• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSULTASI ELEKTRONIK (E-CONSELOR) 1. Problematika Konsultasi

Suatu bagian dari poses belajar mengajar adalah konsultasi, karena peran pendidik bukan hanya sekedar memperkenalkan ilmu dan membimbing adlam pengerjaan tugas bagi anak didik, melainkan juga menjadi pendamping dalam memahami fenomena yang dihadapinya. Meskipun kadangkala fenomena tersebut sama sekali berbeda dengan ilmu yang sedang dipelajari, biasanya peserta idik sangat membutuhkan pendampingan secara khusus.

Namun kebutuhan pendampingan ini seringkali menimbulkan problematika tersendiri, karena dorongan kebutuhan ini terjadi tidak menentu. Alias tidak terjadwal. Hal itu dapat muncul seecara tiba-tiba, sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik.

Konsultasi merupakan suatu layanan yang disadari sebagai kebutuhan yang penting dalam suatu rangkaian proses belajar mengajar. Namun layanan inii juga sering menimbulkan dilema tersendiri.

Bukan rahasia lagi, bilamana peserta didik yang membutuhkan konsultasi harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian tentang kehadiran pendidik. Sementara itu, bila sudah bertemu dengan pendidik, sering kali pendidik dalam keadaaan tidak siap untuk menjadi konsultan karena situasi dan kondisi dirinya. Namun kejadian demikian juga sering terjadi, ketika pendidik sudah mempersiapkan diri sebagai konsultan, tidak ada peserta didik yang membutuhkannya. Masing-masing terjebak dalam masalah.

Semua layanan konsultasi ingin dijadikan seebagai faslitas unggulan. Namun di pihak lain justru sering menjadi sumber kekecewaan dan keterikatan tanpa kepastian yang tentunya akan menjemukan.

Internet 63

2. Teknologi sebagai Solusi

Sadar akan adanya problematika yang tidak jelas ujung dan pangkalnya, para ahli tidak henti-hentinya mencari terobosan melalui brbagai riset dan pengeembangan teknologi hingga akhirnya tercipta teknologi seperti yang telah berada di tengah-tengah masyarakat dewasa ini, yaitu teknologi informasi.

Teknologi tersebut selain memberikan fasilitas komputasi, juga memiliki fasilitas komunikasi. Teknologi ini nampaknya dapat diandalkan sebagai alternatif solusi ddalam penyediaan fasilitas konsultasi.

Melalui teknologi informasi dewasa ini, sebut saja Internet, antara pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi tanpa batas “waktu”, “tempat”, dan situasi. Mereka tidak perlu mencari aktu atau bertemu secara fisik. Cukup sering berkirim e-mail atau kalau dimungkinkan melakukan chatting.

3. Manfaat Konsultasi

Melalu penggunaan teknologi tersebut, masyarakat akademis apat menghemat waktu untuk membuat janji, menunggu waktu ptemuan dan biaya lain yang harus dikeluarkan berkaitan dengan pertemuan tersebut. Di damping itu, untukm melakukan konsultasi, peserta didik tidak perlu antri di ruang tunggu. Mereka dapat mengungkapkan problemnya secara serentak melalui e-mail.

Peserta didik memiliki kesempatan untuk menyajikan fenomena yang dihadapinya secara rinci, sementara pendidik memiliki waktu yang cukup untuk berpikir dan merumuskan jawaban yang bijak dan obyektif.

Selain itu suasana psikologis pertemuan tentunya juga berbeda. Dalam tatap muka, ada kemungkinan bahwa peserta didik atau pendidik kurang punya kesempatan dalam merumuskan kalimat untuk mengungkapkan maksud yang sebenarnya, sehingga salah persepsi sering terjadi.

4. Konsultasi Elektronis

Konsultasi elektronik ini tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jadi peserta didik dapat secara leluasa mengungkapkan problem-problemnya tanpa batasan jam kerja atau tempat konsultasi. Tanpa harus bertemu secaa langsung dengan

Internet 64

Teknologi Informasi dlm BK / Bimbingan dan Konseling FKIP – UPS Tegal

pendidik, peserta didik dapat mengungkapkan problem dirinya. Konsultasi ini dapat didokumentasikan sehingga kelak kemudian hari dapat dipelajari kembali. Selain itu, privasi dapat terjamin, karena hanya pendidik yanag memilikii password tersebut yang dapat membuka “kotak” e-mailnya.

Sementara itu pendidik tidak terikat secara khusus untuk menunggu adanya konsultasi. Aktivitas pendidik menjadi fleksibel dan diharapkan menjadi lebih produktif ddalam proses pengembangan ilmu.

Teknologi informasi seperti yang diungkapkan di atas menjanjikan solusi yang menarik. Namun tentu saja memiliki tuntutan tersendiri untuk sampai pada taraf tersebut. Tuntutan hardware dan software jelas tidak terelakkan lagi, tetapi yang lbih penting adalah faktor SDM-nya, baik para pendidik maupun peserta didik. Sejauh mana mereka memiliki ketrampilan untuk mengoperasikan teknologi tersebut.

Di samping itu, kehadiran teknologi ini juga membawa konsekuensi baru, yaitu pergeseran pola konsultasi tradisional menuju eklektronis. Pergeseran budaya ini tentunya membawa akibat tersendiri. Oleh karena itu muncullah tuntutan baru bagi setiap SDM dimana harus memiliki kemampuan adaptasi yang ceepat dari pendidik yang bertindak sebagai konsultan.

5. e-Mail Sarana Efektif Konsultasi Elektronik

Melalui e-mail, para pemakai dapat mengirim berita, gambar, atau data kepada rekannya atau menjawab surat-surat yang ditujukan kepadanya. Disamping itu, melalui e-mail ini paa pemakai dapat mengirim file sebagai bagian atau lampiran dari surat yang disusunnya. Melalui e-mail ini pula para para pemakai dapat berlangganan berita kepada grup diskusi yang diminati (mailing list).

E-mail ini cukup mudah untuk dioperasikan sehingga ceat populer sejak diperkenalkan kepada publik. Para pemakai baik dari kalangan pebisnis, pelajar dan mahasiswa, para profesional hingga ibu rumah tangga dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan.

Internet 65

6. Keuntungan dan Kelebihan Konsultasi lewat e-Mail

e-Mail memberikan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan konsultasi biasa, antara lain :

ƒ Lewat e-mail, waktu dan tempat konsultasi tidak terbatas sehingga konsultasi lewat e-mail sangat fleksibel untuk dilakukan oleh civitas akademika.

ƒ Privasi terjamin, kareena “kotak pos” dari alamat surat dilindungi dengan password sehingga surat tidak dapat dibuka oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

ƒ Konsultasi lewat e-mail juga dapat didokumentasikan dengan baik, apalagi jika menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan penjelasan yanag penting misalnya untuk skripsi atau pennulisan karya ilmiah lainnya.

Meskipun e-Mail memberikan sejumlah keuntungan, namun ada sejumlah kekurangan, antara lain :

ƒ Kesalahan tulis alamat walaupun sedikit saja, menjadikan e-Mail tidak sampai ke tujuan. Hal ini berbeda, jika surat dikirim oleh tukang pos, dimana debagian beesar dari mereka sudah menghapal rumah orang-orang tertentu, sehingga jika terjadi kesalahan tulis seperti nomor rumah, surat dimungkinkana tetap sampai ke tempat tujuan. Oleh karena itu, bila materi konsultasi sangat penting, jangan sampai salah kirim.

ƒ Kegagalan e-Mail sampai ke tujuan juga dapat disebabkan oleh padatnya lalu lintas di jaringan Internet, sehingga dibutuhkan pengiriman ulang. Di samping itu, e-Mail juga dapat hilang kareena peenyedia layanan Internet dengan terpaksa menghilangkan atau menolak seejumlah e-Mail karena kotak pos sudah penuh.

ƒ e-Mail harus diakses melalui terminal. Bagi orang yang memiliki perangkat komputer beserta jalur Internetnya saja kadang tidak teratur untuk membuka kotak posnya, apalagi orang yang bertumpu pada persewaan fasilitas internet, sehingga distribusi surat yang cepat masih membutuhkan konsistensi dari penerimanya dalam membuka kotak posnya.

66

BAGIAN II