ANALISIS DRIVING FORCE , PRESSURE , STATE , IMPACT , DAN
SUNGAI 10. SUNGAI KALI KUNING
C. Kualitas Udara
4. Pengaruh ( Impact ) Kondisi Kualitas Udara
Pencemaran Udara
Udara yang kualitasnya buruk dapat menghambat pengikatan oksigen dalam darah, dan beberapa unsur tidak dapat diproses oleh organ-organ dalam tubuh. Akibatnya akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan baik yang sifatnya sementara maupun menahun.
Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan dapat dibedakan atas dampak sementara, dampak menetap, dan dampak mematikan.
Dampak sementara adalah dampak pencemaran udara yang bersifat sementara terhadap kesehatan, artinya, dampak tersebut dapat segera hilang jika kontak antara seseorang dengan zat pencemar tersebut dihentikan. Dampak inipun kadang-kadang tidak segera hilang melainkan memerlukan waktu untuk pemulihan atau penyembuhan. Dampak pencemaran udara sementara, contohnya antara lain: batuk, tenggorokan
87,07
II-133
gatal, memicu penyakit infeksi (bronkitis dan sinusitis, mata perih, kepala pusing).
Dampak menetap adalah dampak pencemaran udara yang bersifat menetap atau akumulatif (penimbunan). Dampak menetap menyebabkan kondisi kesehatan tidak dapat dikembalikan ke kondisi semula seperti sebelum terjadi pajanan oleh zat pencemar. Dampak pencemaran udara menetap, contohnya: penyempitan saluran pernafasan (obstruksi), kerusakan paru-paru menetap, tekanan darah tinggi, gangguan perkembangan otak, menurunnya tingkat intelejensia (IQ) pada anak-anak, dan kanker paru.
Dampak akut mematikan adalah dampak yang ditimbulkan oleh zat-zat pencemar tertentu dan pada kadar cukup tinggi sehingga menimbulkan kematian. Contohnya gas karbon monoksida (CO) dan hidrogen sulfida (H2S).
Secara ringkas sifat-sifat dan dampak pencemaran udara dari kendaraan bermotor adalah sebagai berikut:
a. Hydro Carbon (HC), yaitu uap organik yang keluar akibat dari tidak terbakarnya sebagian bahan bakar. HC berbau dan mudah menguap. Jika HC bereaksi dengan NOx dengan bantuan sinar matahari dapat membentuk senyawa oksidan yaitu ozon. Ozon di lapisan troposfer dapat menimbulkan gangguan iritasi mata, pusing kepala, penyakit saluran pernafasan atas, dan memicu serangan asma. Sedangkan HC aromatik dan senyawa turunannya seperti aldehida bersifat karsinogenik.
b. Karbon Monoksida (CO), yaitu gas tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mudah larut dalam air, yang keluar sebagai hasil dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna. CO dalam udara jika diberikan api akan terbakar dengan mengeluarkan asap biru dan menjadi CO2. CO memliki afinitas dengan hemoglobin 200 kali lebih tinggi daripada oksigen dengan hemoglobin, sehingga pengaliran oksigen dalam darah terhalang. Pada konsentrasi tinggi, CO dapat
II-134
menyebabkan seseorang (terutama yang jantungnya lemah) mengalami kekurangan oksigen dalam darah sehingga akan timbul sakit kepala berat, kesulitan bernafas, kejang-kejang yang selanjutnya akan mengalami pingsan dan kematian. Sedangkan gangguan ringan CO dapat berupa sakit kepala, lesu, dan kurang nafsu makan. Gas CO tidak bersifat kumulatif dan dalam tempo jam dapat disirkulasikan keluar tubuh.
c. Nitogen Oksida (NOx), yaitu gas yang keluar sebagai hasil dari pembakaran bahan bakar dengan udara pada suhu tinggi. NOx tidak berwarna, tidak berbau dan sukar larut dalam air. NOx sering dikaitkan dengan penyebab timbulnya infeksi saluran pernafasan, batuk-batuk dan gangguan fungsi paru-paru. Di udara dapat berubah menjadi NO2 yang berwarna kemerahan, sedikit berbau dan mudah larut dalam air menjadi asam nitrat atau nitrit. Akibat proses photolitik NO2 dapat terurai menjadi NO dan O. O yang terbentuk akan berikatan dengan O2 menjadi O3 (ozon). Oleh karena itu ozon adalah polutan sekunder, yang juga dapat mengiritasi paru-paru.
d. Sulfur Oksida (SOx), yaitu gas yang keluar sebagai pembakaran bahan bakar solar yang mengandung sulfur. Sulfut trioksida jika berikatan dengan uap air akan menjadi H2SO4, sehingga bersifat korosif terhadap metal dan dapat menimbulkan hujan asam. Sox merupakan penyebab timbulnya iritasi tenggorokan yang selanjutnya jika terpajan dalam periode lama akan menyebabkan bronchitis. Sox kemungkinan bersifat karsinogenik terutama partikel sulfur yang berukuran sangat halus (2,5 mikron).
e. Partikulat, yaitu partikel halus dari kotoran dan uap air yang mengendap di dalam filter yang ikut terbuang melalui knalpot.
Partikulat dapat menimbulkan flek hitam pada paru-paru sehingga mengganggu fungsinya. Partikulat bersifat toksis karena terbentuk dari zat atau unsur yang berbahaya.
II-135
f. Timbal (Pb), yaitu partikel halus yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar bensin yang mengandung timbal. Pb berbau dan bersifat korosif. Pb adalah neurotoksin (racun penyerang syaraf) yang bersifat kumulatif yang dapat merusak perkembangan otak pada anak-anak. Pb dapat masuk ke dalam tubuh manusia baik melalui pernafasan maupun pencernaan. Beberapa studi mengungkapkan bahwa dampak Pb yang cukup signifikan adalah penurunan tingkat intelejensia (IQ) anak. Pada orang dewasa, Pb menyebabkan peningkatan tekanan darah, gangguan fungsi reproduksi pada laki-laki, dan serangan jantung.
Kegiatan pembangunan dalam sektor perhubungan, menunjukkan adanya proses percepatan, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Sleman saat ini terus bertambah seiring dengan tingkat kebutuhan pada sektor ekonomi namun mengalami stagnan. Pertambahan jumlah kendaraan yang pesat, khususnya di tempat-tempat yang padat permukiman, kenyataannya tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas jalan sehingga selain menimbulkan implikasi langsung berupa kemacetan juga menimbulkan implikasi tidak langsung berupa kompleksitas akumulasi gas buang kendaraan yang menyebabkan kualitas udara semakin memburuk.
Kemacetan Lalu lintas
Kemacetan lalu lintas menimbul dampak negatif pada lebih lambatnya waktu tempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini menyebabkan adanya waktu yang hilang karena harus dihabiskan diperjalanan. Waktu tempuh yang lebih lama menimbulkan kerugian bagi pengendara, seperti harus mengalami terlambat masuk ke kantor/sekolah, berkurangnya penghasilan, menimbulkan kelelahan, kesal, dan lain-lain.
Kondisi seperti ini menimbulkan efek kerugian ekonomi bagi yang mengalami kemacetan. Selain dampak ekonomi, kemacetan lalu lintas juga menimbulkan dampak sosial bagi pengendara.
II-136
Ketika arus lalu lintas padat maka terjadilah kemacetan lalu lintas.
Dalam kondisi lalu lintas macet, pembakaran bahan bakar (bensin, solar) pada mesin kendaraan bermotor tetap berlangsung, Pada proses pembakaran ini maka akan dikeluarkan senyawa-senyawa seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, belerang oksida, partikel padatan dan senyawa-senyawa fosfor timbal. Senyawa ini selalu terdapat dalam bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
Pembakaran bensin maupun solar akan lebih efisien jika mobil atau motor dilarikan dengan kecepatan yang konstan, dan mengurangi frekuensi pengereman dan menstarter. Sebaliknya dalam kondisi jalanan macet maka pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor tidak akan efisien lagi dan tidak sempurna, pada saat itu yang terjadi adanya pengumpulan senyawa-senyawa yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor pada satu tempat.
Konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih boros. Hal tersebut terlihat bagaimana kepulan asap hitam kendaraan bermotor terutama kendaraan jenis truk atau bis yang menggunakan bahan bakar solar, yang dapat mengakibatkan sesak nafas dan mata menjadi pedih.
Pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor yang tidak efisien atau boros dan tidak sempurna akan menghasilkan banyak bahan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pencemaran. Akibatnya udara menjadi tercemar sementara itu dalam proses pembakaran banyak digunakan oksigen, pada pembakaran yang sempurna memakan jumlah oksigen yang memadai dan komposisi bahan bakar yang cocok dan hanya mengeluarkan karbondioksida sedangkan pada pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan bahan pencemar misalnya jelaga dan karbon monoksida.
Kemacetan yang berlangsung lama menimbulkan pemborosan masal, karena kerugian ekonomi di berbagai aspek, mulai dari waktu kerja produktif yang berkurang, kesehatan menurun, waktu tempuh pengantaran barnag menjadi lebih lama dan lain-lain.
Sudah disampaikan bahwa sesak nafas dan mata perih akibat asap hitam yang keluar dari kendaraan merupakan dampak kesehatan yang
II-137
langsung diterima oleh pengguna jalan pada saat kemacetan lalu lintas terjadi. Ada beberapa penyakit lain yang juga dapat timbul sebagai dampak negatif dari kemacetan, meskipun tidak timbul secara langsung saat terjadi kemacetan, yaitu:
1. Stress
Gangguan kesehatan utama yang disebabkan oleh kemacetan adalah stress. Bila kemacetan telah menjadi sesuatu yang terjadi secara terus menerus dan harus dialami setiap kali bepergian, maka stress yang dialami pun menjadi berkepanjangan. Stress yang terus menerus ini akan berpengaruh banyak terhadap kesehatan organ tubuh dan tidak jarang pula berbagai penyakit muncul diakibatkan oleh stress yang berkepanjangan.
2. Nyeri Sendi dan Punggung
Nyeri sendi dan nyeri punggung dapat terjadi akibat terjebak kemacetan. Saat terjebak macet, tubuh terpaksa harus berada di satu posisi dalam waktu lama sehingga akan menimbulkan nyeri sendi. Belum lagi kaki yang harus selalu siaga menginjak pedal gas, rem dan kopling, mengakibatkan sendi kaki utamanya akan terasa nyeri saat terjebak macet. Punggung pun akan terasa nyeri karena harus berada dalam posisi yang tetap selama jangka waktu yang lama.
3. Gangguan pernafasan
Akibat kemacetan yang terjadi setiap hari dalam jangka waktu bertahun-tahun akan berdampak buruk terhadap saluran pernafasan. Meskipun mungkin menaiki mobil dan tidak banyak terpapar udara luar, namun tetap saja mobil tidak kedap udara sehingga kita pun tetap akan menghirup berbagai gas beracun dari kendaraan.
4. Jantung dan hipertensi
Stress yang kita alami saat terjebak macet, juga berdampak buruk terhadap jantung dan tekanan darah kita. Saat terjebak macet, terutama saat kemacetan tersebut membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama, dapat membuat kita stress yang berarti jantung akan berdetak
II-138
lebih kencang dan tekanan darah kita akan meningkat. Mungkin bagi yang masih muda dan tidak mengidap hipertensi, peningkatan detak jantung ini tidak menjadi masalah, tetapi yang sudah menginjak usia paruh baya, detak jantung yang terlalu kencang dapat berakibat fatal pada tubuh.
5. Diabetes
Berada di jalan selama berjam-jam dapat meningkatkan kadar gula darah. Terjebak macet dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes, apalagi bila sambil mengonsumsi camilan manis selama di dalam kendaraan. Sebaiknya perbanyaklah minum air putih dan pilih camilan sehat, seperti buah atau yoghurt, untuk menemani perjalanan.
Pada kendaraan yang melintas dengan cepat, tidak seluruh berat kendaraan menekan pada jalan, namun kendaraan yang melintas dengan perlahan menyebabkan beban berat kendaraan yang menekan jalan menjadi lebih tinggi. Jalan yang menerima beban yang lebih besar tentu saja akan berpeluang menjadi rusak lebih cepat. Pada jalan-jalan protokol yang dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar, pada ruas disekitar perempatan dibuat dengan lebih kokoh agar dapat menahan beban lebih berat. Ini disebabkan agar lebih kuat dalam menahan berat kendaraan.
Pada ruas jalan persimpangan, umumnya kendaraan akan menurunkan kecepatannya, baik karena agar lebih mudah membelok, menjaga keamanan atau karena harus berhenti akibat rambu lalu lintas. Kecepatan kendaraan yang melambat ini dipersimpangan ini diantisipai dengan membangun jalan yang kekuatannya lebih tinggi daripada di ruas jalan yang lain.