• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAKTIK BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) SIDANG DENGAR PENDAPAT LEGISLATIF

A. PETUNJUK

S

dang dengar pendapat legslatve (legislative hearing) adalah salah satu metode interaktif reflektif yang mengedepankan praktk berman peran (role play) sebaga upaya memantapkan soft skill dan hard skill mahasswa dalam melaksanakan street law klnk ant korups.

Sdang dengar pendapat legslatve n umum dlaksanakan oleh DPR untuk mendapatkan nformas dalam menerapkan undang-undang. Pembelajaran dengan melakukan role play sdang dengar pendapat legslatve n dtujukan untuk memberkan kesempatan kepada mahasswa mendapatkan sebuah pemahaman tentang tujuan dan prosedur persdangan legslatve sekalgus menelusur peran dan tanggung jawab darpada legslatve. Dalam konteks n juga akan dtelusur adakah kemungknan terlbatnya pejabat negara dalam tndak pdana korups yang berkatan dengan kerugan keuangan negara.

Prosedur yang harus dlaksanakan dalam sdang dengar pendapat legislative ini adalah:

1. Undanglah seorang staf atau pejabat lokal yang memlk keahlan yang dperlukan dalam proses pembelajaran n; bla tdak memungknkan dapat mengundang seorang dosen bagan Hukum Tata Negara atau Hukum Admnstras Negara yang paham tentang prosedur persdangan legslatve.

2. Buatlah suasana ruangan menyerupa ruang sdang legslatve atau aturlah meja untuk 3 (tga) komponen yatu

meja untuk para legslator, meja untuk notulen rapat dan podum atau meja untuk pemmpn sdang.

3. Perhatkan dan pelajar peran-peran yang dapat anda mainkan berikut:

a) Legslator

Setap kelompok mahasswa dapat memlh satu orang rekannya untuk menjad legslator dan mewakl mereka dalam sdang dengar pendapat. Legslator yang terplh akan menentukan rekan lannya untuk menjad pemapar permasalahan.

b) Kelompok Kepentngan

Kelompok kepentngan adalah mereka yang tdak terplh sebaga legslator. Kelompok kepentngan adalah mereka yang memlk kepentngan dengan dadakannya sdang dengar pendapat n. Kelompok

kepentingan harus disetting sedemikian rupa sehingga akan terbagi dalam kelompok pendukung dan bukan pendukung kebijakan yang dipaparkan oleh legislator. Kelompok kepentngan juga harus

memlh satu orang rekannya untuk menjad pemapar. c) Notulen Rapat Dplh dar salah satu orang mahasswa yang tugasnya mencatat jalannya persdangan dan segala rekomendas yang dusulkan dan dsetuju. d) Pencatat Waktu

Dadakan untuk mengatur waktu pemaparan yang memastkan bahwa setap kelompok memlk kesempatan untuk memaparkan pendapatnya.

4. Instruksi pelaksanaan sidang dengar pendapat

a) Ketua sdang akan memanggl anggota sdang dan menyatakan sdang akan dmula, kemudan menyebutkan tujuan persdangan tersebut serta mengumumkan urutan dan batas waktu dar setap pemapar untuk menyampakan pendapatnya;

b) Pemapar akan ddengar saat mengurakan permasalahannya dan anggota sdang akan memberkan

pertanyaan, sanggahan dan rekomendas kepada pemapar.

5. Tugas Dosen d akhr kegatan

a) Dskuskan setap fakta-fakta dan argument yang dpaparkan dalam sdang dengar pendapat yang telah berlangsung; b) Dskuskan pertanyaan-pertanyaan yang dajukan dalam sdang dengar pendapat yang telah berlangsung; c) Dskuskan komentar-komentar dar narasumber; d) Dskuskan tentang pandangan sswa terhadap kegatan

tersebut dan berkan pemahaman tentang korelas antara permasalahan-permasalahan publk (tndak pdana korups) dengan kebjakan publk.

B. KASUS

Pada har yang telah dtentukan, Koms C DPRD Kota A melakukan rapat sdang dengar pendapat terkat dtemukannya kejanggalan dalam mekansme pengadaan barang dan jasa khususnya tentang mekansme perekrutan perusahaan pemenang tender. Kejanggalan dtemukan dalam pemerksaan yang dlakukan terhadap sejumlah paket proyek pembangunan yang bersumber dar APBD Tahun 2016 yang dlakukan oleh Unt Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP BJ). Dar salah satu pelelangan pengadaan barang dan jasa yang dkoordnator oleh ULP BJ dtemukan adanya ndkas kerugan keuangan negara hngga mlaran rupah d beberapa ttk proyek pembangunan strategs sepert proyek pembangunan jembatan oleh Dnas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energ Kota A. Kejanggalan n dlaporkan oleh beberapa kontraktor yang merasa drugkan oleh pelelangan yang dadakan ULP.

Berkut durakan beberapa fakta yang dtemukan dalam Rapat Pertama Dewan dengan para kontraktor dan Badan Pengendalan Lngkungan Hdup (BPLH) terkat pelaporan tentang kejanggalan pengadaan barang dan jasa:

1. Ada keputusan dar ULP yang memenangkan sejumlah perusahaan yang mengajukan tawaran untuk melaksanakan sejumlah proyek dengan nla maksmal yang fantasts sementara beberapa perusahaan lan yang mengajukan nla yang lebh rendah dnyatakan kalah tender.

2. Mencermat syarat-syarat admnstras yang dajukan oleh masng-masng perusahaan dketahu bahwa syarat admnstras yang palng sesua dan tepat adalah syarat yang dajukan oleh perusahaan yang dnyatakan kalah tender. 3. Pada tahun 2015 PT. RKL yang memenangkan tender

pengerjaan paket jalan hotmix sebesar Rp. 40 miliar melakukan kesalahan fatal terkat pengerjaannya paket jalan hotmx yang tdak terselesakan dan tdak ada teguran tekns dar dnas-dnas terkat. Padahal seharusnya setap perusahaan yang gagal melakanakan proyek harusnya dtegur dan tdak dkutkan dalam pelelangan paket proyek d tahun depan dalam hal n tahun 2016.

4. Ijin operasi Aspal Mixing Plant PT RKL telah lama dicabut oleh BPLH berdasarkan surat pencabutan jn usaha yang dkeluarkan BLPH. Fakta yang djumpa PT RKL adalah nama perusahaan lan namun manajemen perusahaan dtempat oleh orang-orang dar PT CBD dan jn AMP yang dgunakan adalah jn AMP dar PT CBD.

Terkat fakta-fakta tersebut, Koms C DPRD Kota A menduga ada ndkas kesengajaan yang dlakukan oleh para phak yatu ULP, Dnas PUTAMBEN dan PT RKL untuk memperkaya dr sendr. Untuk tulah Koms C DPRD A memanggl para phak untuk mendengar pemaparan mereka terhadap fakta-fakta tersebut datas. Dalam konteks pemangglan n Koms C DPRD juga memanggl BPLH dan masyarakat untuk turut serta mengawal permasalahan n.

Petunjuk teknis untuk mahasiswa dalam melaksanakan Role Play Sidang Dengar Pendapat :

1. Lakukan pembagan kelompok dan tap kelompok terdr dar 5 (lma) orang mahasswa dan lakukan pembagan peran sebaga Koms C DPRD Kota A terdr dar satu orang anggota DPRD, satu orang notulen dan satu orang pencatat waktu sebaga pmpnan sdang dengar pendapat, 1 orang dar Phak ULP, 1 orang Dnas PUTAMBEN, dan 1 orang PT RKL sebaga terduga pelaku korups pengadaan barang dan jasa sebaga pemapar, BPLH serta anggota masyarakat sebaga pember rekomendas.

2. Persapkan mater pemaparan tentang permasalahan yang dangkat yatu “dugaan memperkaya diri sendiri” melalu

pelelangan proyek pengerjaan jalan. Mater pemaparan snya adalah pendapat-pendapat yang melawan fakta-fakta yang djumpa oleh karena tu mater pemaparan harus sesua dengan peran yang dambl. Dalam konteks n kemampuan mempertahankan argumentas hukum sangat dutamakan. 3. Sdang akan dlaksanakan sesua prosedur sdang dengar

pendapat yang sesungguhnya oleh karena tu sangatlah bak jka mengundang salah seorang anggota DPRD kota untuk hadr sebaga narasumber.

4. Beberapa hal yang harus diperhatikan mahasiswa adalah

role play sdang dengar pendapat n tdak mengharuskan

ada putusan past yang dperoleh. Jad role play sdang dengar pendapat n dbuat untuk melath kemampuan soft dan hard skill mahasswa dalam membangun argumentas hukum dan logka hukum serta kemampuan menganalss stuas sembar melath membangun sfat profesonalsme. Oleh karenanya tdak dpersoalkan apakah role play sdang dengar pendapat n akan berakhr tanpa keputusan apa-apa dan dosen hanya akan memberkan rngkasan atau rangkuman dar hasl pelaksanaan role play sdang dengar pendapat.

BAB XIII

PRAKTIK KLINIK REKAM SIDANG