BAB III METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawab (Sugiyono, 2010). Kuesioner yang disusun oleh peneliti meliputi
kuesioner penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH),
kuesioner penilaian silabus, kuesioner validasi produk RPPH, dan kuesioner
tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Kuesioner penilaian RPPH dan kuesioner
penilaian silabus digunakan peneliti untuk mendapatkan data awal penelitian.
kelemahan dari produk yang dikembangkan oleh peneliti. Sedangkan kuesioner
tanggapan siswa digunakan untuk mengetahui keefektifan produk yang
dikembangkan dalam kegiatan uji coba terbatas yang dilakukan oleh peneliti.
2. Observasi
Teknik Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
mengikuti proses suatu kegiatan (Sugiyono, 2012). Kegiatan observasi yang
dilakukan pada penelitian ini adalah observasi proses pembelajaran yang
dilakukan oleh guru kelas I di SD tempat penelitian. Observasi tersebut dilakukan
untuk mendapatkan data awal penelitian mengenai proses pembelajaran di sekolah
tersebut. Peneliti juga melakukan observasi pada saat kegiatan uji coba terbatas
pada produk yang dikembangkan oleh peneliti yaitu berupa RPPH. Tujuan dari
observasi pembelajaran pada uji coba terbatas adalah untuk mengetahui
keefektifan dari produk yang dikembangkan terhadap pembelajaran.
3. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu bentuk pengumpulan data yang dilakukan
secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual ataupun secara
kelompok (Sukmadinata, 2011). Teknik wawancara digunakan peneliti untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang pelaksanaan kurikulum 2013.
Wawancara dilakukan terhadap guru dan siswa untuk mengetahui kebutuhan guru
dan siswa terkait pelaksanaan Kurikulum 2013. Wawancara dilakukan secara
tidak terstruktur pada tahap awal pengumpulan data kemudian untuk memperoleh
data yang lebih rinci, peneliti melakukan wawancara secara terstruktur dengan
4. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan
menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis,
gambar, maupun elektronik (Sukmadinata, 2011). Data yang didokumentasikan
dalam penelitian ini merupakan data dari hasil tes yang dilakukan kepada siswa.
Soal tes yang diberikan kepada siswa merupakan soal-soal yang telah melalui uji
validitas dan reliabiliras. Terdapat 40 soal yang diuji validitas dan reliabilitasnya,
kemudian soal yang termasuk dalam kategori valid adalah soal yang akan
digunakan untuk membuat soal pretest dan posttest. Soal pretest diberikan kepada
siswa sebelum dilakukannya uji coba terbatas terhadap produk yang
dikembangkan. Hal tersebut bertujuan agar mengetahui kemampuan awal siswa
sebelum dilakukannya uji coba terbatas terhadap produk. Sedangkan soal pos-test
diberikan kepada siswa pada saat uji coba terbatas produk usai dilakukan. Hal
tersebut bertujuan agar mengetahui seberapa jauh keefektifan dan kualitas dari
produk yang dikembangkan ketika digunakan dalam pembelajaran.
E. Instrumen Penelitian
Penelitian memerlukan suatu alat atau instrumen untuk pengumpulan data.
Instrumen adalah alat ukur dalam penelitian Sugiyono (2010). Instrumen
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:
1. Lembar Kuesioner
Kuesioner yang digunakan untuk mengetahui penilaian terhadap RPPH.
(2014). Kuesioner penilaian RPP, peneliti gunakan yang pertama untuk menilai
RPPH yang dibuat oleh guru dan untuk memvalidasi RPP yang disusun oleh
peneliti. Berikut ini adalah tabel 3.1 tentang kisi-kisi penilaian RPP.
Tabel
3.1 Kisi-kisi penilaian RPPH
No Komponen Penilaian
1 Identitas Mata Pelajaran 2 Perumusan Indikator
3 Perumusan Tujuan Pembelajaran 4 Pemilihan Materi Ajar
5 Pemilihan Sumber Belajar 6 Pemilihan Media Belajar 7 Metode Pembelajaran 8 Skenario Pembelajaran 9 Rancangan Penilaian Autentik
Tabel 3.1 menjelaskan kisi-kisi tentang penilaian RPPH yang telah dibuat
oleh guru. Komponen yang dinilai adalah sebagai berikut: (1) Identitas Mata
Pelajaran, yang menganalisis: satuan pendidikan kelas, semester,
program/program keahlian, tema pelajaran, subtema, jumlah pertemuan. (2)
Perumusan Indikator yang mengarah mengenai: (a) kesesuaian dengan
kompetensi dasar, (b) kesesuaian penggunaan kata kerja operasional dengan
kompetensi yang diukur, (c) kesesuaian rumusan dengan aspek pengetahuan, (d)
kesesuaian rumusan dengan aspek keterampilan. (3) Perumusan Tujuan
Pembelajaran dengan penilaian: (a) kesesuaian dengan indikator, (b) kesesuainan
perumusan dengan aspek Audience, Behaviour, Conditional, dan Degree. (4)
Pemilihan Materi Ajar yang menganalisa dari (a) kesesuaian dengan tujuan
pembelajaran, (b) kesesuaian dengan karakteristik peserta didik, (c) keruntutan
uraian materi ajar. (5) Pemilihan Sumber Belajar yang mengamati materi
pembelajaran dengan memperhatikan: (a) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran,
saintifik, (d) kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. (6) Pemilihan Media
Pembelajaran yang digunakan dan nampak pada penyusunan RPPH yaitu: (a)
kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, (b) kesesuaian media dengan
materi pembelajaran, (c) kesesuaian media dengan pendekatan saintifik, (d)
kesesuaian media dengan karakteristik peserta didik. (7) Metode Pembelajaran
menjadi salah satu fokus peneliti di mana permainan anak yang dikembangkan
terdapat pada metode pembelajaran. Penilaian yang mencakup permainan terdapat
pada pembelajaran 1, 2, 4, dan 5, dengan menganalisa: (a) kesesuaian permainan
dengan tujuan pembelajaran, (b) kesesuaian permainan dengan pendekatan
saintifik, (c) kesesuaian permainan dengan karakteristik peserta didik. (8)
Skenario Pembelajaran yang harus memperhatikan: (a) menampilkan kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup dengan jelas (b) kesesuaian kegiatan dengan
pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
mengasosiasikan informasi, mengkomunikasikan), (c) kesesuaian dengan metode
pembelajaran, (d) kesesuaian kegiatan dengan sistematika/ketentuan materi, (e)
kesesuaian alokasi waktu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan
penutup dengan cakupan materi. (9) Rancangan Penilaian Autentik yang
memperhatikan (a) kesesuaian bentuk, teknik dan instrumen dengan indikator
pencapaian kompetensi, (b) kesesuaian antara bentuk, teknik, dan instrumen
penilaian sikap, (c) kesesuaian antara bentuk teknik dan instrumen penilaian
pengetahuan, (d) kesesuaian antara bentuk teknik dan instrumen penilaian
RPPH yang dibuat oleh guru, selai RPPH peneliti juga menilai kelengkapan
silabus yang dipakai oleh guru.
Penilaian silabus menggunakan lembar kuesioner yang sudah tervalidasi
oleh pakar/ahli. Penilaian silabus bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat
pembelajaran berupa silabus yang dimiliki oleh guru. Kisi-kisi penilaian silabus
dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel
3.2 Kisi-kisi penilaian silabus
No Komponen Penilaian
1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 2 Kesistematisan kegiatan pembelajaran 3 Kualitas perumusan pengalaman belajar
4 Ketetapan pilihan perilaku esensial dalam indikator
5 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan siswa 6 Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan
7 Ketepatan dalam memilih media
8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan dengan indikator 9 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku
10 Kesesuaian antar KI, KD, dan indikator
Tabel 3.2 menunjukkan kriteria dalam penilaian kelengkapan silabus yang
dipakai oleh guru. Penilaian silabus dilakukan untuk mengetahui rancangan
silabus yang digunakan di SD tempat penelitian, juga untuk mengetahui
kesesuaian antara penyusunan silabus dengan RPPH.
Peneliti juga menggunakan lembar kuesioner untuk dibagikan kepada siswa
yang mengikuti uji coba lapangan terbatas. Kuesioner tersebut bertujuan untuk
mengetahui respon siswa setelah mengikuti uji coba lapangan terbatas. Adapun
kisi-kisi kuesioner pendapat siswa sesudah uji coba lapangan terbatas peneliti
Tabel 3.3
Kisi-ksi Penilaian Uji coba Terbatas
No Komponen Penilaian
1 Pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan
2 Kesan yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis permainan 3 Kesan yang diperoleh siswa terhadap materi yang diajarkan melalui permainan
Tabel 3.3 menunjukkan komponen penilaian dari hasil uji coba terbatas
pada siswa. Kuesioner yang digunakan peneliti berupa gambar dan isian yang
bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan
peneliti dalam penyusunan RPPH. Kuesioner juga digunakan untuk mengetahui
kesan yang dialami siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan
berbasis permainan yang merupakan metode pembelajaran dari penelitian.
Kuesioner diberikan pada siswa pada setiap pembelajaran 1-6 setelah kegiatan uji
coba terbatas.
2. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara menjadi acuan peneliti dalam melakukan wawancara
langsung kepada responden. Wawancara peneliti lakukan untuk mengetahui hal
yang masih kurang jelas diamati ketika melakukan observasi. Peneliti melakukan
wawancara kepada guru dan peserta didik. Wawancara yang digunakan adalah
wawancara terstruktur karena peneliti telah membuat pedoman wawancara dan
pertanyaannya, namun pada saat melakukan wawancara pertanyaan dapat
berkembang sesuai dengan kedalaman tujuan yang hendak diketahui. Tabel 3.4 di
bawah ini merupakan pedoman wawancara yang dilaksanakan sebelum dan
Tabel 3.4
Kisi-kisi pedoman wawancara analisis kebutuhan guru
No Kisi – kisi pertanyaan
1. Informasi yang berkaitan dengan kurikulum 2013 yang dilaksanakan di sekolah 2. Pemahaman guru terhadap perangkat pembelajaran pada kurikulum 2013 3. Persiapan guru mengajar berdasarkan kurikulum 2013
4. Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 oleh guru
5. Kesulitan yang dialami guru dengan adanya kurikulum 2013 di sekolah
6. Kebutuhan guru terhadap perangkat pembelajaran terkait dengan kurikulum 2013
7. Usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menyampaikan materi pada kurikulum 2013
Tabel 3.4 merupakan gambaran umum tentang wawancara yang dilakukan
kepada responden. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 baik perencanaan maupun
pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar. Wawancara juga digunakan untuk
menemukan kebutuhan guru terkait Kurikulum 2013. Peneliti juga melakukan
wawancara kepada peserta didik kelas satu, yang bertujuan mengetahui kebutuhan
dan keinginan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pedoman
wawancara peserta didik dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut ini:
Tabel 3.5
Kisi-kisi pedoman wawancara analisis kebutuhan peserta didik
No Kisi – kisi pertanyaan
1. Suasana belajar di kelas
2. Kegiatan belajar di kelas yang diinginkan 3. Media yang digunakan guru untuk mengajar 4. Caram mengajar guru
Tabel 3.5 menunjukkan kisi-kisi pedoman wawancara analisis kebutuhan
peserta didik. Pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik yaitu mengenai
suasana belajar di kelas, kegiatan belajar di kelas yang diinginkan, media yang
digunakan guru untuk mengajar, dan cara guru mengajar di dalam kelas.
Pertanyaan yang diberikan dapat berkembang sesuai dengan jawaban peserta
Penelitian penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH)
berbasis permainan tradisional merupakan penelitian kolaboratif yang
beranggotakan 15 peneliti. Sebelum peneliti menentukan model pengembangan
RPPH, peneliti terlebih dahulu melakukan Focus Group Discussion (F GD) atau
Focus diskusi kelompok. Adapun pedoman dalam melakukan FGD peneliti
paparkan pada tabel 3.6 berikut ini:
Tabel 3.6
Kisi-kisi pedoman Focus Group Discussion (F GD)
No Tanggal Pertemuan Topik
1. 02 September 2014 Studi literature dan potensi masalah 2. 05 September 2014 Instrumen studi pendahuluan
3 12 September2014 Analisis kebutuhan
4 16 September 2014 Pembagian kelompok
5 19 September2014 Fokus objek penelitian kelas 1 & 4 6 24 September 2014 Mendaftar permainan
7 27 September 2014 Revisi objek penelitian menjadi kelas 1 8 29 September 2014 Pembagian Tema dan subtema
9 02 Oktober 2014 Sharing format penyusunan produk
Tabel 3.6 menggambarkan kegiatan peneliti bersama kelompok dalam
membahas apa yang akan dilakukan selama proses penelitian. Penelitian ini
dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang ditemukan peneliti bersama
kelompok, kemudian diteliti oleh masing-masing peneliti. Perbedaan fokus
penelitian setiap anggota terletak pada tempat penelitian dan juga subtema kelas I
pada semester ganjil. Penelitian ini disepakati hanya sampai dengan uji coba
terbatas dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya.
Setelah dilakukan uji coba lapangan terbatas peneliti melakukan wawancara
terstrukur kepada guru dengan menggunakan pedoman wawancara. Wawancara
dengan guru bertujuan untuk menggali informasi tentang dampak dari RPPH yang
Tabel 3.7
Kisi-kisi pedoman wawancara guru hasil uji coba terbatas No Kisi – kisi pertanyaan
1 Kesesuaian pembelajaran berbasis permainan tradisional dengan keadaan guru dan siswa 2 Dampak pembelajaran berbasis permainan bagi guru
3 Kesulitan yang dialami guru dengan melaksanakan pembelajaran berbasis permainan tradisional
4 Dampak pembelajaran berbasis permainan bagi siswa
5 Pendapat atau komentar siswa dengan pembelajaran berbasis permainan
Tabel 3.7 menggambarkan garis besar wawancara yang peneliti lakukan
dengan guru setelah uji coba terbatas dilakukan. Wawancara dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui raspon dari guru terkait pelaksanaan uji coba terbatas
yang dilakukan. Hasil wawancara dijadikan bahan untuk memperbaiki kualitas
produk jika masih ada kekurangan.
3. Pedoman Observasi
Instrumen yang digunakan oleh peneliti ketika melakukan observasi
menggunakan format pengamatan praktek pembelajaran kurikulum 2013 yang
digunakan dalam materi pelatihan guru implementasi kurikulum 2013 tahun 2014
(Kemendikbud, 2014). Peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengamati
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
Tabel 3.8
Kisi-kisi pedoman observasi pembelajaran Kurikulum 2013
No Aspek yang diamati
Kegiatan Pendahuluan
1 Apersepsi dan motivasi
2 Penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan
Kegiatan Inti
4 Penguasaan Materi
5 Penerapan strategi pembelajaran yang mendidik 6 Penerapan pendekatan saintifik
7 Penerapan proses pembelajaran tematik terpadu
8 Pemanfaatan sumber belajar / media dalam pembelajaran 9 Pelibatan peserta didik dalam pembelajaran
10 Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran Kegiatan Penutup
Tabel 3.8 menjelaskan penilaian yang terkait pada observasi pelaksanaan
pembelajaran. Aspek yang diamati ketika pembelajaran merupakan poin-poin
penilaian dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup.
Observasi digunakan peneliti pada menganalisa kebutuhan siswa pada tahap
pengumpulan data, observasi juga digunakan ketika peneliti melakukan uji coba
terbatas.
4. Dokumentasi
Data yang didokumentasikan dalam penelitian ini berupa kajian literatur dan
dokumentasi tes yang diberikan kepada siswa dari hasil uji coba terbatas.
a. Kajian Literartur
Dokumentasi digunakan untuk menghimpun dan menganalisis dokumen.
Pada tahapan pertama peneliti melakukan kajian literatur. Kajian literatur
dilakukan dengan mengkaji media masa/sumber informasi terkait implementasi
Kurikulum 2013.
b. Dokumentasi Tes
Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas empirik terhadap instrumen
tes di SDN SB. SDN SB memiliki kelas pararel, hingga tiga kelas, sehingga
peneliti melakukan uji validasi terhadap kelas IA dan IC, karena kelas IB peneliti
jadikan tempat uji coba terbatas. Instrumen tes diujikan kepada siswa kelas IA dan
IC yang berjumlah 42 peserta didik. Berikut adalah kisi-kisi uji validasi yang
Tabel 3.9
Kisi-kisi Soal Uji Validitas
KI 3 Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pembelajaran No.
Soal Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. BHS
3.1. Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
3.1.1. Mengamati teks diskriptif tentang “Mengunjungi
Perpustakaan”. 1, 2
3.1.2. Menyebutkan beberapa jenis
bacaan yang dikenalkan. 5, 6, 7
3.1.3. Menyebutkan bagian-bagian
buku. 16, 17
3.1.4. Memahami cara menyusun
kata menjadi sebuah kalimat. 20, 21
3.4. Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
3.4.2. Menyebutkan benda-benda yang ada di perpustakaan dengan santun.
3, 4
3.4.3. Mengidentifikasi puisi. 14, 15
3.11.2. Menghitung suku kata yang bervareasi dengan tepat.
18, 19
MTK
3.1. Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain.
3.1.1. Menghitung data hasil wawancara berdasarkan grafik gambar.
24, 25 26, 27 28, 29
PPKn
3.2. Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.
3.2.1. Mengidentifikasi perilaku
tertib. 8, 10
3.2.2. Mengidentifikasi perilaku
tidak tertib. 9, 11
3.2.4. Memahami aturan dari
sebuah permainan. 12, 13
3.3. Mengenal keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah.
3.3.1. Mengidentifikasi perbedaan
kegemaran dalam keluarga. 22, 23
3.3.2. Mengidentifikasi keragaman
karya teman di sekolah. 34, 35
SBDP
3.1. Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi.
3.1.1. Menunjukkan gambar ilustrasi dengan memberikan contoh.
36, 37 3.1.2. Mengidentifikasi cara
membuat karya seni. 31, 32
3.4. Mengamati berbagai bahan, alat serta fungsinya dalam membuat prakarya.
3.4.1. Menyebutkan benda-benda alam untuk membuat buku kegemaran.
30, 33
PJOK
3.1. Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional.
3.1.1. Menyebutkan beberapa jenis gerak lokomotor melalui kegiatan bermain lari karung.
38, 39 40
Tabel 3.9 menunjukkan kisi-kisi soal yang dijadikan uji validitas oleh
IA dan IB SDN SB. Pemilihan kelas dan sekolah berdasarkan tempat peneliti
melakukan penelitian uji coba terbatas.