• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: KAJIAN TEORI

A. Landasan Teori

3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

a. Pengertian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Lembar kerja peserta didik awalnya dikenal dengan sebutan Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar kerja peserta didik merupakan materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri. Menurut Trianto lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan pemecahan masalah. 26

25 Ibid. hlm. 245

26 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Prenada Media Group, Jakarta, 2009, hlm. 222.

Dalam LKPD siswa akan mendapatkan materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Selain itu, dalam LKPD siswa dapat menemukan arahan yang terstuktur untuk memahami materi yang sampaikan oleh guru kepada peserta didik, dalam waktu yang bersamaan juga siswa diberi materi dan tugas yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Lembar kerja peserta didik dapat dikatakan sarana dalam menyampaikan pembelajaran yang dapat digunakan pendidik dalam dalam meningkatkan keterlibatan atau aktivitas peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran.

Menurut Hidayah secara umum lembar kerja peserta didik merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP).27 Lembar kerja peserta didik ini berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal yang akan dijawab oleh peserta didik. Maka dari itu lembar kerja peserta didik sangat baik untuk dapat dikembangkan untuk memancing keterlibatan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita ketahui bahwa LKPD merupakan suatu bahan ajar cetak yang berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan peserta didik, baik yang bersifat teoritis dan praktis, yang mengacu kepada kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik dan penggunaannya tergantung

dengan bahan ajar lain. bahan ajar (learning mateials) atau juga dapat disebut sebagai bahan pembelajaran atau materi pembelajaran (instructional), merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai seperangkat bahan atau materi yang disusun secara sistematis untuk mendukung terlaksananya pembelajaran secara efektif.28

Sejalan dengan itu, dalam menyiapkan lembar kerja peserta didik ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi oleh seorang guru yakni guru harus cermat dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang harus memadai.29 Hal itu dikarenakan sebuah lembar kerja peserta didik harus memenuhi paling tidak kriteria yang berkaitan dengan tercapai atau tidaknya sebuah kompetensi dasar yang dikusai oleh peserta didik itu sendiri.

b. Bentuk-bentuk Lembar Kerja Peserta didik

Menurut Andi Prostowo LKPD di kelompokkan menjadi lima bentuk, yakni sebagai berikut:

1. LKPD yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep.

2. LKPD yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan.

3. LKPD sebagai penuntun belajar. 4. LKPD sebagai penguatan.

5. LKPD sebagai petunjuk praktikum.

28 T.G. Ratumanan, Perencanaan Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada, Depok, 2019, hlm. 290.

c. Unsur-unsur LKPD

Unsur-unsur LKPD dilihat dari strukturnya terdiri dari 6 unsur yakni: judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, langkah kerja, penilaian. Sedangkan, dilihat dari formatnya LKPD memiliki unsur yakni: judul, kompetensi dasar yang hendak dicapai, waktu penyelesaian tugas, peralatan atau bahan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas, langkah-langkah mengerjakan tugas, tugas yang akan dikerjakan, penilaian.

d. Fungsi, Tujuan dan Kegunaan LKPD dalam kegiatan pembelajaran

Dalam mengembangkan lembar kerja peserta didik terdapat beberapa fungsi, tujuan dan manfaatnya. Berdasarkan pengertian lembar kerja peserta didik yang telah diuraikan sebelumnya maka fungsi LKPD dalam kegiatan pembelajaran adalah:

1. Lembar kerja peserta didik sebagai bahan ajar yang dapat meminimalkan peran pendidik namun lebih mengaktifkan siswa.

2. Lembar kerja peserta didik sebagai bahan ajar yang mempermudah siswa untuk memahami materi yang diberikan oleh guru.

3. Lembar kerja peserta didik sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya akan tugas berlatih.

4. Lembar kerja peserta didik mempermudah pelaksanaan pengajaran kepada siswa.

Durri Adriani mengungkapkan bahwa, paling tidak ada tiga point penting yang menjadi tujuan penyusunan LKPD, yakni sebagai berikut:30

1. Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.

2. Menyajikan tugas-tugas yang yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan.

3. Melatih kemandirian belajar peserta didik.

4. Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik. Selanjutnya, LKPD memiliki banyak manfaat bagi kegiatan pembelajaran, diantaranya yakni pendidik mendapat kesempatan untuk memancing siswa agar secara aktif terlibat dengan materi yang akan dibahas. Selain itu menurut Darmodjo dan Kaligis berikut ini merupakan beberapa manfaat dari pengguna LKPD yakni:31

1. Memudahkan guru untuk mengelola proses belajar, misalnya mengubah kondisi belajar dari suasana “guru sentris” (dimana guru harus menerangkan mendikte, memerintah dan sebagainya, sedangkan peserta didik mendengar, mencatat, dan mematuhi semua perintah) berubah menjadi “peserta didik sentri” (dimana peserta memperoleh informasi dari berbagai sumber, misalnya dari perpustakaan, dari luar sekolah atau dapat juga melalui pengamatannya sendiri dari lapangan).

2. Membantu guru mengarahkan peserta didiknya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri atau dalam kerja kelompok. 3. Dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses,

mengembangkan sikap ilmiah, serta membangkitkan minat peserta didik terhadap alam sekitarnya.

4. Memudahkan guru memantau keberhasilan peserta didik untuk mencapai sasaran belajar.

e. Macam –macam lembar kerja peserta didik

Setiap lembar kerja peserta didik disusun dengan materi dan tugas-tugas yang dikemas sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Karena adanya perbedaan-perbedaan maksud dan tujuan pengemasan materi pada masing-masing lembar

31 Lidwina Yunita Krisna, Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang Mendukung

Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing pada Pokok Bahasan Statistika Kelas VIII di SMP Katolik Wana Murni Jembrana Tahun Ajaran 2018/2019, Universitas Sanata Dharma, Yoyakarta,

kerja peserta didik tersebut, hal ini berakibat pada jenis LKPD yang bermacam-macam. Jika ditelusuri lebih lanjut, kita dapat menemukan lima jenis LKPD yang umum digunakan siswa, yaitu: 32

1. LKPD yang Penemuan (Membantu Siswa Menemukan Suatu Konsep). Jenis LKPD ini memuat apa yang (harus) dilakukan siswa, meliputi : melakukan, mengamati, dan menganalisis. Rumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan siswa kemudian mintalah siswa mengamati fenomena hasil kegiatannya, dan berilah pertanyaan analisis yang membantu siswa mengaitkan fenomena yang diamati dengan konsep yang akan dibangun siswa dalam benaknya. Dalam penggunaannya, LKPD jenis ini didampingi oleh sumber belajar lain, misalnya buku, sebagai bahan verifikasi bagi siswa.

2. LKPD yang Aplikatif-Integratif (Membantu Siswa Menerapkan Dan Mengintegrasikan Berbagai Konsep yang Telah Ditemukan). Setelah siswa berhasil menemukan konsep, selanjutnya mereka dilatih untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari tersebut dalam kehidupan sehari-hari. LKPD jenis ini berisikan tentang tugas-tugas yang diberikan kepada siswa untuk berlatih, dan berdiskusi bersama teman kelompok.

3. LKPD yang Penuntun (Berfungsi Sebagai Penuntun Belajar). Jenis LKPD ini berisikan mengenai pertanyaan atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa dapat mengerjakan LKPD tersebut jika ia

membaca buku, sehingga fungsi utama LKPD ini ialah membantu siswa mencari, menghafal, dan memahami materi pembelajaran yang terdapat di dalam buku. LKPD ini juga cocok untuk keperluan remedial.

4. LKPD yang Penguatan (Berfungsi Sebagai Penguatan). LKPD ini diberikan setelah siswa selesai mempelajari topik tertentu. Materi yang dikemas di dalam LKPD penguatan lebih menekankan dan mengarahkan kepada pendalaman dan penerapan materi pembelajaran yang terdapat di dalam buku ajar. Jenis LKPD ini cocok untuk pengayaan.

5. LKPD Pratikum (Berfungsi Sebagai Pratikum). Dalam bentuk LKPD ini, petunjuk pratikum merupakan salah satu konten dari LKPD.

b. Langkah-langkah penyusunan LKPD

Menurut Prastowo (2014: 280-285) ada empat langkah yang perlu diperhatikan dalam penyusunan LKPD yakni:33

1. Menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa ke dalam LKPD, dalam latihan ini harus menentukan desain menurut tujuan pembelajaran.

2. Pengumpulan materi, langkah yang perlu dilakukan adalah menentukan materi dan tugas yang akan dimasukkan dalam LKPD. Kumpulkan bahan atau materi dan buat perincian tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa. Bahan yang akan dimuat dalam LKPD dapat dikembangkan sendiri atau dapat dengan memanfaatkan materi yang sudah ada.

3. Menyusun elemen atau unsur-unsur LKPD, pada bagian ini, guru mengintegrasi desain (hasil dari langkah) dengan tugas (sebagai hasil dari langkah kedua) hasilnya akan memperoleh produk LKPD.

4. Pemeriksaan dan penyempurnaan. Pada langkah ini, guru tidak langsung memberikan LKPD tersebut kepada siswa. Sebelum LKPD dibagikan

kepada siswa, guru hendaknya melakukan melakukan pengecekan kembali terhadap LKPD yang sudah dikembangkan dan memperbaiki jika ada kesalahan. Guru perlu mencermati kembali apakah LKPD yang sudah dikembangkan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diambil dari kompetensi dasar, sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa, kejelasan penyampaian LKPD mudah dibaca dan apakah tersedia cukup ruang untuk mengerjakan tugas yang diminta.

Dokumen terkait