DALAM BAHASA JAWA
MATRIKS DIMENS
3.20 Leksem Poc
Leksem poci oleh Poerwadarminta diberi makna bangsane nyo (1939:508). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia leksem ‘poci’ didefinisikan sebagai tempat air minum bercerat dibuat dari tembikar untuk menyeduh kopi, teh, dan sebagainya (2003:883). Berdasarkan pengamatan dari dimensi bahan, wujud, dan fungsi serta komponen makna, seperti terlihat dalam matriks, maka leksem ‘poci’ dapat didefinisikan sebagai arane wadhah banyu kanggo ngombe kang digawe saka lemah (gerabah), awangun mblendhuk nganggo cucuk ’tempat air minum (teh) yang dibuat dari tanah liat (gerabah) yang berbentuk cembung perut, dan bercerat’.
4. Simpulan
Leksem nomina berkonsep wadhah ’tempat ’ terbuat dari tanah liat yang ditemukan dalam penelitian ini sebanyak 20 leksem, yaitu asbak ‘asbak’, cèlèngan ’cèlèngan’, cemplon ’buyung kecil’, cowèk’cobèk’, empluk, klemuk ‘guri’, genuk, kendhil, genthong ‘gentong’, jembangan, pot ’pot’, jun ’buyung besar’, klenthing ’buyung’, kuwali ’belanga’, padhasan, pengaron, kendhi ’kendi’, prathola, téko ’mo- rong’, dan poci.
Dalam makalah ini telah diuraikan sejumlah leksem nomina dalam bahasa Jawa berkonsep wadhah ‘tempat’ yang terbuat dari tanah liat. Uraian tersebut meliputi inventarisasi, analisis komponen makna, dan definisi makna setiap leksem berdasarkan komponen maknanya, serta diagram matriksnya.
Daftar Pustaka
Basiroh, Umi. 1992. “Telaah Baru dalam Tata Hubungan Leksikal Kehiponiman dan Kemeroniman” (Tesis). Jakarta: Fakultas Pascasarjana, Universitas Indonesia.
Chaer, Abdul. 1990. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Leech, Geoffery. 1974. Semantic: The Study of Meaning. Second Edition Revised and Update 1981. England: Panguin Book Ltd.
Lehrer, A. 1974. Semantic Field and Lexical Structure. Amsterdam: North- Holland Publishing Company.
Lutzeier, Peter Rolf. 1983. “The Relevance of Semantic Relations Between Words for the Nation of Lexical Field. Dalam Theoretical Linguistics. Vol. 10. N0. 2/3.
Lyons, John. 1969. Introduction to Theoritical Linguistics. Great Britain: Cambridge University Press.
---. 1977. Semantics. Volume I and Land II. Cambridge University Press. Nida, Eugene. 1975. Componential Analysis of Meaning: Introduction to Semantics
Structure. The Hague Mouton.
Penyusun Tim Balai Bahasa Yogyakarta, 2011. Kamus Basa Jawa Bausastra Jawa) EdisiKedua. Yogyakarta: Kanisius.
Poerwadarminta, W.J.S. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia: J.B. Wolters.
Prawiroatmodjo, S. 1981. Bausastra Jawa—Indonesia. Jilid I—II. Jakarta: CV Haji Masagung.
Sudaryanto. 1986. Metode Linguistik Bagian Pertama Ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wedhawati, 1993. “Trier dan Teori Medan Makna” dalam Widyaparwa Nomor 41, Oktober. Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa.
Inti Sari
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk, referensi, fungsi, dan karakteristik makian dalam wacana berita selebritis Oh My God pada situs yahoonews.com. Penelitian ini menggu- nakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan bentuk, referensi, dan fungsi makian. Data penelitian diperoleh dengan cara melakukan observasi dan pencatatan dari beberapa komentar yang terdapat pada beberapa pemberitaan wacana selebritis selama bulan Juni 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) berdasarkan bentuknya makian dalam OMG berbentuk kata dasar, kata kompleks, frase, dan klausa; (2) ber- dasarkan referensinya makian dalam OMG meliputi bentuk makian yang mengacu pada keadaan, binatang, makhluk menakutkan, benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, profesi, seruan, etnis dan suku bangsa, dan penyakit; (3) berdasarkan fungsinya makian dalam OMG terdiri dari makian untuk mengungkapkan kemarahan, kekesalan, kekecewaan, keheranan, penghinaan atau merendahkan orang lain, rasa humor, dan peringatan; (4) berdasarkan karakteristiknya makian dalam OMG makian dalam OMG berbeda dengan makian yang dituturkan secara lisan karena media internet yang digunakan ber- pengaruh pada konteks, peserta, bentuk ekspresi, dan gaya dalam peng- ungkapan makian.
Kata kunci: bentuk makian, referensi makian, fungsi makian, dan karakteristik makian
Abstract
The research is aimed at describing how the form, the reference, the function, and the characteristic of swearword in the celebrity news discourse Oh My God on yahoonews.com.The research uses qualitative descriptive method to explain swearword form, reference, and function. Research data is gained by
MAKIAN DALAM BERITA GOSIP OMG
Riani
Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Pos-el: [email protected]
observing and recording some comments existed on the celebrity news during June 2011. The result shows: (1) based on its form the swearword on OMG gossip discourse consist of basic word, complex word, phrase, and clause; (2) based on its reference the swearword on OMG gossip discourse comprises of swearword that refers to situation, animal, scary creature, thing, part of body, kinship, profession, activity, profession, exclamation, ethnic, and tribe, and disease; (3) based on its function swearword in OMG discourse is to express anger, annoyance, disappointment, astonishment, humiliation or degradation, honor, and warning (4) based on its characteristic, the swearword in OMG is different from the swearword stated orally because the media used influences the context, the participant, the form of expression, and the style in expressing the swearword.
Key words: swearword form, swearword reference, swearword function, and swearword characteristic
1. Pendahuluan
Penggunaan makian merupakan fenomena kebahasaan yang sudah biasa dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kapan dan apa penyebab munculnya makian? Menurut Montagu (1973:81) dalam Indrawati (2005:29), makian ter- bentuk ketika seseorang dalam situasi dan kondisi yang mendorong seseorang untuk bereaksi akibat ada faktor pemicu dari luar dirinya sehingga terjadilah perubahan emosi. Kadang-kadang emosi yang dirasakan oleh seorang penutur diungkapkan secara verbal dengan cara berlebihan sehingga ungkapan verbal yang dilontarkan secara spontan (swearing).
Makian umumnya dianggap sebagai penggunaan bahasa yang tidak baik serta dianggap sebagai fitur linguistik yang tidak penting dan merusak bahasa (McEnery, 2006:1). Namun, Leigh dan Lepine (2005:8) menyatakan bahwa makian telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, “It is a fair guess that swearing has beenaround as long as human speech” (sebuah dugaan yang tepat bila dikatakan bahwa makian telah seumur dengan bahasa manusia). Selain diungkapkan secara lisan, makian juga diekspresikan secara tertulis, misalnya pada kolom komentar wacana gosip Oh My God (OMG).
OMG merupakan situs gosip bagian dari situs yahoo. Berita dalam situs ini sekitar gosip yang beredar di kalangan selebriti. Selain menyajikan berita, situs ini menyediakan kolom khusus kepada pembaca untuk mengomentari isi berita. Komentar pembaca dalam situs ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti karena pembaca diberi kebebasan untuk mengekspresikan pen- dapatnya terhadap selebriti yang mereka tidak sukai. Luapan emosi yang diungkapkan komentator terhadap muatan berita atau tokoh selebritis ada kalanya diwakili oleh penggunaan makian yang cukup banyak.
Beberapa permasalahan tentang penggunaan makian sebagai berikut 1. Bagaimanakah bentuk-bentuk makian dalam berita gossip Oh My God
(OMG)?
2. Bagaimanakah referensi makian dalam berita gossip Oh My God (OMG)? 3. Bagaimanakah fungsi makiandalam berita gossip Oh My God (OMG)? 4. Bagaimanakah karakteristik pemakaian ekspresi makian pada berita
gossip Oh My God (OMG)?
Sesuai dengan rumusan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki empat tujuan, yaitu mendeskripsikan bentuk, referensi, fungsi, dan karak- teristik pemakaian ekspresi makian pada berita gosip Oh My God (OMG).
Penelitian ini merupakan tahap awal yang hanya mengungkapkan makian dari aspek kebahasaan. Namun, penelitian ini perlu dilakukan karena ada beberapa manfaat penelitian. Pertama, beberapa penelitian makian yang telah dilakukan meliputi Kisyani (1985), Indrawati (2006), Wijana (2006), dan Saptomo (2001) meneliti makian baik secara tertulis maupun lisan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jawa. Namun, penelitian tersebut belum menelaah peng- gunaan makian pada komentar pembaca. Kedua, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengeksplorasi kekayaan bahasa Indonesia sebagai daya pengungkap ekspresi makian, khususnya pada wacana tulis dalam media sosial media. Ketiga, implikasi hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan dalam kebijakan publik berkaitan dengan kebebasan ruang publik untuk meng- ungkapkan pendapat atau tempat berekspresi.
2. Teori dan Metode Penelitian