A. KORUPSI SEBAGAI TINDAK PIDANA KHUSUS
M
emaham korups sebaga tndak pdana khusus d Indonesa merupakan suatu upaya lanjutan dalam memaham korups sebaga kejahatan luar basa atau extraordinary crime.
D Indonesa, tndak pdana khusus umumnya datur dengan undang-undang pdana khusus. Sederhananya, undang-undang pdana khusus n mempunya cr mengatur hukum pdana materiil dan hukum pidana formil yang berada di luar kodifikasi atau KUHP dan KUHAP. Undang-undang pdana khusus n memuat norma, sanks dan asas-asas hukum pdana materl maupun forml yang secara khusus menympang dar norma, sanks dan asas-asas hukum pdana materl maupun forml yang umum.
Undang-undang pidana khusus dapat tercipta karena:
1. Adanya proses krmnalsas atas suatu perbuatan tertentu d dalam masyarakat. Karena pengaruh perkembangan zaman, terjad perubahan pandangan dalam masyarakat, sesuatu yang semula danggap bukan sebaga tndak pdana, karena perubahan pandangan dan norma d masyarakat, menjad termasuk tndak pdana dan datur dalam suatu perundang-undangan hukum pdana.
2. Undang-undang yang ada danggap tdak memada lag terhadap perubahan norma dan perkembangan teknolog dalam suatu masyarakat, sedangkan untuk perubahan
undang-undang yang telah ada danggap memakan banyak waktu.
3. Suatu keadaan yang mendesak sehngga danggap perlu dcptakan sautu peraturan khusus untuk segera menangannya.
4. Adanya suatu perbuatan yang khusus dimana apabila dpergunakan proses yang datur dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada akan mengalam kesultan dalam pembuktan.21
Dasar hukum penympangan n ada pada Pasal 103 KUHP yang menentukan “ketentuan-ketentuan dalam Bab I sampa dengan Bab VIII buku n juga berlaku bag perbuatan-perbuatan yang oleh ketentuan perundang-undangan lannya dancam dengan pdana, kecual jka oleh undang-undang dtentukan lan.” Menurut And Hamzah, buny Pasal 103 n memlk maksud alah Pasal 1 sampa dengan Pasal 85 Buku I KUHP tentang Ketentuan Umum (atau asas-asas) berlaku juga bag perbuatan yang dancam dengan pdana berdasarkan undang-undang atau peraturan d luar KUHP, kecual undang-undang atau peraturan tu menympang.22 Selanjutnya And Hamzah menegaskan bahwa hal yang palng pentng untuk dketahu alah penympangan-penympangan dalam undang-undang yang bersangkutan dar ketentuan umum atau asas-asas hukum pdana. Penympangan-penympangan sebagamana dmaksud tersebut menjad cr khas dar undang-undang pdana khusus dan penympangan tersebut member dampak kepada asas-asas umum dalam KUHP. Undang-undang pdana khusus dapat mengesampngkan KUHP blamana a menentukan lan dar yang dtentukan oleh KUHP atau dalam adagum dsebut lex specialis derogate legi generali. Bahkan dalam perlakuannya,undang-undang yang bersfat khusus lebh dutamakan dbandngan dengan hukum pdana
21 Loebby Loqman, 2004, Perkembangan Asas Legalitas dalam hukum Pidana Indonesa, Makalah, h. 98
22 And Hamzah, 2012, Pemberantasan Korups Melalu Hukum Pdana Nas-onal dan InternasiAnd Hamzah, 2012, Pemberantasan Korups Melalu Hukum Pdana Nas-onal, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, h. 1
umum, sebagamana dtentukan dalam Pasal 63 ayat (2) yang menyebutkan “jka suatu perbuatan masuk dalam suatu aturan pdana yang umum, datur pula dalam aturan pdana yang khusus, maka hanya yang khusus tulah yang dterapkan.”
Sehubungan dengan tu dketahu bahwa produk perundang-undangan d Indonesa sebagan besar mash merupakan warsan dar kolonal yang jka dberlakukan saat n menmbulkan banyak masalah yurds. Oleh karena tu saat n muncul fenomena legslatve dalam hal kebjakan formulas guna menghndar tdak dapat bekerjanya suatu undang-undang terhadap suatu perbuatan yang telah melanggar kepentngan hukum orang lannya.
Undang-undang Pemberantasan Tndak Pdana Korups No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 (selanjutnya dsebut UU PTPK) merupakan salah satu undang-undang pdana khusus sebaga bentuk adanya kebjakan formulas terhadap Undang-undang tindak pidana korupsi No. 3 Tahun 1971. Kekhususan ini dapat terlhat dalam beberapa hal yang datur dalam UU PTPK itu sendiri seperti :
1. Perubahan perumusan tndak pdana 2. Perubahan ancaman pdana
3. Dperkenalkannya ancaman pdana mnmum khusus 4. Perluasan pengertian pegawai negeri
5. Perluasan konsep pelanggaran 6. Penambahan pdana tambahan
7. Korporasi sebagai subjek tindak pidana korupsi
8. Adanya koordnas Jaksa Agung TPK dengan Peradlan Umum dan Peradlan Mlter
9. Peran serta masyarakat.
Hal-hal yang datur n tdak datur d dalam KUHP sehngga memungknkan bag UU PTPK untuk mengesampngkan ketentuan-ketentuan umum yang ada dalam KUHP. Namun demkan, pemberlakuan lex specialis derogate legi generalis harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Bahwa pengecualan terhadap undang-undang yang bersfat umum, dlakukan oleh peraturan yang setngkat dengan drnya, yatu Undang-undang.
2. Bahwa pengecualan termaksud dnyatakan dalam undang-undang khusus tersebut, sehngga pengecualannya hanya berlaku sebatas pengecualan yang dnyatakan dar bagan yang tdak dkecualkan tetapa berlaku sepanjang tdak bertentangan dengan pelaksanaan undang-undang khusus tersebut.23
B. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KORUPSI DI INDONESIA
D Indonesa, masalah korups konon telah terjad sejak masanya kerajaan-kerajaan d Indonesa. Para pejabat kerajaan konon basa mempraktekkan perlaku korups tradsonal. Sampa kemudan masuknya penjajah VOC yang juga mempraktekkan perlaku korups brokratf. Perlaku-perlaku n nampaknya berkembang terus dan dpelajar oleh setap manusa Indonesa sehngga manusa Indonesa cenderung permsf terhadap perlaku yang menjurus pada perbuatan korups. Terkat tu, sebuah jurnal asng yang mengulas konds korups d neger n pernah berkomentar dengan mengatakan bahwa “corruption is way
of live in Indonesia”, yang berart korups telah menjad pandangan
23 Ibd.