada pengukuran Nitrogen Dioksida (NO2), nilai rerata yang diperoleh adalah 22,29 µ/m3, dimana nilai tersebut juga masih jauh lebih rendah dari baku mutu Nitrogen Dioksida yang sebesar 400 µ/m3. Kadar teringgi adalah pada di bulan Mei - Juni yaitu 27,90 µ/m3.

c. Perumahan Sleman Permai 1, Tridadi , Sleman

Rerata kadar Sulfur Dioksida (SO2) di lokasi ini adalah 13,51 µ/m3, jauh dibawah baku mutu. Puncak tertinggi kadar SO2 dilokasi ini terjadi di bulan Juli sebesar 43,95 µ/m3 yang merupakan nilai kadar SO2 tertinggi

II-129

pada kajian ini. Sedangkan nilai SO2 terrencah pada bulan Oktober sebesar < 2,57 µ/m3, keduanya terjadi pada awal musim penghujan.

Pada pengukuran Nitrogen Dioksida (NO2), nilai rerata yang diperoleh adalah 15,96 µ/m3, dimana nilai tersebut masih dibawah baku mutu Nitrogen Dioksida yang sebesar 400 µ/m3. Kadar teringgi adalah pada di bulan Juli yaitu 27,90 µ/m3 dan yang terrendah pada bulan Oktober sebesar 8,90 µ/m3.

d. Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Drono Tridadi

Rerata kadar Sulfur Dioksida (SO2) di lokasi ini adalah 3,50 µ/m3, jauh dibawah baku mutu. Puncak tertinggi kadar SO2 dilokasi ini terjadi di bulan Agustus -September sebesar 6,28 µ/m3. Sedangkan nilai SO2

terrencah pada bulan Mei – Juni, Juli dan Oktober sebesar < 2,57 µ/m3. Lokasi ini secara umum memiliki kadar Sulfur Dioksida yang paling rendah.

Pada pengukuran Nitrogen Dioksida (NO2), lokasi ini juga memiliki nilai rerata yang paling rendah, yaitu 14,80 µ/m3. Kadar teringgi adalah pada di bulan Juli yaitu 22,90 µ/m3 dan3yang terrendah pada bulan Agustus - September sebesar 10,60 µ/m3.

Hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada tahun 2019 yang didasarkan pada 2 parameter yaitu SO2, dan NO2 sebagai berikut tabel di bawah ini.

II-130

Tabel II-18 Penghitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk Parameter Sulfur Dioksida

No Lokasi ISPU Sulfur Dioksida

23 April

3 Perumahan Sleman Permai 1,

Tridadi , Sleman 2 27 3 2

4 Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Drono Tridadi

2 2 4 2

Sumber : DLH Kabupaten Sleman 2019

Tabel II-19 Penghitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk Parameter Nitrogen Dioksida

No Lokasi ISPU Nitrogen Dioksida

23 April

3 Perumahan Sleman Permai 1,

Tridadi , Sleman 3 4 3 2

4 Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Drono Tridadi

2 4 2 2

Sumber : DLH Kabupaten Sleman 2019

Hasil perhitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terhadap hasil pengujian udara ambien di jalan raya pada 4 lokasi untuk parameter SO2 dan NO2 keseluruhannya menunjukkan masih baik atau warna hijau.

II-131

Gambar II-25 Peta lokasi sampel kualitas udara Sumber : DLH Kabupaten Sleman, 2019

Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (IKU) ada kecenderungan penurunan kualitas udara di Kabupaten Sleman dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. IKU dihitung berdasarkan lima pencemar utama yaitu ozon, partikel, karbon monoksida (CO), sulfurdioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Namun pada saat pengukuran ini penghitungan IKU baru menggunakan dua parameter yaitu NO2 dan SO2. Parameter NO2 mewakili emisi kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin, dan SO2

mewakili emisi dari industri dan kendaraan diesel yang menggunakan bahan bakar solar serta bahan bakar yang mengandung sulfur lainnya. Nilai IKU di Kabupaten Sleman pada 4 tahun berturut turut mengalami penurunan dimana pada tahun 2016 sebesar 87,07, tahun 2017 sebesar 81,11, tahun 2018 sebesar 78,73, dan tahun 2019 sebesar 77,46.

II-132

Grafik II-35 Grafik Nilai Indeks Kualitas Udara

Nilai IKU di Kabupaten Sleman masih masuk kategori cukup baik, namun kondisi ini tetap perlu mendapatkan perhatian karena kualitasnya semakin menurun yang diduga akibat banyaknya sumber emisi udara baik dari kendaraan bermotor maupun emisi dari kegiatan utilitas seperti genset dan boiler yang menunjang usaha/kegiatan.